Lord Jesse Lingard, West Ham, dan Mimpi Tampil Di Eropa

  • Whatsapp
Lord Jesse Lingard, West Ham, dan Mimpi Tampil Di Eropa
Lord Jesse Lingard, West Ham, dan Mimpi Tampil Di Eropa

Kompetisi Liga Primer Inggris, tak hanya memunculkan persaingan klasemen yang begitu ketat, namun juga sosok mengejutkan yang berhasil kembali ke puncak performa.

Jesse Lingard, yang kita kenal sebagai salah satu pesepakbola terbaik di dunia memiliki pengalaman yang amat mengagumkan bersama Manchester United pada musim 2017/18 silam. Di masa itu, capaian 13 gol dan 7 assist membuktikan bahwa Lingard memang pantas mengisi skuad utama Manchester United. Catatan itu pula yang pada akhirnya membuat Lingard masuk ke skuad Tiga Singa yang tampil di ajang Piala Dunia 2018.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi, pada musim berikutnya, semua tak berjalan sesuai rencana.

Entah apa yang terjadi, Lingard yang sebelumnya muncul sebagai pahlawan, justru berubah menjadi figur dari berbagai lelucon yang tersebar di dunia maya. Pada tahun 2019, Lingard bahkan sama sekali tidak mampu ciptakan satu pun gol atau assist dalam kesempatan yang diberikan. Pada awal 2020, kritik tajam mulai tertuju padanya. Malah, semenjak MU kedatangan pemain seperti Bruno Fernandes, namanya mulai tenggelam. Di musim 2019/20 sendiri, nasibnya benar-benar tak jelas. Selain hanya diberi 935 menit kesempatan di Premier League, Lingard, selain tenggelam oleh nama Bruno Fernandes, juga kian terpuruk setelah dia tak mampu bersaing dengan Mason Greenwood dan Marcus Rashford.

Beruntung, David Moyes yang berstatus sebagai pelatih West Ham United melihat ada sesuatu yang istimewa dari sosok Jesse Lingard. Tepat pada awal 2021 lalu, Lingard, yang banyak mendapat cacian dari para penggemar resmi menerima tawaran dari The Hammers. Dia bergabung dengan tim tersebut dengan status pinjaman sampai pada akhir musim nanti.

Di usia 28 tahun, Lingard dipercaya Moyes untuk membantu tim melangkah lebih jauh. Meski semua tahu kalau Lingard belum dimainkan sama sekali di Liga Inggris, dan cuma diturunkan sekali di Piala FA dan dua kali di Piala Liga Inggris, Moyes tetap pada pendiriannya.

Dia ingin mengulang kejayaan ketika berhasil memoles dua mantan MU, Phil Neville dan Louis Saha, yang mengalami penurunan performa saat masih tampil di Old Trafford.

Kepercayaan Moyes kepada Lingard pun bukan isapan jempol belaka. Hanya sekitar lima hari usai menandatangani kontrak, dia langsung diberi mandat untuk tampil di tim utama. Di laga debut Premier League bersama West Ham, Moyes memilih untuk mengistirahatkan Pablo Fornals dan Jarrod Bowen guna memberi ruang pada Lingard.

Di laga melawan Aston Villa itu, Lingard ditempatkan di belakang Michail Antonio, serta bertandem dengan Said Benrahma dan Ryan Fredericks di kedua sayap.

Lingard tampil dengan penuh semangat meski belum pernah tampil di kompetisi Liga Primer Inggris musim ini. Benar saja, dia beberapa kali mampu memberi ancaman sebelum akhirnya berhasil mencetak gol pertamanya untuk the Hammers di babak kedua. Tak sampai disitu saja, tujuh menit jelang bubaran, dia kembali mencetak gol dan sukses membawa West Ham menang dengan skor 1-3 atas Aston Villa.

Dampak dari keberhasilannya di laga debut bersama West Ham membuat Lingard bisa kembali tertawa. Dia mengaku rindu dengan sepakbola setelah apa yang dialami sebelumnya.

“Aku tersenyum sebelum dan sesudah pertandingan. Aku sekadar mencintai sepakbola dan senang bermain. Sudah lama, ya (sejak Lingard terakhir bermain sepakbola). Aku menikmati ini, dan pulang dengan dua gol serta tiga poin, yang merupakan hal terpenting,”

Usai laga tak terlupakan itu, Lingard terus menjadi andalan The Hammers. Dia kembali mencuri perhatian dengan performa yang ditunjukkan. Dalam 11 pertandingan yang dijalani bersama West Ham sejauh ini, Lingard berhasil mencetak sembilan gol dan catatkan empat assist.

Di klub nya sekarang ini, Lingard tampak diberi kebebasan dalam mengeksplorasi pertahanan musuh. Tak jarang, Lingard juga berperan sebagai inisiator serangan ketika menguasai bola.

Pada awal April lalu, Lingard bahkan mampu tampil menggila di laga melawan Wolverhampton Wanderers. Di laga itu, dia membantu West Ham dalam menjinakkan The Wolves dengan skor akhir 2-3. Satu gol dan satu assist-nya di laga itu membuat predikat man of the match jatuh ke pangkuan. Lingard berhasil memompa semangat skuad asuhan David Moyes dengan gol yang dicetaknya pada menit ke 6.

Delapan menit berselang, dia kembali mengirim kontribusi ciamik, setelah secara brilian mempertahankan bola dengan sempurna di sudut sempit dekat tiang corner lalu mengelabui penjagaan dan mengalirkan bola pada Arthur Masuaku. Kemudian, Arthur Masuaku langsung mengirim umpan kepada Pablo Fornals yang sukses mencatatkan namanya di papan skor.

Pada kontribusi berikutnya, Lingard berhasil mengirim assist sempurna kepada Jarrod Bowen, yang dengan mudahnya mencetak gol ketiga untuk West Ham.

Menyusul performa apiknya di laga melawan Wolverhampton, Opta mencatat, tak ada satupun pemain dalam sejarah Liga Primer yang mampu membuat keterlibatan gol lebih banyak dibanding Lingard sejak meniti debut karir untuk West Ham pada 3 Februari lalu.

Berkat penampilan gemilangnya bersama West Ham sejauh ini, Lingard bahkan kembali dipanggil untuk mengisi skuad Inggris sejak Juni 2019 silam.

Dengan apa yang ditampilkan sejauh ini, legenda MU, Gary Neville, sampai dibuat terheran dengan peningkatan performa yang ditunjukkan Lingard.

“Dia benar-benar pemain bagus. Dia akan memiliki karier gemilang. Manchester United telah mengirim dia ke West Ham untuk menghidupkan kariernya, mungkin juga untuk menaikkan harga jualnya,”

Perlahan tapi pasti, Lingard memang benar-benar mampu temukan kepercayaan diri di atas lapangan. Bahkan, dia diambang membawa tim yang bermarkas di Stadion Olimpiade London menatap kompetisi benua biru. Ya, klasemen Liga Primer Inggris musim ini tampak berbeda. Tidak ada Liverpool dan juga Arsenal di posisi lima besar. Setidaknya dalam 33 pertandingan yang telah dijalani. Disana, terdapat Leicester City yang duduk di peringkat ketiga, serta tentunya, ada West Ham, yang sampai saat ini mampu mempertahankan posisi kelima.

Jarak poin antar mereka pun tidak banyak. Bila West Ham mampu tampil konsisten, bukan tak mungkin mimpi mereka untuk bermain di kompetisi Eropa bisa terwujud.

Sumber referensi: Goal, Panditfootball, Fandom, Oh My Goal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *