Benar kata orang, tidak ada yang abadi selain Tuhan itu sendiri. Begitu pula kekuasaan keluarga Glazer di Manchester United. Cepat atau lambat Glazer akan menjual Manchester United. Rencana itu bahkan sudah mengemuka beberapa waktu lalu.
Belakangan isu itu kembali membumbung. Padahal kalau kita mundur sedikit ke belakang. Ya, kurang lebih tiga atau empat bulan yang lalu sekelompok manusia melakukan protes di Manchester. Menuntut agar Glazer segera angkat kaki dari Old Trafford.
Di media sosial #GlazerOut seperti sarapan yang tak boleh dilewatkan. Namun, si Glazer hanya bergeming. Desakan itu seperti suara bersin Pak RT. Maka ketika kini Glazer berniat menjual MU itu pun menimbulkan tanya. Sekian lama tak menggubris desakan para fans, mengapa akhirnya Glazer ingin menjual MU?
Bahkan bukan hanya ingin, tapi ngotot. Apakah mungkin Glazer sudah tak betah dengan fans MU yang hobi nyerocos itu?
Daftar Isi
Kepemilikan yang Bermasalah
Sebuah spanduk bertuliskan “Love United, Hate Glazers” terpampang sebagai bentuk protes kepada sang pemilik klub. Para penggemar MU tampaknya mulai jengah dengan kepemilikan Glazer yang bermasalah.
Tak kurang dari 17 tahun keluarga Glazer menguasai Manchester United sejak 2005. Betul, keluarga yang berbasis di Florida, Amerika Serikat itu memberi sumbangsih pada gelar-gelar yang didapat MU, terutama selama dilatih Sir Alex Ferguson.
Sayangnya dalam beberapa tahun Manchester United tidak menunjukkan performa gemilang. Hal itu bertambah buruk karena diduga Glazer hanya memanfaatkan United. Baru awal saja, Glazer sudah membebani United dengan setumpuk hutang.
We want #GlazersOut say we want #GlazersOut. Love United Hate Glazers #GlazersOut pic.twitter.com/90kvn54xJQ
— Lowry Devils 🇾🇪 Glazers Out (@FinnlayLowry) August 27, 2022
Saat ini United mempunyai hutang sekitar 500 juta poundsterling (Rp9,1 triliun). Jumlah itu tak bergerak atau menyusut sama sekali dari tahun 2005. Fluktuasi keuangan Manchester United bikin urusan hutang tak kunjung beres.
Fans juga dipaksa naik pitam karena orang-orang Glazer terus mengeruk dividen klub. Nilainya rata-rata 22 juta poundsterling (Rp403 miliar) per musim. Uang yang ditimba Glazer dari Manchester United tidak berbanding lurus dengan prestasi klub. Sejak 2017, United belum meraih satu pun trofi.
Sebagai klub besar dengan basis penggemar yang jumlahnya bisa jadi seperlima populasi dunia itu, kekeringan trofi adalah sebuah penghinaan. Para penggemar pun marah. Glazer dianggap hanya memanfaatkan MU. Seolah ia adalah peternak yang memerah sapinya bernama Manchester United.
Laporan keuangan Manchester United tahun 2022:
— United Focus🔰 (@utdfocusid) September 22, 2022
☑️ Komersial: £257,8 juta (naik 11%)
☑️ Penyiaran: £214,9 juta (turun 15,7%)
☑️ Matchday: £110,5 juta (naik 1456,3%)
☑️ Total pendapatan: £583,2 juta (naik 18%)
☑️ Utang bersih: £514.9m (naik 22,7%)#utdfocusid pic.twitter.com/CNFycSBm8m
Sempat Ngotot Tak Mau Jual
Desakan agar Glazer menanggalkan Manchester United sudah berdengung sejak sebelum Erik ten Hag sepakat menukangi klub. Namun dasar Glazer bermuka badak. Ia cukup bergeming. Glazer masih tak sudi menjual Manchester United.
Itu setidaknya sampai pada Oktober 2022. Pengusaha Sir Jim Ratcliffe menawar Manchester United. Tapi Glazer bahkan menegaskan tidak akan menjualnya. Meski demikian Glazer punya rencana lain untuk mengelola Manchester United.
Sempat Hanya Mau Menjual Saham Minoritas
Di penghujung tahun 2022, jajaran direksi tak sekali dua kali melakukan diskusi. Saat itu, keluarga Glazer konon sudah mengantongi nama yang ingin membeli United. Namun masih rahasia.
Namun berikutnya, pada rapat itu, para petinggi United memutuskan hanya akan menjual saham minoritas. Glazer masih enggan melepas kendali United yang kabarnya seharga 6 miliar poundsterling (Rp110 triliun).
Lebih-lebih dilansir Bloomberg, saat itu saham Manchester United sedang naik sebanyak 7,6% di New York. Kenaikan saham itu memberi perusahaan nilai pasar ekuitas sebanyak 2,2 miliar dolar (Rp33,2 triliun). Keluarga Glazer yang memiliki 97% saham United masih enggan menjualnya.
Menjual Adalah Alternatif Strategi
Seperti yang sudah disebut di awal, tidak ada yang abadi, termasuk keputusan Glazer. Pembicaraan intensif tampaknya masih tetap berlangsung sampai tahun 2022 benar-benar berada di ujung. Sekitar November 2022, keputusan keluarga Glazer berubah lagi.
Salah satu anggotanya, Avram Glazer membuka opsi untuk benar-benar melepas Manchester United. Ia kemudian dicecar pertanyaan seputar penjualan MU, terutama alasan di baliknya. Avram Glazer mengatakan, dibukanya opsi bagi investor merupakan keputusan dewan direksi di tengah mencari alternatif strategi bagi klub.
“Semua itu ada prosesnya. Kami (keluarga Glazer) akan melihat segala alternatif strategi yang berbeda dan kami melihat mana yang bakal menuntun kami,” kata Avram Glazer dikutip Sky Sports.
Avram Glazer responds to Cristiano Ronaldo’s interview and also talks about selling Manchester United.pic.twitter.com/eKWnrgN6Vp
— UF (@UtdFaithfuls) November 24, 2022
Berapa Harga United?
Keinginan Bani Glazer menjual Manchester United berbanding lurus dengan harga yang akhirnya muncul. Berdasarkan laporan The Athletic yang juga mengutip New York Stock Exchange, tempat MU didaftarkan, untuk membeli seluruh saham United ‘hanya’ dibutuhkan uang 2,1 miliar poundsterling (Rp38,4 triliun).
Namun, tak sedikit laporan baru yang menyebut harga United lebih mahal dari itu. Harganya berada di kisaran 4,5 miliar poundsterling (Rp82,5 triliun) atau lebih. Dengan harga yang sangat tinggi itu, jika tujuannya sekadar mencari alternatif pengelolaan yang strategis, rasa-rasanya tidak mungkin.
Glazer Tergiur dengan Penjualan Klub Lain
Di era post truth, jual-beli klub adalah hal yang lumrah. Apalagi di Liga Inggris. Dan kelihatannya Glazer sungguh-sungguh tergiur akan hal itu. Dilaporkan Mirror, Glazer ngiler abis atas penjualan beberapa klub.
Penjualan Chelsea ke konsorsium yang dimiliki pengusaha Amerika, Todd Boehly salah satunya. Harga Chelsea yang semula ‘hanya’ 2,85 miliar poundsterling (Rp52,2 triliun), tapi Boehly membelinya dengan harga 4,25 miliar poundsterling (Rp77,9 triliun). Pembelian itu jelas menjadi dorongan dan tolok ukur Glazer.
🚨📸 Todd Boehly and Behdad Eghbali were present at Cobham to witness some of their new purchases this afternoon
— Jackson Chelsea 💙🇦🇷 (@JacksonChelse17) February 2, 2023
We’ve got the owners in the world! 😍🔵 pic.twitter.com/RCNt3y9F7p
Pemilik Liverpool, FSG juga mengakui hal itu. Penjualan klub menjadi langkah baru yang menguntungkan. Pernyataan FSG ini berdasarkan dari pengamatan mereka pada Manchester City dan Newcastle United.
Kegagalan Beberapa Proyek
Rezim Glazer tidak mungkin semudah itu berubah pikiran dan ngotot ingin melepas MU. Tentu hal tersebut bukan sekadar karena didesak suporter. Tapi Glazer sudah punya langkah terukur mengapa ini adalah waktu yang tepat untuk menjual Manchester United.
Kendati klub tengah tampil apik, kegagalan beberapa proyek tak bisa mencegah niat keluarga Glazer menjual klub. Sebelumnya keluarga Glazer termasuk dalam Project Big Picture 2020 yang merupakan salah satu proyek besar.
Project Big Picture is causing quite the commotion with numerous Premier League clubs angered by the proposed reforms. pic.twitter.com/fyoGtlOxvk
— ARSENAL (@tomgunner14) October 13, 2020
Proposal proyek itu dibuat oleh Liverpool dan Manchester United. Intinya, tim di Liga Primer bisa memegang kendali atas tim lain di divisi bawahnya. Ide ini disetujui Football League, otoritas yang mengatur English Football League atau divisi di bawah Liga Primer.
Ketua EFL, Rick Parry menyebutnya ide bagus. Tapi Premier League justru menolak usulan itu. Proyek Liga Super Eropa yang sempat diikuti MU-nya Glazer tahun 2021 juga terancam gagal. Walaupun konon proyek itu akan dimulai lagi. Tapi MU sepertinya menarik diri.
Siapa Calon Pembelinya?
Sir Jim Ratcliffe adalah orang pertama yang ingin membeli United. Bos perusahaan kimia internasional, Ineos dan orang terkaya Inggris itu juga ternyata seorang Manchunian. Ia punya gagasan untuk memiliki klub yang didukungnya sedari kecil.
Dilansir The Athletic, Jim O’Neill yang pernah mengajukan tawaran tahun 2010 juga ingin membeli MU. Salah satu pemimpin barisan pendukung United itu berniat membentuk konsorsium untuk mengambil alih MU dari Glazer.
Pengusaha Timur Tengah juga mulai menampakkan keinginannya membeli MU. Taipan dari Arab Saudi yang juga terikat dengan Newcastle dikabarkan ingin membeli Red Devils. Tapi yang cukup mencengangkan tentu saja tawaran yang datang dari Qatar.
📝 – The Emir of Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, is interested in buying #mufc. He values the club below the Glazers family’s £6bn price and there is recognition Uefa may have to agree to a regulation change as the country’s ruler already owns PSG. [@JamieJackson___] pic.twitter.com/UDXP7bYOgy
— UtdXclusive (@UtdXclusive) February 8, 2023
Dilansir The Guardian, Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani yang juga jadi ndoro-nya Nasser Al-Khelaifi di PSG berhasrat untuk membeli United. Sang Emir akan membeli United di angka 4,5 miliar poundsterling.
Soal siapa Sheikh Tamim akan dibahas di video Starting Eleven berikutnya. Namun Sheikh Tamim mesti bersabar. Sebab perusahaan di bawahnya, yang dikelola Nasser Al-Khelaifi, yaitu Qatar Sports Investments sudah membeli PSG. Dalam aturan UEFA tidak boleh ada dua tim dengan pemilik yang sama bertemu dalam satu kompetisi di bawah UEFA.
Sumber: GiveMeSport1, GiveMeSport2, TheAthletic, Mirror, AlJazeera, Bloomberg, 90Min, TheGuardian


