Siapa klub terbaik di Eropa? Real Madrid? Alah, basi! Real Madrid memang sering disebut klub terbaik Eropa karena tidak ada tim lain yang memiliki gelar Liga Champions terbanyak selain Los Galacticos. Tapi khusus untuk musim 2022/23, tidak ada salahnya menyebut Manchester City tim terkuat Eropa.
Musim ini The Citizens benar-benar perkasa. Tidak hanya di kancah domestik, di kompetisi Eropa pun The Citizens sangat begitu kuat. Maka tak berlebihan rasanya jika khusus musim 2022/23, Manchester City adalah tim terkuat di Eropa.
Nah, Starting Eleven dalam hal ini punya alasan mengapa Manchester City layak disebut sebagai tim terkuat Eropa musim 2022/23. Apa saja? Berikut mengapa Manchester City layak disebut tim terkuat Eropa musim ini.
Daftar Isi
Penghargaan Club of The Year
Mari kita mulai dari hal-hal yang sulit untuk dinafikan. Yap, pada Oktober 2022 lalu Manchester City mendapatkan penghargaan Club of The Year. Ini tentu membuat semua orang terkejut. Mungkinkah dengan kekayaannya, City menyogok agar mendapat penghargaan tersebut?
Biasanya tim yang mendapat penghargaan Club of The Year di ajang Ballon d’Or adalah yang pernah memenangkan trofi Liga Champions Eropa. Walau musim ini mereka punya peluang besar untuk itu, tapi pada waktu diberikannya penghargaan tersebut City belum berstatus juara Liga Champions.
Manchester City – 2022 Club Of The Year 💙 pic.twitter.com/7oCTSvSU4g
— ۟ (@citehdx) October 17, 2022
Banyak yang terkejut akan hal itu. Semua mengira bahwa Real Madrid lebih layak mendapatkan penghargaan tersebut. Terlebih anak asuh Carlo Ancelotti baru saja meraih Liga Champions Eropa. Well, ternyata ada alasan mengapa Manchester City yang mendapatkan Ballon d’Or Club of The Year.
Dilansir The Athletic, penghargaan itu didasarkan pada klub dengan nominasi individu terbanyak. City memiliki tujuh pemain yang masuk nominasi. Kevin de Bruyne yang berada di tiga besar penghargaan Ballon d’Or dan Ederson Moraes yang masuk tiga besar penghargaan penjaga gawang menjadi salah duanya.
Kevin de Bruyne, qui nous régale depuis des années, est 3e de ce Ballon d’Or 2022. Totalement mérité ! 👏 🇧🇪 pic.twitter.com/XpRqfeoPQl
— Footballogue (@Footballogue) October 17, 2022
Manchester City juga menyelesaikan Liga Primer dengan luar biasa. Pemain Manchester City, Bernardo Silva memberikan komentar yang berbau satire soal penghargaan itu. Ia mengatakan Manchester City tak memiliki pemain dan pelatih terbaik, tapi bisa memenangkan empat trofi Liga Primer Inggris dalam lima tahun.
Keberadaan Pelatih Terbaik di Dunia
Sudah rahasia umum bahwa Pep Guardiola adalah pelatih terbaik di dunia saat ini. Kalaupun bukan satu-satunya, paling tidak Pep adalah salah satu yang terbaik dari yang pernah ada dan yang masih melatih.
Pria yang lahir di Santpedor, Spanyol ini pasti memberikan trofi ke tim mana pun yang dilatihnya. Prestasi terbaik Pep Guardiola tentu saja saat menukangi Barcelona. Pep Guardiola bahkan pernah mengantarkan Barcelona menjadi tim pertama yang meraih sextuple dalam semusim.
Selama menjadi pelatih, sampai hari ini Pep Guardiola sudah mengumpulkan 32 trofi, termasuk di dalamnya dua trofi pelatih klub terbaik di dunia tahun 2008 dan 2010. Pep juga merupakan murid dari pelatih terbaik lainnya, Johan Cruyff.
Happy 50th birthday to the best manager in the world, Pep Guardiola pic.twitter.com/DXb7lQm5di
— ⚡️🇧🇼 (@Priceless_Silva) January 18, 2021
Kehebatan Pep pun diakui oleh pelatih lainnya. Salah satunya seorang mufti strategi tiga bek, Antonio Conte. Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu mengakui bahwa Pep punya kriteria yang tepat untuk disebut sebagai pelatih terbaik di dunia.
“Saya pikir kita membicarakan pelatih terbaik di dunia (Pep Guardiola). Karena dia sudah menunjukkannya di banyak tim, banyak situasi berbeda, bahwa membangun sesuatu yang penting bagus,” kata Antonio Conte dikutip Daily Mail.
Kehadiran Erling Haaland
Faktor berikutnya adalah kehadiran Erling Braut Haaland. Pemain Norwegia itu jadi pembeda di kubu Manchester City. Jika dulu publik Etihad mengelu-elukan nama Sergio Aguero, kini ada Erling Haaland yang bahkan lebih berbahaya dari Aguero.
Haaland adalah mesin gol yang tampaknya tak akan pernah aus. Pemain Norwegia itu kemarin menyumbangkan dua gol kala The Citizens mengalahkan Leicester City 3-1. Sumbangan dua gol itu bikin Haaland menyamai rekor Mohamed Salah yang mencetak 32 gol dalam semusim.
Haaland sangat bisa menambah golnya. Ia juga tidak hanya produktif di kancah domestik tapi juga di level Eropa. Kalau ditotal Haaland sudah mencetak 47 gol dari 40 laga di seluruh kompetisi bersama The Citizens. Sementara Haaland menambah pundi-pundi golnya, tim Eropa lain tak memiliki striker sepertinya.
Erling Haaland is flying in the Golden Boot race 🎯 pic.twitter.com/XmXwBm56xJ
— B/R Football (@brfootball) April 17, 2023
Kedalaman Skuad
Kedalaman skuad sangat fundamental bagi sebuah klub di tengah padatnya kompetisi. Nah, Manchester City punya itu. Mereka layak disebut tim terkuat di Eropa karena memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Pep memiliki pemain-pemain yang kualitasnya hampir merata.
🇦🇷 Julián Álvarez has 17 G+A in 16 starts for Manchester City.
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) April 1, 2023
☑️ He’s scored in every game he has started at the Etihad.
He’s already scored two goals vs. Liverpool, two vs. Chelsea and one vs. Tottenham. 👏 pic.twitter.com/A8j2R7Dhra
Itulah mengapa ketika Haaland tak bermain, City masih bisa stabil. Lihatlah bagaimana Manchester City masih sanggup menyikat Liverpool pada awal April lalu. City bermain tanpa Haaland. Guardiola memasang Julian Alvarez sebagai ujung tombak. Kemenangan 4-1 pun diraih.
Misalnya lagi nih, Pep juga kehilangan Phil Foden yang cedera, tapi ia masih punya Jack Grealish. Dan terbukti sang GOAT bisa menjawab kebutuhan tim. Kedalaman skuad itu membuat Manchester City masih bertahan di Liga Champions dan Piala FA. City juga berpeluang mengulangi pencapaian MU ketika meraih treble pada 1999.
Manchester United’s treble parade, 1999. pic.twitter.com/78rVG6bFUA
— 90s Football (@90sfootball) March 31, 2023
Permainan Konsisten
Permainan Manchester City juga sangat konsisten musim ini. Setidaknya sampai April 2023. Dalam lima laga terakhir Liga Inggris, The Citizens menyapu bersih dengan kemenangan. Hal berbeda dialami oleh Real Madrid yang sering disebut tim terbaik.
Los Galacticos gagal memenangkan lima laga terakhir di La Liga. Mereka memenangkannya tiga kali dan dua kali harus menelan kekalahan. Selain itu, Manchester City juga masih bertahan di tiga kompetisi yang berbeda. Meski demikian permainannya tetap konsisten.
Di liga belum terkalahkan. Dalam empat pertandingan terakhir Piala FA, Manchester City belum kebobolan. Sementara di Liga Champions, mereka mengalahkan Bayern Munchen seperti mengalahkan Bristol City. Jadi, adakah tim yang sekonsisten Sky Blues?
ERLING HAALAND IS INEVITABLE! 🤖
— ESPN FC (@ESPNFC) April 11, 2023
MANCHESTER CITY 3-0 BAYERN MUNICH! pic.twitter.com/vbDhhQSHh6
Produktif Cetak Gol, Minim Kebobolan
Manchester City juga terus produktif dalam mencetak gol. Di Liga Inggris anak buah Guardiola telah mengemas 78 gol dari 30 laga. Mereka baru kebobolan 28 gol saja di Liga Inggris musim ini. Lebih sedikit dari Arsenal yang berada di puncak klasemen yang kebobolan 31 gol.
Di Piala FA sejak putaran ketiga hingga perempat final, City mengemas 14 gol dan nirbobol. Sementara itu di Liga Champions, Manchester City sudah mengemas 25 gol dan baru kebobolan tiga gol saja. Nah Real Madrid sendiri di fase grup Liga Champions saja sudah kebobolan enam gol.
Tak Banyak Masalah Internal dan Tak Terkalahkan di UCL
Jika standar kekuatan tim di lihat di kompetisi Eropa, City sangat memenuhi itu. Pasukan Guardiola belum terkalahkan di Liga Champions. Dari enam laga fase grup, City mengemas empat kemenangan dan dua hasil imbang.
Mereka juga mengalahkan RB Leipzig. Teranyar Manchester City menaklukkan Bayern Munchen yang bahkan ditukangi oleh orang yang dulu mengalahkan Pep Guardiola di final Liga Champions 2021. Kalahnya nggak main-main, 3-0.
Selain itu, Manchester City juga jarang diterpa masalah internal. Masalah Pep dengan Joao Cancelo sepertinya sudah selesai. Sang pemain dipinjamkan ke Bayern. Dan City sekarang tak punya masalah internal.
Record English team without losing at home in the Champions League:
— 𝑹𝒆𝒂𝒍 𝑷𝒓𝒆𝒅𝒊𝒄𝒕𝒐r (@predictorRM) April 11, 2023
-Manchester City 25 matches (lose at home in the 2023 Semifinals?
-Arsenal 24 matches (lost at home in the 2009 Semifinals).
-Manchester City in Champions League 11 consecutive victories against German teams. pic.twitter.com/vaZ5Y7Aev3
Mungkinkah City Punya Kelemahan?
Tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk Manchester City. Walau disebut tim terkuat Eropa musim ini, The Citizens punya kelemahan yang itu tak bisa dianggap tidak ada. Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah Pep Guardiola itu sendiri. Overthinking-nya itu menjadi kelemahan Manchester City.
Dilansir Manchester Evening News, Pep Guardiola juga mengatakan, kelemahan City adalah serangan balik. Tim bisa melakukan penguasaan bola. Tapi belum tentu solid ketika diserang balik. Kelemahan itu pernah dimanfaatkan oleh sang rival, Manchester United. Pada Januari lalu, MU berhasil mengalahkan City 2-1.
Manchester United 2-1 Manchester City
— Sam 🔰 (@united_sam05) April 7, 2023
What a day! pic.twitter.com/UbmnbYKIX9
Meski tanpa penguasaan bola, pasukan Ten Hag mengalahkan City lewat skema serangan balik yang memang sulit dibendung oleh pemain Manchester City. Namun, tampaknya hal tersebut mulai diperbaiki oleh Pep Guardiola. Sampai sini, setujukah kamu bahwa Manchester City adalah klub terkuat Eropa musim ini?
Sumber: Goal, TheGuardian, AS, ManCity, MEN, TheAthletic, Mirror, TheTransferRoom


