AC Milan resmi merekrut Brahim Diaz. Gelandang berusia 21 tahun itu didatangkan dari Real Madrid dengan kesepakatan pinjaman selama satu musim. Tidak ada opsi pembelian permanen untuk Diaz pada akhir musim nanti. Bersama Milan, Diaz bakal mengenakan jersey bernomor punggung 21, yang sebelumnya dipakai Zlatan Ibrahimovic. Ibra sendiri telah beralih kembali mengenakan nomor 11.
Diaz merasa terhormat menggunakan nomor punggung tersebut. “Mengenakan seragam dengan nomor yang musim lalu dipakai Ibrahimovic adalah sebuah kehormatan dan juga tekanan. Dia adalah ikon AC Milan, tapi saya merasa senang dan akan memakai seragam itu dengan semangat besar,” Ucap Diaz.
Tak butuh waktu lama bagi Diaz untuk menjalani debutnya bersama Milan. Sehari setelah transfernya diresmikan, gelandang 21 tahun itu langsung bergabung ke sesi latihan di Milanello dan keesokan harinya masuk skuad untuk uji coba melawan Monza di San Siro pada 6 september lalu.
Dalam uji coba yang dimenangkan Milan dengan skor 4-1 tersebut, Diaz turun di babak kedua menggantikan Paqueta. Meski tak menyumbang gol, Diaz sempat memperlihatkan kemampuannya sebagai playmaker dalam formasi 4-2-3-1. Lalu siapa sebenarnya Brahim Diaz, sehingga membuat klub sebesar Milan mau merekrutnya.
Pemain bernama lengkap Brahim Abdelkader Diaz tersebut lahir di Malaga, Spanyol pada 3 Agustus 1999. Diaz menghabiskan masa kecilnya dengan bermain sepak bola. Ia memiliki poster serial televisi asal Jepang, Captain Tsubasa, di kamarnya. Siapa sangka, kini Diaz bisa mengikuti jejak sang kapten masa depan.
Masa kecil Diaz sangat sederhana. Ia tinggal di Dos Hermanas – sebuah lingkungan miskin di Malaga – bersama keluarganya yang tak memiliki darah Spanyol. Ibu Diaz berasal dari Liberia, sementara itu sang ayah merupakan pria asal Maroko.
Keadaan yang sulit membuat Diaz tidak memiliki banyak hiburan. Ia memilih sepak bola untuk menggapai kesenangan bersama teman-temannya. Pada usia empat tahun, Diaz menggunakan perabot rumah tangga untuk dijadikan gawang. Diaz asyik bermain bola di dalam rumahnya. Tidak puas sampai di situ, Ia juga bermain sepak bola sepanjang hari di halaman rumah kakeknya yang digunakan sebagai taman bermain.
Sejak kecil Diaz memang sudah dianugerahi bakat sepakbola. Bakatnya sudah tercium sejak berusia enam tahun. Saat itu, ia sudah bermain sepak bola bersama salah satu akademi klub kasta bawah Spanyol Mortadelo.
Tidak ada yang menyangka Diaz bisa mengolah si kulit bundar dengan ciamik dalam usia itu. Bukan apa-apa. Postur Diaz saat itu jauh dari kata ideal untuk pemain sepak bola. Ia memiliki postur tubuh yang sangat mungil. Postur dan skill yang ciamik sampai membuat ia dijuluki Messi dari Malaga. Bakat Diaz pun akhirnya terendus oleh mantan pemain Malaga, Jaime. Kebetulan, Jaime merupakan sosok yang sangat dekat dengan keluarga Diaz.
Hingga akhirnya, Jaime tergerak membawa dan memperkenalkan Diaz kepada para petinggi akademi klub Malaga. Diaz pun bermain di Malaga selama tiga tahun yakni dari 2010 hingga 2013. Setelahnya, Diaz merantau ke Inggris dengan masuk akademi Manchester City di usia 14 tahun. Ia lalu pindah ke City pada tahun 2015 di usia 16 tahun dengan nilai kontrak 200 ribu pounds.
Satu tahun kemudian, tepatnya 21 September 2016, Diaz mendapatkan debut bersama tim senior City saat melawan Swansea City di ajang Piala Liga Inggris. Lima hari kemudian ia menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan City untuk tiga tahun. Bersama City, Diaz mengemas 15 penampilan dan mencetak dua gol.
Selain itu, berkat bakatnya yang besar, Diaz juga merupakan andalan timnas U17 dan U19, Spanyol, ia masing-masing mengemas 10 caps bersama timnas kelompok umur tersebut dari tahun 2016 hingga 2018.
Pada januari 2019, Diaz bergabung dengan tim raksasa Spanyol, Real Madrid. Penampilan impresifnya bersama City menjadi salah satu faktor pemain Spanyol berdarah Maroko itu mampu menarik perhatian Los Blancos. Tak tanggung-tanggung, ia pun diboyong Madrid dari City dengan nilai transfer sebesar Rp 275 miliar.
Sayang, kiprahnya di Real Madrid tak berjalan mulus, Diaz kalah bersaing dengan nama-nama beken yang menghiasi skuad Madrid. Selama dua musim setengah berbaju putih kebesaran Madrid, Diaz hanya mampu mencatatkan 21 penampilan dan mencetak dua gol di semua ajang.
Diaz kini bakal melanjutkan petualangannya bersama Milan. Dengan kemampuan olah bola yang ia miliki, Diaz siap memberi segalanya untuk Milan. Bukan cuma jago menggocek lawan, Diaz ternyata juga memiliki preferensi menendang dengan kaki kiri layaknya Messi. Kendati kidal, penyerang berpostur 170 cm itu juga sangat baik dalam menembak dengan kaki kanan. Kini layak ditunggu kiprah Diaz bersama I Rossoneri.


