Mengapa Bayern Munchen Hobi Membajak Bintang Bundesliga?

spot_img

Semua pasti sepakat kalau Bayern Munchen termasuk salah satu klub terbesar dan paling disegani di liga-liga top Eropa. Die Roten bahkan mampu membuat Bundesliga Jerman menjadi Liga Petani. Pemain-pemain yang hebat, daftar pelatih kenamaan, sampai fans yang militan jadi bagian tak terpisahkan skuad The Bavarians.

Namun, karena kedigdayaannya itu, terutama di Liga Jerman, membuat banyak klub seliga Munchen iri. Bahkan Bayern Munchen menjadi klub yang paling dibenci di Jerman. Hal itu tampak wajar, mengingat Bayern Munchen memang hobi sekali membajak para pemain bintang yang baru mekar di Bundesliga.

Mari kita mendaftarnya satu-satu. Yang paling mencolok adalah Robert Lewandowski yang didatangkan dari Borussia Dormund tahun 2014. Tahun segitu, Lewandowski belum segacor sekarang. Meskipun tentu saja, kualitasnya bersama Die Borussen sudah kelihatan.

Maka dari itu, Die Roten pun tertarik memboyong striker Polandia ke Allianz Arena. Waktu itu, Lewandowski dibajak dari Dortmund bahkan dengan status bebas transfer. Sebelum Lewa, masih banyak bintang Bundesliga yang akhirnya juga dibajak Bayern Munchen. Ada nama legenda Jerman, Michael Ballack yang dibeli dari Leverkusen tahun 2002 dengan biaya 4,5 juta pounds atau Rp 87,2 miliar kurs sekarang.

Ze Roberto juga pernah dipaksa datang ke Bayern Munchen. The Bavarians sukses memboyong Ze Roberto dari Leverkusen tahun 2002 dengan banderol 7,13 juta pounds atau Rp 132 miliar. Bukan hanya dua pemain itu, Niklas Sule, Hummels, Mario Gomez, Sebastian Rudy, sampai sang penjaga gawang, Manuel Neuer adalah hasil membajak klub lain di Liga Jerman.

Pertanyaanya, mengapa Bayern Munchen tega melakukan itu? Mengapa The Bavarians suka sekali membajak pemain bintang, terutama di Bundesliga, walaupun baru saja mekar?

Tidak Ada Aturan yang Melarang

Satu hal yang pasti mengapa Bayern Munchen hobi membajak bintang Bundesliga adalah karena tidak ada aturan yang melarang. Dalam aturan transfer di Bundesliga, tidak ada klausul apa pun yang melarang sebuah klub membajak pemain penting dari klub lainnya.

Melalui situs resmi Bundesliga hanya menyebut beberapa hal yang menyangkut proses transfer pemain. Sebuah klub bisa saja membeli pemain dari klub lain di sesama Bundesliga, asalkan memenuhi aturan dan persyaratan yang ditetapkan. Misalnya, soal kontak. Setiap proses transfer harus ada kontak dari orang-orang yang terlibat.

Lalu, transfer bisa saja terjadi ketika seorang pemain memang sudah didaftarkan ke daftar transfer secara resmi klub itu sendiri. Tidak ada aturan bahwa yang dijual atau yang dimasukkan ke daftar transfer tidak boleh dari pemain bintang.

Hal itulah yang membuat Bayern Munchen sangat leluasa dalam pergerakan transfer. Die Roten, dengan segala kondisinya yang sudah mapan itu, jelas mudah sekali untuk merekrut pemain. Meskipun demikian, sebetulnya aturan mengenai hal itu bisa saja dibuat.

Seandainya bukan dari Bundesliga atau federasi, klub bisa membikin klausul tersendiri. Misalnya, ketika merekrut seorang pemain, bisa ditambahkan klausul bahwa sang pemain tidak boleh bergabung dengan Bayern Munchen. Namun, apa mungkin sang pemain mau menandatangani kontrak dengan klausul semacam itu?

Efek Bebas Transfer

Tak bisa dipungkiri, pembajakan pemain yang dilakukan Bayern Munchen terhadap klub-klub lain di Bundesliga sedikit banyak karena efek bebas transfer. Die Roten tidak selamanya mengeluarkan duit untuk mendatangkan pemain dari klub rival yang sama-sama bermain di Liga Jerman.

Beberapa pemain memang didatangkan secara gratis. Selain Robert Lewandowski yang dibajak dari Dortmund, ada juga Leon Goretzka yang didatangkan Bayern Munchen pada 2018. Bayern tidak membayar sepersen pun kepada Schalke atas transfer Goretzka.

Sebastian Rudy juga diboyong Bayen Munchen dari Hoffenheim tahun 2017, tanpa sedikit pun mengeluarkan uang. Dari pemain yang didatangkan secara gratis, tentu yang paling mengejutkan adalah Robert Lewandowski. Kedatangan Lewa, dan ia yang pada akhirnya menjadi sangat tajam, tentu membuat Dortmund gigit jari.

Ajaibnya, pemain-pemain bintang Bundesliga yang dibeli Bayern Munchen kini harganya melambung tinggi. Robert Lewandowski misalnya. Di Transfermarkt, striker mematikan itu memiliki nilai transfer 50 juta euro atau sekitar Rp 811,9 miliar. Sementara Leon Goretzka harganya juga tak kalah mahal.

Gelandang yang didatangkan Bayern secara gratis dari Schalke itu kini harganya mencapai 70 juta euro atau Rp 1,1 triliun. Sedangkan Sebastian Rudy, di Transfermarkt harganya 2,5 juta euro atau setara Rp 40,5 miliar. Jika ditotal, Bayern Munchen menghemat sekitar 122,5 juta euro atau Rp 1,9 triliun untuk mendatangkan tiga pemain tersebut.

Kesempatan Emas Bagi Pemain

Bukan hanya dari sisi Bayern Munchen-nya. Tak bisa ditampik bahwa FC Hollywood adalah tempat yang paling menggiurkan bagi talenta-talenta terbaik di Jerman. Bahkan bisa dikatakan masuk Bayern Munchen merupakan impian yang boleh jadi dicita-citakan para pemain di Liga Jerman. Apalagi Bayern Munchen adalah klub terkuat di Bundesliga.

Siapa pemain yang tidak tergoda dengan iming-iming juara Bundesliga? Rasa-rasanya pemain yang bermain di Bundesliga semua mengidamkan hal itu. Belum lagi, dengan posisi Bayern Munchen yang selalu berada di puncak, peluang untuk bisa bermain di Liga Champions Eropa menjadi tawaran yang sangat menggiurkan.

Coba saja kalau Bayern Munchen itu tidak konsisten, katakanlah seperti Manchester United, bukan tidak mungkin kalau pemain-pemain bintang di Bundesliga ogah masuk skuad The Bavarians. Tapi, nyatanya kan tidak. Bayern Munchen, setidaknya dalam satu dekade terakhir menjadi klub yang sangat konsisten, entah di kompetisi domestik maupun kompetisi Eropa.

Berani Menggaji Mahal

Bayern Munchen dengan kekuatan finansial yang kokoh tentu bukan perkara rumit kalau sekadar mendatangkan pemain bintang Bundesliga. Sebab Die Roten sudah pasti mampu menggaji tinggi para pemain. Hal yang boleh jadi tidak sanggup dilakukan klub-klub lain di Liga Jerman. Siapa pemain yang tidak tergiur dengan tawaran gaji yang tinggi? Hampir tidak ada.

Ambil contoh Robert Lewandowski. Gaji penyerang Polandia yang diterima dari Bayern Munchen itu sebanyak 19,5 juta euro atau Rp 316,6 miliar per musim. Sementara, Manuel Neuer yang didatangkan dari Schalke itu mendapat gaji 18 juta euro atau Rp 292 miliar.

Pemain lain yang belum lama didatangkan dari klub Bundesliga lainnya, Alexander Nubel setidaknya menerima gaji 5,5 juta euro per musimnya, atau sekitar Rp 89,3 miliar. Selain menggaji tinggi pemain-pemainnya, Bayern Munchen juga dikenal sebagai klub yang jarang memiliki utang banyak.

Die Roten bukanlah Barcelona yang hobi mengurangi gaji pemain. Hal itulah yang boleh saja menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain-pemain bintang di Bundesliga. Baru mekar, tapi bisa direkrut Bayern Munchen, dan jaminan bermain di Liga Champions Eropa, plus gaji yang menggiurkan, pemain bintang mana yang tidak tergiur dengan hal-hal semacam itu?

Sumber referensi: squawka.com, quora.com, 90min.com, Instagram OpiniBolaId

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru