Negara Balkan, yang terletak di kawasan Eropa tenggara ini memang tidak setenar negara utama Eropa seperti Prancis, Italia, Jerman, sampai Inggris. Akan tetapi, negara tersebut, dalam segi sepak bola, memiliki sumber daya yang amat luar biasa.
Nama Balkan sendiri diambil dari pegunungan yang membentang dari Serbia hingga Laut Balkan. Negara-negara di sana meliputi Albania, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Montenegro, Yunani, Republik Makedonia, dan Serbia.
#WorldCup: Xherdan Shaqiri & Granit Xhaka, 2 Swiss footballers w/ Albanian roots, scored on Serbia for a 2-1 win. After each goal, they hand gestured the #Albania’s Eagle, reportedly in reference to their roots & the massacre of Albanians by Serbia during the 1st Balkan war. pic.twitter.com/LGtgTkLV5N
— Amir R. Bolurchi (@ablrchi) June 22, 2018
Terkadang, Rumania dan Slovenia juga kerap dianggap sebagai negara yang masuk dalam daftar, meski sebenarnya keduanya bukan resmi masuk kawasan Balkan. Kemudian, sebagian wilayah Turki juga masuk di wilayah ini.
Bila melihat kumpulan negara tersebut, kita tentu paham pemain bintang mana saja yang berasal dari wilayah tersebut. Bosnia menempatkan nama Edin Dzeko sebagai bintangnya. Kemudian, Bulgaria juga pernah memiliki bakat hebat seperti Dimitar Berbatov sampai Valeri Bojinov. Sisanya, banyak sekali pemain yang tampil untuk tim besar Eropa.
🇧🇬 1⃣ word to describe Dimitar Berbatov 👇
🥳 #HBD to Bulgaria’s all-time record goalscorer 🎂#EURO2020 pic.twitter.com/zpFtMvOJh1
— UEFA EURO (@EURO2020) January 30, 2020
Dari segi kekuatan sepakbolanya, negara Balkan sempat mengirimkan Kroasia sebagai salah satu andalan. Negara yang menjadi tempat bermukimnya pemain seperti Zvonimir Boban, Davor Suker, sampai Luka Modric itu, pernah mengguncang Eropa, dan yang terbaru adalah kiprah mereka di ajang Piala Dunia 2018 lalu.
4x Champions League 🏆
1x Ballon d’Or 🏆
2x La Liga 🏆Luka Modric turns 35 today 🎂 pic.twitter.com/0vtOhlWCTZ
— B/R Football (@brfootball) September 9, 2020
Selain itu, kita semua tahu bila Yunani juga pernah mengukir sejarah di tahun 2004. Negeri Para Dewa yang sama sekali tidak diunggulkan berhasil mengangkangi Portugal untuk merebut tahta juara di benua biru.
Berada di bawah asuhan pelatih Otto Rehhagel, Yunani berhasil menumpas perlawanan timnas Portugal di partai final lewat gol semata wayang Angelos Charisteas pada menit ke 57.
🇬🇷 Greece at EURO 2004 🏆 Favourite players from this starting XI? pic.twitter.com/NtueKTAv9Y
— UEFA EURO (@EURO2020) May 8, 2021
Berikutnya ada Republik Makedonia yang pada edisi terakhir Piala Eropa berhasil menempatkan kaki di putaran final. Goran Pandev yang menjadi bintang memang gagal membawa negaranya berjaya. Namun dengan keikutsertaan mereka di ajang prestise tersebut, menunjukkan bahwa Makedonia juga memiliki kumpulan pemain yang tak boleh diremehkan.
🇲🇰 North Macedonia set for their EURO debut 📸 #EURO2020 pic.twitter.com/WrcPZ0Wrc7
— UEFA EURO (@EURO2020) June 13, 2021
Yang tak boleh ketinggalan tentu nama Serbia. Negara yang beribukota di Beograd itu telah menelurkan nama-nama besar seperti Dejan Stankovic, Nemanja Vidic, Nemanja Matic, sampai Dusan Tadic.
Untuk negara seperti Rumania, Slovenia, hingga Turki, kita tentu sudah sangat akrab dengan para talenta yang berasal dari negara tersebut. Gheorghe Hagi hingga Adrian Mutu untuk Rumania; Samir Handanovic, Jan Oblak, sampai Josip Ilicic untuk Slovenia; dan Hakan Sukur, Arda Turan, Burak Yilmaz, hingga Hakan Calhanoglu untuk Turki.
Untuk saat ini, juga terdapat sejumlah nama baru asal Balkan yang sukses menjadi bintang di klub-klub besar Eropa. Meski sebagian sudah disebutkan, masih ada beberapa pemain lagi yang patut mendapat sorotan.
Pertama ada Filip Kostic asal Serbia. Pemain yang berposisi sebagai winger ini tampil moncer bersama Eintracht Frankfurt dalam kurang lebih dua tahun terakhir. Dalam dua musim awalnya membela klub Jerman tersebut, Kostic selalu tampil dalam lebih 40 pertandingan setiap musimnya. Torehan gol ya juga mampu mencapai angka 10. Pada musim lalu, dia yang tampil dalam 30 laga juga berhasil ciptakan empat gol.
Filip Kostic has been directly involved in 5️⃣ goals in his last 3️⃣ @Bundesliga_EN games against @FCA_World. 🔥🦅#SGEFCA pic.twitter.com/aXKRv3JaO2
— Eintracht Frankfurt (@eintracht_us) August 20, 2021
Berkat andil krusialnya pada musim lalu, Eintracht Frankfurt berhasil duduk di posisi kelima klasemen akhir.
Berikutnya ada nama Caglar Soyuncu asal Turki, yang tercatat sebagai pemain Leicester City sejak 2018 lalu. Selama tampil bersama The Foxes, Soyuncu yang tampil sebagai bek tangguh sukses mempersembahkan trofi Piala FA dan Community Shield.
Selanjutnya, Mateo Kovacic yang tercatat sebagai pemain Chelsea, menjadi nama asal Kroasia yang baru saja merasakan sukses besar. Dirinya menjadi bagian dari kesuksesan tim London Biru yang berjaya di ajang Liga Europa, Liga Champions Eropa, yang ditutup dengan trofi Piala Super Eropa.
Lalu, yang tak boleh ketinggalan adalah nama Marcelo Brozović, Sergej Milinković-Savić, Merih Demiral, Miralem Pjanic, sampai bintang muda Serie A Dusan Vlahovic.
Membayangkan Balkan Membuat Liga Sendiri
Dengan potensi yang ada, ditambah dengan kumpulan pemain yang sudah banyak membuktikan diri, Balkan juga memiliki deretan klub yang beberapa kali jadi batu sandungan klub raksasa. Beberapa klub tersebut, bila dimasukkan ke dalam kompetisi yang sama, kemungkinan akan memiliki persaingan sangat luar biasa.
Perandaian ini mengacu pada kabar yang sebelumnya sempat berkembang, dimana Liga Belanda dan Belgia bakal melakukan merger.
Untuk nama kompetisi, The Balkan League mungkin bakal jadi ide terbaik. Bila dirasa kurang cocok, nama Balkan Super League juga bisa jadi pilihan. Lantas siapa saja tim yang dinilai berhak tampil dalam kompetisi tersebut?
Mengacu pada jumlah koleksi gelar yang didapat serta konsistensi yang ditunjukkan, ada sekitar 20 nama yang layak dimasukkan ke dalam daftar terbaik. Mereka adalah AEK Athens (Yunani), PAOK (Yunani), Olympiakos (Yunani), Fenerbahce (Turki), Galatasaray (Turki), Besiktas (Turki), Steaua Bucharest (Rumania), CFR Cluj (Rumania), Dinamo Bukarest (Rumania), Ludogorets Razgrad (Bulgaria), Levski Sofia (Bulgaria), Red Star Belgrad (Serbia), Partizan Belgrad (Serbia), Dinamo Zagreb (Croatia), Hajduk Split (Croatia), FK Sarajevo (Bosnia), KF Shkëndija (North Macedonia), FK Sutjeska Nikšić (Montenegro), FK Partizani (Albania), dan KF Feronikeli (Kosovo).
This night 2010: Dundee United 0-1 AEK Athens. The Europa fixture saw 12,116 pack Tannadice, a surreal away leg would follow | #DUFC pic.twitter.com/5CC3WIB2Ug
— Ceres Arabs (@CeresArabs) August 19, 2021
Untuk peraturannya, karena Negara Balkan memiliki jarak tempuh yang lumayan, maka sebaiknya Liga dibagi menjadi dua wilayah. Lalu, untuk menentukan sang juara, dibutuhkan fase knockout, dimana masing-masing wilayah mengirimkan empat wakilnya. Pertandingan sebelum final juga tampak akan lebih menarik bila dipertandingkan dalam 2 pertemuan kandang-tandang.
Untuk tim lain yang belum bisa berpartisipasi, maka sistem eliminasi yang bakal diterima oleh dua tim terbawah dari masing-masing wilayah, tentu akan menjadikan persaingan Liga Balkan kian menarik.
Siapa Pemain Masa Depan Balkan?
Para pemain bintang sudah banyak yang hadir dari wilayah Balkan. Kekuatan dari masing-masing negara juga sudah banyak disaksikan oleh dunia. Kemudian ketika bicara tentang klub yang berkompetisi di wilayah Balkan, kita juga tidak bisa lantas meremehkannya.
Kini, kekuatan negara-negara yang sempat ricuh karena perang itu juga masih memiliki banyak sekali talenta untuk dirawat.
Nama pertama adalah Nemanja Jovic. Pemain kelahiran tahun 2002 asal Serbia ini berposisi sebagai seorang winger kiri. Sekarang, dia tercatat sebagai pemain Partizan yang kita tahu kerap telurkan bakat-bakat hebat.
📝▪️Novi ugovor do 2️⃣0️⃣2️⃣5️⃣. godine sa #FKPartizan potpisao je Nemanja Jović!
N.Jovic77 🖤🤍🔥
#️⃣▪️#FKPartizan #NemanjaJović pic.twitter.com/otseiGvBEf
— FK Partizan (@FKPartizanBG) June 15, 2021
Baru berusia 19 tahun, Nemanja Jovic dinilai punya komposisi sempurna untuk jadi seorang penyerang handal. Tidak hanya itu, karakteristiknya yang tidak egois juga membuatnya kerap ciptakan assist dalam sebuah pertandingan. Menurut laman first time finish, Nemanja Jovic rata-rata ciptakan sebanyak 2,44 tembakan ke arah gawang setiap 90 menit. Lebih dari itu, dia juga membuat rata-rata 6,23 dribel per pertandingan dimana tingkat keberhasilannya mencapai 54,35%.
Dengan catatan tersebut, Nemanja Jovic masuk ke dalam daftar 10 dribeler paling efektif di liga pada musim lalu.
Berikutnya ada nama bintang muda CSKA Sofia, Georgi Rusev. Pemain berkebangsaan Bulgaria ini berhasil menyelesaikan musim 2019/20 bersama klub Septemvri Sofia, dengan catatan 10 gol dan 10 assist dalam 21 pertandingan yang dimainkan. Raihan itulah yang pada akhirnya membuat CSKA Sofia tertarik untuk meminangnya.
Rusev yang beroperasi di lini depan, seringkali membuat lawan kerepotan. Dia rata-rata dijatuhkan lawan sebanyak 1,92 kali per pertandingan. Hal itu tentu terasa wajar mengingat pergerakannya di area berbahaya sukses menghasilkan rata-rata 3,44 operan ke kotak penalti lawan per sembilan puluh menit lamanya.
Lalu ada pemain bernama Josip Šutalo yang kini kembali berseragam Dinamo Zagreb, setelah pada musim lalu melakoni masa peminjaman di NK Istra. Sutalo yang merupakan pemain asal Kroasia namun bisa membela Bosnia ini memiliki permainan seperti role modelnya, Sergio Ramos.
Josip Sutalo goes on loan to Istra 1961!
The young defender has been sent on loan by Dinamo to Istra and it lasts until the end of the season. He’s only played 6 games for Dinamo II. pic.twitter.com/dzmKB1AaLs
— Croatian Football #CRO🇭🇷 (@CroatiaFooty) January 12, 2021
Dia memiliki tingkat keberhasilan duel defensif sebesar 72,41%. Selain itu, catatan intersepnya juga mencapai lebih dari 6 kali per laga. Sutalo yang dibekali kemampuan spesial lain seperti akurasi umpan yang baik, juga masuk ke dalam daftar 10 besar pemain dengan jarak umpan akurat terjauh.
Rata-rata, Sutalo berhasil menciptakan umpan akurat dengan jarak yang mencapai rata-rata 22,81 meter. Umpan akurat terjauh nya sendiri tercatat di angka 40,2 meter.
Sutalo sendiri sudah menarik perhatian khalayak ketika tampil gemilang di ajang UEFA Youth League. Di turnamen tersebut, dia yang mewakili Dinamo Zagreb berhasil memenangkan sebanyak 95% duel sebagai pemain bertahan, termasuk tampil apik ketika melawan Liverpool di babak perempat final.
Sayangnya, meski berhasil lolos hingga ke partai final, Zagreb harus takluk dari Chelsea.
Dalam hal ini, lingkungan di akademi Dinamo Zagreb yang sangat kompetitif secara tidak langsung membantu Sutalo selalu tampil seratus persen dalam setiap laga. Bila tidak, dia akan menjadi pemain yang bakatnya tak akan pernah dilirik oleh pelatih.
Selain pemain-pemain yang dinilai bakal bersinar itu, masih ada nama hebat lainnya seperti Luka Stankovski asal Makedonia, Matija Pejović yang merupakan bek asal Montenegro, Mirlind Daku yang tampak bakal jadi penyerang masa depan Kosovo, hingga Luka Markovic yang menjadi penyerang asal Serbia, yang kita tahu pernah menimba ilmu di tim Juventus U19.
Menarik dinantikan, siapa pemain muda Balkan yang bakal teruskan kiprah Nemanja Vidic, Luka Modric, sampai Edin Dzeko di kancah persepakbolaan Eropa.
Sumber referensi: first time finish, HRVizak, Otzasada


