Mengenal Marina Granovskaia Sebagai Otak Strategi Transfer Chelsea

  • Whatsapp
Mengenal Marina Granovskaia Sebagai Otak Strategi Transfer Chelsea
Mengenal Marina Granovskaia Sebagai Otak Strategi Transfer Chelsea

“Ada sosok wanita hebat dibalik kesuksesan seorang pria.”

Dalam dunia Chelsea, wanita yang dimaksud adalah Marina Granovskaia, sementara pria yang namanya kerap terpampang di halaman awal media adalah Roman Abramovich.

Bacaan Lainnya

Marina Granovskaia bukanlah istri dari sang miliuner asal Rusia. Dia juga bukan ibu dari pria super kaya itu. Namun, Marina Granovskaia adalah kekuatan mematikan dalam bisnis transfer Chelsea. Dia menjadi salah satu wanita hebat yang membuat Roman Abramovich begitu berjaya bersama Chelsea.

Lahir di Rusia, Marina Granovskaia telah menghabiskan selama lebih dari dua puluh tahun karirnya bersama Roman Abramovich. Wanita yang kini berusia 46 tahun itu pertama kali terhubung dengan Roman Abramovich pada tahun 1997 silam, ketika dirinya langsung bekerja di bawah arahan Abramovich pasca lulus dari Moscow University.

Sejak pertama kali bertemu dengan Marina, Roman Abramovich melihat ada sesuatu yang istimewa darinya. Maka dari itu, perusahaan minyak bernama Sibneft yang jadi tempat pertemuan dua orang hebat itu langsung dijalankannya dengan sangat baik. Bersama Marina, Roman Abramovich mampu meraup keuntungan yang begitu besar, hingga tepat tujuh tahun setelahnya, dia menjual perusahaan tersebut dengan harga hampir 250 kali lipat.

Setelah momen bersejarah tersebut, Roman Abramovich resmi duduk di kursi kepemilikan Chelsea. Melihat dirinya sangat terbantu oleh Marina, pria 54 tahun tersebut lalu membawa serta senjata rahasianya ke Stamford Bridge. Ketika mulai mengelola Chelsea, Marina pertama kali ditugaskan sebagai penerima tamu VIP Chelsea.

Di sepakbola Inggris, semua memang sangat mengenal sosok Karren Brady dari West Ham United. Namun ketika bicara tentang wanita paling cerdas dan berpendirian, maka Marina Granovskaia lah sosoknya.

Sepak Terjang Marina Granovskaia

Awalnya, dia memang disebut sebagai wanita yang tak menyukai sepakbola. Itu sebabnya tugas yang diberikan tidak terlalu mengarah langsung pada teknis tim. Namun jangan salah, kecerdasan yang dimiliki membantu Marina untuk cepat beradaptasi dalam dunia sepakbola. Dia langsung mempelajari banyak hal untuk bisa membantu tim secara lebih mendalam.

Melalui perencanaan jangka panjang, Marina sukses menjadi bagian integral dalam membangun hubungan dengan klub Belanda, Vitesse Arnhem, yang sampai sekarang bertindak sebagai ‘pusat perkembangbiakan’ bagi banyak talenta muda Chelsea.

Lebih dari itu, tempat latihan baru Chelsea yang berpindah ke Cobham pada 2007 silam juga merupakan buah dari pemikiran Marina.

Pencapaian tersebut kian memperkuat peran vitalnya bagi tim, dimana pada tahun 2010, dia kemudian resmi ditunjuk sebagai perwakilan Roman Abramovich.

Lantas, bagaimana Marina Granovskaia bisa disebut sebagai otak dibalik strategi bisnis Chelsea?

Spesialisasi Marina Granovskaia di Balik Layar

Hal itu mulai terjadi pada tahun 2009, ketika dia berhasil membujuk Didier Drogba untuk tetap bertahan. Di momen tersebut, Roman Abramovich pertama kali meminta pendapat pada Marina soal sepakbola.

Sebagai informasi, pada tahun 2009 lalu Drogba berencana hengkang dari Stamford Bridge setelah mendapat sanksi dari FIFA, terkait protes keras yang dilakukan kepada wasit Tom Henning Ovrebo yang memimpin laga antara Chelsea melawan FC Barcelona.

Lewat peran Marina, Drogba bersedia bertahan lebih lama dan memperpanjang kontrak di Chelsea. Hasilnya, tepat pada 2012 lalu, Tim London Biru berhasil memenangkan trofi Liga Champions Eropa pertama mereka sepanjang sejarah, dengan nama Drogba sebagai aktor legendarisnya.

Sejak saat itulah, Marina mulai mendapat tugas untuk melakukan negosiasi dengan pemain maupun pelatih dengan diangkat ke manajemen klub pada tahun 2013.

Dalam melakukan negosiasi dengan banyak agen, pergerakan Marina dianggap sangat tegas dan berbahaya. Mulanya banyak agen yang ingin mengakalinya setelah tahu fakta bahwa Marina sejatinya bukanlah seorang wanita yang menyukai sepakbola.

