Olivier Giroud membuktikan bahwa karirnya belum habis. Meskipun usianya sudah menginjak 30 tahun lebih, Giroud masih gacor di lapangan. Hal itu terbukti di laga melawan Austria pada gelaran UEFA Nations League.
Meskipun dibuang oleh Chelsea dengan harga diskon, Ia membuktikan bahwa jadi “buangan” Premier League bukan akhir dari karinya. Saati itu AC Milan membeli Giroud hanya seharga satu juta euro. Tapi Giroud tampil mempesona bersama AC Milan musim lalu.
Di musim pertamanya, Giroud langsung jadi bagian penting AC Milan. Ia pun memiliki peranan besar bagi rossoneri untuk meraih gelar scudetto musim lalu. Dari 38 penampilannya bersama Milan, pemain asal Prancis itu mencetak 14 gol dan 3 assist. Dan Milan selalu meraih kemenangan ketika dirinya mencetak gol.
Transformasi Giroud di Timnas
Giroud juga menjadi tulang punggung lini depan Prancis di Piala Dunia 2018. Namun banyak yang tidak sadar akan hal itu ketika semua mata tertuju pada aksi Mbappe. Banyak yang mengkritik Giroud karena dirinya tidak bisa cetak satu gol pun di Piala Dunia 2018. Tapi yang tidak banyak dilihat adalah Giroud mampu beradaptasi sebagai penyerang yang lebih modern.
Itu sebabnya Didier Deschamps memberikannya kepercayaan penuh dengan selalu memainkannya di semua pertandingan Piala Dunia 2018. Giroud bertransformasi menjadi penyerang yang melakukan pressing ketat di lini depan. Giroud menjadi pemain pertama Prancis yang melakukan pressing. Ia bahkan ditugaskan oleh Deschamps sebagai perebut bola dan mengacaukan proses build up lawan.
Deschamps tidak menugaskan Giroud sebagai pencetak gol. Namun, penyerang AC Milan itu tetap penting baginya. Deschamps membutuhkan pemain yang mau bekerja keras di dalam lapangan seperti Giroud.
Catat Rekor Menarik
Two goals off France’s all-time record*
Olivier Giroud is class 👌 https://t.co/HmmGIpyGWg
— Matt Santangelo (@Matt_Santangelo) September 23, 2022
Performa Giroud bersama timnas Prancis saat ini juga semakin impresif. Ia mencetak gol ke gawang Austria pada gelaran UEFA Nations League dan menyelamatkan Prancis dari dasar klasemen. Dan dengan golnya itu, Giroud mencatatkan rekor yang menarik. Giroud jadi pencetak gol tertua untuk Prancis, yaitu di usia 35 tahun dan 357 hari.
Rekor itu tadinya dipegang oleh Roger Marche di tahun 1959. Roger Marche saat itu mencetak gol ke gawang Spanyol di usia 35 tahun dan 287 hari. Rekor Giroud itu tampaknya akan semakin sulit dikejar. Sebab, dirinya masih punya banyak kesempatan untuk kembali mencetak gol bersama Les Blues. Mengingat catatan gol Giroud bersama tim Prancis juga patut untuk diapresiasi.
Giroud menjadi pencetak gol terbanyak kedua timnas Prancis dengan torehan 49 gol. Hanya berjarak dua gol dari pencetak gol terbanyak Prancis sepanjang masa, Thierry Henry. Artinya Giroud punya potensi besar menjadi pencetak gol terbanyak Prancis sepanjang masa, melewati sang legenda Arsenal, Thierry Henry.
Tak Ada Keinginan Lewati Sang Legenda
Namun, Giroud masih rendah hati dan mengatakan tidak punya keinginan untuk melewati rekor sang legenda, Thierry Henry. Giroud masih ingin mengutamakan kepentingan tim daripada individu. Hal itu diungkapkannya ketika laga persahabatan melawan Afrika Selatan pada Maret lalu.
“Saya senang bisa dekat dengan rekor Henry, Tapi melewati rekornya bukan obsesi bagi saya. Jika harus mengoper bola, saya akan mengoper bola. Saya akan memikirkan tim terlebih dahulu, baru setelah itu rekor saya”. Ungkapnya.


