Masih Ingat Pemain Terbaik Cina Sun Jihai? Begini Nasibnya Sekarang

spot_img

Saat membicarakan pemain Asia yang merumput di klub-klub Eropa, bisa dikatakan China agak tertinggal. Tidak seperti Jepang dan Korea yang pemainnya cukup rutin menghiasi liga-liga top Eropa, tidak banyak pemain asal negeri tirai bambu yang berkarir di benua biru. 

Bahkan, untuk  saat ini, pemain China yang sangat fenomenal karena bermain bagus di Liga elit eropa hanya Wu Lei. Wu Lei bisa disebut sebagai primadonanya sepakbola China sekarang ini.

Usianya memang sudah 29 tahun, namun Wu Lei sukses membuka mata dunia bahwa pesepakbola China juga bisa bersaing dengan bintang-bintang top eropa. Wu Lei, yang berposisi winger bermain untuk Espanyol sejak 2019. Sejauh ini, ia telah tampil sebanyak 66 kali di semua kompetisi dan membukukan 9 gol, dengan satu diantaranya dijaringkan ke gawang klub sekaliber Barcelona pada awal 2020 lalu.

Meski begitu, jauh sebelum sosok Wu Lei menjadi perbincangan, China juga pernah punya berlian yang pernah merumput di liga elit eropa bernama Sun Jihai. Bagi kalian penggemar Liga Inggris, khususnya tim Manchester City, nama Sun Jihai mungkin terdengar tidak asing lagi. Pasalnya, Sun Jihai pernah membela The Citizen selama kurun waktu yang cukup lama. 

Pemain yang berposisi sebagai bek itu bisa dikatakan sebagai pesepakbola terbaik China sepanjang masa. Aksi-aksinya di lapangan hijau selalu dinikmati oleh para penggemarnya. Jika Korea Selatan punya Park Ji Sung, maka China punya Sun Jihai. Sama seperti Park, Sun juga dinilai cukup sukses berkarir di sepakbola eropa. Sun disebut-sebut sebagai pesepakbola China paling sukses.

Sun Jihai lahir pada 30 september 1977 di Zhuanghe, Dalian, Liaoning, China. Awal mula karir sepakbola profesionalnya dimulai di klub bernama Dalian Shide, di mana Sun bermain di klub tersebut mulai tahun 1995. Debutnya terjadi pada 28 Mei 1995, ketika melawan Sichuan Quanxing.

Seperti banyak pemain muda China top di generasinya, Sun Juga punya  keinginan untuk pergi ke kamp pelatihan pemuda China di Brasil yang disponsori oleh Jianlibao. Namun sayangnya, ia tidak terpilih karena dinilai kurang memiliki potensi. Meski demikian, Sun tidak patah semangat. Ia percaya bahwa sebuah kegagalan adalah awal dari kesuksesan.

Setelah kekecewaan itu, Sun tampil lebih giat lagi, ia terus memantapkan dirinya bersama klub yang dibelanya. Hasilnya pun tak sia-sia, Sun turut mengantarkan Dalian Shide merebut 4 gelar Liga China, satu trofi piala FA China, dan dua gelar piala super China. Setelah menikmati kesuksesannya bersama Dalian, Sun mulai berpikir untuk mencari klub baru.

Bersama Fan Zhiyi, ia menandatangani kontrak dengan Crystal Palace pada Agustus 1998. Saat itu statusnya sebagai pemain pinjaman selama semusim. 

Sun Jihai dan rekannya tersebut tercatat sebagai pesepakbola China pertama yang bermain di Inggris. Sun melakukan debutnya bersama Palace dan alami kekalahan 0-3 saat melawan Bury pada leg pertama Piala Liga 1998/99. Bersama Palace, Sun tampil cukup apik. Lalu setelah masa peminjamannya selesai, kubu Dalian kembali memanggilnya saat harus berjuang keras di dasar liga pada musim 1999.

Seiring berjalannya waktu, bakat dan potensi Sun dalam mengolah si kulit bundar tercium oleh salah satu klub papan atas Inggris, Manchester City, meskipun saat itu City belum disebut sebagai klub elit di negeri ratu Elizabeth. Klub berjuluk The Cityzen itu memboyong Sun dari Dalian Shide pada Februari 2002. 

Sun, pemain yang juga sukses mengantarkan tim nasional China ke Piala dunia untuk pertama kalinya itu digaet dengan mahar 2 juta pounds atau sekitar Rp 38 miliar. Tahun 2002 bisa dibilang sebagai tahun keberuntungan Sun, selain direkrut klub besar Inggris, ia juga tampil membela China di ajang Piala Dunia 2002.

Sun sendiri tercatat sebagai pemain asia pertama yang bermain bagi Manchester City. Ia melakukan debut saat City meraih kemenangan 4-2 atas Coventry City. Sun juga ikut membawa Manchester Biru promosi ke Premier League 2002/2003. 

Selama berseragam City, Sun telah ukir berbagai kenangan. Ia pernah terpilih sebagai pemain terbaik edisi september 2002 dan menjadi pemain Asia Timur pertama yang mencetak gol di Liga Primer sebulan setelahnya saat City meraih kemenangan 2-0 atas Birmingham City.

Meski demikian, tidak selamanya perjalanan Sun mudah, ia juga pernah melewati masa sulit. Dirinya pernah cedera ligamen yang membuatnya absen nyaris di sepanjang musim 2004/05. Ia sempat kembali pulih dan berhasil kembali masuk starting line-up.  Tapi, pada musim 2006/07, ia kembali cedera dan absen hingga 10 Februari 2007.

Seiring kedatangan pelatih baru Sven Goran Eriksson dan badai cedera yang selalu menyertai, Sun sudah mulai kehilangan tempatnya di Man City.  Hingga pada akhirnya, setelah tujuh musim memperkuat disana dengan jumlah penampilan 123 laga, Sun pindah ke Sheffield United pada 2 Juli 2008.

Namun, karirnya tidak berjalan mulus bersama klub berjuluk The Blades tersebut. Cedera jadi alasan utama Sun bermain tidak bagus bersama Sheffield. Hingga kemudian ia dilepas ke klub satelit Sheffield di Negeri Tirai Bambu, Chengdu Blades pada 2009. Semenjak itu, karirnya mulai goyah. Ia melewati perjalanan karir yang naik turun. 

Guizhou Renhe, Chongqing Lifan dan Beijing Renhe adalah sejumlah klub profesional di Liga China yang menjadi pelabuhan selanjutnya bagi Sun Jihai sebelum putuskan gantung sepatu pada 2016.

Selepas pensiun, Sun tidak melanjutkan karir sebagai seorang pelatih, pengurus klub ataupun profesi lain yang berhubungan dengan sepakbola. Tapi ia memilih untuk menjadi pengusaha.

Sun mendirikan Beijing Haiqiu Technology Company alias HQ Sports pada Februari 2016. Selanjutnya, pada Desember 2016, Sun mengumumkan keberhasilan mendapatkan sumber dana untuk HQ Sports, yaitu dari China Media Capital (CMC), Tencent, dan Yuan Xun Fund.

HQ Sports merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri olahraga. HQ Sports menggabungkan acara bincang-bincang yang menampilkan Jihai, aplikasi media sosial olahraga bernama MiaoHi, dan alat prediksi pertandingan yang disebut Aplikasi Jihai.

Berkat dana dari sejumlah investor besar tersebut yang totalnya mencapai 60 Juta USD,  HQ Sports sekarang telah berkembang menjadi perusahaan yang stabil. Selain itu, perusahaannya juga mendapat dukungan sebanyak 30% dari City Football Group. Hanya 3 tahun setelah didirikan, perusahaan Sun Jihai memiliki basis 400 juta pengguna di China. Itu setara dengan gabungan tujuh populasi negara terbesar di Eropa.

Dari bisnis yang ditekuni, pemilik 80 caps timnas China tersebut disinyalir memiliki pendapatan bersih hingga 20 juta pounds per tahun atau setara Rp 398 miliar. Tentu saja, jumlah itu jauh lebih banyak dibanding gaji beberapa pesepakbola profesional di Eropa masa kini.

Itulah kisah Sun Jihai, dari seorang pesepakbola terkenal menjadi seorang pengusaha sukses. Sosok Sun akan selalu menjadi perbincangan, selain karena mampu mengangkat profil sepakbola Inggris di China, Sun pula-lah yang membuat Man City memiliki banyak fanbase di China.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=5dM6tXgiD9U[/embedyt]

 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru