Liverpool kini sedang siaga satu, para pemain mereka satu persatu mulai bertumbangan. Baru awal musim mereka sudah ditimpa masalah klasik, yakni cedera. Dikala kedalaman skuadnya yang tak seimbang secara kualitas, The Reds kembali harus berkaca apa yang menimpanya di musim 2020/21.
Salah satu yang harus segera dilakukan mengatasi kedaruratan ini adalah menambah amunisi baru. Mumpung bursa transfer belum ditutup, The Reds jangan terlalu kepedean dengan skuad yang ada di tengah keadaan darurat seperti ini.
Will Jurgen Klopp make any additions to his squad before the Transfer window closes? 🔴 pic.twitter.com/wDUTpDQdPA
— Sky Sports Premier League (@SkySportsPL) August 8, 2022
Klopp Jangan Terlalu Pede
Klopp pernah berkata setelah mereka kedatangan Nunez, Ramsay dan Carvalho. Bahwa mereka sudah cukup dengan skuadnya musim ini. Akan tetapi, keadaannya sekarang berbeda. Nyatanya badai cedera mulai melanda kembali.
Latest news from Sky Sports
Jurgen Klopp: Liverpool manager appears to rule out midfield signing during summer transfer windowhttps://t.co/iIlw4A0kOP
#lfc #ynwa pic.twitter.com/hPFKqFmWSl
— LiverpoolNews_365 (@LFCNews_365) August 12, 2022
Hal itu ternyata berimbas juga kepada performa. Partai pertama melawan Fulham menjadi partai pembuka yang buruk bagi Liverpool. Di kala menjamu tim promosi sebelumnya, mereka selalu mulus. Thiago menjadi korban pertama pemain yang cedera. Berkat cederanya itu, ia mungkin akan absen 6-7 pekan.
Menghadapi Crystal Palace akhirnya terbukti. Dari segi permainan, lini tengah mereka kurang berjalan maksimal tanpa Thiago. Meski Elliot yang dipasang juga sebenarnya tampil tak terlalu jelek. Tapi apakah akan selalu membebankan Elliot yang masih berusia semuda itu untuk selalu konsisten?
Kehilangan beberapa lini tengah juga tak mampu ditutupi dengan peran para penyerang maupun bek mereka. Apalagi bek seperti Matip, Gomez dan Konate juga masih sempat tumbang karena cedera. Duet yang dipasang seperti Van Dijk dan Nathaniel Philips juga terbukti kurang tampil maksimal. Hal itu juga tak bisa murni disalahkan pada duo tersebut, karena mereka juga jarang bermain bersama.
Ditambah lini depan mereka yang kurang menggigit setelah kepergian Mane. Jota dan Firmino juga belum terlalu fit 100%, membuat mereka harus memasang Nunez-Diaz-Salah sebagai trio andalan mereka. Celakanya Nunez kini dihukum karena kartu merahnya. Dan ia akan absen selama beberapa pekan kedepan. Beberapa kehilangan dari lini belakang, lini tengah dan depan inilah yang menyebabkan The Reds kini dalam keadaan darurat alias siaga satu.
New Liverpool News!
Darwin Nunez should be slapped with a FIVE-game ban for ‘assault’https://t.co/9Jhr62fYjY
[Source: Daily Mail]#lfc #ynwa pic.twitter.com/1KQ9KR913P
— LiverpoolNews_365 (@LFCNews_365) August 16, 2022
Klopp dengan situasi ini mungkin mulai gusar. Benar saja, Klopp akhir-akhir ini mungkin akan berubah pikiran dengan keadaan mereka sekarang. “Solusinya tentu adalah bursa transfer. Namun kami hanya ingin membeli pemain yang tepat, dan sayangnya mencari pemain yang tepat diwaktu sekarang itu mungkin sulit,” kata Jurgen Klopp, dilansir Sky Sports.
🗣️ “The right player not a player.”
Jurgen Klopp appears to rule out Liverpool signing anymore players despite several injuries in his squad 💰 pic.twitter.com/cLoqsOu0gu
— Sky Sports News (@SkySportsNews) August 12, 2022
Perkataan Klopp itu menunjukan bahwa ia benar-benar merespon keadaan darurat ini dengan kekhawatiran. Bagaimana tidak? Klopp pernah dilema dengan keadaan seperti ini ketika di musim 2020/21. Mereka ketika itu terpuruk karena beberapa pemain cedera. solusinya pun sama yakni di bursa transfer, yang hanya berakhir dengan pembelian panic buying dan gagal.
Belajar Dari Pengalaman
Kita ingat dulu ketika problem utama merosotnya performa Liverpool ketika bek andalan mereka Van Dijk dilanda cedera parah. Pertahanan Liverpool seketika rapuh, Fabinho maupun Henderson yang sementara diplot sebagai centre back terbukti tak berjalan maksimal. Mereka pun pada Januari 2021 didesak untuk mencari bek baru.
Liverpool’s 2020/21 injury crisis so far 😳 pic.twitter.com/PxCDHLy3HN
— Sport360° (@Sport360) November 17, 2020
Akhirnya dengan dana seadanya, dan stok bek handal yang tak banyak ketika itu, mereka hanya mendapatkan pemain macam Ozan Kabak maupun Ben Davies. Mereka diharapkan menjadi pelapis sementara Van Dijk hingga akhir musim. Namun bagaimana hasilnya? mungkin semua publik Anfield sudah tahu. Jadi, apa yang terjadi sekarang dengan perkataan Klopp tentang mencari “pemain yang tepat” harus menjadi rujukan.
Liverpool’s crisis in defense worsened last week as Joël Matip suffered an ankle ligament injury in a 3-1 win vs. Spurs.
With Virgil van Dijk, Joe Gomez and Matip set to miss the rest of the season, sporting Michael Edwards brought in two center backs: Ozan Kabak and Ben Davies. pic.twitter.com/KRRtyNGIsv
— Breaking The Lines (@BTLvid) February 3, 2021
Lalu kategori “pemain yang tepat” menurut Klopp itu yang seperti apa? Kalau berharga mahal, tentu juga akan susah. Karena Klopp sendiri pernah mengatakan bahwa cara kerja klub ini dalam urusan jual beli pemain sudah jelas.
“Kebijakan disini jelas. Kami membelanjakan apa yang kami peroleh, jika kami menghasilkan lebih banyak, kami dapat membelanjakan lebih banyak. Jika kami berpenghasilan lebih sedikit, kami pun membelanjakannya lebih sedikit,” kata Klopp dikutip Sport Illustrated.
Tampaknya perkataan itulah yang dirujuk sebagian orang untuk menyebut betapa pelitnya pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG) dalam berinvestasi di bursa transfer. Mungkin bisa menjadi contoh, ketika mereka membeli mahal Van Dijk dan Allison. Uang mereka sebagian besar berasal dari uang penjualan Coutinho ke Barcelona. Artinya FSG hanya keluar sedikit uang.
Di musim ini pun hampir sama, ketika mereka mendapatkan mahal Darwin Nunez, uangnya pun sebagian besar berasal dari penjualan Mane, Neco Williams, maupun Minamino. Pertanyaannya sekarang, apakah FSG dengan keadaan darurat Liverpool seperti sekarang ini, masih mau keluar uang lagi untuk membeli amunisi baru buat The Reds?
Tunjuk Gelandang Baru Segera
Dengan keadaan darurat seperti sekarang ini, Klopp mau tak mau harus menelan ludahnya sendiri. Perkataannya yang seolah “kekeh” dengan berhenti membeli pemain lagi pada bursa transfer musim panas ini, harus dicabut.
Klopp sangat butuh suntikan gelandang baru saat mereka banyak kehilangan pemain di posisi vital ini. Ditambah lagi kehilangan Matip, Konate, maupun Gomez di posisi centre back. Hal itu menambah masalah baru kedalaman pertahanan Liverpool.
Liverpool’s injuries so far this season:
🚑Thiago
🚑Matip
🚑Konate
🚑Jota
🚑Firmino
🚑Jones
🚑Oxlade-Chamberlain
🚑Tsimikas
🚑Ramsay
🚑Kelleher10 injuries this early on in the season is alarming.
— Anfield Edition (@AnfieldEdition) August 16, 2022
Penunjukan segera gelandang baru yang “tepat” versi Klopp memang tak mudah. Mencari gelandang berkualitas yang masuk dalam daftar transfer musim panas ini juga tak banyak.
Nama Jude Bellingham yang digadang-gadang akan hijrah ke Anfield, nyatanya dilego terlalu mahal oleh Dortmund. Mungkin Liverpool bisa mempertimbangkan pemain alternatif lainnya macam Tielemans, Ibrahim Sangare, Konrad Laimer, maupun Amadou Haidara.
Mungkin juga perkataan Klopp tentang “membeli pemain yang tepat” adalah membeli pemain yang bisa menjalankan sistem permainannya. Tentu yang tipe bermainnya tak banyak berbeda dari beberapa stok gelandang yang ada sekarang. Sehingga nantinya Klopp lebih mudah memasukkannya dalam sistem.
Kini, kondisi darurat ini harus cepat diselesaikan oleh manajemen Liverpool, paling tidak sebelum bursa transfer ditutup. FSG sebagai pemilik seharusnya mengesampingkan sikap pelitnya sekarang, demi menyelamatkan Liverpool dari keadaan sekarang ini.
Mumpung masih awal dan hanya kehilangan beberapa pemain kunci saja. Kalau misal di tengah jalan ditambah kehilangan pemain lainnya lagi seperti Trent Alexander-Arnold, Robertson, atau Salah bagaimana?
Apakah para pelapisnya akan menjamin performanya bisa konsisten seperti pemain intinya? Inilah permasalahan klasik Liverpool, yakni kedalaman skuad. Kalau tim inti mereka sehat 100%, semua lawan sih masih bisa dilibas.
Liverpool juga semestinya sadar, musim ini adalah musim yang tak normal ketika ada gelaran Piala Dunia di pertengahan musim. Masalah kebugaran dan cedera mungkin akan banyak menghantui tim yang kedalamannya skuadnya tak bagus.
Di sinilah perlunya menyiapkan kedalaman skuad yang baik. Mungkin kita bisa berharap Liverpool terus bergantung pada ramuan jenius Klopp untuk meramu skuad yang apa adanya dan dengan dana terbatas.
Tapi sekali lagi, Klopp dan pemainnya kuncinya bukan malaikat ataupun robot yang senantiasa selalu memberikan yang terbaik tiap musimnya. Namun paling tidak dengan hadirnya kedalaman skuad yang sepadan, bisa menutupi itu. Segeralah bertindak Liverpool, mumpung belum terlambat.
https://youtu.be/9o2wCTPZNEI
Sumber Referensi : theathletic, theathletic, si.com


