FC Bayern sampai saat ini masih terus diisi oleh pemain-pemain bintang. Dengan adanya pemain bintang yang memiliki skil jempolan pula, Bayern berhasil menjadi klub tersukses di Jerman, yang bahkan raihan gelar Bundesliga nya terpaut jauh dari seluruh rival di kompetisi lokal.
Memiliki banyak pemain bintang meski waktu terus berjalan, apakah itu yang lantas membuat FC Bayern mendapat julukan sebagai FC Hollywood?
Pada kenyataannya tidak. Julukan FC Hollywood yang diberikan media kepada FC Bayern bukanlah sebuah pujian. Sebaliknya, julukan itu diberikan atas dasar keresahan media terhadap perilaku buruk para pemain Bayern di luar lapangan.
First place secured💪Great job team @FCBayern 🤜🤛 #BVBFCB #Bundesliga pic.twitter.com/mJbPj4ubQ4
— Robert Lewandowski (@lewy_official) December 4, 2021
Tepat di tahun 1991 sampai 1998, Bayern yang notabene adalah klub besar mengalami masa yang tak diinginkan. Mereka minim gelar meski diisi oleh banyak pemain bintang seperti Lothar Matthaeus, Oliver Kahn, Markus Babbel, Christian Ziege, Mehmet Scholl, sampai Jurgen Klinsmann.
Di era kepelatihan Giovanni Trapattoni dan Otto Rehhagel, media benar-benar menyoroti ketidakberesan dalam skuad Bayern. Kisah pemain hingga pelatih lebih banyak dimuat di halaman gosip media massa daripada di halaman olahraga. Itulah yang membuat mereka kemudian mendapat FC Hollywood, karena memiliki “kisah” bak bintang film ternama dengan segudang gosip di luaran sana.
Di masa itu, pelatih Giovanni Trapattoni pernah melempar kritik tajam kepada media, kemudian ada lagi berita yang mengabarkan tentang hubungan tak menyenangkan antara Lothar Matthaus dan Effenberg.
Yang jadi salah satu tajuk paling disorot lainnya adalah ketika Jurgen Klinsmann merasa tidak betah di Bayern karena disebut terlibat masalah dengan Lothar Matthaus. Dalam suatu momen, Matthaus pernah menantang beberapa rekan setimnya untuk bertaruh soal berapa banyak gol yang bisa dihasilkan Klinsmann pada 1996/97. Dia meragukan sang striker bisa mencetak sebanyak 15 gol.
Faktanya, Klinsmann berhasil menjawab keraguan itu dengan mencetak tepat 15 gol. Secara tidak langsung, kabar itu juga menunjukkan bila Matthaus telah menjadi sosok yang tidak terpuji meski menjabat sebagai kapten klub.
Konflik dua pemain bintang tersebut disinyalir berawal dari jabatan kapten tim nasional Jerman, yang semula dipegang Matthaus dan lantas berpindah ke Klinsmann. Terdapat kabar lain pula yang menyebut bila dua pesohor yang merupakan mantan pemain Inter Milan itu sudah terlibat masalah sejak masih sama-sama meniti karir di Italia.
Beruntung, kedisiplinan para pemain Bayern sedikit tertata usai Franz Beckenbauer turun tangan menjadi pelatih sementara untuk menggantikan Rehhagel pada akhir kompetisi 1995/96.
Dari situ pula, kondisi internal skuad Bayern kian membaik usai pelatih Ottmar Hitzfeld masuk pada tahun 1998. Selama enam tahun duduk di kursi kepelatihan tim, sang pelatih sukses menyumbangkan sebanyak 11 gelar dalam enam musim lamanya.
Happy 69th birthday to one of Bayern’s best ever managers Ottmar Hitzfeld. pic.twitter.com/EbLurnlzLo
— Bayern & Germany (@iMiaSanMia) January 12, 2018
Namun meski situasi sudah mulai membaik, julukan FC Hollywood yang ditujukan kepada skuad Bayern masih bertahan hingga sekarang.


