La Fabrica: Akademi Pencetak Uang Real Madrid

spot_img

Real Madrid yang saat ini menjadi salah satu klub tersukses di dunia masih terus diisi pemain-pemain kelas atas. Mereka juga memiliki akademi yang tak jarang ciptakan bakat luar biasa.

La Fabrica, yang merupakan akademi el Real, tak ubahnya menjadi pabrik pencetak pemain-pemain hebat bagi Real Madrid. Anak-anak yang bermain di akademi tersebut selalu dibekali motivasi besar untuk bisa bermain bersama bintang-bintang terhebat nantinya.

La Fabrica memang tidak terlalu populer, bila dibandingkan dengan tempat bermain anak-anak Katalan, La Masia. Namun sejak 2010, ketika diklaim kalah jumlah lulusan dengan La Masia, mereka langsung berbenah dan memperbaiki segalanya untuk bisa bersaing dalam menyalurkan bakat-bakat hebat.

Ada lebih dari 250 pemain muda penuh ambisi yang tampil di sana. Akademi ini sendiri berdiri pada tahun 1942. Terletak di Valdebebas, La Fabrica terbagi menjadi sejumlah kawasan, dengan nama Luis Figo, Zidane, Ronald, dan David Beckham.

Soal fasilitas, La Fabrica tidak perlu diragukan lagi. Mereka punya segala fasilitas penunjang untuk membantu kemudahan bagi perkembangan setiap pemain. Dengan segala kemewahan yang dimiliki, tak heran bila banyak sekali anak-anak yang terkesan ketika pertama kali memasuki gerbang La Fabrica.

La Fabrica memang diciptakan untuk menciptakan sebuah generasi emas para pemain sepakbola. Lebih dari sekadar berlatih sepakbola, anak-anak yang sudah menentukan pilihan untuk menimba ilmu di La Fabrica dibentuk untuk memiliki pikiran bahwa mereka semua sedang dipersiapkan untuk menjemput kejayaan. Dengan biaya yang tak murah, anak-anak disana tentu tidak akan melepas kesempatan begitu saja untuk bisa bertahan.

Roberto Rojas, salah satu eks-penghuni La Fabrica, berkata kepada Bleacher Report bahwa begitu wajar jika kejayaan akan menjemput anak-anak tersebut di sana.

“Sejak kalian datang di sana, sepak bola yang kalian yakini akan berubah, dari sesuatu hal yang membuat kegembiraan ke permainan yang akan memberikan kalian uang.”

Penekanan misi bagi anak-anak yang berlatih di La Fabrica dibentuk untuk menjadi sosok yang lebih dari seorang pesepakbola. Mereka harus mau berbagi loker dengan para pemain lain usai latihan, dan juga harus bisa menjaga sikap ketika tampil di layar televisi. Ketika kita melihat anak-anak yang tampil di La Masia, mungkin kita akan disuguhkan dengan anak dengan karakter yang benar-benar menjunjung tinggi nilai klub. Mereka akan tampil seperti pesepakbola pada umumnya.

Namun disini, para lulusan La Fabrica harus bisa menunjukkan perilaku sebagai seorang bintang.

Setidaknya, dalam 10 tahun terakhir La Fabrica sudah menerapkan sistem gugur bagi siapapun yang dianggap tidak layak untuk tampil bersama el Real. Mereka akan benar-benar menyeleksi pemain yang sekiranya layak berseragam el Real, dan bisa tampil di panggung tertinggi untuk memenuhi misi meraih gelar juara.

Dengan segala pelatihan yang diterapkan, serta fasilitas penunjang yang luar biasa, tak jarang kita temui bakat-bakat luar biasa saat ini. Beberapa lulusan terbaik La Fabrica adalah, Dani Carvajal. Carvajal adalah salah satu bek kanan terbaik di dunia saat ini. Kerja keras dan determinasinya berhasil membuatnya saat ini selalu menjadi pilihan utama Zinedine Zidane di sisi kanan pertahanan.

Sempat dipinjamkan ke Bayer Leverkusen selama semusim, Carvajal menjadi sosok yang tidak tergantikan sejak dirinya kembali ke Santiago Bernabeu.

Lalu ada nama Pablo Sarabia yang menjadi salah satu contoh alumni La Fabrica tersukses dalam satu dekade terakhir. Sempat dianggap gagal memanfaatkan potensi besarnya, pemain berusia 28 tahun tersebut berhasil tampil moncer dan menjadi bintang di Sevilla sebelum akhirnya diboyong oleh klub kaya raya, Paris Saint Germain.

Berikutnya ada bintang asal Spanyol yang kini tampil bersama Juventus, Alvaro Morata. Seperti Pablo Sarabia, Morata adalah salah satu lulusan terbaik yang pernah dimiliki oleh La Fabrica dalam satu dekade terakhir ini. Menjalani debut saat Real Madrid masih diasuh oleh Mourinho, dirinya berhasil menjadi pilihan utama di lini depan saat Carlo Ancelotti menjadi nahkoda Los Blancos.

Sempat hengkang ke Juventus dan kembali untuk menjadi kampiun La Liga Spanyol dan Liga Champions, Morata lagi-lagi hengkang dari Bernabeu dan merapat ke Chelsea. Dia juga sempat kembali ke kota Madrid dan membela Atletico Madrid, rival abadi mantan klub yang membesarkannya.

Kini, seperti yang sudah diceritakan, pemain berparas tampan ini kembali membela klub berjuluk Si Nyonya Tua dan menjadi andalan disana.

Hal yang perlu diperhatikan dari hebatnya sistem serta pelatihan La Fabrica adalah, mereka tidak terlalu pintar dalam menjaga para lulusannya untuk bisa bermain bersama Real Madrid. Entah merupakan strategi bisnis atau memang para pemain yang kesulitan mendapat kesempatan, La Fabrica seolah malah menjadi mesin pencetak uang bagi klub berjuluk Los Galacticos.

Dalam hal ini, Florentino Perez menjelaskan bahwa sebenarnya Real Madrid merasa senang dengan bakat luar biasa yang bisa mereka ciptakan. Namun sayang, di tim utama tak ada cukup ruang untuk menampung mereka yang dianggap layak mendapat kesempatan.

“Jika mereka bergabung dengan tim utama tentu kami akan senang. Tapi sayangnya, tidak ada cukup ruang bagi mereka semua,”

Setelah dalam 10 tahun terakhir La Fabrica berhasil mendapatkan sekitar 300 juta euro untuk penjualan para lulusan mereka, pada musim panas lalu, ada sejumlah bintang besar yang lagi-lagi dilepas Real Madrid, dimana mereka merupakan lulusan akademi La Fabrica.

Yang pertama adalah Achraf Hakimi. Pemain berbakat yang sempat berkarir di Jerman itu dibeli Inter Milan dengan nilai sebesar 40 juta euro. Pemain asal Maroko ini begitu diminati oleh Antonio Conte yang merasa punya sistem permainan yang cocok dengan sang pemain.

Kemudian ada Sergio Reguilon yang ditebus senilai 30 juta euro oleh Tottenham Hotspurs. Seperti diketahui, Reguilon punya banyak sekali peminat pada musim panas lalu. Dia yang punya bakat luar biasa tak mendapat tempat utama dibawah asuhan Zinedine Zidane hingga menjalani masa peminjaman di Sevilla. Tottenham Hotspurs yang melihat ini pun langsung mengambil kesempatan untuk mengamankan jasanya.

Nama yang tak kalah tenar adalah Oscar Rodriguez yang diboyong Sevilla dengan nilai 13,5 juta euro. Pemain yang berposisi sebagai seorang gelandang itu mahir dalam memanfaatkan bola mati. Bila kemampuannya semakin jauh berkembang, bukan tak mungkin bila el Real akan kembali menariknya, mengingat mereka masih punya hak kepemilikan sang pemain sebesar 25%.

Yang tak boleh terlupa adalah nama seperti Javi Sanchez bersama Sevilla, Jorge De Frutos & Dani Gomez bersama Levante, Miguel Baeza bersama Celta Vigo, dan juga Alberto Soro bersama Granada. Semua pemain itu telah terjual dengan nilai yang tidak lebih dari 5 juta euro.

Dengan banyaknya lembaran uang yang didapat, hanya pada bursa transfer musim panas lalu saja, sudah cukup membuktikan kalau La Fabrica banyak memberikan keuntungan bagi klub secara finansial.

https://www.youtube.com/watch?v=GduUfONe7s0&t=60s

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru