Mana De Zerbi yang Dulu? Merosotnya Brighton and Hove Albion

spot_img

Atraktif, indah, enak ditonton adalah ciri khas permainan Brighton and Hove Albion. Selain Manchester City, tim yang terkenal canggih penguasaan bolanya adalah Brighton-nya Roberto De Zerbi. Josep Guardiola bahkan mengakui kalau Brighton adalah salah satu tim terbaik di Liga Inggris soal build-up.

Namun, puja-puji itu seketika lenyap musim ini. Klub berjuluk The Seagulls itu kehilangan marwahnya sebagai tim gebrakan di Liga Inggris. Performa mereka angin-anginan. Bahkan di pertandingan terbaru, Brighton nyaris saja gagal mengalahkan Nottingham Forest. Duh! 

Ke mana Brighton yang dulu? Di mana De Zerbi yang konon menjadi pelatih generasi baru yang dikagumi?

Anjloknya Brighton and Hove Albion

Hingga pekan ke-28 Liga Inggris musim 2023/24, Brighton belum sanggup merangsek ke enam besar. Mereka hanya duduk di posisi kedelapan dengan torehan 42 poin. Ini jelas penurunan. Musim lalu, Brighton sudah duduk di peringkat keenam pada gameweek ke-28.

Brighton juga tersingkir di putaran kelima Piala FA. Gol Mario Lemina di menit ke-2 tak mampu dikejar dan membuat mereka akhirnya takluk 0-1 atas Wolverhampton Wanderers. Ini juga kemerosotan drastis. Musim lalu, anak asuh De Zerbi padahal bisa melaju ke semifinal.

Empat pertandingan terakhir di seluruh kompetisi musim ini, The Seagulls hanya memenangkan satu laga. Mirisnya lagi, sebelum kemenangan atas Nottingham Forest, Brighton dihajar lebih dari dua gol dalam dua laga, melawan Fulham dan AS Roma. Di dua laga itu pula Brighton tak sanggup mencetak satu pun gol.

Bahkan jika diakumulasikan di laga terakhir, saat menang melawan Forest, tak ada satu pun gol yang berasal dari pemain Brighton. Mengingat gol kemenangan mereka dicetak oleh Andrew Omobamidele yang tiada lain pemain Forest itu sendiri.

Pontang-Panting di Laga Tandang

Ada satu kebiasaan buruk yang mulai dipelihara Brighton musim ini. Mereka gampang sekali kebobolan di laga tandang. Di laga kontra Luton Town, misalnya. Ini salah satu laga yang mungkin akan menjadi pertandingan paling menyedihkan Brighton musim ini. Betapa tidak? Mereka dihajar lewat skor yang luar biasa menyayat hati oleh pendatang baru.

Di Kenilworth Road, markasnya Luton, Brighton benar-benar terkapar. Gol pertama bahkan sudah dicetak Luton saat laga baru berjalan 18 detik. Ironisnya lagi, alih-alih membalas gol, Brighton justru kebobolan lagi saat pertandingan belum genap tiga menit.

Coba bayangkan, tim seperti Brighton tertinggal 2-0 hanya dalam waktu tiga menit! Dua gol itu juga tak sanggup dikejar Brighton. Mereka kebobolan lagi menit ke-42 oleh Elijah Adebayo. Baru 42 menit dan Brighton sudah ketinggalan 3-0 oleh Luton. Kejadian yang lebih kurang sama juga dialami saat melawat ke Villa Park, markasnya Aston Villa.

Di laga tersebut, Brighton dikepruk 6-1 oleh pasukan Unai Emery. Tahu apa yang menyedihkan? Pertandingan baru berjalan 26 menit, Brighton sudah tertinggal 3-0. Hal yang sama juga terjadi kala berkunjung ke Roma untuk melakoni 16 besar Liga Eropa. Di babak pertama, Brighton sudah ketinggalan dua gol dari Giallorossi.

Musim ini Brighton sungguh pontang-panting di laga tandang. Di Liga Inggris, dari 14 laga away, The Seagulls cuma memenangkan empat di antaranya dan menelan tujuh kekalahan. Jumlah kebobolan mereka di laga tandang juga lebih banyak dari laga kandang, yakni 28 gol berbanding 16 gol di Liga Inggris. 

Itu belum termasuk kekalahan away atas Chelsea di Carabao Cup, Wolves di Piala FA, dan AS Roma di Liga Eropa. Jika dihitung enam laga tandang terakhir, Brighton hanya memenangkan satu laga saja, yakni ketika menghadapi Sheffield United. Sisanya mereka kalah atas Luton Town, Tottenham Hotspur, Wolves, Fulham, dan AS Roma.

Brighton yang Mudah Kebobolan

Musim lalu hingga pekan ke-28 Premier League, Brighton baru kebobolan 35 gol saja. Bahkan lebih sedikit dari dua tim besar di atasnya, Manchester United (36 gol) dan Tottenham Hotspur (40) gol. Namun, musim ini The Seagulls justru menjelma tim yang gampang kebobolan.

