Ketika Selebrasi Pemain Berujung Sanksi

spot_img

Pesepakbola sering melakukan selebrasi usai mencetak gol, tujuan mereka adalah merayakan kegembiraan setelah berhasil mempersembahkan gol untuk kesebelasan yang dibelanya.

Selain itu, melakukan selebrasi juga dilakukan para pemain dengan tujuan melepaskan stres akibat tekanan saat bermain. Semua pemain selalu dituntut untuk menang, dan gol merupakan salah satu cara untuk memenangkan pertandingan.

Alasan lainnya para pemain lakukan selebrasi adalah membagi kebahagiaan tersebut dengan penonton yang menyaksikan pertandingan.

Sebuah selebrasi tercurah secara spontan, tapi kadang direncanakan. Beberapa di antaranya menyirat makna begitu dalam. Bisa berupa ungkapan atau keberpihakan politik kontroversial. Dalam beberapa kasus, selebrasi-selebrasi yang dilakukan justru berbuah hukuman kepada pemain itu sendiri. Dari mulai diganjar kartu merah hingga diberi sanksi berupa denda.

Seperti selebrasi yang dilakukan Nicolas Anelka. Pada Desember 2013, Anelka yang masih membela West Bromwich Albion berhasil mencetak gol ke gawang West Ham United.

Kemudian Anelka merayakan gol dengan meluruskan tangan kanan ke bawah dan menekuk tangan kiri hingga telapak menyentuh bahu tangan kanan. Gestur tersebut dikenal dengan nama quenelle atau simbol dari anti-semit atau anti-Yahudi.

Sebenarnya gestur tersebut dipopulerkan oleh aktivis politik sekaligus komedian asal Prancis bernama Dieudonne. Awalnya, quenelle dikenal sebagai simbol sekularisme Prancis. Entah bagaimana ceritanya hingga akhirnya quenelle menjadi begitu identik dengan simbol anti-semit.

Anelka sendiri telah mengonfirmasi bahwa selebrasinya itu merupakan bentuk dukungan untuk Dieudonne. Namun, Anelka mesti menerima hukuman lima kali larangan bermain dari Federasi Sepak Bola Inggris.

Selebrasi lain yang berujung sanksi dialami oleh Roman Shirokov. Dalam laga antara Zenit St Petersburg melawan Volgar Astrakhan, Shirokov berhasil cetak gol untuk Zenit di menit 90 untuk bawa timnya unggul 3-1, setelah itu ia melakukan Selebrasi dengan mengacungkan kepalan ke arah fans nya sendiri. Hal ini pun disambuk sorak kecewa oleh pendukungnya.

Hal itu dilakukan oleh Shirokov karena ia Diduga kesal dengan penggemarnya sendiri. Mengetahui hal tersebut, wasitpun bertindak tegas dengan menghampiri dan mengeluarkan kartu merah untuk pemain asal Russia tersebut. Setelah dapat kartu merah Shirokov pun terlihat pasrah.

Ajang piala dunia 2018 sempat menimbulkan sebuah kontroversi. Hal itu datang dari Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri. Mereka berdua mendapat sorotan seusai melakukan selebrasi gol saat melawan Serbia.

Baik Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri berselebrasi dengan melakukan aksi membuat simbol lewat tangannya seperti burung yang mengepakkan sayap dan menempelkannya di tengah dada. Diduga, selebrasi tersebut bermuatan politis. Atas hal itu Xhaka harus didenda oleh FIFA.

Emanuel Emenike juga mengalami ketidakberuntungan atas selebrasinya. Selebrasi tersebut memang berlebihan. Ia berhasil mencetak gol ke gawang Zenit di Liga Rusia. Hal yang menjadi masalah ialah selebrasinya yang menempukkan tangan kanannya ke pergelangan tangan kirinya seolah ia merupakan pecandu narkoba. Setelah itu ia langsung diberi kartu merah oleh wasit.

Pemain selanjutnya adalah Gareth Bale, Pada februari 2019 Bale berhasil mencetak gol kala bertandang ke markas Atletico Madrid. Gol itu adalah yang ke-100 bersama real Madrid untuk meraih kemenangan 3-1 di Wanda Metropolitano.

Dan ketika merayakan gol itu, Bale mengangkat lengan kanannya di dekat kepalanya dengan tanda provokasi yang jelas kepada para penggemar, lalu memberikan gerakan yang bisa dianggap cabul dan menghina dengan melipat tangannya dan memukulnya dengan tangan yang lain.

Setelah diselidiki oleh federasi sepakbola Spanyol, Bale harus menghadapi sanksi berupa larangan bermain dalam 12 pertandingan liga spanyol.

Selebrasi yang berujung hukuman juga dialami oleh Edinson Cavani. Ketika memperkuat PSG pada tahun 2014, Striker andalan Uruguay ini amat sumringah ketika dirinya berhasil mencetak gol lewat titik penalti.

Cavani pun merayakan golnya dengan bergaya ala penembak jitu yang menargetkan jarinya ke arah penonton. Sayangnya selebrasi tersebut dianggap sensitif dan berlebihan. Cavani pun diganjar kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Pemain asal Swedia, Medi Dresevic, mendapat kartu kuning kedua usai melakukan selebrasi gol. Sebelumnya, usai mencetak gol, Dresevic berlari ke pinggir lapangan untuk kemudian duduk di tribun penonton.

Di sana, Dresevic bergaya sedang memberi aplaus, layaknya yang sering dilakukan penonton kepada pemain. Akan tetapi, aksi Dresevic tidak disukai wasit. Karena dinilai memperlambat permainan, ia pun mendapat kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Mantan pemain MU, Carlos Teves juga terkena kartu merah usai berselebrasi. Dalam pertandingan yang mempertemukan Boca Junior melawan River Plate di liga Argentina, Tevez berhasil cetak gol untuk timnya, Boca Junior.

Selebrasi yang dilakukan Tevez memang dianggap berlebihan dan provokatif mengingat laga antara kedua tim di Liga Argentina memang selalu dalam tensi yang tinggi. Begitu mencetak gol dan melepaskan bajunya, Tevez melakukan tarian layaknya ayam.

Menurut wasit, selebrasi Tevez dinilai telah meremehkan lawan. Karena itu, Tevez pun menerima kartu merah langsung dari sang pengadil pertandingan.

Pada medio 2011, Neymar bisa dibilang pemain yang paling memiliki prospek untuk berkembang menjadi pesepakbola kelas dunia. Karena itu, tindak-tanduk Neymar pun selalu mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Bahkan tak jarang, aksi Neymar justru membuat pengadil pertandingan dibuat kesal oleh mantan pemain Barcelona tersebut. Pernah ketika membela Santos, Neymar melakukan selebrasi dengan menggunakan topeng bergambar wajah dirinya sendiri usai mencetak gol. Akan tetapi, selebrasi itu tidak disukai wasit yang memimpin pertandingan, sehingga Neymar harus rela diusir dari lapangan.

Kemudian adalah Dani Gbale, namanya mungkin asing ditelinga anda. Pemain yang satu ini adalah salah satu dari pemain yang selebrasinya diganjar kartu merah. Entah apa yang ada di pikiran pemain Portugal ini.

Setelah mencetak gol  ia nampak berlari di sisi lapangan kemudian berhenti dan menunjukkan pantatnya ke arah penonton. Sontak selebrasi itu pun membuat wasit mengeluarkan kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah pada Gbale.

Paolo Di Canio, Penyerang yang terkenal kala membela West Ham United dan Lazio memang kerap melakukan tindak kontroversial. Salah satunya, kala membela Lazio tahun 2005 silam, Di Canio terlihat melakukan gestur yang disebut mendukung gerakan terlarang. Gestur tersebut ditujukannya kepada fans AS Roma.

Di Canio yang kala itu berusia 37 tahun kemudian didenda 7 ribu paun atau sekitar Rp 115 miliar dan dihukum satu kali larangan bermain. Namun, Presiden FIFA saat itu, Sepp Blatter, mengatakan sanksi seumur hidup lebih pantas. Di Canio pun kemudian melakukan pembelaan dengan mengatakan dirinya tidak rasiss melainkan seorang fasis.

Selebrasi Robie Fowler juga tak luput dari sanksi. Usai mencetak gol ke gawang Everton tahun 1999 silam, legenda Liverpool tersebut melakukan selebrasi yang berujung denda sebesar 60 ribu paun atau sekitar Rp 900 miliar. Kala itu Fowler berlari ke garis putih dan melakukan gerakan membungkuk sambil seakan menghisap sesuatu.

Manajer Liverpool saat itu, Gerard Houllier, mengatakan gerakan tersebut adalah selebrasi memakan rumput, seperti yang kerap dilakukan Rigobert Song. Namun, kemudian Fowler mengakui selebrasinya tersebut merupakan bentuk protesnya kepada fans Everton yang menuduhnya memakai kokain.

Berselebrasi usai cetak gol boleh-boleh saja, namun tetap harus dalam koridor fairplay dan etika tetap harus dijaga.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru