Membela sebuah klub selama bertahun-tahun tanpa sekalipun pernah bermain, mungkin menjadi suatu hal yang terdengar asing. Tapi, begitulah kenyataannya. Adalah Tomasso Berni, penjaga gawang yang menghabiskan enam musim bersama Inter Milan. Selama membela panji kebesaran Inter, Berni tak pernah sekalipun bertanding di pertandingan resmi.
Belum lama ini, Inter Milan resmi melepas Berni. Kabar tersebut diketahui setelah Inter Milan tak memperpanjang kontrak kiper berusia 37 tahun tersebut yang habis pada musim ini. Kepergian Berni bisa dikatakan sebagai keuntungan bagi Inter. Pasalnya, Berni tak pernah memainkan laga resmi sama sekali bersama Inter meski mendapatkan gaji penuh.
Sepanjang karirnya, tak hanya bersama Inter, Berni tak pernah dimainkan, namun bersama klub lain ia juga pernah mendapat perlakuan serupa. Sebenarnya, Berni bukan kiper sembarangan. Di level junior, dia selalu dipakai oleh Timnas Italia. Entah kenapa, perkembangan karirnya begitu lambat bahkan merosot drastis.
Tomasso Berni, kiper kelahiran 6 maret 1983 tersebut lahir di Florence, Italia. Meskipun lahir dan besar di Italia, Ia mengawali karir profesionalnya bersama klub Inggris, Wimbledon pada tahun 2001 hingga 2003. Akan tetapi, selama berada di negeri ratu Elizabeth, Berni hanya jadi pemain cadangan tanpa sekalipun diturunkan ke lapangan.
Nasib baik kemudian dialami Berni setelah ia meninggalkan Wimbledon guna bergabung dengan Klub Serie B Italia, Ternana. Tiga tahun membela Ternana, Berni berhasil mencatatkan 86 penampilan.
Setelah sempat jadi penjaga gawang utama di Ternana, Berni kembali harus menjadi kiper cadangan lagi setelah meninggalkan klub yang bermarkas di Terni Italia tersebut. Ia setelah itu secara berturut-turut bermain bagi Lazio, Salernitana, Braga, Sampdoria dan Torino. Bersama klub yang disebut terakhir, Berni bahkan tak pernah mencatatkan satu penampilan pun dalam masa baktinya di klub tersebut pada musim 2013/14.
Berni, yang sempat menimba ilmu di akademi Inter kemudian bergabung dengan Nerrazuri pada musim panas 2014. Berni bergabung ke Inter dengan status bebas transfer. Berni selalu berada di bawah bayang-bayang kiper tangguh Inter asal Slovenia, Samir Handanovic.
Di Inter Milan, Berni bisa dibilang merupakan penjaga gawang pilihan ketiga. Siapa pun pelatih Inter sejak 2014 hingga 2020, ia pasti akan memilih Juan Pablo Carrizo ataupun Daniele Paddeli andai Handanovic tak bisa main.
Tomasso Berni, pemain yang digaji sekitar Rp 3 miliar per tahun di Inter Milan itu menjadi sebuah anomali tersendiri. Karena jarang sekali pemain bisa betah menjadi cadangan abadi. Uniknya, meski tak pernah bertanding, Berni tercatat pernah mendapatkan dua kartu merah selama di Inter.
Satu kartu merah didapatnya saat nyinyir dengan wasit usai pertandingan berakhir, kartu merah lainnya terjadi saat ia ikut adu pendapat.
Kartu merah pertama didapat pada januari 2020, Berni diganjar kartu merah kala Inter bermain imbang 1-1 melawan Cagliari. Dirinya memprotes wasit setelah laga usai. Berni melakukan gerakan menepuk tangan di depan wasit, yang juga selain diberi kartu merah juga diberi sanksi oleh komisi disiplin Serie A.
Kartu merah kedua lahir saat Inter hampir saja dipermalukan Parma pada 28 juni 2020. Saat tertinggal 0-1, Berni sering marah-marah ke wasit dan ofisial keempat. Hingga, pada menit 68, wasit mengusirnya dari lapangan.
Meskipun tak pernah dimainkan, Berni memiliki peranan penting di ruang ganti Inter. Ia berlatih, memberikan saran kepada para pemain muda dan juga menjadi titik acu bagi banyak pelatih yang membesut Inter sejak 2014. Penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku juga memuji dampak Berni terhadap tim.
“Berni adalah perekat tim. Setiap kali Anda membutuhkan sesuatu, maka ia selalu siap membantu untuk memberi nasihat dan mengucapkan kata-kata yang tepat sebelum kami bertanding.”
Peran penting Berni di dalam tim yang mungkin membuat Inter mau menggajinya. Jika di total selama berkarir, Berni mendapatkan sekitar Rp 20,4 miliar selama enam tahun bersama Inter tanpa berkeringat di pertandingan mana pun. Kontribusinya dalam memberi semangat ke para pemain membuat Berni layak dianggap sebagai legenda Inter meskipun tak pernah main di laga resmi. Kini, setelah kontraknya tak lagi diperpanjang oleh Inter, Berni masih belum direkrut klub mana pun.