Sampai pekan ke-28, Brighton menjadi tim ketiga dengan jumlah kebobolan terbanyak dari 10 tim teratas di Liga Inggris. Sudah 44 gol masuk ke gawang mereka. Jumlahnya sama seperti Wolves, tapi lebih sedikit dari Newcastle (48 gol) dan West Ham (49 gol).

Musim ini Brighton rata-rata kebobolan 1,6 gol per laga di Liga Inggris. Artinya, paling tidak setiap laga kebobolan satu gol. Ini menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan Brighton. De Zerbi bilang kalau beberapa pemainnya tak melakukan pendekatan yang tepat dalam bertahan. Ia mencontohkan di laga kontra Luton.

Pemain seperti Pervis Estupinan dan Pascal Gross kerap kalah duel. Di sisi lain para pemainnya juga sering melakukan pelanggaran. Estupinan, Carlos Baleba, James Milner, Adam Lallana, hingga Joel Veltman kerap melakukan pelanggaran di setiap laga. Bahkan pemain yang disebutkan rata-rata sudah diganjar minimal dua kartu kuning.

Padahal permainan De Zerbi selain bergantung pada ketepatan penguasaan bola, juga kemampuan setiap individu dalam memenangkan pertarungan serta mampu menandai satu lawan satu. Sayangnya, hal itu mulai hilang dari Brighton.

Sulit Mencetak Gol

Jika di lini belakang mereka kesulitan mencegah gol masuk, di lini depan para penyerang kehilangan caranya membobol gawang lawan. Betul bahwa dalam 28 laga di Liga Inggris musim ini, Brighton sudah mengemas 50 gol, sama seperti musim lalu dalam rentang waktu yang sama.

Akan tetapi, apabila ditelisik lagi, The Seagulls kelihatan sulit mencetak gol ke gawang lawan. Misalnya, kita lihat dari jumlah gol per laga. Menurut FotMob, Brighton rata-rata cuma mencetak 1,8 gol per 90 menit. Padahal The Seagulls termasuk tim yang paling sering melepas tembakan tepat sasaran di Liga Inggris.

Rata-rata Brighton menciptakan 6 tembakan tepat sasaran per laga. Mereka hanya kalah dari Arsenal (6,1), Liverpool (6,8), dan Manchester City (7,0). Mirisnya jumlah gol Brighton malah jauh lebih sedikit dari Aston Villa, Spurs, bahkan Newcastle yang lebih jarang melepas tembakan tepat sasaran.

Ini menunjukkan bahwa lini depan Brighton yang diisi pemain seperti Joao Pedro, Evan Ferguson, hingga Danny Welbeck tak becus mengonversi peluang menjadi gol.

Apakah mereka juga tak lagi jago menguasai bola? Kenyataannya tidak. Musim ini, Brighton jadi tim kedua yang paling banyak menguasai bola dan paling tinggi kedua akurasi umpannya setelah Manchester City.

Kehilangan Banyak Pemain dan Konflik

De Zerbi kelihatan frustrasi betul melihat kondisi timnya. Apalagi Brighton gagal mengganti talenta yang hilang dengan pemain baru. Betul bahwa Brighton mendatangkan Mahmoud Dahoud dan James Milner untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Alexis MacAllister dan Moises Caicedo. Tapi dua nama itu belum cukup memadai.

Brighton juga tak berdansa di bursa transfer Januari. Mereka malah fokus untuk menambahkan pemain U-21 dengan memboyong Valentin Barco yang berusia 19 tahun dari Boca Junior. Kondisi The Seagulls kian mengenaskan juga lantaran kerap tak diperkuat pemain pilar.

Dua pemain pilar mereka: Solly March dan Kaoru Mitoma masih dibekap cedera. Mitoma yang bahkan sudah mendapat kritik malah harus menepi selama sisa musim karena cedera pergelangan kaki. Di lain sisi, De Zerbi juga diganggu dengan isu kepindahannya.

Meski pelatih berpaspor Italia itu ingin bertahan, tapi isu kepindahannya ke berbagai klub besar membuat hubungannya dengan Brighton sedikit rumit. CEO Brighton, Paul Barber ingin ia bertahan dan untuk itu tak memberi tekanan besar untuk De Zerbi.

Dilansir The Athletic, Barber menargetkan Brighton finis 10 besar saja musim ini. Sementara De Zerbi ingin lebih dari itu. Kendati De Zerbi justru seperti tak menuju ke arah sana. Taktiknya memang bagus, tapi kini sudah terbaca oleh tim lawan. Disamping itu, De Zerbi juga cenderung naif. Ia sering tak punya alternatif strategi ketika timnya deadlock di atas lapangan.

Sumber: TheAthletic, TheAthletic, TribalFootball, TheAthletic, TheFootballFaithful, SkySports, Vavel, FotMob

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru