Mengapa Real Madrid Adalah Tim yang Harus Dihindari di Liga Champions?

spot_img

Ketika ditanya soal betapa sulitnya meraih Liga Champions, pelatih Manchester City, Pep Guardiola membeberkan alasannya. Dilansir Marca, Guardiola mengatakan bahwa yang membuat Liga Champions sangat sulit untuk dimenangkan adalah karena keberadaan Real Madrid.

Dengan kata lain, Liga Champions tidak akan menjadi sulit andai El Real tidak bermain di sana. Perkataan Guardiola ini juga sedikit banyak senada dengan apa yang dikatakan legenda Arsenal, Thierry Henry. Mantan pemain Barcelona itu mengatakan bahwa semua tim di Eropa takut pada Real Madrid.

Gianluigi Buffon saat berseragam Juventus juga tidak malu mengatakan bahwa ia takut menghadapi Real Madrid. Menurut Buffon, ketika timnya bermain di Liga Champions, satu-satunya tim yang harus dihindari adalah Real Madrid. Padahal Buffon sudah mengalahkan Real Madrid dua kali.

Tapi rekor itu tak membuatnya tenang ketika menghadapi Real Madrid. Jadi, mengapa demikian? Mengapa Real Madrid merupakan tim yang harus dihindari di Liga Champions?

Rajanya Liga Champions

Alasan klasik dan mungkin bisa menjadi tolok ukur paling kuat adalah karena Real Madrid merupakan rajanya Liga Champions. Anggapan itu tentu saja lebih dari sekadar gurauan seperti di panggung lenong. Los Galacticos nyatanya menjadi satu-satunya tim dengan gelar Liga Champions terbanyak.

Los Merengues total sudah 14 kali mengangkat Si Kuping Besar sejak tim itu didirikan. Terakhir kali Real Madrid melakukan itu pada edisi sebelumnya. Los Blancos sukses mengalahkan Liverpool di Prancis dan menggenapi trofinya menjadi 14.

Bukan hanya itu. Jika dihitung sejak tahun 2014, Real Madrid sudah mengumpulkan empat trofi Liga Champions. Lebih banyak dari klub mana pun. Masih belum cukup? Real Madrid juga menjadi satu-satunya tim yang bisa meraih hattrick Liga Champions di era modern.

Los Galacticos melakukan itu pada tahun 2016, 2017, dan 2018. Dari jumlah trofinya saja sudah membuktikan bahwa Real Madrid adalah rajanya Eropa. Apalagi Liga Champions memang merupakan supremasi tertinggi di level klub-klub Eropa.

Selalu Punya Skuad yang Mapan

Kunci sebuah konsistensi adalah susunan skuad. Dan Real Madrid dari tahun ke tahun tidak pernah kehabisan pemain dengan level bintang. Mereka selalu mempunyai skuad yang mapan. Sehingga siapa pun pelatihnya akan senang ketika melatih Real Madrid.

Hari ini misalnya, mereka punya Karim Benzema, striker paling berbahaya dan peraih Ballon d’Or. Real Madrid juga punya gelandang terbaik dari Negara Balkan, Luka Modric yang juga peraih Ballon d’Or. Real Madrid juga diperkuat Thibaut Courtois, kiper peraih Yachine Trophy.

Real Madrid juga pernah diperkuat dua Ronaldo. Cristiano Ronaldo dan El Fenomeno. Keduanya juga peraih Ballon d’Or. Los Galacticos juga sempat diperkuat Luis Figo dan Fabio Cannavaro yang juga peraih Ballon d’Or. Nah, musim ini saja, selain ada Karim Benzema dan Luka Modric, Real Madrid juga diperkuat pemain muda yang sudah mapan.

Eduardo Camavinga, Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, Vinicius Junior, sampai Rodrygo Goes. Konsisten dengan skuad mapan ini belum tentu dimiliki oleh tim-tim Eropa lainnya.

Fasilitas Oke

Keberadaan skuad mapan di Real Madrid tidak lahir dari ruang hampa. Los Galacticos menjaga betul warisan skuadnya dengan memberikan tunjangan fasilitas yang terbilang sangat baik.

Real Madrid adalah tim yang terus berinovasi. Tempat latihan mereka di Valdebebas menjadi salah satu, jika tidak menyebutnya satu-satunya, yang terbaik di Eropa bahkan dunia.

Legenda Real Madrid, Guti sebagaimana dilansir BBC mengatakan, Valdebebas adalah tempat paling sempurna untuk berkembang menjadi pemain hebat. Tempat yang diluncurkan pada 2005 ini disebut-sebut menjadi yang terbesar yang pernah dibangun klub sepak bola, khususnya saat itu.

Luas tanahnya saja sekitar 1.067 hektare. Letaknya tak jauh dari Bandara Madrid-Barajas. Valdebebas juga disebut lebih luas dari Lapangan Merah Moskow di Rusia. Menurut keterangan Guti yang juga bekerja di sana, pemain dan pelatih benar-benar diistimewakan. Oh kalau begitu benar saja Real Madrid selalu punya skuad yang mapan.

Selalu Punya Pelatih Berkelas

Selain punya skuad yang selalu mapan, Real Madrid juga tak pernah kehabisan pelatih berkelas. Hal itu membuat mereka sampai kapan pun menjadi tim yang harus dihindari di Liga Champions. Misalnya saja, Real Madrid sekarang dilatih Carlo Ancelotti.

Ancelotti seorang yang bergenetika Liga Champions. Baik saat menjadi pemain maupun saat menjadi pelatih. Jupp Heynckes yang meraih treble di Bayern Munchen pada musim 2012/13 itu pun pernah melatih Real Madrid dan membawa mereka juara Liga Champions.

Kenyataannya Real Madrid selalu dilatih oleh pelatih yang bermental juara. Jose Mourinho misalnya, meski ia gagal membawa Real Madrid juara Liga Champions. Los Blancos juga pernah dilatih Zinedine Zidane. Mental juara dunianya berhasil mengantarkan Real Madrid hattrick Liga Champions.

Vicente del Bosque juga pernah melatih Los Galacticos yang ditunjuk pada 1999 silam. Terbukti Del Bosque juga pelatih hebat. Selain memberi trofi UCL di musim pertamanya, Del Bosque juga mengulanginya pada musim 2001/02.

Sulit Terkalahkan

Mengapa Real Madrid harus dihindari di Liga Champions? Karena tim ini sulit terkalahkan. Real Madrid bahkan selalu lolos dari fase grup Liga Champions sejak musim 1995/96, tepat ketika sudah menggunakan format baru. Ini juga termasuk di Babak Kedua Grup yang dimainkan pada musim 1999/00 hingga 2002/03.

Real Madrid hanya tidak lolos fase grup pada musim 1996/97. Itu pun karena mereka tak bermain di UCL karena hanya finis di peringkat enam liga di musim sebelumnya. Real Madrid juga sulit terkalahkan di fase gugur. Namun bukan berarti tidak bisa kalah.

Musim 2019/20 saja mereka dikalahkan Manchester City di 16 besar. Lalu di musim berikutnya, giliran Chelsea yang menaklukkan Los Merengues di babak semifinal. Kelak Chelsea yang menjadi juara musim itu.

Meski demikian ada satu hal yang pasti: Real Madrid tidak pernah gagal ketika sudah sampai ke final. Maka muncul kredo bahwa kalau ingin kalahkan Real Madrid kalahkanlah sebelum sampai final.

Mentalitas

Yang terakhir tentu saja mentalitas. Real Madrid punya mentalitas Liga Champions. Pelatih mereka, Carletto terus terang mengatakan bahwa akan lebih mudah mendapatkan Liga Champions ketika melatih Real Madrid. Sebab mentalitas UCL tim ini memang tak ada tandingannya.

Ingat bagaimana mereka lolos di final Liga Champions musim lalu? Di perempat final, mereka nyaris saja gagal di tangan Chelsea. Namun gol Karim Benzema di perpanjangan waktu menjadi pembeda. Lalu di semifinal, Real Madrid juga nyaris kalah dari Manchester City.

Leg pertama pasukan Guardiola berhasil memenangkan laga dengan skor 4-3. Membuat semua orang yakin, City yang akan ke final. Eh, ternyata di Bernabeu keadaan berbalik lewat drama di menit-menit akhir. Real Madrid pun melangkah ke final setelah menumbangkan City 3-1 di leg kedua lewat babak perpanjangan waktu.

Ya begitulah Real Madrid. Mereka memang tim yang harus dihindari di Liga Champions. Namun kalau sudah takdir mau bagaimana lagi? Seperti halnya Manchester City yang harus ketemu lagi dengan Real Madrid di Liga Champions musim ini.

https://youtu.be/9f24SP4V4hA

Sumber: ESPN, BBC, Quora, Marca, RealMadrid

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru