Setelah sempat pergi ke Qatar, penyerang asal Kroasia, Mario Mandzukic, akhirnya resmi bergabung dengan AC Milan sampai akhir musim nanti, dengan opsi perpanjangan. Mandzukic memang sudah tak pernah lagi tampil di laga profesional sejak Maret 2020 lalu. Akan tetapi, pengalaman yang dimilikinya di kompetisi Serie A membuat Mandzukic begitu dipercaya untuk semakin memperkuat skuad asuhan Stefano Pioli dalam perburuan gelar juara.
Di usianya yang telah menginjak 34 tahun, Mandzukic percaya bahwa dia selalu siap bersaing untuk memperebutkan gelar juara. Meski sempat berstatus tanpa klub, dia tidak serta merta meninggalkan kewajibannya sebagai seorang pesepakbola profesional. Maka dari itu, bukan keputusan yang sulit bagi AC Milan untuk mengajak eks pemain Juventus tersebut bergabung ke San Siro.
Namun, Mandzukic dianggap memiliki masalah yang mungkin nantinya akan menghambat lajunya di klub bercorak merah-hitam. Dia belum lama ini mendeklarasikan bahwa nomor punggung 9 akan menemaninya pada musimnya bersama AC Milan.
Mandzukic merasa terhormat ketika manajemen mengizinkannya untuk mengenakan nomor punggung 9. Dia bahkan berjanji untuk selalu memberi upaya terbaik dalam setiap laga yang dijalani. Dia akan berusaha sekuat tenaga membantu tim dalam memenangkan trofi juara.
Akan tetapi, dengan munculnya kabar tersebut, para penggemar AC Milan jelas merasa was-was. Betapa tidak? Setelah Inzaghi menanggalkan nomor tersebut pada tahun 2012, belum ada lagi pemain yang mampu meneruskan ketajamannya sebagai penyerang Milan bernomor 9.
Inzaghi sendiri mengenakan nomor punggung 9 dari tahun 2001 sampai dengan 2012. Dia melanjutkan tradisi luar biasa penyerang Milan bernomor punggung 9 yang sebelumnya diisi oleh George Weah, Patrick Kluivert, Roberto Baggio, Daniele Massaro, Jean-Pierre Papin, Marco van Basten, Aldo Serena, Pietro Paolo Virdis, Angelo Sormani, Juan Schiaffino, Gunnar Nordahl dan Nils Liedholm.
Inzaghi bisa dikatakan sebagai penyerang nomor 9 terakhir di AC Milan yang meraih sukses besar. Super Pippo, sebutan akrabnya, berhasil meraih dua scudetto, dua Liga Champions Eropa, dan satu Piala Dunia Antar Klub.
Pippo telah memainkan sebanyak 300 laga dan berhasil mencetak 126 gol untuk Milan, dan tepat setelah dia pergi, belum ada lagi penyerang Milan bernomor punggung 9 yang mampu kesankan para penggemar.
Sebelum Mandzukic, ada nama Krzysztof Piatek yang kini memilih berlaga di kompetisi Bundesliga Jerman. Sebelumnya, dia merupakan sosok penyerang luar biasa di kompetisi Serie A. Sejak pertama kali mendarat di Italia, Piatek berhasil menjadi pujaan banyak penggemar Genoa. Dia menjadi idola baru dengan sukses bertengger di papan atas perburuan gelar top skor kompetisi Serie A.
Setelah menjadi buruan banyak klub besar, penyerang asal Polandia itu memilih AC Milan sebagai destinasi barunya. Awalnya semua berjalan lancar, setelah manajemen menolak permintaan Piatek atas nomor 9. Milan mengetahui betul beban yang didapat penyandang nomor tersebut, hingga membuat sang pemain akhirnya memilih mengenakan nomor punggung 19.
Dengan nomor tersebut, Piatek masih mampu melanjutkan ketajamannya bersama Milan. Namun, pada musim berikutnya, dia nekat mengenakan nomor punggung 9 dengan alasan ingin mematahkan kutukan yang selama ini membuat para penggemar I Rossoneri resah, ketika ada pemain yang memutuskan untuk memilih nomor keramat tersebut.
Kekhawatiran para penggemar pun menjadi kenyataan. Dengan pemilihan nomor punggung 9, setelah melakoni sebanyak 20 laga Piatek hanya mampu mengemas sebanyak 5 gol saja!
Sebelum Krzysztof Piatek, ada nama penyerang gahar asal Argentina bernama Gonzalo Higuain. Higuain yang dikenal sebagai predator ganas dan mampu menjadi ancaman serius di kompetisi Serie A, justru hanya betah tinggal di Milan selama setengah musim saja. Dia hanya berhasil mencetak 8 gol dari 22 laga yang dijalani bersama Milan, sebelum akhirnya menyusul mantan pelatihnya, Maurizio Sarri, di Chelsea.
Yang lebih menyedihkan lagi adalah sosok Andre Silva. Penyerang asal Portugal itu dulunya didatangkan dengan mahar yang tidak sedikit, yakni 38 juta euro atau setara 646 miliar rupiah. Namun prestasinya di atas lapangan tidak berbanding lurus dengan harganya yang terbilang tinggi. Resmi mengenakan nomor punggung 9 saat digaet Milan, dia sulit memenuhi harapan para penggemar.
Dari total 41 laga yang dijalani, Silva hanya mampu mengemas sebanyak 10 gol saja.
Kemudian sebelum Andre Silva, ada mantan top skor Serie B, Gianluca Lapadula, yang hanya bertahan selama semusim saja setelah mengenakan nomor punggung 9. Lapadula sejatinya merupakan sosok striker tajam. Dia memiliki kemampuan mencetak gol yang baik dan pandai dalam memanfaatkan peluang. Namun, nomor punggung 9 di Milan tampak terlalu berat baginya.
Datang dengan bekal 30 gol dari 44 laga dari Pescara, Lapadula hanya mampu mencetak delapan gol dari 29 kesempatan yang diberikan.
Berikutnya pada musim 2015/16, Luiz Adriano yang didatangkan dari Shakhtar Donetsk, sebagai pemain yang juga memegang nomor punggung 9, malah mendapati dirinya hanya mampu mencetak empat gol dari 26 pertandingan. Awalnya, Luiz Adriano diplot sebagai pengganti Fernando Torres dan Mattia Destro, yang sebelumnya juga mengenakan nomor punggung 9, namun masing-masing hanya mampu mencetak satu dan tiga gol saja, dalam setidaknya 10 pertandingan yang dijalani.
Sama seperti Fernando Torres, koleksi satu gol juga dicetak oleh Alessandro Matri. Tepat di musim 2013/14 setelah menjalani musim yang cukup baik bersama Juventus, dia tertarik untuk kembali membela AC Milan dan mengenakan nomor punggung 9.
Nahas, seperti yang sudah disinggung, dia gagal persembahkan apapun untuk tim Diavolo.
Lalu sampailah pada pemain pertama yang mengenakan nomor punggung 9, tepat setelah kepergian Filippo Inzaghi. Adalah penyerang asal Brasil, Alexandre Pato. Selama kurang lebih enam musim berseragam Milan, Pato sejatinya lebih dikenal dengan nomor punggung 7. Namun ia tertarik untuk mengenakan nomor punggung 9 pasca kepergian Inzaghi.
Hasilnya, dia malah pulang ke Brasil setelah hanya enam bulan bertahan dengan nomor punggung 9. Dengan hanya empat pertandingan yang dijalani, Pato cuma mengemas sebanyak satu gol saja untuk Milan.
Terang sudah, dengan kutukan nomor 9 di AC Milan yang begitu tersohor dalam dunia sepakbola, Mandzukic jelas memiliki beban berat. Selain diharapkan mampu membawa sesuatu yang istimewa ke kubu AC Milan, Mandzukic yang telah menciptakan 197 gol dari 497 laga kompetitif sepanjang karir juga dituntut untuk memutus kutukan nomor keramat tersebut.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=XurhILAzNAc[/embedyt]
Sumber referensi: football-italia, brfootball, givemesport


