Inilah Alasan Franck Ribery Mau Bergabung ke Salernitana

  • Whatsapp

Mantan pemain Bayern Munchen, Franck Ribery menandatangi kontrak bersama klub debutan Serie A, Salernitana. Ribery meneken kontrak selama 1 tahun bersama klub asal Salerno tersebut. Ia kabarnya digaji 1,5 juta euro atau sekitar Rp 25 miliar.

Bergabungnya Franck Ribery ke klub debutan memang bukan kabar yang menghebohkan. Setidaknya, kabar itu tertutup oleh desas-desus hengkangnya Messi dari FC Barcelona, dan Cristiano Ronaldo dari Juventus. Benar memang, Ribery bukan seperti Ronaldo dan Messi. Ia tidak memiliki pamor lebih untuk menarik perhatian media.

Namun, kepindahannya ke klub yang terbilang kecil itu mempunyai kisah yang cukup menarik dan sangat sayang kalau dilupakan begitu saja. Apalagi pemain sekelas Ribery seperti tidak pantas untuk bergabung ke Salernitana. Yup, benar, Fiorentina mungkin masih jauh lebih cocok untuk Ribery.

Prestasi Ribery

Sayang sekali penampilannya di Fiorentina tidak cukup baik. Ribery pun hanya dua musim membela Fiorentina sejak 2019. Ia didepak dari La Viola persis sebelum musim 2021/2022 bergulir. Kini ia bergabung dengan klub Salernitana, dan hal itu sungguh sukar dipercaya. Apalagi Ribery termasuk pemain yang bukan kaleng-kaleng.

Mari kita runut satu persatu prestasi pemain yang berjuluk The Scarface itu. Franck Ribery pernah membawa Galatasaray juara Piala Turki tahun 2004/05. Namun, prestasi terbaik Ribery adalah ketika ia bermain untuk Bayern Munchen. Bersama Die Roten, Ribery menjuarai Liga Jerman sebanyak 9 kali. Bukan hanya itu, ia juga menyumbangkan 6 gelar DFB Pokal, 1 Liga Champions, 1 Piala Super Eropa, dan 1 gelar Juara Dunia Antar Klub. Semuanya untuk FC Hollywood.

Berkat prestasinya itu, Ribery juga menyandang predikat Footballer of The Year tahun 2007 dan 2008. Ia juga menjadi pemain terbaik Eropa tahun 2013. Gelar-gelar tersebut jelas menunjukkan kalau Ribery adalah pemain hebat. Ia bahkan pernah menjadi salah satu pesaing terberat Ronaldo dan Messi dalam perebutan gelar Ballon d’Or.

Pernah Ditawari Klub Lain

Namun, kini performa apik Ribery seperti lenyap begitu saja. Kendati ia masih punya sedikit kemampuan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Hal itu dibuktikan ketika ia berstatus bebas transfer, usai dilepas Fiorentina ada beberapa klub yang tertarik memungutnya.

Hellas Verona adalah salah satu yang komitmen ingin merekrut Ribery. Meskipun Hellas bukan satu-satunya klub yang tertarik memakai jasa Ribery. Klub-klub rival di Serie A juga tertarik. Genoa dan Sampdoria tampaknya berminat memakai jasa pemain yang membawa Prancis runner-up di Piala Dunia 2006 itu.

Akan tetapi, yang menarik, nama Ribery justru menggema di Kota Salerno. Kota yang hanya berpenduduk sekitar 130 ribu jiwa itu membicarakan sosok Franck Ribery. Sebab klub asal Salerno, Salernitana dikabarkan telah mendesak Ribery untuk bergabung.

Akhirnya, Ribery pun yakin dan ujungnya sepakat untuk bergabung ke US Salernitana. Ia bahkan tidak mempermasalahkan besaran gaji yang, ya, terbilang sedikit untuk pemain yang penuh prestasi. Pertanyaannya, apa sebetulnya yang membuat Ribery memilih Salernitana, klub yang mungkin hanya dianggap lumbung gol oleh klub Serie A lainnya seperti Napoli hingga AS Roma?

Pengaruh Keluarga

Setelah mendapat informasi melalui agennya, Alain Migliaccio tentang tawaran bermain untuk Salernitana, Ribery langsung menghubungi keluarganya. Ribery akan ke Salerno, tapi dengan syarat keluarganya menyetujuinya. Ribery pun pergi ke Jerman, karena keluarganya ada di sana.

“Orang yang saya cintai sangat penting. Dia akan menentukan. Saya pergi untuk memberitahu tawaran ini,” kata Ribery seperti dikutip kanal olahraga, News In-24.

Dan, benar saja, Ribery mendapat dukungan dari keluarga. Kedatangan Ribery ke Salernitana mendapat lampu hijau. Agennya dan Davide Lippi, seseorang yang terlibat dalam negosiasi ini akhirnya menyelesaikan kontrak. Franck Ribery dikontrak Salernitana setahun dengan opsi perpanjangan.

Lingkungan yang Nyaman

Sebagai pesepak bola yang mendekati usia senja, bergabung ke sebuah klub dan hanya untuk bermain, rasa-rasanya sangat tidak mungkin. Ribery juga membutuhkan lingkungan dan suasana yang tentu saja nyaman. Kota Salerno yang terletak antara Pantai Amalfi di sebelah utara, dan Dataran Sele di sebelah selatan bisa menjawab kebutuhan itu.

Pemandangan Kota Salerno yang sungguh menawan membuat siapa saja bermimpi ingin ke sana. Dan, iya, Ribery mendapat kesempatan untuk itu. Jika ia bisa menguasai Villa mewah “Marina d’Albori” di Vietri sul Mare tak jauh dari Salerno, itu sungguh kenikmatan yang tiada tertandingi.

Villa tersebut memiliki kolam renang yang cukup menawan. Meskipun kalau ingin ke pantai juga tidak masalah, sebab jaraknya tidak terlalu jauh. Dan satu lagi yang tak kalah penting: sistem keamanan kota Salerno yang terkenal canggih.

Di pantainya, Salerno menawarkan Dolce Vita, semacam pertunjukkan musik di tepi pantai. Itu sangat disukai oleh Franck Ribery. Dolce Vita biasanya menampilkan bintang-bintang rock fenomenal di Italia, seperti DJ Fatima Hajji. Suatu hiburan yang tentu saja menyenangkan.

Atmosfer Pendukung

Walaupun terbilang berasal dari kota yang sempit, US Salernitana mempunyai ultras yang sangat loyal. Tifosi di sana sangat luar biasa. Dari awal, Ribery sudah dinanti-nantikan tifosi Salernitana. Jadi wajar saja apabila kedatangannya disambut dengan sangat meriah oleh pendukung I Granata.

Saat berkenalan di Stadion Arechi, markasnya Salernitana, sekitar 5 ribuan tifosi memadati stadion. Mereka berduyun-duyun ingin lebih dekat kepada Ribery. “Saya seperti di rumah sendiri. Saya seperti sudah berada di sini (Salerno) selama dua atau tiga tahun,” kata Ribery saat konferensi pers.

Yup, tifosi betul-betul mengelukan nama Franck Ribery. Saking antusiasnya, jersey nomor 7 Ribery pun robek saat menyapa ribuan orang di Arechi. Bersamaan dengan itu, Ribery bertekad memposisikan dirinya sebagai kakak untuk rekan satu timnya nanti. Pelatih Salernitana, Stefan Colantuono menaruh Ribery di posisi gelandang serang. Semenjak tidak di Bayern Munchen, Ribery memang sudah tidak menempati posisi sayap kiri. Sebagai gantinya, Ribery bakal ditempatkan di posisi attacking-midfilder sejak memperkuat Fiorentina.

Ia mengaku bakal membawa seluruh pengalamannya untuk mendongkrak performa Salernitana di kasta tertinggi Liga Italia. Ya, kita patut mendukung niat baik Ribery tersebut. Akan tetapi, pemain 38 tahun itu mesti sadar bahwa meskipun ia memakai seragam merah, tapi tim yang ia bela itu bukanlah Die Roten, melainkan I Granata. Klub bau kencur di Serie A yang hingga pekan 11 terseok di jalur degradasi.

Sumber referensi: news.in-24.com, aa.com, transfermarkt.com

Pos terkait