Dalam beberapa tahun terakhir, tradisi FC Barcelona yang sebelumnya banyak mengambil pemain dari akademi mereka mulai memudar. Klub yang berbasis di Katalan tampak lebih sering mengambil pemain-pemain dengan harga mahal, ketimbang mengembangkan pemain didikan asli akademi untuk mengangkat kejayaan.
Antoine Griezmann, Philippe Coutinho, sampai Ousmane Dembele, merupakan deretan pemain bintang yang didatangkan Barcelona demi mendapatkan kekuatan instan. Namun yang ada pemain tersebut justru tampil di luar harapan.
Dengan hal itu, banyak yang mengkritik pergerakan Barcelona yang mulai meninggalkan tradisi untuk mengangkat para pemain muda dari akademinya. Padahal, el Barca punya deretan pemain muda berbakat dari La Masia yang berpotensi memberi kejayaan bagi klub tercinta.
Berikut adalah para calon bintang La Masia yang bisa dimanfaatkan Barcelona untuk teruskan kejayaan.
Daftar Isi
Ansu Fati (2002)
Nama Ansu Fati jelas tidak bisa diragukan lagi kehebatannya. Dia adalah pemain muda paling diharapkan oleh seluruh elemen di FC Barcelona saat ini. Meski ada tekanan luar biasa ketika sang pemain mulai tampil bersama tim utama, debutnya bersama FC Barcelona berjalan dengan baik.
Di usia yang tergolong masih sangat muda, Ansu Fati bahkan sudah banyak ciptakan rekor, seperti menjadi pemain termuda di Timnas Spanyol yang berhasil mencetak gol, ketika dia menjebol gawang Ukraina di usia 17 tahun 311 hari. Kemudian, dia juga merupakan pencetak gol termuda di Liga Champions Eropa. Di kompetisi tersebut, Ansu Fati berhasil mencetak gol ke gawang Inter Milan di usia 17 tahun 40 hari pada Desember 2019 lalu.
Yang tak kalah hebat, Ansu Fati menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah FC Barcelona. Itu dia lakukan pada 31 Agustus 2019 ketika dirinya berhasil mencetak gol ke gawang Osasuna di kompetisi La Liga. Tercatat, Ansu Fati masih berusia 16 tahun 30 hari.
Dengan torehan secemerlang itu, bukan sebuah kejutan bila sang pemain bakal menjadi bintang La Blaugrana di masa mendatang.
Ansu Fati is coming back with a new look for Barcelona 😎
📸 IG/ansufati pic.twitter.com/Zy4rlPLvtb
— Goal (@goal) August 5, 2021
Oscar Mingueza (1999)
Sama seperti nama Ansu Fati, Oscar Mingueza juga melakukan hal luar biasa ketika mendapat kesempatan untuk tampil di tim utama Barcelona.
Dia yang kini berusia 22 tahun sudah melakoni debut bersama FC Barcelona di laga melawan Dynamo Kiev di kompetisi Liga Champions Eropa. Di laga tersebut, Oscar Mingueza mampu menjaga lini pertahanan el Barca dengan baik sehingga mereka mampu menang dengan tanpa kebobolan.
Mingueza ketika itu turun langsung di sektor pertahanan tengah, untuk menemani Clement Lenglet ditengah absennya sejumlah bek Barcelona termasuk Gerard Pique. Lakoni debut bersama tim utama, dia sukses teruskan sejarah Marti Riverola, Sergi Samper, dan Carles Alena, sebagai pemain yang tampil di seluruh jenjang usia Barcelona.
Dia yang menjadi andalan Barcelona B dan berhasil berikan trofi UEFA Youth League pun tentu berpotensi menjadi andalan el Barca di masa depan.
Óscar Mingueza has scored his first ever senior goal for Barcelona.
What a moment for the 21-year-old. pic.twitter.com/4lOuoVSafa
— Squawka Football (@Squawka) March 15, 2021
Riqui Puig (1999)
Ricard Puig Martí atau yang akrab disapa Riqui Puig menjadi salah satu pemain muda potensial yang dimiliki Barcelona saat ini. Dia yang merupakan pemain asli didikan La Masia sudah mulai bermain untuk Barcelona sejak musim 2013/14.
Setelah berjuang dalam penantian yang cukup lama, bakatnya akhirnya terpakai di tim utama pada musim 2018/19. Dia yang masuk ke tim utama kemudian langsung berusaha keras untuk bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan. Benar saja, musim demi musim, kesempatan bermainnya terus bertambah hingga membuatnya berhasil sumbangkan trofi Copa del Rey untuk Barcelona pada musim lalu.
Dengan pengalaman serta kehebatan yang dimiliki, bukan tak mungkin bila dirinya akan semakin memantapkan diri untuk jadi pemain andalan di skuad utama Barcelona.
New Era in Barça !
Barcelona wins the Joan Gamper Cup after 3-0 against Juventus from goals by Memphis Depay, Braithwaite and Riqui Puig. pic.twitter.com/WmqiKBUJ94
— Sports Freak (@OfficialSfreak) August 9, 2021
Ilaix Moriba (2003)
Gelandang muda FC Barcelona, illaix Moriba, menjadi pemain selanjutnya yang layak disebut sebagai penerus kejayaan FC Barcelona.
Dari permainannya di atas lapangan, Moriba mampu merespon tekanan tinggi dengan sangat baik. Dia memiliki fisik yang kokoh untuk menunjukkan kehebatan lainnya di atas lapangan. Berkat kedisiplinan dan juga ketekunan dalam berlatih, namanya kemudian masuk ke tim utama Barcelona.
Dari jarak 18 meter, dia berhasil menjebol gawang Osasuna setelah sebelumnya sempat mengecoh pemain lawan. Dia kemudian langsung merayakan golnya di usia 18 tahun 46 hari itu. Mencetak gol di usia tersebut, dia berhasil menjadi pencetak termuda kelima dalam sejarah FC Barcelona.
Bila Barcelona tidak jeli dalam memanfaatkan bakatnya, bukan tak mungkin bila bakat Moriba bakal diangkut oleh klub Eropa lainnya.
@10Ronaldinho gave @TeamMessi the chance to explore now it his turn do same to this young dude @IlaixMK to explore @FCBarcelona pic.twitter.com/qZGtQt3sz8
— Allow Cash Out💰💰 (@UNDEFEA05100413) August 8, 2021
Alex Collado (2002)
Alex Collado, yang menjadi pemain berbakat La Masia lainnya, sangat layak untuk mendapat peran di tim utama Barcelona. Collado yang merupakan kapten Barcelona B menjadi prospek terpanas di tim Katalan saat ini, dengan dirinya akan terus berjuang untuk bisa mendapat kesempatan tampil di tim utama.
Collado yang kini berusia 22 tahun telah mengambil bagian dalam latihan pramusim tim utama Barcelona pada musim panas 2020 lalu di bawah Ronald Koeman, dan membuat sang pelatih terkesan.
Kabarnya, pelatih Ronald Koeman akan memberinya kesempatan di tim utama pada musim baru nanti. Hal itu mungkin bakal terealisasi mengingat sang pemain juga baru saja memperbaharui kontraknya bersama Barcelona sampai 2023 mendatang.
Terlebih, Barcelona telah memberinya klausul pelepasan sebesar 100 juta euro.
Álex Collado has decided to continue at Barcelona this season. The youngster has chosen to close the door to any loan move after the deal with Club Brugge didn’t come to fruition. [as] pic.twitter.com/51lyUCNdzb
— barcacentre (@barcacentre) August 9, 2021
Alejandro Balde (2003)
Alejandro Balde disebut sebagai salah satu pemain La Masia lainnya yang punya kualitas jempolan. Dia yang berposisi sebagai bek kiri disebut sebagai penerus sempurna Jordi Alba di tim utama.
Alejandro Balde adalah fullback dengan karakteristik sempurna untuk gaya permainan FC Barcelona. Memiliki kecepatan luar biasa, kekuatan sempurna, dan teknik yang sangat baik, serta sering membantu serangan, membuatnya sangat cocok bila dimainkan di tim utama.
Masih berusia 17 tahun, Alejandro Balde memang masih memerlukan sejumlah kemampuan untuk ditingkatkan. Dia yang masih berusia muda masih perlu memperbaiki tingkat kewaspadaan agar tidak terkesan buru-buru ketika tampil di atas lapangan. Namun begitu, satu kekurangan itu tidak lantas membuatnya tidak layak untuk menembus tim utama.
Official: Alejandro Balde has reached an agreement with Barcelona for the renewal of his contract that will keep him at the Club until June 30th, 2024. [fcb] pic.twitter.com/Y7cNKxV7be
— barcacentre (@barcacentre) July 22, 2021
Pablo Martin ‘Gavi’ (2004)
Terakhir ada pemain yang berusia paling muda di antara yang lainnya. Adalah Pablo Martin ‘Gavi’ yang baru berusia 16 tahun namun sudah tunjukkan performa luar biasa.
Meski sudah ada nama Frenkie de Jong dan juga Pedri, Barcelona disebut masih membutuhkan sosok pemain lagi yang mampu membuat lini tengah mereka lebih solid. Pasalnya seperti diketahui, selepas kepergian Andres Iniesta dan Xavi Hernandez, belum ada lagi pemain jebolan La Masia yang mampu menjadi pelayan sempurna bagi para pemain depan el Barca.
Kini Barcelona tidak perlu khawatir karena mereka memiliki nama Pablo Martin ‘Gavi’ yang masih tampil di tim muda. Gavi telah memperlihatkan skil yang melebihi rekan-rekannya sejauh ini. Ia bahkan sudah melakoni laga bersama Barcelona B meski usianya masih tergolong sangat muda.
Kata Franc Artiga, mantan pelatih Gavi di La Masia, sang pemain sangat berbakat dalam hal teknis. Dia mampu mengubah apa yang akan dia lakukan dalam sepersekian detik, dan berimprovisasi dalam situasi permainan apa pun. Lebih lanjut, Franc Artiga mengatakan bila sulit untuk menemukan pemain dengan kemampuan seperti Gavi.
Pablo Martín “Gavi” Páez Gavira… Give him the #10 @FCBarcelona don’t overthink it… 🔵🔴💎 pic.twitter.com/VhrGBMKzcA
— Gastro (@Gastro_o) August 6, 2021


