Mengenal Ibrahima Konate: Titisan Virgil van Dijk Yang Direkrut Liverpool

spot_img

Ada banyak pesepak bola bernama belakang Konate, Moussa Konate, Makan Konate, Mohamed Konate dan Ibrahima Konate. Dari sekian nama yang ada, Ibrahima Konate jadi yang paling terkenal saat ini. Seorang bek tengah yang masih muda, berbakat, dan mengesankan secara fisik, juga cukup berpengalaman. 

Sejak kabar ia bakal merapat ke klub raksasa Liga Primer Inggris, Liverpool, nama Ibrahima Konate cukup terdengar nyaring belakangan ini. Klub asuhan Jurgen Klopp itu dikabarkan selangkah lagi bakal segera meresmikan kedatangan Ibrahima Konate. Sang pemain diketahui baru saja menyelesaikan beberapa tes medis yang diperlukan.

Liverpool sendiri memang tengah mencari sosok bek anyar usai tembok andalan mereka Virgil van Dijk alami cedera parah pada lututnya. Beberapa bek diincar dan nama Ibrahima Konate berada dalam posisi teratas.

Kabarnya, Liverpool sudah menggelar negosiasi dengan RB Leipzig. Bahkan pembicaraan berlangsung lancar. Klub asal Jerman itu pun disebut segera melepas Ibrahima Konate ke Anfield. Kabarnya, bandrolnya sekitar 40 juta euro (Rp 683 miliar).

Lantas, siapa sebenarnya Ibrahima Konate? mengapa ia dibanderol dengan harga cukup mahal?

Ibrahima Konate lahir di Paris, Prancis pada 25 Mei 1999. Ia adalah salah satu dari tujuh bersaudara yang mengenal sepak bola dari jalanan di Paris. Masa kecilnya dihabiskan dengan bermain bola. Setiap harinya, Konate selalu belajar mengolah bola mulai dari menendang, hingga mendribel di halaman depan rumahnya. 

Minat dan bakatnya yang besar membuat orang tua Konate mendaftarkannya ke akademi Paris FC pada saat ia berusia 10 tahun.

Di awal karirnya, Konate lebih sering bermain sebagai penyerang. Itu dikarenakan ia mengidolakan striker legendaris Brasil, Ronaldo. Namun, Konate kemudian beralih posisi menjadi gelandang.

Bersama Paris FC, Konate berkembang pesat. Ia menjelma menjadi didikan terbaik akademi klub tersebut. Tak ayal, dirinya mendapat tawaran dari klub-klub lain di Prancis. Saat memasuki usia 14 tahun, tiga klub yakni Rennes, Caen dan Sochaux menawarkan tempat untuk Konate. Namun, dengan berbagai pertimbangan, Konate lebih memilih pindah ke Sochaux.

Sochaux merekrut Konate berkat kepiawaiannya bermain sebagai seorang gelandang.  Ia lalu menghabiskan waktu bersama Sochaux dari level akademi sampai ke tim senior. Tiga tahun setelah bergabung dengan tim akademi Sochaux, Konate mendapatkan kontrak profesional pertamanya bersama klub berjuluk Les Jeunes Et Bleus tersebut.

Namun di tim senior, Konate hanya tampil 13 kali untuk Sochaux. Merasa bahwa dirinya tidak bisa berkembang di sana, Konate pun akhirnya memilih RB Leipzig sebagai pelabuhan berikutnya. Konate resmi menjadi pemain baru RB Leipzig pada bursa transfer musim panas 2017.

Konate menjalani debutnya pada matchday ketujuh Liga Prancis musim 2017/18 saat Leipzig meraih kemenangan atas Cologne dengan skor 2-1. Musim pertamanya bersama Leipzig memang banyak dihabiskan dengan duduk di bangku cadangan.

Sejak direkrut dari Sochaux, Konate memang sengaja didatangkan untuk jadi pelapis Dayot Upamecano. Meski begitu, ia menjadi pemain terbaik di lini pertahanan RB Leipzig.

Musim 2018/19, Konate berhasil masuk di tim utama RB Leipzig dan memainkan 27 laga di Bundesliga. Konate juga turut berperan penting atas finishnya RB Leipzig di peringkat ketiga Bundesliga.

Penampilan Konate musim itu menuai banyak pujian. Salah satunya dari pelatih RB Leipzig kala itu, Ralf Rangnick. Rangnick bahkan menyebut jika Konate dengan potensi yang dia punya, suatu saat bisa bermain dengan klub sekelas Real Madrid atau Barcelona.

“Saya sangat senang dengan berhasilnya RB Leipzig yang merekrut Ibrahima Konate. Kami mendapatkannya dengan status bebas transfer dari Sochaux. Permainannya sangat bagus sehingga kemungkinan ia bisa bermain untuk Real Madrid atau Barcelona suatu hari nanti,” ucapnya.

Setelah cukup sukses pada musim 2018/19, sayangnya Konate mengalami penurunan di musim berikutnya. Dia cuma tampil 11 kali di seluruh kompetisi. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah masalah fisik. Cedera otot yang didapatnya membuat Konate harus menjalani operasi dan absen sebanyak 27 pertandingan. 

Musim ini, kondisi tersebut kembali menimpa Konate. Ia lagi-lagi berkutat dengan masalah fisik dan cedera engkel, yang membuatnya absen selama hampir dua bulan. Padahal, Konate baru bermain 15 kali dan menorehkan satu gol dengan waktu main 890 menit.

Soal gaya bermain, Konate cukup apik tampil di lini pertahanan RB Leipzig. Ia menjadi pesepakbola yang cukup beruntung. Selain diberkahi kecepatan, dan fisik yang ideal, ia juga mampu membangun skema awal penyerangan.

Gaya permainan Konate menyerupai bek Liverpool yang saat ini sedang alami cedera yakni Virgil Van Dijk. Memang, masih terlalu dini bagi Konate untuk dibandingkan dengan bek asal Belanda tersebut, namun hal itu bukan tanpa alasan.

Konate memiliki kurang lebih 65 persen keberhasilan tekel dan ia juga memiliki persentase di atas 70 persen dalam duel udara. Pengidola Sergio Ramos ini mampu menggiring bola hingga ke tengah lapangan dan membuat umpan-umpan manis untuk memulai serangan. Akurasi umpannya pun mencapai 85 persen di tiap laga.

Terkait sisi lain kehidupan Konate, pemain yang juga sering dipanggil untuk memperkuat timnas Prancis di level junior itu, punya julukan unik. Di luar sepak bola, ia mendapat julukan yang kocak dari ibunya sendiri yakni ‘Ibu’.

Julukan itu sempat didengar oleh salah seorang staf RB Leipzig, akibatnya anggota tim lainnya ikut memanggilnya “Ibu”. Bahkan, rekan-rekan setimnya membuat sedikit modifikasi dalam julukannya, yakni ‘ibuprofen’, yang merupakan jenis obat pereda nyeri.

Sumber referensi: Bola.net, Lifebogger, Ligalaga, Indosport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru