Tak dapat dimungkiri bahwa Cristiano Ronaldo adalah pesepak bola terbaik dalam sejarah. Entah apakah ini berkah atau kutukan, setiap penyerang muda asal Portugal dengan bakat spesial selalu disebut-sebut sebagai calon penerus Ronaldo.
Setelah sempat muncul nama Federico Macheda, Joao Felix dan yang lainnya, kini calon penerus Ronaldo ada dalam diri Fabio Silva. Fabio Silva adalah pemain yang lahir pada 19 juli 2002 di Gondomar, Portugal. Striker bertinggi 185 cm ini memulai karirnya di akademi FC Porto pada tahun 2010. Ia berada di akademi Porto cukup lama meskipun sempat singgah di tim akademi Benfica pada 2015 hingga 2017.
Fabio kemudian kembali ke tim junior Porto dan pada Februari 2019, ia mendapat panggilan dari pelatih FC Porto senior, Sergio Conceicao, untuk berlatih bersama tim utama setelah dia mencetak 20 gol dalam 26 laga untuk tim U-19.
Setelah masuk dalam skuad tim utama, Fabio kemudian tampil dalam 18 pertandingan dan mencetak 3 gol di semua kompetisi bersama Porto pada musim 2019/20. Selain di level klub, Fabio juga menjadi andalan timnas Portugal di segala kelompok umur. Sejak 2017 hingga 2020, Fabio berturut-turut selalu mengisi tempat utama di timnas Portugal U15, U16, U17 dan U19.
Kemampuan Fabio mengolah si kulit bundar dipuji eks pemain Timnas Portugal, Manuel Fernandes. Menurutnya, Fabio seperti Ronaldo ketika muda.
“Saat Ronaldo berusia 17 tahun, dia bermain sebagai penyerang tengah untuk tim muda Sporting Lisbon. Saya melihat sosok itu ada dalam diri Fabio Silva. Dia akan menjadi pemain yang luar biasa. Dalam waktu singkat, dia akan menjadi striker yang luar biasa,” Ucapnya (Dikutip Sportbible).
Pujian Fernandes tak berlebihan, pasalnya Fabio memang memiliki kualitas yang mumpuni. Baru berumur 18 tahun, Fabio telah memecahkan begitu banyak rekor di FC Porto. Kehebatannya dalam mendulang gol membuatnya sulit diacuhkan. Ahli waris Ronaldo mungkin benar-benar telah lahir.
Rekor pertama Fabio diciptakan pada 10 Agustus 2019. Kala itu, ia sukses jadi pemain termuda yang tampil di Liga Portugal untuk Porto di usia 17 tahun, 22 hari. Waktu itu ia diturunkan saat menghadapi Gil Vicente.
Satu bulan berselang, atau tepatnya pada 19 September 2019, Fabio kembali diturunkan ketika Porto bermain melawan Young Boys di ajang Europa League. Saat itu, ia jadi pemain termuda Porto di kompetisi antarklub Eropa tersebut.
6 hari kemudian, Fabio sukses jadi starter termuda Porto di semua kompetisi saat dimainkan melawan Santa Clara di ajang Piala Liga Portugal. Kemudian pada 19 Oktober 2019, Fabio kembali membuat rekor dengan jadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah Porto usai mencetak gol ke gawang Coimbroes di Piala Portugal. Ketika itu ia melakukannya dalam usia 17 tahun, 92 hari. Fabio melewati rekor yang sebelumnya dipegang Ruben Neves.
Bakat dan talenta Fabio Silva begitu menjanjikan, ia bahkan sudah masuk dalam daftar 60 talenta terbaik dunia 2019 versi the Guardian. Harian terkemuka Inggris itu menyebut Fabio Silva the Baby Face Killer atau (Pembunuh Berwajah Bayi).
Wajah tak berdosanya seolah menyembunyikan keganasannya sebagai penyerang komplet. Dia sangat mobile, memiliki kualitas teknis tinggi, dan sangat kejam di depan gawang. Sama seperti yang pernah dilakukan Ronaldo pada waktu muda. Dengan tinggi 185 cm, kemampuan mencetak gol Fabio di udara sama baik dengan kakinya. Namun tendangan kaki kanannya lah paling berbahaya, sebagian besar golnya tercipta dari kaki ini.
Berkat penampilan memukau yang telah ditampilkan oleh Fabio, tak ayal kalau sejumlah klub dilaporkan telah memantau serta tertarik untuk merekrutnya. Dua klub papan atas Eropa Atletico Madrid dan Juventus merupakan dua klub yang kabarnya telah memantau perkembangan dari The Next Ronaldo tersebut. Kedua klub tersebut bisa mendapatkan Fabio andai bersedia membayar klausul pelepasannya yakni sebesar 25 juta euro atau setara Rp 437 miliar.


