Mengapa di Spanyol Banyak Klub yang Bernama “Real”?

spot_img

Dalam penamaan klub sepak bola di setiap negara, rata-rata disesuaikan dengan kultur dan juga bahasa di negara tersebut. Seperti contoh di Indonesia yang kebanyakan klub memakai nama depan “Per” yang memiliki makna sebagai Persatuan.

Nah, beberapa hari lalu Starting Eleven juga sudah membahas tentang sejarah dan mengapa di Jerman banyak klub sepak bola yang menggunakan nama “Borussia” sebagai nama depan klub.

Di negara Spanyol pun juga memiliki kultur serupa, di Spanyol banyak yang memakai nama Real sebagai bagian dari nama klub sepak bola mereka. Jadi, sekarang kita akan mengulas mengapa di Spanyol banyak klub sepak bola yang menggunakan nama Real? Dan apa sih alasannya?

Di Balik Nama Real

Sebelum membahas alasan dari klub-klub Spanyol yang menggunakan nama Real, kita akan bahas sedikit tentang bagaimana awal mula nama itu muncul di persepakbolaan Spanyol.

Penggunaan nama “Real” sebagai bagian dari nama klub sepak bola di negara Spanyol dimulai pada awal abad ke-20. Kala itu penggunaan nama Real atas kebijakan dari penguasa Spanyol, Raja Alfonso XIII.

Masa kepemimpinan Alfonso XIII juga dirayakan dengan mengadakan turnamen sepak bola yang seiring berjalannya waktu kini dikenal sebagai Copa del Rey.

Pengaruh dari Raja Alfonso XIII terhadap sepak bola Spanyol cukup besar. Ia juga turut memprakarsai terselenggaranya Liga Spanyol yang berawal dari ajang Campeonato de Liga

Kecintaan sang Raja terhadap olahraga sepak bola membuat raja Alfonso XIII memberikan nama “Real” kepada sejumlah klub dengan tujuan untuk menjadikan mereka sebagai klub sepak bola yang berada di bawah perlindungan langsung oleh kerajaan.

Pada dasarnya, kata “Real’ itu sendiri dalam bahasa Spanyol memiliki arti sama dengan Royal dalam bahasa Inggris, yang berarti “Kerajaan”.

Jadi, penggunaan kata “Real” di depan nama klub Spanyol ini bukan sembarangan atau hanya asal pakai saja agar terlihat keren karena sama dengan klub-klub Spanyol lain. Melainkan penamaan Real tersebut membutuhkan persetujuan khusus dari pihak Kerajaan.

Restu Dari Kerajaan

Pada awal 1900-an, olahraga sepak bola mulai populer di Spanyol, dan sejumlah klub yang seperti kita kenal sekarang mulai terbentuk. Jika sebuah klub menginginkan nama “Real” itu, mereka pertama-tama harus mendeklarasikan diri kepada sang raja bahwa mereka mengakui pemerintahan dan aturan sang raja. 

Dalam beberapa kasus, sang raja kemudian akan menyetujui pengakuan dari klub tersebut dan memberi izin untuk memasukkan istilah “Real” ke nama klub sepak bola mereka. Selain nama “Real’, mereka juga diizinkan untuk menambahkan simbol mahkota pada lambang klub mereka.

Seiring berjalannya waktu, belasan klub sepak bola pun telah menggunakan nama Real sebagai nama depan klub. Dan klub yang paling populer sudah pasti adalah Real Madrid.

Sebelum bernama Real Madrid seperti sekarang, mereka hanya bernama Madrid Football Club. Lalu Madrid mendapat kehormatan untuk menggunakan nama Real di depan nama klub mereka pada tahun 1920 hingga sekarang. 

Meskipun kini Real Madrid menjadi klub bernama “Real” yang paling besar dan sukses. Namun, tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu ternyata bukanlah yang pertama mendapat restu memakai nama “Real”. 

Menariknya, malah Real Betis yang jadi klub sepak bola pertama yang mendapat restu memakai nama “Real” pada tahun 1914. Bahkan Madrid tergolong angkatan terakhir dalam mendapatkan nama tersebut.

Kedekatan Dengan Kerajaan

Selain harus mendapat izin terlebih dahulu, penggunaan nama “Real” juga bisa didapat lantaran memiliki hubungan yang baik dengan pihak kerajaan atau sang penguasa Spanyol kala itu.

Di antara klub-klub Spanyol yang memiliki nama “Real”, Madrid dan Sociedad jadi klub sepak bola yang dianggap memiliki kedekatan erat dengan monarki Spanyol. Terutama Real Sociedad, bahkan nama Sociedad itu sendiri merupakan pemberian langsung dari Raja Alfonso XIII. 

Kabarnya, alasan Sociedad dianugerahi nama “Real” oleh sang raja, lantaran raja ingin menjadikan kota asal dari Sociedad, yaitu San Sebastian sebagai tempat tinggal saat memasuki musim panas. Bisa dibilang kota tersebut bakal jadi tempat sang raja untuk liburan.  

Lantas klub tersebut diresmikan sebagai klub sepak bola di bawah kerajaan dengan nama Real Sociedad atau Royal Society yang mempunyai makna sebagai komunitas raja. 

Latar Belakang Politik

Namun, seiring dengan pembubaran monarki pada 1931, simbol-simbol kerajaan seperti kata “Real” dan mahkota sempat menghilang untuk sementara waktu. Kemudian pada tahun 1941 simbol-simbol tersebut sudah bisa kembali digunakan hingga sekarang. 

Lantas bagaimana dengan klub-klub yang tak memiliki nama “Real”? apakah mereka tak mendapat izin dari sang raja?

Seperti yang kita ketahui, tak semua klub di Spanyol memakai dua simbol kehormatan tersebut. Klub-klub seperti Barcelona dan Athletic Bilbao menjadi contoh pasti dari tim yang tidak memiliki nama “Real” atau bahkan simbol mahkota di lambangnya.

Kabarnya, latar belakang politik menjadi alasan utama kenapa Barcelona dan Athletic Bilbao tak mau menggunakan kata “Real” sebagai nama awal klub. 

La Blaugrana sendiri bisa dikatakan sebagai simbol perlawanan dari Catalan. Sedangkan Athletic Bilbao merupakan perwakilan dari Basque yang dikenal tak memiliki hubungan baik dengan pemerintah pusat Spanyol.

Klub Lain Bernama Real

Selain ketiga nama klub yang sudah disebutkan tadi, di Spanyol masih banyak sekali klub yang dianugerahi simbol-simbol kerajaan.

Contohnya Real Zaragoza. Klub ini didirikan pada tahun 1932 dan mereka telah menghabiskan sebagian besar sejarah klub di kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Meski kini hanya berlaga di kasta kedua Liga Spanyol. Zaragoza telah memenangkan Copa del Rey sebanyak enam kali.

Lalu ada Espanyol yang sejatinya memiliki nama lengkap sebagai Reial Club Deportiu Espanyol. Klub ini adalah rival sekota dari FC Barcelona. Periquitos bermarkas di Estadi Olímpic Lluís Companys, Barcelona. Ada juga Deportivo La Coruna yang memiliki nama asli Real Club Deportivo de La Coruña dan mungkin masih banyak lagi.

Fenomena penambahan kata “Real” dalam nama sebuah klub ternyata tidak hanya terjadi di Spanyol. Contohnya pada sepak bola Belgia, bagi sebuah klub yang sudah beroperasi lebih dari 50 tahun, mereka memenuhi syarat untuk menambahkan kata “Royals” sebagai nama klub.

Penamaan Real di Belgia bisa diambil dari beberapa bahasa seperti, Belanda, Perancis, Jerman, atau bahasa Inggris. Di Belgia sendiri ada klub dengan nama Royal atau Koninklijke yang keduanya memiliki makna sama seperti Real.

Contoh klub yang memakai kata “Royal” adalah Royal Antwerp dan Royal Sporting Club Anderlecht. Sedangkan yang memakai nama “Koninklijke” adalah Genk dengan nama asli Koninklijke Racing Club Genk dan Club Brugge KV. Nah, KV nya itu kepanjangan dari Koninklijke Voetbalvereniging.

https://youtu.be/PAGNe7xtT2w

Sumber: Sportskeeda, Football Iconic, Authority Soccer, Box To Box

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru