Hanya Semusim di Liga 2, Schalke 04 Kembali ke Bundesliga! Apa Rahasianya?

spot_img

Pertandingan pekan ke-33 2.Bundesliga jadi laga yang sangat menegangkan bagi Schalke 04. Menghadapi FC St. Pauli yang juga sama-sama mengincar tiket promosi ke Bundesliga Jerman, Schalke tak boleh kalah. Sebab, kekalahan akan menipiskan peluang mereka untuk kembali ke kasta teratas Liga Jerman.

Namun, mental para penggawa Schalke sungguh luar biasa. Tertinggal dua gol di babak pertama, Die Knappen berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua lewat brace Simon Terodde di menit ke-47 dan 71. Laga menegangkan itu kemudian berubah jadi suka cita usai Rodrigo Salazar mencetak gol ketiga Schalke di menit ke-78.

Hingga wasit meniup peluit akhir, tak ada lagi gol yang tercipta. Schalke pun menang 3-2 dan seketika itu pula, stadion Veltins Arena bergemuruh. Pemain, pelatih, bahkan suporter berbagi tangis bahagia. Sebab, kemenangan atas St. Pauli memastikan Schalke promosi kembali ke Bundesliga Jerman.

Artinya, Schalke yang baru turun kasta musim lalu hanya butuh satu musim untuk kembali promosi ke Bundesliga Jerman. Lalu, apa rahasia mereka dalam menapaki jalan pulang ke Bundesliga?

Krisis di Berbagai Sektor Mengantar Schalke Turun Kasta

Sebelum membahasnya, mari kita mundur sejenak di tahun 2020, di mana pandemi Covid-19 menjadi masa-masa paling suram bagi Schalke 04. Die Knappen menjadi salah satu tim yang paling menderita. Bahkan, juara 7 kali Bundesliga itu bisa sempat berada diambang kehancuran ekonomi.

Saat liga dihentikan akibat wabah virus corona, Schalke dikabarkan jadi salah satu tim papan atas yang terancam bangkrut. Krisis finansial yang mencekik rival sekota Borussia Dortmund itu memang berada dalam tahap yang kritis.

Akibat pandemi Covid-19, pendapatan Schalke di tahun 2020 menurun drastis hingga 31%. Mereka juga punya beban hutang hingga 200 juta euro atau sekitar 3,5 triliun rupiah yang akan segera jatuh tempo. Alhasil, demi mempertahankan kelangsungan hidupnya, Schalke terpaksa menerapkan salary cap yang membuat seluruh pemainnya mendapat gaji tak lebih dari 2,5 juta euro pertahun.

Tak hanya kriris finansial, krisis moral juga merenggut kehormatan Schalke. Ada kekisruhan yang terjadi di balik manajemen klub yang melibatkan dewan direksi hingga direktur teknik. Ada pula beberapa pemain yang mendapat skorsing. Parahnya lagi, beberapa pemain dan staff mendapat serangan fisik dari para fans yang marah dengan performa buruk Schalke.

Krisis finansial dan moral tersebut memberi imbas yang buruk terhadap performa tim di atas lapangan. Sepanjang tahun 2020, mereka mencatat 30 laga tanpa kemenangan secara beruntun di Bundesliga. Parahnya lagi, di musim 2020/2021, Schalke cuma menang 3 kali dan imbang 7 kali dalam 34 pertandingan.

Hasil tersebut membuat Schalke hanya mampu mengumpulkan 16 poin sepanjang musim 2020/2021. Mereka pun jadi juru kunci dan harus rela terdegradasi ke 2. Bundesliga untuk pertama kalinya setelah bertahan selama 30 tahun di kasta teratas Liga Jerman.

Perjalanan Berliku Schalke di 2. Bundesliga

Setelah babak belur dalam 3 musim terakhirnya di Bundesliga, Schalke memulai perjalannya di Liga 2 Jerman dengan melakukan cuci gudang besar-besaran. Tak tanggung-tanggung, 31 pemain dilepas dengan berbagai skema hingga menghasilkan pemasukan senilai 41,30 juta euro.

Pengalaman pahit terdegradasi rasanya juga sudah memberi Schalke pelajaran penting dalam mengelola keuangan mereka. Oleh karena itulah, Schalke yang masih berhemat kemudian hanya menghabiskan 2,15 juta euro saja untuk mengontrak 16 pemain baru. Die Knappen yang memang punya akademi yang bagus juga mempromosikan 4 pemain mudanya ke tim utama.

Hasilnya memang tidak instan. Bahkan, di awal musim, Schalke yang masih mempertahankan Dimitrios Grammozis sebagai kepala pelatih tampil cukup kewalahan. Mereka sempat menghuni peringkat 13 di pekan ke-4 setelah hanya mampu mencatat 1 kemenangan dalam 4 pertandingan pembuka.

Performa The Royals Blues baru membaik di pekan ke-8. Usai menang 2-0 atas tuan rumah Hansa Rostock, Schalke kemudian mencatat 3 kemenangan di 3 pekan berikutnya. Empat kemenangan beruntun yang mereka raih kemudian mengantar posisi Schalke melejit ke peringkat 3.

