Memanen Berlian Sepak Bola di Akademi Anderlecht

spot_img

Bagi pecinta sepak bola Indonesia, mungkin nama Anderlecht cukup asing. Namun, klub Liga Belgia itu terkenal punya akademi pemain yang hebat di jagad sepak bola. Bahkan, timnas Belgia saja juga memanen berlian-berlian mereka alias bakat-bakat terbaiknya dari Anderlecht.

Timnas Belgia memang layak berterima kasih kepada Anderlecht. Pasalnya, di Piala Dunia 2018 kemarin, dimana Belgia mampu finish di tempat ketiga, sebanyak 35% skuad timnas Belgia saat itu adalah lulusan akademi Anderlecht.

Pelatih timnas Belgia, Roberto Martinez membawa Vincent Kompany, Marouane Fellaini, Michy Batshuayi, Leander Dendoncker, Adnan Januzaj, Youri Tielemans, Dries Mertens, dan Romelu Lukaku ke Piala Dunia 2018 lalu. Kedelapan pemain tadi pernah menimba ilmu di akademi Anderlecht.

Lalu, bagaimana ceritanya hingga Anderlecht mampu menyumbang begitu banyak bakat hebat ke ‘generasi emas’ timnas Belgia? Berikut kisahnya.

Tak bisa dipungkiri bahwa Anderlecht merupakan klub tersukses di Belgia. Dibentuk pada 1908, klub berjuluk Purple & White itu menjadi penguasa Liga Pro Belgia. Sejauh ini, mereka sudah menjuarai liga sebanyak 34 kali, terbanyak di antara klub lainnya.

Selain itu, klub yang bermarkas di Lotto Park itu juga menjuarai 9 Belgian Cup dan 13 Belgian Super Cup. Anderlecht sendiri adalah salah satu raksasa Eropa di era 70 dan 80an. Hal itu dibuktikan dengan raihan 2 trofi Piala Winners 1976 dan 1978, Piala UEFA 1983, dan 2 Piala Super Eropa 1976 dan 1978.

Hebatnya, seluruh gelar bergengsi yang kini tertata rapi di lemari trofi Anderlecht itu tak lepas dari jasa para pemain lulusan akademinya sendiri. Anderlecht memang sudah terkenal sebagai klub top eropa yang memang mengandalkan darah muda dalam skuadnya. Musim ini saja, rataan usia skuad utama Anderlecht hanya 22,2 tahun.

Rahasia rataan usia yang sangat muda itu diawali dengan rapinya struktur akademi Anderlecht yang diakui dan dipuji di seluruh Eropa. Bahkan, berkat suburnya akademi Anderlecht yang tak pernah absen memproduksi pemain berbakat, model pengembangan akademi mereka banyak dipelajari dan diaplikasikan oleh akademi-akademi lainnya.

Suburnya akademi Anderlecht yang tak pernah absen menghasilkan berlian yang siap panen tak lepas dari jelasnya visi dan slogan klub. Anderlecht punya visi khusus untuk akademinya, yaitu “untuk menghasilkan pemain yang mampu bersaing di papan atas dan Liga Champions pada usia 18-21 tahun”.

Slogan mereka juga sangat bergairah, yakni “Turn your passion into your profession”. Meski terdengar sederhana, slogan tersebut diaplikasikan dengan program yang disiplin dan penuh dedikasi terhadap pengembangan sepak bola usia dini.

Anderlecht sendiri punya tim akademi berjenjang, dari U-8 hingga U-13 dan U-14 hingga U-21. Akademi Anderlecht mengajarkan pemainnya sistem permainan 3-4-3 yang menekankan pada sepak bola menyerang tingkat tinggi.

Fleksibilitas dan kemampuan adaptasi adalah kunci. Sebab, setelah para pemain akademi masuk ke tim U-15 hingga U-19, mereka akan bermain dengan formasi 4-3-3. Dari tim U-11 hingga U-19, ada empat sesi latihan 90 menit dalam seminggu, dengan satu pertandingan kompetitif di dalamnya.

Saat para pemain masuk ke kategori elit, yakni U-21 sesi latihan 90 menit diadakan setiap hari. Dengan jadwal di awal pekan adalah latihan ketahanan dan kekuatan. Namun, setiap menjelang pertandingan, penekanan dialihkan ke jadwal yang lebih taktis dan teknis. Perlu digaris bawahi bahwa bagi orang Belgia, termasuk Anderlecht, cara bermain jauh lebih penting ketimbang hasil. Usaha yang utama, menang adalah bonus.

Anderlecht tak hanya berkomitmen untuk menghasilkan pesepakbola berbakat saja. Namun, mereka punya ambisi mulia, yakni melatih para pemain akademinya sebagai pemimpin, sebagai panutan, dan sebagai ikon. Inilah alasan mengapa akademi Anderlecht sangat dihargai di jagad sepak bola Eropa.

Cara akademi Anderlecht tak hanya mempersiapkan para pemainnya untuk menghadapi sepak bola saja, melainkan juga untuk mempersiapkan mereka di kehidupan nyata. Di Anderlecht ada satu program khusus yang bernama ‘Purple Talent Programme’.

Program tersebut dibentuk pada tahun 2007 silam dan diinisiasi oleh ayah Romelu Lukaku. Program tersebut berupa kolaborasi Anderlecht dengan sekolah-sekolah lokal di sekitarnya. Dengan begitu, akademi Anderlecht akan mendapat lebih banyak akses ke bakat muda sekaligus tetap memastikan para rekrutannya mendapat pendidikan.

“Ayah Romelu-lah yang mendorong kami untuk memulai kolaborasi dengan sekolah. Pada usia 15 tahun dia menjadi terkenal dan ada banyak peminat. Dia mengatakan kepada saya ‘Lille, Lens, Auxerre, dan Saint-Étienne semuanya tertarik pada putra saya dan semua klub itu dapat memberinya sekolah, akomodasi, dan pendidikan sepak bola. Ada segalanya’.” kata direktur akademi Jean Kindermans kepada Cano Football.

Dalam program tersebut, para pemain akan mengikuti kelas pagi yang diberikan oleh pelatih di Pusat Pelatihan Anderlecht. Kelas individu ini didasarkan pada pengembangan teknis para pemain dengan mementingkan kesempurnaan dan kecerdasan teknis. Kelas tersebut dijalankan tiap pagi sebelum para pemain melanjutkan sekolah akademisnya.

Anderlecht juga punya fasilitas pelatihan yang modern. Tak hanya dilengkapi dengan lapangan rumput, mereka juga punya lapangan sintetis, pusat kebugaran, dan pusat medis. Akademi Anderlecht juga tak hanya dijalankan oleh pelatih-pelatih sepak bola saja. Mereka juga memperkerjakan tenaga pendidik pada tim mudanya. Tujuannya adalah untuk membentuk dan menanamkan mental pemenang kepada para pemainnya.

Meski tak selalu berorientasi pada hasil, tetapi akademi Anderlecht juga tak mengesampingkan prestasi. Di kompetisi UEFA Youth League yang mempertandingankan tim U-19, Anderlecht sukses 2 kali menjadi semifinalis pada 2015 dan 2016 silam.

Setelah menimba ilmu di tim akademi, para lulusan akademi Anderlecht tersebut tak hanya dinikmati oleh timnas Belgia saja. Bakat sepak bola dari Anderlecht juga sukses mendatangkan pundi-pundi pemasukan kala diminati klub lain.

Youri Tielemans misalnya. Setelah dipromosikan ke tim utama pada 2013 silam, Tielemans kemudian sukses mempersembahkan 2 trofi liga dan 2 trofi super cup selama 4 tahun berseragam Anderlecht. Gelandang yang dipromosikan dari tim U-17 Anderlecht itu kemudian dijual ke Monaco dengan harga 26,2 juta euro.

Begitu pula dengan Romelu Lukaku dan Vincent Kompany. Setelah mencetak 41 gol selama 4 musim berseragam Anderlecht, Lukaku kemudian dilego ke Chelsea dengan biaya 15 juta euro pada 2011 silam. Sementara itu, Kompany dilego Anderlecht ke Hamburg pada 2006 silam dengan biaya 10,5 juta euro.

Kini, baik Tielmens dan Lukaku telah menjelma jadi bintang di Leicester City dan Inter Milan. Keduanya juga jadi pilihan utama Roberto Martinez di timnas Belgia. Sementara Kompany yang telah pensiun pada 2020 lalu, sekarang tengah mengabdi sebagai pelatih Anderlecht.

Di bawah asuhan Kompany, ada dua pemain lulusan akademi Anderlecht yang kini jadi incaran banyak klub. Keduanya adalah Albert Sambi Lokonga dan Yari Verschaeren yang sama-sama berposisi sebagai gelandang. Keduanya jadi bukti terkini bahwa akademi Anderlecht tak pernah berhenti menghasilkan pesepakbola berbakat.

Dengan dukungan fasilitas modern, struktur akademi yang rapi dan berjenjang, visi dan filosofi yang jelas, dan program serta pelatih-pelatih profesional, akademi Anderlecht tak akan pernah berhenti memproduksi berlian-berlian sepak bola yang siap panen.

***
Sumber Referensi: Squawka, These Football Times, The Guardian, Cano Football,The Football Faithful

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru