Musim pertama Manchester United di tangan Erik Ten Hag berjalan cukup baik. Meski tak menargetkan trofi, United justru berhasil mengamankan satu trofi Carabao Cup akhir Februari kemarin. Meski demikian, manajemen tetap berharap pelatih asal Belanda itu mampu membawa klub mengamankan satu tiket ke Liga Champions musim depan.
Musim lalu, MU sudah gagal lolos ke Liga Champions. Jadi, lolos ke Liga Champions musim depan adalah target yang wajib dipenuhi. Memangnya, sepenting apa sih berlaga di Liga Champions bagi Manchester United?
Daftar Isi
MU Masih Bisa Terlempar dari Zona UCL
Hingga pekan ke-36, Manchester United masih bercokol di urutan keempat klasemen sementara Liga Inggris musim 2022/23. Dengan menyisakan dua pertandingan, situasi United belum tentu aman. Liverpool tampaknya tak akan semudah itu membiarkan MU menempati slot terakhir zona Liga Champions.
Mengumpulkan 65 poin, Liverpool hanya berjarak satu poin dari rivalnya itu. Dengan dua laga tersisa, apa pun bisa terjadi. Jika United lengah di sisa laga, Liverpool masih memiliki kemungkinan untuk menggantikan posisi United pada akhir musim nanti.
Bahkan secara matematis, Brighton yang berada di peringkat enam dan masih menyimpan empat pertandingan liga masih berpeluang menyalip Manchester United di peringkat empat. Tentu dengan beberapa syarat khusus. Salah satunya, United harus kalah di semua sisa laga yang ada.
Sekarang situasinya belum aman, United masih berpotensi untuk terlempar dari zona Liga Champions. Jika kesialan kembali menghampiri anak asuh Erik Ten Hag, kesempatan untuk tampil di Liga Champions musim depan akan sirna dan klub akan mengalami kerugian besar secara finansial.
Dana Melimpah
Sebab, pendapatan dari kompetisi Eropa sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Manchester United. Nah, tambahan uang dari kompetisi Eropa, terutama Liga Champions cukup besar. Barcelona saja sangat mengincar zona Liga Champions agar bisa menyelamatkan neraca keuangan mereka.
Lantas, berapa uang yang didapat Setan Merah apabila mereka lolos ke Liga Champions musim depan? UEFA memang belum merilis laporan keuangan musim ini. Tapi UEFA biasanya menyiapkan uang sebesar 2 miliar euro atau sekitar Rp32 triliun yang akan dibagi kepada klub-klub yang berlaga di Liga Champions.
Nantinya, 25% dari dana tersebut akan dibagi rata kepada klub yang lolos ke babak penyisihan grup. Kemudian 30% akan dibagikan lagi, tapi menurut prestasinya di Eropa dalam sepuluh tahun terakhir. 15% bakal dibagikan berdasarkan pasar TV domestik mereka dan 30% terakhir dibagikan menurut kemajuan mereka di kompetisi.
Jadi, Manchester United akan mendapat sekitar 15,6 juta euro atau setara Rp251 miliar hanya dengan cara lolos ke Liga Champions. Lalu, akan mendapat tambahan lagi karena Manchester United memiliki pasar TV domestik yang besar. Selanjutnya, United akan mendapat tambahan 2,8 juta euro atau Rp45 miliar per kemenangan dan 930 ribu euro atau Rp14 miliar apabila seri di babak penyisihan.
Menurut Goal, jika Manchester United mampu memenangkan Liga Champions musim depan, total mereka bisa mendapatkan sekitar 73 juta pounds (Rp1,3 triliun) itu jauh lebih tinggi daripada 13 juta pounds yang didapat apabila menjuarai Europa League. 13 juta pounds (Rp240 miliar) bisa didapat hanya dengan lolos ke fase grup Liga Champions saja.
Penurunan Pendapatan
Maka dari itu, apabila tak lolos Liga Champions, Manchester United dapat mengalami penurunan pendapatan yang cukup drastis. Terutama dibidang penjualan tiket, hadiah kompetisi, dan hak siar televisi. Menurut The Athletic, pendapatan MU dari kompetisi Eropa paling besar adalah sektor hak siar.