Sayangnya, tak lama kemudian, inkonsistensi jadi penyakit kambuhan yang membuat posisi Schalke terus fluktuatif di tiap pekannya. Di akhir tahun 2021, Schalke mengakhiri paruh pertama Liga 2 Jerman dengan menghuni peringkat 4 setelah hanya mampu mencatat 9 kemenangan dan 6 kali menelan kekalahan dalam 18 pertandingan.

Dengan mengamankan posisi 4 di paruh pertama, jarak Schalke dengan tiket promosi ke Bundesliga sebenarnya tinggal sedikit lagi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Penyakit inkonsistensi Schalke kembali kambuh.

Kekalahan mengejutkan atas Hansa Rostock di pekan ke-25 membuat posisi The Royals Blues kembali merosot ke peringkat 6. Hasil negatif tersebut berdampak buruk kepada Dimitrios Grammozis yang langsung dilengserkan dari kursi pelatih meski dirinya masih terikat kontrak hingga bulan Juni 2022.

Kunci Sukses Schalke Promosi Kembali ke Bundesliga

Pemecatan tersebut jelas mengejutkan. Pasalnya, Schalke memecat pelatihnya saat liga tinggal menyisakan 9 pertandingan. Apalagi, mereka masih punya peluang untuk menyabet tiket promosi.

Akan tetapi, pihak manajemen punya alasan tersendiri untuk memecat Grammozis yang telah berjasa membentuk ulang skuad Schalke. Anggota dewan direksi Schalke, Peter Knäbel menjelaskan bahwa peluang saja tak cukup. Timnya butuh konsistensi untuk merebut posisi teratas.

Untuk mengisi kekosongan di kursi pelatih, Schalke kemudian mengangkat asisten pelatih Mike Büskens sebagai pengganti sementara Dimitrios Grammozis. Pergantian pelatih tersebut ternyata jadi titik balik Schalke. Walaupun hanya pelatih sementara, Büskens yang juga merupakan seorang legenda yang sudah lama mengabdi di Schalke ternyata mampu memberi dampak instan.

Pasca diumumkan sebagai pelatih interim pada 7 Maret 2022, ia langsung membawa anak asuhnya mencatat 5 kemenangan beruntun yang langsung membuat The Royal Blues menjadi pemuncak klasemen Liga 2 Jerman. Puncaknya, kemenangan atas St. Pauli di pekan ke-33 jadi kemenangan ke-8 Mike Büskens sebagai pelatih kepala yang sekaligus mengantar klub kesayangnnya kembali ke habitatnya di Bundesliga Jerman.

Tak hanya sekadar promosi, Schalke juga sukses mempertahankan puncak klasemen 2.Bundesliga usai menang tipis 2-1 atas Nurnberg di pekan terakhir. Hasil tersebut membuat Schalke keluar sebagai kampiun Liga 2 Jerman untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah.

Penampil-Penampil Terbaik Schalke Musim Ini

Itulah sedikit kisah dari perjalanan Schalke menapaki jalan pulang ke Bundesliga Jerman. Tak bisa dipungkiri bahwa penunjukan Mike Büskens saat liga sudah akan berakhir jadi salah satu kunci keberhasilan Schalke meraih tiket promosi ke Bundesliga.

Selain pergantian pelatih ke Mike Büskens, rahasia Schalke mampu langsung kembali ke Bundesliga adalah penampilan apik pemainnya sepanjang musim, khususnya sang striker Simon Terodde. Striker 34 tahun yang baru didatangkan secara gratis dari Hamburger SV di musim panas kemarin itu keluar sebagai top skor liga berkat torehan 30 gol.

Rekan duetnya di lini depan, Marius Bülter juga tampil menawan. Bülter yang didatangkan dari Union Berlin dengan mahar hanya 800 ribu euro saja mampu menyumbang 10 gol dan 10 asis sepanjang musim.

Di lini tengah, ada Dominick Drexler yang tampil cukup memikat. Drexler yang didatangkan secara gratis dari FC Koln menyumbang 3 gol dan 5 asis. Sementara di lini belakang, ada Thomas Ouwejan yang juga tampil subur. Bek pinjaman dari AZ Alkmaar itu menyumbang 3 gol dan 8 asis sepanjang musim. Jangan lupakan pula Ko Itakura dengan sumbangan 4 golnya.

Musim ini, Schalke memang tampil produktif dan keluar sebagai pencetak gol terbanyak di Liga 2 Jerman. Dalam 34 pertandingan, Simon Terodde dan kolega mampu mencetak 72 gol. Produktivitas inilah yang sangat mengangkat performa Schalke hingga akhirnya memastikan mereka promosi kembali ke Bundesliga.

Promosinya Schalke ke Bundesliga musim depan jelas membuat kita semua berbahagia. Bagaimanapun juga, habitat sesungguhnya bagi salah satu raksasa Liga Jerman itu ya kasta teratas Bundesliga. 7 kali menjuarai Bundesliga, 5 kali menjadi kampiun DFB-Pokal, serta sekali menjuarai UEFA Cup adalah sebagian dari bukti kebesaran Die Knappen.

Sukses kembali promosi hanya dalam satu musim juga menunjukkan bahwa The Royal Blues masih punya mentalitas juara. Yang lebih penting lagi, kembalinya Schalke ke Bundesliga musim depan juga akan membuat “Revierderby” akan kembali tersaji.

Selamat kembali ke rumah, Schalke!

***
Referensi: Kicker, Transfermarkt, Bulinews, Bundesliga, Vivagoal, Inside World Football.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru