Siapa nama pertama yang akan muncul dalam pikiran apabila kalian mendengar kalimat “Why Always Me?”? Yup, The one and only, Mario Balotelli. Kabarnya Super Mario akan mendapatkan kesempatan untuk kembali membela Timnas Italia.
Berita bakal kembalinya Balotelli ke dalam skuad Italia diperkuat dengan cuitan Fabrizio Romano yang mengatakan bahwa Mario Balotelli akan kembali dipanggil oleh Roberto Mancini untuk pertandingan Tim Nasional Italia berikutnya.
Mario Balotelli is back and will be called up by Roberto Mancini for Italian national team next games 🔙🇮🇹 #Balotelli
Exclusive news reported yesterday will be official in the next few hours. Announcement in place. Balotelli already had a direct contact with Mancini himself. pic.twitter.com/jFukUHXWLC
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) January 23, 2022
Seperti yang kita ketahui Italia memiliki jalan yang sulit untuk melaju ke Piala Dunia Qatar yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Mereka harus melewati fase play off bersama Makedonia Utara, Turki, dan Portugal guna mengamankan satu tempat di Piala Dunia 2022.
Nah, menjelang jeda Internasional yang akan datang, pelatih Gli Azzurri, Roberto Mancini memutuskan akan memanggil kawan lama untuk sedikit membantu Timnas Italia mempersiapkan diri sebelum melawan Makedonia Utara pada Maret mendatang.
Balotelli akan kembali ke skuad Italia untuk pertama kalinya sejak September 2018, dan melewatkan ajang Euro 2020 yang luar biasa bagi Timnas Italia. Balotelli tak lebih dari sebatas penggemar yang hanya bisa melihat kawan-kawan senegaranya larut dalam suka cita merayakan gelar juara Euro 2020.
Kini setelah Italia mengalami kesulitan untuk lolos ke ajang Piala Dunia 2022, Balotelli memiliki kesempatan kedua untuk memberikan “warna” berbeda di skuad Timnas Italia. Namun, apakah keputusan Roberto Mancini untuk memanggil si Anak Bengal kembali ke Timnas adalah keputusan yang tepat? Apa yang mendasari Mancini untuk memilih sosok Balotelli? Apakah tidak ada opsi lain?
Anak Emas Roberto Mancini
Kebetulan Mario Balotelli juga menyandang status sebagai “anak emas” Roberto Mancini. Terlebih karena Balotelli pernah menjadi andalan saat Roberto Mancini membawa Inter Milan juara Liga Italia, dan kala membawa Manchester City menjadi kampiun Liga Inggris.
Di dua musim terakhir Mancini menangani Inter, Balotelli yang masih muda turut membantu Nerazzurri menjuarai Liga Italia. Ia kemudian mengikuti jejak sang juru taktik ke Man City pada tahun 2010 dan semusim kemudian membantu The Citizens juara Liga Inggris.
Jadi, Mancini juga turut sedih ketika karier sepak bola mantan anak asuhnya menurun drastis. Di mana Balotelli hanya berseragam Adana Demirspor, klub yang baru promosi ke kasta tertinggi liga Turki. Padahal sebelumnya Super Mario sempat menjadi langganan lini depan Timnas Italia. Meski begitu, bagi Mancini, Balotelli tetaplah pemain dengan teknik hebat seperti yang biasa ia kenal.
Layak atau karena anak emas? Menurut @FabrizioRomano, Mario Balotelli akan segera kembali bela Timnas Italia. Kini berseragam Adana Demirspor 🇹🇷, sosok yang juga dikenal sebagai anak emas Roberto Mancini itu sukses cetak delapan gol dari 19 laga di SuperLig 2021/22. 📷: @zimbio pic.twitter.com/BMmpWK3AAP
— PanditFootball.com (@panditfootball) January 23, 2022
Lalu muncul pertanyaan, jika Mario Balotelli adalah anak emas dari sang juru taktik Timnas Italia, mengapa Balotelli tak dipanggil ke Timnas pada saat Italia tampil di ajang Euro 2020 atau Kualifikasi Piala Dunia kemarin?
Pertanyaan serupa pernah dilontarkan kepada Mario Balotelli, dan dijawab dengan diplomatis. Ia yakin bahwa Mancini sangat memahami karakter dan kemampuannya. Ia tahu Roberto Mancini tak memanggilnya ke Timnas karena kondisi dan kemampuannya belum mencapai level yang diinginkan oleh sang pelatih.
Jadi ia tak mau larut dalam kekesalan karena tak dipanggil dan lebih memilih untuk fokus memperbaiki kondisi fisiknya hingga laga pembuktian melawan Makedonia Utara Maret nanti.
Mario Balotelli Solusi Lini Depan Italia
Terlepas dari prestasi Italia tahun lalu, ada beberapa poin yang masih membuat Roberto Mancini merasa kurang puas. Meskipun dipenuhi nama-nama seperti Belotti dan Ciro Immobile, lini depan Gli Azzurri dirasa kurang memuaskan. Terlebih selama ini Italia hanya bergantung pada sosok Federico Chiesa yang mana bukanlah seorang penyerang murni.
Kini Italia hanya memiliki segelintir penyerang sejati bertipikal killer di depan mulut gawang, tercatat hanya Ciro Immobile, Andrea Belotti dan dua pemain muda milik Sassuolo yaitu Gianluca Scamacca dan Giacomo Raspadori.
Ciro Immobile dirasa belum maksimal, karena penampilan mengesankannya di Lazio tidak sepenuhnya diterapkan ketika berseragam Timnas Italia. Sedangkan Andrea Belotti sedang mengalami cedera dan dua pemain muda yang masih berusia dibawah 23 tahun dirasa belum cukup jam terbang, karena jumlah penampilan mereka tak mencapai sepuluh caps bagi Timnas.
Dalam situasi seperti ini, mudah bagi Mancini memutuskan untuk kembali bereuni dengan mantan anak asuhnya di Manchester City tersebut, terlebih si tulang punggung Timnas Italia pada gelaran Euro 2020 lalu, sedang mengalami masa sulitnya di Juventus. Federico Chiesa mengalami cedera ACL kala Juventus menghadapi AS Roma pada laga lanjutan Serie A kemarin.
💥Mario Balotelli (Adana Demirspor) 🔜 🇮🇹 pic.twitter.com/pZDb9KNzTt
— Furkan Bozoğlu (@BozogluFurkan) January 22, 2022
Dengan begitu, kehadiran Balotelli sangat dibutuhkan. Di usianya yang sudah menginjak 31 tahun, Mario Balotelli yang dikenal pembangkang dan susah diatur itu kini telah tumbuh dewasa. Beberapa tahun terakhir kalian pasti sudah jarang melihat berita kurang mengenakkan tentang dirinya, bukan? Kini ia adem-ayem bermain di Liga Turki, dan tampaknya menemukan penampilan terbaiknya di sana. Balotelli telah mencatatkan sembilan gol dan lima assist dalam 21 pertandingan bersama Adana Demirspor.
Pengalaman Mario Balotelli bersama Timnas Italia pun dipercaya sangat membantu lini depan Italia. Pernyataan itu dibuktikan dengan catatan Balotelli yang telah mengemas 14 gol dalam 36 penampilanya untuk Gli Azzurri di masa lalu.
Tepatkah Keputusan Roberto Mancini?
Dalam hampir separuh lebih perjalanan kariernya, Balotelli kerap gagal memenuhi ekspektasi para manajer dan beberapa klub papan atas yang memakai jasanya, sebut saja seperti Liverpool, AC Milan, hingga Marseille. Untungnya, masih ada klub papan bawah yang percaya dan mau menyelamatkan karier sepakbolanya, sebut saja Brescia, Monza dan sekarang klub promosi Liga Turki Adana Demirspor.
Jadi, layakkah Balotelli kembali berseragam biru putih khas Gli Azzurri? For your information aja, penampilan terakhir Balotelli bagi sang juara Eropa terjadi pada September 2018, ketika Italia bermain imbang 1-1 dengan Polandia di UEFA Nations League, dan gol internasional terakhirnya dicetak kala mengalahkan Arab Saudi 2-1 dalam laga uji coba pada Mei 2018 silam.
Mancini jelas paham betul setiap lini harus dalam kondisi terbaiknya jika Italia ingin lolos ke Qatar. Dengan situasi yang mana memungkinkan Italia bertemu Portugal yang memiliki beberapa bek tangguh seperti Pepe dan Ruben Dias, Immobile saja dirasa terlalu “sopan” apabila dihadapkan dengan ganasnya lini belakang Portugal.
Jadi, memanggil Mario Balotelli yang temperamental adalah pilihan yang patut untuk dicoba. Kembali dipanggilnya Balotelli, menandakan bahwa Roberto Mancini akan menghalalkan segala cara untuk lolos ke Piala Dunia Qatar.
Patut dinanti laga comeback dari si bengal di babak play off. Apakah Mario Balotelli dapat melengkapi kepingan puzzle yang hilang milik Timnas Italia? We will see…
Sumber: Football Italia, Marca, Lastwordonsport, Talk Sport