Kita ambil contoh musim ini ketika Setan merah hanya tampil di Europa League. Karena tidak bermain di Liga Champions, per Desember 2022 pendapatan dari hak siar turun menjadi 27,6 pounds atau sekitar Rp511 miliar. Itu sangat jauh apabila dibandingkan dengan musim 2021/22 saat United tampil di Liga Champions. Per Desember 2021, United bahkan sudah meraup 58,8 juta pounds, itu sama dengan Rp1 triliun.
Berpengaruh ke Gaji Pemain
Jika Manchester United gagal mengamankan posisi empat besar di akhir musim, itu juga akan berdampak pada pemain. Dilansir The Athletic, beberapa pemain United membagi kontraknya menjadi beberapa poin saat bernegosiasi. Salah satunya tentang kesepakatan penurunan gaji apabila MU tak tampil di Liga Champions musim depan.
Untuk menyelamatkan keuangan klub apabila tak lolos ke Liga Champions, Manchester United sudah mencantumkan klausul dalam kontrak para pemainnya. Apabila gagal lolos ke UCL, para pemain akan mendapat pemotongan gaji sebesar 25%. Itu jadi penurunan yang cukup besar, mengingat itu sama dengan seperempat gaji mereka. Jika gagal, pemain baru bergaji tinggi macam Casemiro dan Antony akan terkena imbasnya.
Sedangkan pemain-pemain lama seperti Bruno Fernandes, Marcus Rashford, David de Gea, dan pemain lainnya akan menerima pemotongan yang sama untuk kedua kalinya secara beruntun. Itu karena musim 2021/22 mereka gagal finis di urutan empat besar.
Ini dipercaya bakal menimbulkan masalah di skuad United ke depannya. Pasalnya, beberapa sumber mengatakan kalau sebagian dari mereka cukup keberatan apabila menerima pemotongan gaji lagi. Jika ada yang kurang nyaman dengan urusan gaji akan mempengaruhi suasana ruang ganti. Akan semakin buruk apabila situasi tersebut dibawa ke lapangan.
Lebih Mudah di Bursa Transfer
Tampil di Liga Champions musim depan juga akan memudahkan Manchester United dalam menggaet pemain-pemain incarannya. Prioritas utama United di jendela transfer musim panas ini adalah menemukan striker jempolan. Erik Ten Hag dikabarkan menginginkan striker yang mampu mencetak 20 gol per musimnya.
Apabila Setan Merah bisa menjamin tampil di Liga Champions, opsinya akan semakin banyak. Striker-striker papan atas macam Harry Kane, Victor Osimhen, hingga Kylian Mbappe pasti akan memprioritaskan klub-klub yang tampil di Liga Champions. Mereka enggan menurunkan value mereka dengan tampil di kasta kedua kompetisi Eropa.
Tanpa iming-iming Liga Champions, United akan jauh lebih sulit untuk merekrut pemain kelas wahid. Pada musim panas kemarin, Ten Hag bahkan menghadapi ketidakmungkinan saat berusaha menggaet Frenkie De Jong dari Barcelona. Sang pemain menolak mentah-mentah kesempatan untuk bermain di Old Trafford karena MU tak tampil di Liga Champions.
Berimbas Pada Sponsor
Apabila Manchester United gagal finis di urutan empat besar, itu juga akan berimbas kepada kesepakatan dengan pihak sponsor. Kontrak sponsorship berdurasi 10 tahun dengan Adidas akan berakhir pada tahun 2024/25 mendatang. Dalam kontrak tersebut mencakup klausul “non-Champions League” di mana Adidas akan melakukan pemotongan apabila United tak memenuhi syarat Liga Champions.
Kabarnya, nilai kontrak tersebut bernilai 75 juta pounds atau setara Rp1,3 triliun per tahun. Jika Manchester United gagal lolos ke Liga Champions untuk kedua kali secara berturut-turut, Adidas akan memotong pembayaran sebesar 30%. Pemotongan tersebut tak datang sekaligus. Adidas akan memotongnya secara berkala di sisa kontrak. Jadi gimana Manchester United, yakin slotnya mau dikasihin ke Liverpool?
Sumber: The Athletic, Daily Mail, Goal, Sportskeeda