Namun anggapan itu disingkirkan secara tegas oleh Marina, dimana dia justru sulit ketika diajak bernegosiasi. Marina dianggap cerdas dalam melindungi aset Chelsea, hingga hal tersebut kian meningkatkan rasa kepercayaan Roman Abramovich kepada dirinya.

Bahkan, langkahnya dalam bernegosiasi sering mendapat pujian dari agen yang merasa puas. Dia dianggap mampu membangun kepercayaan dan jaminan bagi para pemain incaran Chelsea.

Selain Drogba yang berhasil dibujuknya untuk tetap tinggal, keterampilan komunikasinya juga dibuktikan dengan hal lain, yaitu mendamaikan konflik yang pernah terjadi antara Jose Mourinho dan Roman Abramovich pada 2013 lalu.

Proses pendamaian yang lancar membuat pelatih asal Portugal itu bersedia kembali melatih Chelsea dan bahkan sukses persembahkan satu lagi trofi Liga Primer Inggris.

Bukti Nyata Peran Hebat Marina Granovskaia

Sudah banyak bukti dari kepiawaian Marina Granovskaia dalam bernegosiasi. Bahkan, dia tidak segan untuk mengeluarkan keputusan tegas bila ada yang mencoba meruntuhkan eksistensinya.

Dalam hal ini, pelatih Antonio Conte dan Frank Lampard bisa menjadi buktinya. Conte ketika itu meminta klub untuk memberi dana yang bakal digunakan untuk membeli pemain yang diinginkan. Akan tetapi, Marina yang tentunya sudah melakukan perhitungan matang menolak untuk memenuhi itu semua.

Hasilnya, Conte harus berpisah dengan Chelsea meski satu trofi Liga Primer Inggris berhasil dipersembahkan olehnya.

Selain itu, ketegasan Marina Granovskaia juga terbukti ketika dia berani memecat Frank Lampard yang sejatinya merupakan legenda klub, sebagai manajer Chelsea. Dikabarkan, Lampard meminta klub untuk membeli Declan Rice yang berharga mahal. Namun permintaan itu ditolak oleh Marina dengan alasan dirinya menilai bahwa kemampuan Declan Rice tak benar-benar baik. Apalagi pemain tersebut merupakan pemain buangan dari akademi klub beberapa tahun sebelumnya.

Sementara dari sisi transfer pemain, banyak yang telah membuktikan kejeniusan Marina. Dari segi penjualan, Marina merupakan otak dibalik transfer Oscar ke Liga Super China seharga 60 juta poundsterling atau setara lebih dari 1 triliun rupiah. Kemudian, dia juga berhasil melepas Nathan Ake dan Asmir Begovic ke Bournemouth, dimana masing-masing pemain menghasilkan 20 juta pounds dan 10 juta pounds untuk klub.

Jangan lupakan pula penjualan Ramires ke Jiangsu Suning senilai 25 juta pounds.

Menarik ke belakang, Marina juga sukses membuat Chelsea mendapatkan dana senilai 68 juta pounds dari hasil penjualan Romelu Lukaku dan David Luiz, dimana kemudian dana tersebut digunakan untuk mendatangkan Cesc Fabregas dan Diego Costa yang pada akhirnya menjadi kunci keberhasilan Chelsea dalam meraih trofi Liga Primer Inggris.

Terbaru, Chelsea berhasil melepas Eden Hazard ke Real Madrid dengan nilai sebesar 160 juta euro meski kontrak sang pemain tersisa setahun lagi.

Banyak orang yang menggambarkan Marina sebagai negosiator ulung dalam bisnis ini.

Dari pembelian pemain, Marina merupakan sosok dibalik transfer Fernando Torres dari Liverpool. Meski sang pemain dianggap gagal teruskan ketajaman lini serang Chelsea, harus diakui bila transfer Torres ketika itu sangatlah fenomenal.

Satu transfer yang akan selalu diingat lainnya adalah ketika Chelsea berhasil mendapatkan Willian Borges dari Anzhi Makhachkala. Transfer tersebut sangatlah bersejarah setelah Chelsea berhasil memenangkan persaingan atas Tottenham yang dianggap selangkah lagi dapatkan jasa sang pemain.

Akan tetapi, berkat kecerdasan Marina dalam bernegosiasi, pemain asal Brasil tersebut lebih memilih untuk berlabuh di Chelsea dan sukses torehkan banyak tinta emas.

Dengan kepiawaiannya dalam bernegosiasi, ketegasannya dalam mengambil keputusan, serta menjadi penghubung yang baik antara klub dan pemain maupun pelatih, menjadikan wanita berjuluk ‘The Iron Lady’ ini sebagai sosok tak tersentuh di kubu Chelsea.

Sumber referensi: BR, Indosport, Ligalaga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *