Mengenal Jenis-Jenis Penjaga Gawang dan Perbedaannya

  • Whatsapp
Mengenal Jenis-Jenis Penjaga Gawang dan Perbedaannya
Mengenal Jenis-Jenis Penjaga Gawang dan Perbedaannya

Kiper atau penjaga gawang adalah pemain yang spesial dalam sebuah tim sepak bola. Dibanding rekan-rekannya di lapangan, kiper adalah satu-satunya pemain yang diperbolehkan menggunakan tangannya. Keistimewaan itu terkadang membuat seorang kiper kerap diremehkan. Padahal, tugas dan tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang penjaga gawang adalah yang terberat.

Seorang kiper adalah benteng terakhir pertahanan tim. Dia berdiri di garis pertahanan terakhir. Dengan tugas utama menjaga gawang dari kebobolan, seorang kiper kerap diremehkan. Sebuah kesalahan kecil bisa membuyarkan ribuan penyelamatan yang sudah ia buat.

Bacaan Lainnya

Dengan tugas dan tanggung jawab seberat itu, seorang penjaga gawang wajib memiliki skill yang mumpuni. Tak jarang pula seorang kiper juga terlibat dalam sebuah proses serangan. Namun, setiap tim memiliki taktik yang berbeda-beda. Hal itulah mempengaruhi kebutuhan tim akan sosok kiper yang sesuai dengan gaya permainan yang diusung.

Jenis-jenis Penjaga Gawang Menurut Frans Hoek

Frans Hoek, salah satu pelatih kiper terkemuka yang pernah menangani Ajax, Manchester United, Barcelona, dan kini menjadi pelatih kiper di timnas Belanda mengidentifikasi penjaga gawang dalam 2 tipe yang berbeda. Yakni Tipe A dan Tipe R.

Tipe A atau A-type keeper adalah jenis penjaga gawang antisipatif. Jenis penjaga gawang ini punya kontrol bola yang cukup baik, sehingga kerap dilibatkan untuk membangun serangan dan punya kemampuan sebagai seorang sweeper.

Kebalikannya dengan Tipe A, Tipe R atau R-type keeper adalah jenis penjaga gawang reaktif yang fokus kepada kemampuan klinis dan cenderung jarang dilibatkan dalam fase membangun serangan. Kiper tipe R biasanya punya keunggulan dalam hal merespons sebuah peluang dengan tegas, sedangkan kiper tipe A punya kemampuan membaca permainan dan pengambil keputusan yang baik.

Di timnas Belanda, Frans Hoek melihat Jasper Cillessen sebagai penjaga gawang klasik bertipe A. Sedangkan Tim Krul lebih condong sebagai tipe R. Itulah kenapa Krul jadi pilihan utama timnas Belanda saat menghadapi babak adu penalti, sebab Krul lebih unggul dalam hal refleks.

3 Jenis Penjaga Gawang di Dunia

Akan tetapi, berbeda dengan pendapat Fans Hoek, dalam versi yang lebih umum penjaga gawang dibagi dalam 3 kategori. Yakni defensive goalkeeper, ball playing goalkeeper, dan sweeper keeper.

 

1. Defensive Goalkeeper

Defensive goalkeeper adalah jenis penjaga gawang yang tanggung jawab utamanya adalah melakukan penyelamatan dan kerap difokuskan hanya untuk menghentikan tembakan saja tanpa dilibatkan dalam penguasaan bola. Oleh karena itu, jenis penjaga gawang ini dikenal pula dengan sebutan shot stopper.

Seorang shot stopper merupakan jenis penjaga gawang tradisional yang punya kelebihan dalam hal saves, bagus dalam refleks, tetapi skill olah bolanya kurang bagus. Itulah kenapa mereka jarang dilibatkan dalam fase membangun serangan dan jarang meninggalkan areanya.

Punya kemampuan membaca arah tendangan yang baik, tubuh yang atletis, dan mampu melakukan gerakan akrobatik juga menjadi beberapa ciri-ciri penjaga gawang berjenis defensive. Kiper timnas Inggris adalah contoh terbaiknya. Mulai dari Jordan Pickford, Joe Hart, hingga kiper legendaris Gordon Banks.

Selain mereka, kiper Manchester United David De Gea juga termasuk dalam jenis ini. Di Italia, Gianluigi Buffon dan Gianluigi Donnarumma juga dapat dimasukkan dalam kategori shot stopper.

Penjaga gawang jenis ini biasanya dipakai oleh tim yang menerapkan garis pertahanan rendah dan cenderung bermain defensive. Salah satunya adalah Atletico Madrid dengan Jan Oblak. Kiper asal Slovenia itu juga merupakan salah satu shot stopper terbaik dunia saat ini.

 

2. Ball Playing Goalkeeper

Jenis penjaga gawang berikutnya adalah ball playing goalkeeper. Secara sederhana, kiper jenis ini merupakan versi modern dari defensive goalkeeper. Selain memiliki atribut penyelamatan yang baik, penjaga gawang jenis ini dituntut punya kemampuan distribusi bola yang bagus.

Oleh karena itu, seorang ball playing goalkeeper kerap dilibatkan dalam fase build-up serangan karena punya kemampuan kontrol bola yang cukup baik. Jangkauan umpan yang luas dan memiliki akurasi umpan yang tinggi juga jadi ciri-ciri seorang ball playing goalkeeper.

Seorang ball playing goalkeeper kerap ditemui di dalam tim yang mengandalkan possession tinggi. Tim yang kerap menerapkan garis pertahanan tinggi dan memainkan sepak bola dengan tempo cepat juga terkadang memakai seorang ball playing goalkeeper.

Pep Guardiola adalah salah satu pelatih yang sangat menyukai penjaga gawang jenis ini. Nyaris sepanjang kariernya sebagai pelatih, penjaga gawang pilihan Pep selalu merupakan seorang ball playing goalkeeper. Mulai dari Victor Valdez, Claudio Bravo, hingga Ederson Moraes.

Selain Pep, Jurgen Klopp juga menyukai penjaga gawang jenis ini. Ia memakai ball playing goalkeeper untuk menjalankan skema gegenpressing-nya. Alisson Becker adalah contoh terbaiknya. Selain punya kemampuan penyelamatan di atas rata-rata, kiper timnas Brasil itu juga kerap mengirim umpan berbahaya kepada rekan-rekannya dan tenang saat mendapat tekanan dari bek lawan.

 

3. Sweeper Keeper

Jenis penjaga gawang yang terakhir adalah sweeper keeper. Jenis penjaga gawang ini cukup mirip dengan ball playing goalkeeper. Sesuai dengan penamaannya, yang membedakan seorang sweeper keeper dengan jenis penjaga gawang lainnya adalah gaya bermainnya.

Seorang sweeper keeper kerap meninggalkan sarangnya untuk melakukan penyelamatan. Seorang penjaga gawang jenis ini punya keberanian dalam melakukan intersep atau sapuan di luar kotak penalti. Kemampuannya dalam membaca arah bola dan pergerakannya yang tak kenal kompromi dalam menerjang bola di luar zona amannya adalah ciri khas seorang sweeper keeper.

Tak banyak kiper di dunia ini yang masuk dalam kategori sweeper keeper. Gaya mainnya yang terlihat ceroboh dan cukup gila membuat penjaga gawang jenis ini sangatlah spesial. Contoh seorang sweeper keeper terbaik saat ini adalah Manuel Neuer.

Neuer tak hanya rajin menerjang bola di luar kotak penalti. Ia bahkan terlihat cukup sering maju hingga tengah lapangan. Walau sangat berisiko melakukan blunder fatal, tak ada yang menyangkal kehebatan Manuel Neuer sebagai salah satu kiper terbaik dunia. Rasa-rasanya, saat ini juga belum ada yang mampu menandingi kemampun Manuel Neuer sebagai seorang sweeeper keeper.

Selain dituntut untuk memiliki atribut penyelamatan yang bagus dan gesit dalam bergerak, seorang sweeper keeper juga kerap ikut membantu serangan. Oleh karenanya, seorang sweeper keeper juga perlu memiliki skill kontrol bola yang bagus dan akurasi umpan yang tinggi.

Di era sebelumnya, Fabien Barthez adalah salah satu contoh seorang sweeper keeper yang cukup ternama. Namun jauh sebelum itu, dunia lebih dulu mengenal Lev Yashin sebagai seorang sweeper keeper terbaik dalam sejarah.

Mantan penjaga gawang Uni Soviet itu punya julukan Black Spider. Lev Yashin disebut sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Bukan hanya karena kemampuannya dalam melakukan penyelamatan, ia dikenal karena jasanya dalam merevolusi peran penjaga gawang.

Semasa bermain, Lev Yashin dikenal sebagai kiper yang sangat berani. Ia kerap meninggalkan posnya untuk menghalau umpan-umpan silang. Ia juga sering bertindak sebagai seorang bek ekstra yang siap menerjang bola dari kaki penyerang lawan.

Lev Yashin tak hanya dikenal dunia sebagai penjaga gawang super, tetapi juga seorang penjaga gawang yang merangkap sebagai libero. Ia sering membantu timnya dalam membangun serangan atau melancarkan serangan balik dengan lemparan khasnya yang cepat dan jauh.

Lev Yashin adalah contoh terbaik bagaimana seorang penjaga gawang memainkan peran sweeper keeper. Walau terkesan galak, sepanjang kariernya, Lev Yashin sudah menghentikan 151 tendangan penalti dan mencatat lebih dari 270 clean sheets. Ia juga merupakan satu-satunya penjaga gawang yang pernah memenangkan Ballon d’Or pada tahun 1963.

Itulah jenis-jenis penjaga gawang dalam dunia sepak bola. Selain karena bakat alami yang membedakan masing-masing kiper, bagaimana taktik, skema, dan gaya permainan tim yang ia bela juga mempengaruhi perannya di dalam lapangan. Selain itu, asal negara dari seorang kiper ternyata juga mempengaruhi perannya di lapangan.

Penelitian cukup menarik dibuat oleh Aidan Reagh yang dipublikasikan dalam blognya aidanreagh.com. Ia meneliti sebanyak 984 penjaga gawang dari 28 negara. Hasil studinya menemukan bahwa masing-masing negara mengembangkan jenis penjaga gawang yang berbeda-beda.

Penjaga gawang dari Eropa dan Amerika Latin banyak yang bertipe ball playing goalkeeper dengan sebagian lainnya dilatih sebagai sweeper keeper. Sementara penjaga gawang dari Asia cenderung bertipe defensive goalkeeper dengan kemampuan olah bolanya yang kurang baik.

***
Sumber Referensi: Football Iconic, These Football Times, Aidan Reagh, Sky Sports.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *