Menerka Laju Ajax di Liga Champions 2021/22, Mampukah Juara?

spot_img

Ajax Amsterdam tampil trengginas di Liga Champions musim ini. Menurut catatan Opta, Ajax jadi tim Belanda pertama dalam sejarah yang sukses menyapu bersih 4 pertandingan pertama Liga Champions.

Terbaru, juara bertahan Eredivisie itu berhasil mempecundangi tuan rumah Borussia Dortmund dengan skor 3-1. Ini bukan kali pertama Ajax membantai Dortmund. Di pekan sebelumnya, Dusan Tadic dkk. memaksa Dortmund pulang dengan kekalahan 4-0 di Johan Cruyff Arena.

Sebelumnya, de Godenzonen juga meraih kemenangan besar atas Sporting Lisbon dan Besiktas di pekan pertama dan kedua. Pasukan Erik ten Hag membantai Sporting dengan skor 5-1 dan mengalahkan perlawanan Besiktas dengan skor 2-0.

Sapu Bersih 4 Kemenangan, Ajax Lolos ke Babak 16 Besar

Ajax Amsterdam memang tengah tampil begitu impresif musim ini, baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions. Hingga pekan ke-11, de Godenzonen telah meraih 8 kemenangan dan baru kalah sekali. Lini depan mereka begitu tajam dengan torehan 37 gol, sementara lini pertahanan mereka begitu solid dan kokoh. Gawang Ajax yang kini dikawal Remko Pasveer baru kebobolan 2 gol dalam 11 laga Eredivisie.

Di ajang Liga Champions, Ajax juga begitu produktif. Mereka tercatat telah mencetak 14 gol dan baru kebobolan 2 gol dalam 4 pertandingan. Menyapu bersih 4 laga awal membuat Ajax tak perlu merampungkan semua pertandingan di babak grup untuk memastikan tempat di babak gugur. 12 poin yang mereka kumpulkan sudah lebih dari cukup untuk mengantar Ajax lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim 2021/2022.

Capaian tersebut jadi sinyal positif bagi Ajax sekaligus sinyal bahaya bagi calon lawan mereka di babak gugur. Ini adalah kali pertama Ajax lolos kembali ke babak 16 besar setelah terakhir kali meraih hasil yang sama di musim 2018/2019. Di musim tersebut, de Godenzonen tampil mengejutkan sebagai tim kuda hitam.

Dihuni deretan pemuda bertalenta semacam Frenkie de Jong, Hakim Ziyech, Donny van de Beek, dan dikapteni Matthijs de Ligt, Erik ten Hag berhasil membawa Ajax tampil begitu menawan dan secara luar biasa lolos hingga babak semifinal sebelum kalah dramatis dari Tottenham Hotspur.

Banyak pihak yang mengira kalau Ajax telah habis setelah mencapai semifinal Liga Champions 2019. Banyaknya bintang yang dijual dan dipreteli tim besar jadi alasan kuatnya. Namun, tanpa disadari, Erik ten Hag yang telah mengabdi sejak musim 2017 memanfaatkan waktu dan kesempatan yang dipercayakan kepadanya untuk membangun ulang skuad Ajax Amsterdam yang lebih kompetitif.

Cara Erik ten Hag Meramu Kekuatan Ajax

Ya, apa yang sejauh ini dicapai Ajax tak bisa dilepaskan dari jasa seorang Erik ten Hag. Pelatih asal Belanda yang kini berusia 51 tahun itu adalah aktor utama di balik performa impresif Ajax musim ini, khususnya di Liga Champions.

Dari catatan statistik, Ten Hag telah mendampingi Ajax di 14 laga tandang. Hasilnya, ia hanya menelan 1 kekalahan, memetik 4 hasil imbang, dan meraih 9 kemenangan. Catatan impresif itu jadi salah satu penyebab dirinya pernah masuk dalam bursa calon pelatih Newcastle United, Manchester United, hingga FC Barcelona.

Seperti pelatih-pelatih Ajax sebelumnya, Erik ten Hag juga menerapkan filosofi “totaalvoetbal” dalam taktiknya. Bermain menyerang dengan ciri khas pressing ketat kepada lawan, kombinasi umpan kaki ke kaki, dan pergerakan rotasi pemain yang dinamis dijaga dan diterapkan dengan sempurna oleh penggawa Ajax musim ini.

Namun, Erik ten Hag juga memiliki filosofi sepak bolanya sendiri. Ia selalu menginstruksikan anak asuhnya untuk menjaga penguasaan bola dan memindahkan bola secara dinamis dengan tempo tinggi. Menjaga kelebaran, kedalaman, dan menciptakan ruang adalah ciri khas lain dari gaya taktik Erik ten Hag.

Formasi dasar yang kerap dipakai adalah 4-3-3. Di bawah asuhan Ten Hag, struktur formasi Ajax cukup reaktif. Ketika menyerang, struktur mereka bisa menjadi 3-1-6 dengan gelandang serang ikut masuk kotak penalti dan 2 bek sayap yang maju membantu serangan. Selain menang jumlah, struktur tersebut membuat bentuk serangan Ajax begitu lebar.

Opsi lain yang dilakukan Ajax untuk membongkar pertahanan lawan adalah dengan menciptakan situasi wide overload. Setelah berhasil menarik blok pressing lawan, Ajax akan melakukan switch play ke ruang kosong di sisi lapangan lainnya. Racikan taktik itulah yang membuat Ajax Amsterdam begitu garang musim ini.

Selain dikenal mempunyai taktik yang ampuh, Erik ten Hag juga merupakan sosok pelatih yang andal mengembangkan dan mengorbitkan bakat pemain muda. Sejak menjabat sebagai pelatih Ajax, ia telah banyak berjasa menghasilkan pemain bintang.

Kehebatan Erik ten Hag musim ini juga tak lepas dari bagusnya performa anak asuhnya yang menurut catatan transfermarkt mempunyai rataan usia 25,7 tahun. Pemain senior seperti Daley Blind, Noussair Mazraoui, dan Dusan Tadic yang dulu membawa Ajax melaju hingga semifinal UCL 2019 masih mengisi line up.

Nama-nama senior tadi dipadukan dengan pemain muda penuh talenta seperti Jurriën Timber dan Lisandro Martínez di pos bek tengah. Edson Álvarez, Ryan Gravenberch, dan Steven Berghuis di lini tengah. Serta Antony dan Sébastien Haller yang jadi ujung tombak serangan Ajax musim ini.

Baik Antony maupun Haller juga tengah mencuri perhatian di Liga Champions. Antony baru saja menjadi pahlawan kemenangan Ajax atas Dortmund. Ajax yang tertinggal terlebih dahulu berhasil membalas dengan 3 gol dan ketiga gol tersebut berasal dari andil besar Antony yang membuat 3 asis. Dalam 4 penampilannya, winger 21 tahun asal Brasil itu telah menyumbang 1 gol dan 5 asis yang membuatnya untuk sementara memimpin daftar top asis.

Sementara Sébastien Haller baru saja mencatat rekor di Liga Champions. Dilansir dari Opta, bomber 27 tahun yang belum lama ini memutuskan membela timnas Pantai Gading itu menjadi pemain kelima dalam sejarah Liga Champions yang berhasil mencetak 4 gol di 4 pertandingan pertama. Kini, mantan striker West Ham United itu telah memproduksi 7 gol, hanya kalah dari Robert Lewandowski yang memuncaki daftar top skor dengan 8 golnya.

Menghitung Peluang Ajax Juara di Liga Champions Musim Ini

Atas apa yang mereka capai dan tampilkan, Ajax Amsterdam kini kembali digadang-gadang sebagai tim kuda hitam yang siap memperebutkan trofi Liga Champions musim ini. Lalu, seberapa besar peluang mereka untuk menambah koleksi trofi Liga Championsnya menjadi 5?

Jika dilihat dari gaya main mereka yang atraktif dan sangat enak ditonton, performa skuad Ajax musim ini sebetulnya sangat berpotensi untuk menyaingi atau bahkan melewati prestasi skuad Ajax di Liga Champions 2019. Musim ini, produktivitas mereka saja hanya kalah dari Bayern Munchen dan Manchester City. Dusan Tadic dkk juga mampu menghasilkan 6,8 shots on target per laga.

Pertahanan yang dulu jadi masalah juga telah diperbaiki. Catatan kebobolan mereka hanya kalah dari Chelsea. Ajax juga telah mencatat 2 kali cleansheet. Berbahayanya lagi, Ajax tercatat 35 kali memenangi bola di area sepertiga akhir lawan. Ditambah lagi dengan catatan persentase kemenangan Ten Hag yang nyaris mencapai 74%.

Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Lolos ke babak gugur dengan produktivitas yang luar biasa jelas bakal membangkitkan semangat juang anak-anak Ajax. Akan tetapi, mereka perlu berhati-hati. Pasalnya, Ajax belum berjumpa dengan tim dengan level kekuatan di atas mereka.

Seperti yang kita tahu, babak gugur Liga Champions kerap menghadirkan banyak kejutan. Siapa yang lengah bisa terjungkal. Pun siapa yang kalah mental sebelum bertanding juga bakal tersingkir dengan penuh rasa penyesalan.

Ajax perlu memetik pelajaran berharga dari pengalaman mereka di musim 2019. Kala itu mereka telah tampil luar biasa dengan menumbangkan perlawanan Real Madrid dan Juventus di babak 16 besar dan perempat final. Sayangnya, Ajax terjungkal secara dramatis di leg kedua babak semifinal oleh Tottenham Hotspur yang terus berjuang mengejar gol hingga menit-menit terakhir.

Semangat juang membara harus terus dijaga oleh Ajax. Namun, semangat saja tak akan cukup. Ada baiknya de Godenzonen terlebih dahulu memastikan lolos ke babak gugur sebagai juara grup C. Dengan begitu mereka akan terhindar dari kemungkinan lawan berat di babak 16 besar dan kans mereka untuk terus melaju jauh akan lebih terbuka.


***
Sumber Referensi: Marca, Sportco, Ad, Goal, PlanetFootball, football365.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru