Mengenal Gol Olympico yang Dicetak Calhanoglu dan Cuadrado

spot_img

Rui Patricio pasti tidak akan menyangka di dalam kariernya sebagai penjaga gawang akan dihadapkan pada hal-hal konyol dan cenderung memalukan. Apalagi hal memalukan itu terjadi ketika ia pindah ke AS Roma yang notabene klub raksasa.

Pertama, saat Roma dibantai tim yang menyebutnya saja susah, FK Bodø/Glimt di ajang UEFA Conference League. Tak tanggung-tanggung, mantan kiper Wolves itu mesti kebobolan enam gol. Iya, benar enam gol, kuping kamu tidak salah dengar. Kedua, saat Rui Patricio dipermalukan gelandang pengkhianat Milan, Hakan Calhanoglu kala timnya menghadapi Inter.

Calhanoglu yang sudah berseragam Inter itu memperdaya Patricio dengan cara yang memalukan pada lanjutan Serie A yang belum lama ini digelar. Pemain Turki itu mendapat kesempatan untuk mengambil set piece tendangan sudut.

Saat itu laga belum dimulai lama. Ya, kira-kira 14-15 menitan lah. Namun, Inter punya kesempatan unggul lebih dulu lewat tendangan sudut. Tanpa diprediksi sebelumnya, Calhanoglu alih-alih mengirim umpan ke rekan-rekannya yang berada di mulut gawang, ia justru menembak langsung dari sudut lapangan.

Tendangan sudut Calhanoglu berbelok mengarah langsung ke gawang Roma. Bek Roma, bahkan para pemain Inter hanya melongo melihat bola justru masuk di antara celah kaki Rui Patricio. Iya, kiper Portugal itu berhasil dikolongi, lewat tendangan sudut pula. Dan, bola yang sudah melewati kiper otomatis berarti gol.

Namun, Rui Patricio tak usah khawatir dan langsung menganggap dirinya kiper useless. Masih ada Salvatore Sirigu yang nasibnya setali tiga uang dengan Rui Patricio. Di waktu yang tak terpaut jauh, kiper Genoa itu diperdaya Juan Cuadrado saat timnya keok 0-2 atas Juventus.

Belum genap 10 menit, Juventus sudah mencetak gol melalui tendangan penjuru. Iya, ini benar-benar dari tendangan penjuru. Aktornya kali ini adalah Cuadrado yang berhasil mengkonversi tendangan sudut menjadi gol. Cuadrado yang melepas tendangan ke arah tiang jauh tak sanggup ditepis Sirigu.

Tendangan itu berbelok dan Sirigu yang sudah terlambat tak mampu menepisnya. Cuadrado dan Calhanoglu, entah bagaimana dua pemain yang kebetulan berawalan huruf “c” itu membuat penonton berdecak kagum. Keduanya mengingatkan penggemar PlayStation 2 pada sosok Roberto Carlos.

Nah, gol dari tendangan sudut ini sebetulnya bukan pertama kalinya terjadi. Namun, jangan dulu berpikir kalau Roberto Carlos adalah pencipta gol tendangan sudut. Karena ada nama pesepakbola, yang boleh jadi kurang akrab di telinga yang pertama kali mencetak gol dari sudut yang sangat sulit bagi pesepakbola amatir.

Cesáreo Onzari

Catatan FIFA menyebut gol yang pernah dicetak Billy Alston ke gawang Albion Rovers ketika pemain itu berseragam St. Bernards adalah gol tendangan sudut pertama pada 21 Agustus 1924. Meskipun setelah ditelusuri, sebetulnya gol Alston bukanlah dari sepak pojok langsung, melainkan dari sundulan dan itu pada 23 Agustus 1923.

Nama Cesáreo Onzari lah yang justru kemudian diingat sebagai pemain yang pertama kali mencetak gol dari tendangan sudut. Pemain Argentina tersebut mencetak gol dari tendangan sudut saat laga persahabatan melawan Uruguay, pada sekitaran tahun 1924 di Estadio Sportivo Barracas.

Aksi Onzari tersebut justru hingga kini menjadi inspirasi para pesepakbola, termasuk Roberto Carlos yang boleh dibilang ikut mempopulerkannya setelah abad ke-19. Kelak gol indah semacam itu bakal dikenal dengan nama “Gol Olympico”.

Mengapa Disebut Gol Olympico?

Awalnya, pemain sepak bola tidak boleh untuk mencetak gol langsung dari tendangan sudut. Namun, semacam asosiasi Skotlandia lebih dari 88 tahun lalu mengusulkan agar pemain boleh mencetak gol dari tendangan sudut langsung. Hingga FIFA pun kemudian mengesahkan usulan tersebut pada 15 Juni 1924.

Lalu, kenapa gol dari sepak pojok disebut Gol Olympico, apakah nggak gol corner saja? Sebetulnya, ini terkait dengan kejadian saat gol itu pertama kali dibuat oleh Onzari. Waktu itu, Onzari mencetak gol dari sepak pojok ke gawang Uruguay yang berstatus sebagai juara bertahan Olimpiade.

Namun, perlu dicatat bahwa Gol Olympico tidak sama dengan gol di olimpiade. Sekalipun seorang pemain mencetak gol di olimpiade, jika itu bukan dari sepak pojok langsung, artinya tidak bisa disebut Gol Olympico. Mengingat “gol olympico” sendiri berasal dari Bahasa Spanyol, dan “gol olimpico” dengan “i” berasal dari Bahasa Portugis yang umumnya digunakan di negara Amerika Latin.

Penyebutan Gol Olympico sudah mulai berkembang, khususnya di Amerika Latin. Walaupun untuk di negara-negara yang memakai Bahasa Inggris, istilah “Gol Olympico” tak digunakan. Karena mungkin ditakutkan masyarakat sana jadi memahaminya sebagai “gol olimpiade”.

Publik figur yang mempopulerkan istilah “Gol Olympico” adalah Max Bretos. Ia memakai istilah tersebut ketika memandu acara di Fox Soccer Channel di Amerika Serikat. Namun, bagi negara-negara Barat yang memakai Bahasa Inggris justru istilah “Gol Olympico” menjadi kesalahpahaman. Terlebih ketika seluruh laporan tentang gol Megan Rapinoe di perebutan perunggu Olimpiade Tokyo 2020 menyebutnya sebagai “gol Olympico”.

Siapa Lagi yang Mencetak Gol Olympico?

Setelah Casario Onzari, berderet nama-nama pemain yang mencetak “Gol Olympico”. Kalau disuruh menyebutkan, Roberto Carlos menjadi yang terdepan. Padahal pencetak “Gol Olympico” terbanyak justru pemain Turki, Şükrü Gülesin.

Selama kariernya, Gülesin telah mengemas 32 gol dari sepak pojok. Ia adalah pemegang rekor pencetak “Gol Olympico” terbanyak hingga saat ini. Bahkan berkat itu, namanya tercatat di Guinness Book of Records pada 1950-an.

Sementara, “Gol Olympico” pertama yang dicetak di Piala Dunia adalah dari pemain Kolombia, Marco Coll yang memperdaya kiper Uni Soviet, Lev Yashin pada Piala Dunia 1962. Sosok pemain Huddersfield, Billy Smith juga bolehlah disebut sebagai pencetak “Gol Olympico” pertama di level klub, saat timnya menghadapi Arsenal, September 1924 silam.

Di level sepak bola wanita, Megan Rapinoe yang disebut tadi adalah pesepakbola wanita pertama yang mencetak “Gol Olympico”. Pemain Timnas Wanita Amerika Serikat itu membukukan “Gol Olympico” ketika timnya melawan Kanada di semifinal cabang sepak bola putri di Olimpiade London 2012.

Gol tersebut sekaligus membuat nama Megan Rapinoe tercatat dalam sejarah sebagai orang pertama yang mencetak gol dari sepak pojok di ajang olimpiade. Selain di London 2012, Rapinoe mencetaknya lagi saat menghadapi Australia di perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Itulah tadi tentang “Gol Olympico”. Jadi, sudah tahu kan kalau misal ada gol dari tendangan sudut mau menyebutnya apa? By the way pencetak “Gol Olympico” terbanyak adalah pemain Turki, sedangkan Calhanoglu yang kemarin juga melakukannya pun pemain Turki. Hmmm… Menarik.

Sumber referensi: wikipedia.org, republika.co.id

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru