Mengapa MU Ngebet Datangkan Paul Mitchell dari AS Monaco?

spot_img

Dengan resmi ditunjuknya Ten Hag sebagai pelatih Manchester United musim depan, otomatis itu juga mengkonfirmasi bahwa Rangnick bakal naik pangkat, dan ngambil job yang lebih krusial di dalam manajemen klub. Tak tanggung-tanggung, mulai musim depan Rangnick bakal beroperasi sebagai penasehat klub. 

Meski tugas tersebut baru akan dijalankan Rangnick musim depan, namun pengaruh Rangnick di internal United sudah mulai terasa. Petinggi MU mulai mengikuti arah Rangnick.

Hal itu dibuktikan dengan United yang tiba-tiba ngebet pengen mendatangkan Paul Mitchell dari AS Monaco. Usut punya usut, Paul Mitchell ini merupakan salah satu keinginan dari Rangnick. Namun, sebenarnya siapa sih Paul Mitchell ini? Kenapa United ngebet banget datangkan orang ini?

Siapa Paul Mitchell?

Menariknya, Paul Mitchell adalah mantan seorang pesepakbola. Ia berhenti dari dunia sepakbola di usia 27 tahun lantaran cedera parah. Karena masih sangat mencintai dunia sepakbola, ia memutuskan untuk menjadi perekrut pemain.

Karirnya sebagai pesepakbola tak begitu mentereng, tercatat ia pernah membela Wigan Athletic dan MK Dons. Dalam empat tahun di Dons, Mitchell adalah seorang kapten dan membuat 81 penampilan di semua kompetisi sebelum gantung sepatu pada tahun 2009.

Paul Mitchell memulai peruntungan sebagai perekrut pemain, bersama klub yang terakhir ia bela, MK Dons pada tahun 2010. Di mana ia mulai dikenal lantaran berhasil mengontrak mantan striker Manchester United Alan Smith pada tahun 2012 untuk bermain di tim League One itu.

Kepiawaian Mitchell dalam menggoda pemain untuk mau bergabung ke MK Dons membuat klub sekelas Southampton tertarik untuk menggunakan jasanya. Ia memulai bersama Soton, sewaktu mereka masih bermain di Championship tahun 2012. 

Selama bersama Southampton, Paul bekerja sama dengan Les Reed di luar lapangan, duet mereka mulai membangun standar yang tinggi tentang sepakbola.

Kejutan dibuat oleh Southampton pada musim 2013/14. Saat itu, mereka berhasil mengakhiri kompetisi di urutan kedelapan meski di awal kompetisi sama sekali tidak difavoritkan. Yang membuat ia bangga, empat pemain reguler Southampton saat itu adalah temuannya, seperti Dejan Lovren, Nathaniel Clyne, Jay Rodriguez, dan Artur Boruc.

Kedekatan Dengan Rangnick

Paul Mitchell yang sukses bersama Southampton lantas menyusul Mauricio Pochettino ke Tottenham Hotspurs sebelum akhirnya merantau ke Jerman dan berakhir di Prancis sebagai Direktur Olahraga AS Monaco.

Nah, ketika Paul merantau ke Jerman bersama RB Leipzig ia mulai membangun kedekatan dengan Ralf Rangnick. Paul bekerja sama dengan Rangnick kurang lebih selama dua tahun.

Rangnick yang berposisi sebagai manajer, dan dilanjut sebagai direktur olahraga bekerja sama dengan Paul dalam membangun klub melalui pengembangan pemain muda. Mereka bekerja sama menjaring bakat-bakat muda potensial lalu mereka asah bakat mereka agar potensi para pemain muda keluar secara maksimal.

Satu cara yang dilakukan oleh Leipzig kala itu adalah merekrut beberapa pemain untuk tim U17 dan U19. Sejak strategi itu diterapkan, Leipzig berhasil mendapatkan total tiga gelar untuk kompetisi U19 dan enam gelar pada jenjang usia U17.

Jadi tak heran, Leipzig era Rangnick menjadi pabrik para pemain-pemain muda potensial, seperti Timo Werner di Chelsea atau Naby Keita yang kini tergabung dalam skuad Liverpool asuhan Jurgen Klopp. Yang terbaru ada nama Christopher Nkunku yang sedang gacor-gacornya di Liga Jerman. Ia juga buah dari kejelian Paul Mitchell. 

Apa yang bisa diberikan untuk United?

Dengan CV pencari bakat yang luar biasa dari Paul, lantas apa yang bisa diberikan oleh Paul Mitchell apabila ia berhasil didatangkan Manchester united sebagai kepala rekrutmen musim depan? 

Sebenarnya, jauh sebelum tawaran dari Manchester United datang tahun ini, Setan Merah sudah pernah menawari jabatan yang sama setelah ia memutuskan pergi dari Tottenham pada akhir musim 2016/17. Namun, Paul Mitchell malah memilih RB Leipzig dengan alasan untuk mencari tantangan yang lebih dari Liga Inggris.

Jika Paul Mitchell datang ke Manchester United, tentu ia akan bereuni dengan mantan rekannya sewaktu di RB Leipzig, Ralf rangnick. Paul juga akan merubah strategi transfer yang ngawur milik manchester United. Ia juga akan meluruskan seluruh jaringan klub agar tak lagi salah dalam membeli pemain

Tentu hal itu tak hanya bertujuan untuk skuad utama saja. Melainkan, pemuda-pemuda potensial yang nantinya mereka hasilkan bisa dijual dengan harga yang cengli kepada klub-klub peminat dari liga-liga Eropa lainnya.

Tak sampai di situ, Paul Mitchell juga berpengalaman dalam membangun fasilitas-fasilitas kelas wahid untuk pengembangan pemain muda. Hal itu dibuktikan saat ia ditunjuk AS Monaco untuk menangani segala detail pengembangan pemain muda.

Jadi, peningkatan fasilitas sesuai kemauan si Paul akan mendongkrak metode pelatihan, yang otomatis akan meningkatkan hasil atau kualitas dari para pemain muda binaan akademi Manchester United. 

Bukan tidak mungkin, skuad utama beberapa tahun ke depan saat Manchester United memasuki era Paul Mitchell nanti, akan dihiasi para pemain-pemain muda lulusan akademi sendiri.

Hasil Kerja Paul Mitchell

Tentu salah satu faktor kuat yang membuat Manchester United ngebet banget datangkan si Paul Mitchell ini, adalah hasil kerjanya selama beberapa kali menangani transfer klub-klub sepakbola.

Contohnya saja ketika Paul masih bekerja untuk Southampton. Masih ingat kan, klub besar seperti Liverpool sering mendatangkan pemain top dari Southampton? Ya, bisa dibilang, pemain-pemain tersebut adalah buah dari kinerja Paul Mitchell. Sebut saja seperti, Dejan Lovren, Nathaniel Clyne, hingga Sadio Mane.

Setali tiga uang dengan yang ia lakukan di Soton, ketika Paul mengikuti jejak Pochettino ke White Hart Lane, ia berhasil menemukan bakat-bakat potensial seperti Dele Alli atau bahkan bintang Korea Selatan, Son Heung-min.

Para pemain temuan Paul Mitchell tak jarang meraih kesuksesan di klubnya masing-masing. Bahkan untuk nama pemain seperti Sadio Mane dan Son Heung-min masih berada di performa terbaiknya hingga sekarang. 

Mungkin jika Paul tidak jeli dalam mencari pemain, kita tak akan pernah mendengar nama Sadio Mane dan Son Heung-min di Liga Inggris.

Seberapa Besar peluang United Mendapatkan Paul Mitchell?

Nah, jika muncul pertanyaan, seberapa besar kemungkinan Paul Mitchell bakal gabung United musim depan? Meski belum ada kabar resmi dari pihak klub. Kemungkinannya cukup besar.

Apabila mengingat hubungan baik Paul dengan Rangnick serta Setan Merah baru-baru ini mengumumkan duo pemandu bakat Jim Lawlor dan Marcel Bout akan meninggalkan klub pada akhir musim. Itu akan menjadi momen yang pas bagi United untuk mendatangkan Paul guna menambal kekosongan posisi.

Terlebih, Ed Woorwad juga sudah tak menjabat di MU. Jadi, Paul bisa lebih leluasa dalam mengatur ulang manajemen perekrutan pemain United musim depan.

Sumber: Manchesterworld, The Athletic, The Flanker, The Sportsman

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru