Kisah Tokelo Rantie : Dicoret Pelatih Karena Kentut Sembarangan

spot_img

Sepakbola selalu menyajikan fakta menarik untuk jadi pembahasan. Kali ini adalah soal pemain yang dicoret dari skuad karena kentut sembarangan. Nasib naas tersebut dialami oleh Tokelo Rantie, pemain asal Afrika Selatan. Jika biasanya seorang pemain dicoret dari skuad karena bermain buruk, tindakan indisipliner ataupun cedera, namun hal itu tidak berlaku bagi Rantie. Ia ditendang dari tim nasional karena kentut di depan sang pelatih. 

Tokelo Rantie merupakan salah satu pemain berbakat yang dimiliki Afrika Selatan. Karirnya dimulai di akademi Stars of Africa Academy, hingga pada 2009 ia masuk ke dalam skuad utama. Namun Rantie langsung dipinjamkan ke sejumlah klub seperti Ferroviario de Beira dan Maxaquene di negara tetangga Mozambik. Kemudian, ke Divisi II Liga Swedia, IFK Hassleholm, Orlando Pirates di Liga Afrika Selatan dan Malmo FF di Swedia.

Nama klub yang disebut terakhir berani mempermanenkan status Rantie meski sang pemain memulai musim dengan cedera lutut dan harus absen selama pramusim 2013. Bersama Malmo, Rantie menandatangani kontrak 4 tahun hingga akhir musim 2016. 

Setelah bermain cukup baik untuk Malmo, Rantie digaet klub Inggris, Bournemouth dan menjadi salah satu pemain yang diandalkan di klub tersebut. Pengalaman Rantie bermain di Eropa ternyata membuahkan hasil. Ia kerap dipanggil untuk memperkuat tim nasional Afrika Selatan. Debutnya dimulai pada 15 Juni 2012 dalam laga persahabatan melawan Gabon. 

Seiring berjalannya waktu, Rantie sering dipercaya untuk memperkuat tim nasional. Ia tampil di sejumlah pertandingan, baik turnamen piala Afrika, kualifikasi piala dunia ataupun pertandingan uji coba. Ia selalu dipercaya oleh juru taktik Afrika Selatan kala itu, Gordon Igesund, untuk mengisi lini depan skuad bafana-bafana.

Namun, nasib buruk kemudian menimpa Rantie seiring pergantian pelatih, dari Gordon Igesund ke Ephraim Mashaba pada 2014. Ia dicoret oleh Mashaba hanya karena angin yang keluar dari tubuhnya.

Peristiwa konyol itu terjadi dalam sebuah pelatnas singkat jelang pertandingan kualifikasi Piala Afrika 2017 pada 2016. Mashaba tampak geram dengan kelakuan pemainnya. Ia merasa dilecehkan oleh Rantie. Menurutnya, Rantie telah bersikap tidak sopan.

Atas alasan itu, Mashaba mendepak Rantie dari skuad.

Kabar pencoretan pemain kelahiran 8 September itu sangat mengejutkan dan sempat menjadi perdebatan sengit. Ditambah, posisi Rantie saat itu adalah pemain andalan timnas Afrika Selatan.

Banyak yang beranggapan bahwa Mashaba terlalu berlebihan. Parahnya, karena alasan nyeleneh sang pelatih, insiden pencoretan tersebut menjadi bahan candaan di Afrika Selatan selama berbulan-bulan.

Merasa tersudut karena masalah itu, Mashaba melontarkan alasan kuat mengapa ia mendepak Rantie.

“Untuk menjaga soliditas kekompakkan di tim ini, kami terpaksa mencoret Tokelo (Rantie) dari pemusatan latihan,” kata Mashaba saat itu.

Namun, berdasarkan investigasi yang dilakukan, sejumlah media mengklaim bahwa Rantie hanya menurunkan celananya dan tidak sengaja membuang gas di dekat pelatih berusia 69 tahun tersebut.

Asosiasi sepak bola Afsel (SAFA) secara resmi mengumumkan bahwa Tokelo Rantie telah dikeluarkan dari tim. Akan tetapi, mereka mengumumkan Rantie dicoret karena terlambat datang ke pemusatan latihan.

Tak lama setelah kejadian itu, Mashaba mengalami nasib tragis. Ia dipecat pada akhir tahun 2016 dan digantikan Stuart Baxter pada awal 2017.  Sementara Rantie kembali bermain, dan mendapatkan tempatnya lagi di skuad Afrika Selatan. 

Sayangnya karier klub Rantie mengalami kemunduran pasca meninggalkan Bournemouth menuju Genclerbirligi. Dia kurang produktif karena hanya mencetak 3 gol dari 26 laga. Kemudian, Rantie kembali ke negara asalnya untuk membela Cape Town City dan Mamelodi Sundowns.

Namun, bersama klub yang disebut terakhir, Rantie harus dipecat tanpa sekalipun mencatat menit bermain.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=WnjxiLhL7M4[/embedyt]

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru