Menakar Peluang Juara Bertahan Portugal di EURO 2020

  • Whatsapp
Menakar Peluang Juara Bertahan Portugal di EURO 2020
Menakar Peluang Juara Bertahan Portugal di EURO 2020

Juara bertahan Piala Eropa, Portugal telah resmi mengumumkan skuadnya untuk menghadapi EURO 2020. Seperti yang banyak diprediksi, tim berjuluk Selecao itu membawa pemain-pemain terbaiknya. Fernando Santos, pelatih timnas Portugal paham betul betapa krusialnya EURO tahun ini. Bagaimana tidak, akan sangat memalukan bila Portugal yang notabene datang sebagai juara bertahan yang sudah pasti diunggulkan justru gugur di awal turnamen.

Pasalnya, sang juara bertahan mesti memulai EURO 2020 dari grup neraka. Portugal harus menghadapi kenyataan tergabung dalam satu grup yang sama dengan Prancis, Jerman, dan Hungaria. Jadi, bagaimana peluang Portugal untuk mempertahankan gelar juara di EURO tahun ini?

Bacaan Lainnya

Namun sebelum itu, mari kita analisis terlebih dahulu skuad Portugal pilihan Fernando Santos untuk EURO 2020 yang akan bergulir 11 Juni – 11 Juli 2021.

11 Pemain dari Skuad EURO 2016 Tersingkir di EURO 2020

Fernando Santos memanfaatkan dengan baik batas maksimal pemain yang boleh ia bawa. Sebanyak 26 pemain terbaik Portugal telah ia pilih dengan matang. Tak banyak kejutan yang diberikan pelatih 66 tahun itu. Beberapa pilar penting di Piala Eropa 5 tahun lalu masih ia pertahankan.

Dari skuad juara di EURO 2016, Santos meninggalkan 12 pemain. Dan keputusan mantan pelatih timnas Yunani itu juga dapat dipahami. 3 dari 12 pemain sudah memutuskan pensiun. Mereka adalah Eduardo, Eliseu, dan Ricardo Carvalho.

Sementara sisanya sudah lama tak dipanggil ke timnas. Mereka adalah Bruno Alves, Vierinha, Cedric Soares, Nani, Ricardo Quaresma, Andre Gomes, Adrien Silva, Eder, dan Joao Mario. Yang cukup disayangkan adalah terpinggirnya Cedric Soares dan Joao Mario. Semenjak pindah ke Arsenal di tahun 2020, Cedric tampil minimalis dan hanya jadi penghangat bangku cadangan.

Sementara Joao Mario sebetulnya tampil cukup apik dan berhasil mengantarkan Sporting Lisbon juara Liga Portugal. Sayang, performanya belum cukup untuk meyakinkan Fernando Santos untuk memanggilnya kembali sejak terpinggirkan pada 2020 lalu.

Namun diluar nama-nama tadi, 26 pemain pilihan Fernando Santos sudah cukup menjanjikan. 11 nama dari skuad juara EURO 2016 masih dipertahankan. Mayoritas pemain andalan yang jadi kunci juara di UEFA Nations League juga masih mengisi skuad Portugal tahun ini. Dengan rataan usia 27,9 tahun, skuad Portugal jelas berisi pemain-pemain matang.

Skuad Lengkap Portugal di EURO 2020

Di posisi penjaga gawang, Rui Patricio, kiper 33 tahun asal Wolverhampton sepertinya masih akan jadi pilihan utama Fernando Santos. Ia telah tampil sebanyak 92 laga dan selalu jadi pilihan utama di Piala Dunia 2014, EURO 2016, dan Piala Dunia 2018.

Bila bukan Patricio, Anthony Lopes dan Rui Silva tak kalah bagusnya. Lopes adalah kiper utama Lyon dan sudah membuat 94 saves dan 11 clean sheets musim ini. Catatan tersebut lebih baik dari statistik Rui Patricio. Sementara bagi Rui Silva, tampil di EURO 2020 bakal jadi debutnya di timnas senior. Kiper 27 tahun itu telah membuat 78 saves dan 8 clean sheets bersama Granada di La Liga musim ini.

Di posisi bek, Fernando Santos hanya memanggil 7 pemain saja. Mereka adalah Pepe, Jose Fonte, Ruben Dias, Joao Cancelo, Nelson Semedo, Raphael Guerreiro, dan Nuno Mendes. Jatah bek utama sudah pasti jatuh kepada Ruben Dias. Ia selalu jadi andalan Pep Guardiola dan berhasil membawa Manchester City juara Premier League musim ini. Dias juga terpilih sebagai pemain terbaik The Citizens dan pemain terbaik Liga Inggris versi Football Writers’ Association.

Pepe dan Jose Fonte yang masih tampil prima di usianya yang nyaris 40 tahun akan bergiliran menemani Ruben Dias. Jose Fonte sendiri baru saja juara Ligue 1 bersama Lille. Di posisi bek kanan, jatah starter akan diperebutkan rekan Dias di Manchester City, Joao Cancelo dan bek milik Wolverhampton, Nelson Semedo.

Posisi bek kiri Portugal di EURO 2020 bakal diperebutkan Raphael Guerreiro dan Nuno Mendes. Guerreiro jelas lebih unggul. Selain berhasil membawa Dortmund juara DFB-Pokal, ia juga produktif sebagai bek kiri dengan torehan 5 gol dan 10 asis. Namun, Nuno Mendes tak bisa dianggap remeh. Pemuda 18 tahun itu baru saja mengantarkan Sporting Lisbon juara Liga Portugal.

Untuk memperkuat lini tengah, Fernando Santos membawa 8 gelandang. Mereka adalah Joao Palhinha (Sporting Lisbon), Joao Moutinho (Wolves), William Carvalho (Betis), Danilo Pereira (PSG), Renato Sanches (Lille), Ruben Neves (Wolves), Sergio Oliveira (Porto), dan Bruno Fernandes (MU). Yang paling mentereng jelas Bruno Fernandes. Ia adalah top skor dan top asis Manchester United di Liga Inggris musim ini dengan 18 gol dan 11 asis. Bruno sukses mengantar MU lolos ke babak final Liga Europa musim ini dan baru saja terpilih sebagai pemain terbaik Setan Merah.

Di lini depan, skuad Portugal jauh lebih mentereng lagi. 8 penyerang yang dibawa punya kelebihan masing-masing. Mereka adalah Rafa Silva (Benfica), Diogo Jota (Liverpool), Goncalo Guedes (Valencia), Pedro Goncalves (Sporting CP), Joao Felix (Atletico Madrid), Bernardo Silva (Manchester City), Andre Silva (Frankfurt), dan Cristiano Ronaldo (Juventus). Santos jelas akan dibikin pusing dengan daftar tersebut.

Dari nama-nama tadi, Pedro Goncalves adalah debutan seperti Rui Silva. Meski begitu, Pedro adalah top skor Liga Portugal musim ini dengan torehan 23 gol. Gelandang serang Sporting Lisbon itu juga bisa memainkan posisi sayap dan striker. Selain Pedro, penyerang timnas Portugal lainnya yang berstatus top skor adalah Andre Silva dan Cristiano Ronaldo.

Andre Silva berhasil mencetak 28 gol di Bundesliga musim ini untuk Eintracht Frankfurt. Sementara Cristiano Ronaldo yang juga kapten tim adalah top skor Serie A musim ini dengan 29 gol. Ronaldo jelas pemain terbaik dalam skuad Portugal di EURO 2020. Magisnya baik di dalam dan di luar lapangan sudah terbukti di EURO 2016 lalu.

Selain para top skor itu, penyerang Selecao juga diisi para juara. Joao Felix baru saja mencicipi gelar La Liga bersama Atletico Madrid dan Bernando Silva juara Premier League bersama Manchester City. Fernando Santos juga punya sosok supersub dalam diri Diogo Jota. Musim ini, ia kerap tampil impresif saat memulai laga dari bangku cadangan Liverpool.

Dalam skuad EURO 2020, hanya ada 3 pemain yang sudah tampil lebih dari 100 laga untuk timnas Portugal. Mereka adalah Pepe (113 caps), Joao Moutinho (130 caps), dan Cristiano Ronaldo (173 caps). Mereka dipastikan bakal jadi mentor bagi rekannya di masing-masing posisi. Kepemimpinan dan mentalitas juara yang dimiliki 3 pemain tersebut akan sangat berguna bagi Portugal di Piala Eropa nanti.

Meski bukan yang paling mahal, skuad Portugal untuk EURO 2020 memiliki nilai pasar sebesar 829,5 juta euro. Di bawah asuhan Fernando Santos, Portugal hampir dipastikan bermain dengan skema 4 bek. Kreativitas dan rotasi akan terjadi di lini tengah dan lini serang.

Pasalanya, Portugal banyak berisi pemain bertipe menyerang. Maka dari itu, permainan proaktif dengan gaya main menyerang sangat bisa diharapkan. Sejauh ini, formasi 4-3-3 dan 4-2-3-1 selalu jadi favorit Fernando Santos. Meski masih mengandalkan Ronaldo, bukan berarti Portugal selalu bergantung kepadanya. Buktinya, dalam beberapa tahun terakhir, Fernando Santos sukses menjadikan Portugal sebuah tim utuh dengan kolektivitas permainan yang luar biasa.

Lalu, bagaimana peluang Portugal di EURO 2020?

Tergabung di grup neraka adalah langkah awal yang sulit bagi sang juara bertahan. Masalahnya, keberuntungan seperti yang mereka raih di babak grup EURO 2016 tak boleh jadi patokan. Kala itu Portugal cukup beruntung finish sebagai salah satu tim peringkat 3 terbaik berkat 3 hasil imbang.

Memang, memetik hasil minimalis seperti di Piala Eropa edisi sebelumnya masih sangat memungkinkan. Namun, anak asuh Fernando Santos mesti selalu mentarget menang di tiap laga. Sebab, meraih hasil imbang di hadapan Hungaria, Jerman, dan Prancis bukanlah perkara mudah.

Portugal akan membuka laga grup F melawan Hungaria (15 Juni). Di EURO 2016, kedua tim juga tergabung di grup yang sama. Kala itu, skor 3-3 jadi hasil akhirnya. Namun, di 2 pertemuan terakhir di kualifikasi Piala Dunia 2018, Portugal selalu menang atas Hungaria dengan skor 4-0 dan 1-0.

Di laga kedua, Portugal akan bertemu dengan Jerman. Ini bakal jadi laga paling berat bagi skuad Fernando Santos. Der Panzer adalah lawan terburuk Selecao di turnamen besar. Sejak Piala Dunia 2006, kedua tim selalu bertemu di EURO 2008, EURO 2012, dan Piala Dunia 2014. Di semua pertemuan itu, Portugal selalu kalah. Terakhir kali Portugal menang atas Jerman di turnamen besar terjadi di ajang EURO 2000.

Terakhir, Portugal mesti mewaspadai Prancis yang jelas ingin balas dendam. Portugal memang mengalahkan Prancis di final EURO 2016. Namun, di dua pertemuan terakhir kedua tim di tahun 2020, Les Blues mampu memetik 1 kemenangan dan 1 hasil imbang atas Selecao.

Akan tetapi, ada kabar baik bagi para pecinta timnas Portugal. Selecao punya rekor bagus selama lolos ke ajang EURO. Mereka sekali juara, sekali runner-up, 2 kali jadi semifinalis, dan 2 kali lolos ke perempat final sepanjang keikutsertaannya di Piala Eropa. Intinya, Portugal selalu berhasil lolos dari babak grup.

Apalagi, performa mereka di tahun 2020 dan 2021 cukup bagus. Portugal hanya sekali kalah dan mampu menang 5 kali dalam 7 pertandingan. Sementara di 3 laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2022, Cristiano Ronaldo dkk menang 2 kali dan sekali imbang.

Ini adalah modal bagus Portugal untuk menghadapi EURO 2020 nanti. Jadi, mampukah Portugal melangkah jauh hingga berhasil mempertahankan gelar juara Piala Eropa?

**
Sumber Referensi: Givemesport, CNN, FourFourTwo, Bola

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *