Mengapa Masih Banyak Klub Eropa Menjalani Pramusim di Amerika Serikat?

spot_img

Klub-klub top Eropa menghabiskan masa tur pramusimnya di AS sudah menjadi pemandangan umum tiap musimnya. Negeri Paman Sam selalu mempunyai daya tarik tersendiri bagi klub-klub top Eropa.

Padahal kita tahu sendiri, sepak bola adalah olahraga yang tidak terlalu populer di sana. Lantas, apa sih yang membuat klub tetap candu datang beruji coba di sana? Dan apakah AS punya keuntungan dengan menggelar hajatan tersebut?

Soccer Adalah Olahraga Kurang Populer Di AS

Dalam sejarahnya, olahraga sepakbola atau orang Amerika lebih suka menyebutnya Soccer, tak terlalu tinggi tingkat kesukaannya. Baik di kalangan muda maupun tua. American Football, Baseball, dan Basket adalah beberapa olahraga yang paling populer di AS dari sejak dulu.

Survei dari Gallup, pada tahun 2004 menunjukkan bahwa hanya 2% saja dari populasi warga AS yang menyebutkan bahwa sepak bola adalah olahraga favorit mereka. Jauh angka persentasenya daripada American Football (37%), Basket (13%), maupun Baseball (10%).

Ibaratnya, dari akar sejarahnya saja, sepak bola kurang populer di AS. Tapi apakah seiring berkembangnya zaman, olahraga sepak bola bisa makin disukai di AS?

Tingkat Kepopuleran Soccer Meningkat

Jawabannya tentu bisa. Karena sejak dari tahun 2017, yang tadinya tingkat kepopulerannya hanya 2% meningkat menjadi 7%. Tingkat persentasenya naik begitu pesat.

Itu di 2017, nah di 2023 ini malah makin meningkat. Terutama di segmen generasi muda, baik itu Milenial maupun Gen-Z. Menurut Statista pada Mei 2023, sebanyak 17% responden dari usia 18 tahun hingga 34 tahun menyatakan bahwa mereka adalah penggemar berat sepak bola. Sementara itu, hanya 3 hingga 9% responden berusia tua berusia 40 tahun ke atas yang tertarik dengan sepak bola.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kepopuleran sepak bola di AS kini didominasi oleh kaum muda baik Gen-Z maupun Millenial. Lalu apa faktornya?

Faktor Yang Mempengaruhi Kenapa Sepak bola Meningkat

Ternyata menurut jajak pendapat yang dilakukan Associated Press dalam rentang waktu 2010 hingga sekarang, menunjukan sekitar 86% pemuda di AS kini lebih banyak suka bermain sepak bola dibanding olahraga lainnya yang populer, misal Baseball maupun American Football. Persentase bahkan jauh kalau dibandingkan dengan American Football yang hanya 51%.

Hal itu disebabkan dari tingkat “Safety” yang diberikan oleh orangtua mereka. Ibaratnya, daripada anaknya main American Football yang tingkat keamanannya lebih riskan, sepak bola menjadi alternatif selain basket.

Ada juga alasan lain kenapa sepak bola lebih populer sekarang di kalangan muda, Ya, antara lain banyak bintang Eropa yang pernah atau sedang bermain di sana. Sekarang saja ada nama Lionel Messi yang menjadi pemain Inter Miami.

Ada pula faktor lain yakni prestasi timnas perempuan Amerika Serikat yang berjaya di beberapa tahun terakhir. Ada juga dari faktor tayangan. AS pun tak ketinggalan mempopulerkan sepak bola dalam kemasan yang menghibur. Selain itu, sepak bola yang ditayangkan di waktu istirahat atau primetime juga menjadi faktor mengapa banyak kaum muda menaruh perhatian pada sepak bola.

Faktor Kepemilikan Klub Dari Taipan AS

Belum lagi, kini banyak menjamur taipan asal AS yang memiliki klub-klub besar. Misalnya, Chelsea, Liverpool, AC Milan, sampai Manchester United. Jadi wajar saja kalau pada akhirnya banyak tim-tim top Eropa menggelar pramusim di Amerika Serikat.

Selain tentu demi sebuah kepopuleran sepakbola di kampung halaman para pebisnis, tentu mereka juga memanfaatkan segi bisnisnya. Menggelar pramusim di AS bisa mendongkrak branding klub, penjualan jersey, hak siar, maupun rating televisi.

Manfaat yang Diperoleh Klub Eropa

Mendongkrak branding klub merupakan salah satu manfaat dari klub Eropa yang menjalani tur pramusimnya di AS. Perkenalan klub di pasar yang makin meningkat seperti AS tentu diperlukan. Meningkatkan jumlah basis penggemar atau fanbase juga adalah tujuan spesifik mereka.

Selain itu, klub-klub Eropa akan mendapat keuntungan secara finansial. Apalagi penyelenggara tur pramusim di Amerika kebanyakan bonafide dan terorganisir dengan baik. Misalnya saja kompetisi International Championship Cup (ICC). Kompetisi yang dulu digelar tiap tahunnya itu mampu menyedot atensi jutaan pasang mata.

Berkat adanya laga-laga menarik seperti El Clasico di luar Eropa, otomatis cuan dari kesepakatan sponsor, hak siar, dan lain-lain akan mengalir ke pundi-pundi pemasukan klub-klub Eropa tersebut.

Selain dari segi bisnis, dari ketahanan fisik pun diperhatikan. Cuaca yang tak begitu berbeda dengan Eropa, menjadi pertimbangan tersendiri para pemain. Jarak tempuh dari Eropa ke AS juga tak terlalu jauh ketimbang ke Asia.

Dengan cuaca yang tak terlalu ekstrim dan jarak yang tak terlalu jauh, akan berakibat pada ketahan fisik yang terjaga dari setiap pemain. Artinya baik ketika pergi maupun pulang ketahanan fisik pemain tak terlalu terforsir selama tur ke Amerika.

Tur Pramusim 2023 di AS

Kini di AS akan terselenggara banyak laga tur pramusim dari klub-klub top Eropa seperti kompetisi Soccer Championship Tour 2023 yang diikuti klub seperti Barcelona, Real Madrid, Arsenal, Manchester United, AC Milan, dan Juventus.

Tak hanya itu, Liga Inggris sebagai liga terpopuler di dunia pun tak luput mengadakan kompetisi bertajuk Premier League Summer Series 2023. Turnamen itu diikuti oleh Chelsea, Newcastle, Brighton, Brentford, Aston Villa, dan Fulham.

Menyongsong Hajatan Besar

Setidaknya dengan adanya dua kompetisi itu, AS sebagai venue sangat diuntungkan dengan semakin banyaknya orang yang mau datang ke stadion. Hal itu bertujuan untuk terus meningkatkan minat dan partisipasi pada olahraga sepak bola di Amerika.

Tujuan itu adalah untuk menyukseskan dua hajatan akbar di Amerika Serikat, yakni Copa Amerika 2024 dan Piala Dunia 2026. Kilas balik di tahun 1994, ketika AS sukses jadi tuan rumah Piala Dunia. Pasca hajatan tersebut, faktanya sepak bola makin berkembang pesat di AS.

Apalagi di 2026 mendatang, dengan ritme popularitas sepakbola di AS yang kini sedang dalam fase naik. Optimisme yang sama tentu banyak diharapkan pada 2026 nanti kalau berkaca pada 1994.

Ditambah di liganya sendiri MLS kini banyak kehadiran bintang seperti Messi. FYI aja, pasca Messi hadir, tiket musiman Inter Miami dikabarkan sudah ludes terjual hingga akhir musim. Animo inilah yang akan coba dipertahankan AS guna menyongsong hajatan besar di 2026 nanti.

Selain Messi, hadirnya klub top Eropa di tur pramusimnya juga sudah menjadi salah satu “alat” bagi AS untuk semakin mempopulerkan sepak bola sebagai salah satu industri olahraga baru yang menghasilkan selain basket maupun American Football. Bukan tidak mungkin, alat itu akan terus berlangsung di tahun-tahun mendatang. Toh, juga sama-sama menguntungkan kedua belah pihak bukan?

https://youtu.be/OehoBcIno00

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru