Langkah Mulus Inter Milan Menuju Scudetto

spot_img

Setelah kemenangan di Piala Super Italia, Januari 2024 lalu, Inter Milan seolah ditakdirkan untuk menggenapi trofinya dengan scudetto. Nerazzurri melaju mulus di Serie A musim ini. Kemenangan atas Bologna beberapa waktu lalu hanya untuk mengukuhkan posisi La Beneamata di puncak klasemen.

Simone Inzaghi tahu betul caranya membuat Inter menjadi tim yang mengasyikkan. Serangannya tajam. Pertahanannya tangguh. Caranya meneror pertahanan lawan dinantikan oleh para penggemarnya. Dan yang paling penting, Inter dibuatnya konsisten. Pelatih yang tak diperhitungkan itu justru berpeluang membawa kembali kejayaan La Beneamata.

Melaju Mulus di Serie A

Pintu kejayaan itu ada di depan mata. Inzaghi dan Inter tinggal membukanya. Ah, tidak, barangkali memang sudah terbuka sedikit. Setelah meraih tiga poin dari pasukan Thiago Motta, Inter paten di puncak klasemen.

Mengumpulkan 75 poin dari 28 laga, Inter berjarak 16 poin dari AC Milan di posisi kedua. Itu gap yang teramat jauh. Kemungkinannya kecil bagi Milan dan Juventus yang berada di belakangnya untuk mengejar.

Bahkan pelatih Milan, Stefano Pioli sendiri mengakui kalau perburuan gelar scudetto telah berakhir. Terus terang tak ada tanda-tanda kalau Inter bakal tergelincir dari singgasananya. Lagi pula Inter baru menelan satu kekalahan dan tiga hasil imbang dari 28 laga. Dahsyat sekali, kan?

Tajam dalam Menyerang

Inzaghi berhasil menyulap Inter menjadi tim yang tajam dalam menyerang, sehingga produktif mencetak gol. Inter bahkan menjadi tim dengan torehan gol terbanyak di Serie A dengan 70 gol.

Jumlah gol tersebut juga menjadikan Inter tim yang paling banyak menjebol gawang lawan di lima liga top Eropa. Hanya Arsenal yang bisa menyamai Inter.

Produktifnya Nerazzurri tiada lain berkat gacornya para penyerang. Lautaro Martinez, misalnya. Pemain berpaspor Argentina itu membuktikan kapasitasnya sebagai mesin gol. Kerja kerasnya turut menghidupkan lini serang Inter. Lautaro bukan tipe penyerang yang akan menunggu di sepertiga akhir pertahanan lawan saja, melainkan ikut masuk ke ruang antar lini.

Pergerakannya itu memberi opsi umpan. Jadi, ketika dalam fase menyerang, Inter tak akan kesulitan mencari tujuan. Alhasil Lautaro pun tak berhenti mencetak gol. Sejauh ini ia bermain dalam 24 laga di Serie A dan sukses menyarangkan 23 gol ke gawang lawan. Torehan itu menjadikannya top skor sementara Serie A.

Selain bergerak di ruang antar lini, menjemput bola, dan memberikan opsi umpan, Lautaro juga membentuk kerjasama yang luar biasa dengan Marcus Thuram. Pemain yang dibeli gratis. Ya, gratis! Dari Borussia Monchengladbach itu menjadi solusi untuk melakukan serangan langsung. Thuram bisa mencetak gol, tapi juga bisa memberikan umpan.

Solidnya Lini Tengah

Lini depan boleh punya insting mencetak gol, tapi jika lini tengahnya tak mendukung, semua akan jadi percuma. Nah, Inter tidak demikian. La Beneamata punya lini tengah yang solid. Inzaghi setidaknya punya lima jagoan di lini tengah: Henrikh Mkhitaryan, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Federico Dimarco, dan Denzel Dumfries.

Dalam fase menyerang, Inter akan memanfaatkan dua bek sayap eksplosifnya: Dumfries dan Dimarco. Dumfries akan mencari cara untuk menusuk dari sisi kanan. Ia akan mencoba masuk dan menemukan area tembakan ke arah gawang.

Sementara Dimarco yang bergerak di sisi kiri, akan lebih sering mendribel bola dan melepas umpan silang. Maka dari itu, Dimarco lebih banyak menciptakan umpan ketimbang Dumfries. Pemain 26 tahun itu melepas setidaknya 619 umpan sukses dengan tingkat akurasinya 84%. Dimarco juga sudah melepas 42 umpan silang.

Dumfries memang tak seperti Dimarco. Tapi dengan kemampuannya mencari ruang tembak, Dumfries bisa melepas setidaknya empat tembakan tepat sasaran dan tiga di antaranya berbuah gol. Ngeri sekali, kan? Selain dua bek sayap itu, tiga pemain lainnya juga berperan penting.

Mkhitaryan, Barella, dan Calhanoglu bekerja lebih tinggi. Beruntungnya Inter punya gelandang seperti Barella. Hampir semua peran gelandang diambil oleh pemain kelahiran Cagliari itu. Kemampuan membaca permainan, mengumpan, hingga keahlian dalam bertahan seperti tekel semuanya diembat.

Berbeda dengan Mkhitaryan dan Calhanoglu yang diplot sebagai pengumpan. Dua pemain ini kerap melepaskan umpan ke sepertiga akhir pertahanan lawan. Karena begitulah cara Inter mengancam lawan. Menurut Fbref, Mkhitaryan bahkan sudah melakukannya sebanyak 72 kali di Serie A musim ini. Gelandang Armenia itu juga mengemas tujuh asis.

Inzaghi juga bersyukur punya Calhanoglu. Pemain yang membelot dari AC Milan itu benar-benar berguna. Ia menjelma jenderal lapangan tengah yang, tentu saja, menjadi pemain paling sibuk dalam memberi umpan. Wajar kalau sejauh ini Calhanoglu sudah mengemas 1.424 umpan sukses.

Pertahanan yang Kokoh

Selain ngeri ketika menghunus pertahanan lawan. Di sisi lain, pertahanan Inter benar-benar alot untuk ditaklukkan. Ibarat daging, pertahanan Inter adalah daging kambing tua. Tengok saja di Serie A musim ini, Inter baru kebobolan 13 gol dalam 24 pertandingan. Jumlah tersebut bahkan menjadikan Inter tim paling sedikit kebobolan di lima liga top Eropa.

Bahkan sudah 18 kali gawang La Beneamata tidak kebobolan. Benar, mereka juga tim dengan clean sheets terbanyak di lima liga top Eropa musim ini. Salah satu faktor kokohnya pertahanan Inter adalah keberadaan Yann Sommer.

Kiper yang ditebus murah dari Bayern Munchen itu menjawab kebutuhan Inzaghi. Nerazzurri boleh kehilangan Onana, tapi Sommer membuktikan kalau ia pengganti yang tepat. Penampilan Sommer di bawah mistar selalu cetar. Kiper berpaspor Swiss itu membukukan 17 clean sheets, terbanyak di Serie A.

Ia juga kiper dengan tingkat persentase penyelamatan tertinggi di Serie A dengan 81,7%. Namun, kokohnya pertahanan Inter bukan kerja Sommer semata. Ada andil para bek seperti Acerbi, Bastoni, De Vrij, Pavard, hingga Bisseck. Acerbi, misalnya. Pemain bangkotan ini masih tangguh menggalang pertahanan Inter.

Sementara pemain muda seperti Alessandro Bastoni lebih istimewa lagi. Selain aktif berduel dan memotong aliran bola, Bastoni juga difungsikan sebagai penyuplai bola, terutama ke sepertiga pertahanan lawan. Tak ayal kalau Bastoni sudah melepas 112 umpan panjang akurat. Ia bahkan mencetak satu asis!

Kejeniusan Giuseppe Marotta

Para pemain Inter membuktikan bahwa mereka bisa solid di bawah arahan Inzaghi. Tidak hanya itu, mentalitas juga acap kali ditunjukkan di atas lapangan. Para pemain pantang menyerah, terus mengejar bola, dan rapi dalam skema. Hal itulah yang determinasi Inter di Serie A tak terbantahkan.

Selain Inzaghi, ada peran Giuseppe Marotta di balik kegemilangan Inter. Sejak bergabung tahun 2018 lalu, Marotta membantu klub memperoleh kembali pijakannya di level domestik maupun kontinental. Lewat strateginya, Marotta membangun skuad Inter dengan kombinasi pemain muda dan sepuh.

Marotta masih melakukan kebiasaan lamanya: membeli pemain yang sudah dianggap habis, seperti Mkhitaryan dan Arnautovic. Ia juga cerdik dalam merekrut pemain potensial, tapi tak perlu mengeluarkan duit banyak. Lihatlah bagaimana ia mendapatkan Thuram secara gratis.

Peluang Meraih Scudetto

Jarak dengan peringkat kedua yang sangat lebar. Peluang Inter menjuarai Serie A musim ini sangat terbuka. Bahkan superkomputer Opta memprediksi peluangnya 99,9%. Tidak ada yang bisa menjegal Inter. Nerazzurri hanya butuh lima kemenangan lagi untuk memastikan gelar Serie A musim ini.

Dengan kata lain, Inter berpeluang memastikan gelar dalam lima giornata mendatang. Tidak ada lawan sulit yang menunggu Inter dalam lima giornata ke depan. Napoli, Empoli, Udinese, Cagliari bisalah ditangani Inter.

Jika Inter melibas empat laga itu dengan kemenangan, giornata kelima menjadi sangat istimewa. Sebab Inter akan berjumpa AC Milan. Derby della Madonnina akan seru karena selain menyuguhkan rivalitas juga merupakan laga penentuan. Apakah Inter akan berpesta di Giuseppe Meazza, eh, San Siro?

Sumber: SempreInter, Assoanalisti, UltimoUomo, TuttoSport, TheGuardian, Fbref, Fotmob, EuroSport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru