Mengenang Wesley Sneijder: Legenda Pengoleksi Trigelar Tanpa Gelar Ballon D’or

spot_img

Negri Kincir Angin telah menyumbangkan banyak sekali pesohor lapangan hijau. Tercatat, ada nama lincah seperti Arjen Robben, predator elegan seperti Robin van Persie, hingga gelandang kharismatik bernama Wesley Sneijder.

Wesley Benjamin Sneijder lahir tanggal 9 Juni 1984 di Utrecht. Berasal dari kampung halaman Total Football, sekolah yang didirikan oleh Rinus Michels dan Johan Cruyff atas dasar talenta, kreativitas, dan disiplin yang berlanjut hingga tahun 1980-an bersama Marco van Basten, tidaklah mengejutkan Wesley Sneijder kemudian menjadi salah satu seniman dalam permainan ini.

Wesley Sneijder adalah nama yang akan selalu lekat dengan gol spektakuler, pembacaan permainan kelas wahid, dan salah satu gelandang kreatif milik Belanda.

Beberapa waktu lalu, sang seniman lapangan hijau telah putuskan pensiun, untuk kemudian melanjutkan kariernya sebagai direktur di FC Utrecht.

Pria kelahiran Utrecht 35 tahun silam memulai karier sepakbolanya di akademi Ajax Amsterdam dalam periode 1991-2002. Sneijder memainkan laga debutnya pada Februari 2003 saat Ajax racikan Ronald Koeman menang 6-0 atas Willem II. Satu bulan setelah itu, dia mencetak gol perdana bagi kubu Amsterdam saat mengalahkan Groningen 4-1 di KNVB Cup.

Sneijder sudah mencuri perhatian di tahun keduanya memperkuat tim senior Ajax musim 2003/04. Sneijder saat itu bersama dengan Zlatan Ibrahimovic, Rafael Van der Vaart, John Heitinga, berhasil membawa Ajax meraih gelar juara Liga Belanda. Permainannya di lini tengah bersama Rafael van der Vaart menjadi kunci suburnya Zlatan Ibrahimovic saat itu.

Sepanjang perjalanan di Ajax, Sneijder menyumbangkan satu gelar Eredivisie (2003/04), dua KNVB Cup (2005/06, 2006/07), dan satu Johan Cruyff Shield (2006). Total, Snijder mencatatkan 43 gol dan 36 assist dari 126 penampilan bersama klub tersebut.

Musim 2007/08, Sneijder bergabung dengan Real Madrid. Saat itu, ia didatangkan Bernd Schuster yang baru saja menggantikan posisi Fabio Capello di kursi kepelatihan tim. Sempat bersaing dengan Manchester United dan Inter Milan, harga yang dipatok Ajax sebesar 27 Juta euro dilunasi Madrid dengan mudah. Sneijder datang ke Bernabeu dan mengenakan nomor punggung 23.

Dengan kegemilangannya sebagai gelandang kreatif, gelar La Liga langsung digenggamnya pada musim pertama bersama Los Blancos.

Kendati begitu, Sneijder mengalami kesulitan di musim keduanya. Cedera ligamen yang dia derita saat melawan Arsenal pada Agustus 2008 di Emirates Cup, membuat karier Sneijder di Santiago Bernabeu merosot. Dia hanya 18 kali menjadi starter, mencetak 2 gol dan 2 assist sepanjang musim 2008/09. Performanya dianggap lesu dan dilepas ke Inter Milan di akhir musim. Kala itu boleh dibilang penampilan Sneijder juga sedikit tenggelam dengan kehadiran mantan rekannya dari Ajax, Rafael van der Vaart.

Meski terbuang dari Real Madrid, kepindahannya menuju Inter malah menjadi berkah. Bekerja sama dengan Jose Mourinho, Sneijder menjadi sosok yang sangat dibutuhkan. Sneijder semakin melengkapi skuat Inter yang sudah lebih dulu ada nama-nama populer seperti Lucio, Samuel Et0’o, dan Diego Milito.

Peran Sneijder di kubu I Nerazzuri bisa terlihat ketika Inter Milan berhasil melibas perlawanan FC Barcelona diajang Liga Champions Eropa. Pedro Rodriguez baru saja membuka keunggulan Barcelona. Namun Inter besutan Jose Mourinho diisi oleh pemain tangguh, dan Sneijder adalah salah satunya.

Golnya malam itu lebih dari sekadar penyeimbang. Gol tersebut adalah bukti nyata bahwa Barcelona adalah tim yang bisa dikalahkan. Kegembiraan pertama dari yang kemudian akan jadi malam bersejarah bagi Nerazzurri, dan mungkin pernyataan sikap terpenting mereka dalam perjalanan menuju treble.

Di partai final sendiri, Wesley Sneijder juga turut menjadi kunci ini semua dengan assist yang disumbangkannya. Ia tampil begitu sempurna di Bernabeu, stadion yang sempat membuang talentanya.

Tahun 2010 barangkali menjadi yang paling fenomenal bagi Sneijder. Musim tersebut, Inter berhasil menggondol trofi Liga Champions dan sukses mempertahankan trofi Serie A. Terlebih, mereka juga sukses merengkuh trofi Copa Italia.

Inter meraih treble untuk pertama kalinya dan menyudahi puasa gelar Liga Champions dalam 45 tahun.

Spektakulernya lagi, di tahun yang sama, Sneijder mereplikasi performa apiknya bersama Tim Nasional Belanda. Bisa dibilang pada era inilah salah satu skuat terbaik Belanda. Di Piala Dunia 2010, Sneijder menjadi pemain penting bagi Der Oranje. Belanda lolos ke Final bersua dengan Spanyol.

Namun begitu, Xavi-Iniesta sukses mengalahkan permainan Sneijder. Tapi, performa Sneijder tetap menjadikan dirinya masuk ke FIFA World Cup Dream Team 2010.

Melihat penampilan Sneijder di musim itu, tidak ada yang menyangkal jika dia memang tampil bagus. Tiga gelar juara bersama Inter dan membawa Belanda menjadi finalis Piala Dunia 2010 bisa menjadi bukti.

Dengan apa yang sudah ditunjukkan Sneijder, dia layak dimasukkan dalam daftar kandidat pemain terbaik 2010. Benar saja, dalam daftar kandidat peraih Ballon d’Or 2010, namanya masuk di antara pemain-pemain terbaik dunia tahun ini. Namun yang mengejutkan, dalam sesi penyaringan terakhir, tak ada nama Sneijder dalam daftar kandidat tiga besar.

Dari rilis FIFA, tiga nominasi peraih Ballon d’Or berasal dari pemain Barcelona, Lionel Messi, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez. Yang kemudian jadi pertanyaan, apakah benar penampilan dan kontribusi Sneijder di tahun 2010 tak lebih baik dari tiga pemain tersebut?

Setelah bermain bersama Inter Milan, karir Sneijder sedikit redup. Meskipun berprestasi bersama Galatasaray, ia dianggap sudah kehilangan permainan terbaiknya. Setelah itu, Sneijder gabung ke Nice untuk kemudian melanjutkan karier di Al Ghafara dan putuskan pensiun sebagai pesepakbola profesional.

Selama 17 tahun berkarier sebagai pesepakbola, Sneijder telah mencatatkan 574 penampilan, 155 gol dan 20 trofi mayor di level klub. Dia juga menjadi pemain dengan jumlah caps terbanyak, yaitu 134 bersama timnas Belanda.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru