Bursa transfer musim dingin 2025 justru jadi jendela transfer yang sangat sibuk. Banyak kepindahan besar yang melibatkan pemain-pemain kelas wahid. Contohnya saja seperti Antony El Gasing Santos yang bergabung Real Betis, atau Omar Marmoush yang bergabung dengan Manchester City.
Bermodal 75 juta euro, Marmoush bahkan jadi pembelian Januari termahal di Liga Inggris musim ini. Dengan banyaknya pemain mahal yang didatangkan Manchester City, mereka jadi tim terboros di bursa transfer musim dingin kali ini. Menariknya, dari 10 klub terboros di dunia, klub-klub medioker justru lebih mendominasi.
Setidaknya ada tujuh klub gurem yang masuk daftar 10 besar klub terboros. Penasaran klub apa saja yang masuk dalam daftar tersebut?
Daftar Isi
Brighton
Kita akan bahas dari yang paling kecil pengeluarannya. Klub tersebut adalah Brighton. Cukup aneh melihat klub yang terkenal doyan pemain-pemain murah dari negeri antah berantah justru jadi klub terboros. Tapi, menurut data yang ada memang demikian. Klub berjuluk The Seagulls itu telah menghabiskan 40,6 juta pound di bursa transfer Januari kemarin.
Sebetulnya, Brighton hanya mendatangkan tiga pemain baru, yakni Stefanos Tzimas dari Nuremberg, Diego Gomez dari Inter Miami, dan Eiran Cashin dari Derby County. Sisanya, hanya pemain-pemain yang dipulangkan dari masa peminjaman. Namun, nominal dari tiga pemain itu cukup tinggi.
Dilansir BBC, Tzimas jadi penandatanganan termahal. Biayanya mencapai 20,8 juta pound. Itu sudah memakan separuh lebih dari jumlah pengeluaran Brighton Januari kemarin. Namun, Tzimas tidak langsung masuk skuad Fabian Hurzeler. Pemain asal Yunani itu kembali dipinjamkan ke Nuremberg hingga akhir musim nanti. Sementara Gomez dan Cashin langsung masuk skuad utama The Seagulls.
Como FC
Masih bernuansa biru-biru, klub medioker terboros selanjutnya datang dari Italia. Mereka adalah Como FC. Klub yang dilatih oleh Cesc Fabregas ini masih berjuang untuk mempertahankan posisinya di kasta tertinggi. Maka dari itu, tambahan pemain pun dibutuhkan di bursa transfer musim dingin kemarin.
Dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan, Como bergerak cepat untuk mendatangkan sepuluh pemain baru. Pemain-pemain tersebut adalah Maxence Caqueret dari Lyon, Anastasios Douvikas dari Celta Vigo, Assane Diao dari Real Betis, Alex Valle dari Barcelona, Jean Butez dari Royal Antwerp, dan beberapa pemain lain. Tak lupa, Como juga berusaha membangkitkan karir Dele Alli yang sudah nganggur sejak dilepas Everton tahun 2024.
Dari banyaknya pemain yang didatangkan, Maxence Caqueret jadi yang paling mahal. Mengutip dari Foot Italia, gelandang berusia 24 tahun itu bergabung Como dengan menandatangani kontrak senilai 15,8 juta pound. Lariani mengikatnya dengan kontrak berdurasi empat tahun. Kedatangan mereka diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperbaiki performa tim.
Wolves
Di akhir tahun 2024, Wolves baru saja menunjuk pelatih baru, yakni Vitor Pereira. Pelatih asal Portugal itu menggantikan pelatih sebelumnya, Gary O’Neill. Tuntutan klub kepada Pereira pun cukup tinggi. Dirinya diharapkan bisa menyelamatkan Wolves dari jurang degradasi. Oleh karena itu, bursa transfer musim dingin jadi momen penting untuk menambah kekuatan.
Di bursa transfer kemarin, Wolves cuma mendatangkan tiga pemain. Pemain-pemain yang didatangkan antara lain Emmanuel Agbadou dan Marshall Munetsi dari Stade Reims, serta satunya lagi Nasser Djiga dari Red Star. Agbadou dan Djiga merupakan pemain belakang. Sedangkan Munetsi adalah gelandang. Pertahanan memang jadi sektor yang perlu ditingkatkan oleh Pereira.
Meski cuma tiga, mahar masing-masing pemain cukup tinggi. Jika ditotal, Wolves telah menghabiskan uang sekitar 41,7 juta pound. Itu cukup tinggi bagi klub papan bawah seperti mereka. Dari tiga pemain itu, Agbadou jadi yang termahal. Menurut France24, Wolves mendapatkan pemain asal Pantai Gading itu dengan mahar 13,3 juta pound. Pemain berusia 27 tahun itu dikontrak empat tahun dengan opsi perpanjangan selama 12 bulan.
Al-Ahli
Di urutan berikutnya ada klub Arab Saudi, Al-Ahli. Klub-klub Arab Saudi memang sangat gencar berburu pemain baru di Eropa pada musim dingin ini. Dan Al-Ahli yang dilatih Matthias Jaissle jadi klub yang cukup rajin melakukannya. Kalian tak perlu terkejut melihat klub ini masuk dalam daftar ini. Sebab, meski bukan dari Eropa, Al-Ahli punya dukungan finansial yang sangat kuat.
Di musim dingin kali ini, Al-Ahli hanya mendatangkan tiga pemain. Mereka adalah Gelano dari Porto, Matteo Dams dari PSV Eindhoven, dan Eid Al-Muwallad dari Al-Okhdood. Khusus Al-Muwallad, biaya transfernya tidak diketahui. Pihak Al-Ahli tidak menyebutkannya secara gamblang. Namun, untuk dua pemain lain, Al-Ahli mengeluarkan dana yang cukup besar.
Menurut Saudi Gazette, Gelano ditebus dengan mahar 41,5 juta pound dari klub Portugal tersebut. Dirinya dikontrak selama tiga tahun setengah oleh Al-Ahli. Sebagai pemain sayap, Gelano dikenal karena kecepatan dan kemampuan teknis yang tinggi. Maklum, doi pemain dari Brazil. Sedangkan Dams diboyong dengan mahar sekitar 8,3 juta pound dari PSV. Jika Al-Muwallad tidak dihitung, maka Al-Ahli sudah menghabiskan sekitar 50 juta pound untuk dua pemain saja.
Stade Rennes
Stade Rennes jadi klub medioker terboros ketiga di daftar kali ini. Mereka sudah mengeluarkan dana sekitar 60,6 juta pound. Dana segitu dihabiskan untuk mendatangkan sepuluh pemain baru. Salah satunya adalah penyerang asal Jepang, Kyogo Furuhashi yang diboyong dari klub Skotlandia, Celtic.
Namun, Kyogo bukan pemain termahal yang didatangkan oleh Rennes. Pemain termahal Rennes justru Seko Fofana. Mantan pemain RC Lens ini ditebus Rennes dengan mahar 21,5 juta pound. Menariknya, Fofana dibeli dari klub Arab Saudi, Al-Nassr. Performa Fofana di Arab Saudi pun tidak istimewa. Ia hanya tampil 27 kali untuk Al-Nassr sebelum akhirnya dipinjamkan ke Al-Ettifaq pada Januari 2024.
Pemain lain yang didatangkan Rennes dengan banderol cukup tinggi adalah Brice Samba. Mantan penjaga gawang RC Lens itu ditebus dengan harga 12,4 juta pound oleh Rennes. Transfer ini sempat membuat publik sepakbola Prancis geger karena Lens dan Rennes merupakan rival di Ligue 1.
Al-Nassr
Di urutan kedua ada Al-Nassr yang telah menghabiskan dana sekitar 65 juta pound. Seluruh pengeluarannya itu untuk mendatangkan bintang muda Aston Villa, Jhon Duran. Klub yang juga dibela oleh Cristiano Ronaldo itu mengikat Duran dengan kontrak berdurasi lima tahun. Duran mendapatkan gaji yang terbilang bombastis, yakni 110 juta euro per tahun dan bebas dari pajak.
Kepindahan Duran cukup mengejutkan jagad sepakbola. Sebab, Duran sebelumnya pernah dikaitkan dengan klub-klub papan atas seperti PSG dan Real Madrid. Di sisi lain, Al-Nassr sebenarnya mendatangkan satu pemain lagi, yakni Ahmad Al-Harbi dari Al-Ettifaq. Namun, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang itu bergabung dengan status pinjaman hingga akhir musim nanti.
RB Leipzig
Yang paling boros ada RB Leipzig. Mereka menghabiskan 45,6 juta pound untuk mendatangkan delapan pemain baru. Meski terkesan lebih bijaksana dalam mengeluarkan uang ketimbang klub-klub Arab Saudi, langkah ini terasa agak tidak biasa bagi Leipzig, mengingat filosofi mereka yang biasanya menghindari pengeluaran besar.
Pemain-pemain yang didatangkan Leipzig antara lain seperti Antonio Nussa dari Club Brugge, Lutsharel Geertruida dari Feyenoord, Maarten Vandevoordt dari Genk, Assan Ouédraogo dari Schalke, dan empat pemain lainnya yang akan sangat panjang jika disebutkan satu per satu.
Menariknya, pengeluaran terbesar Leipzig bulan lalu justru dari biaya mempermanenkan Xavi Simons. Pemain asal Belanda itu sebetulnya sudah bergabung dengan Leipzig sejak tahun 2023. Namun, statusnya masih pinjaman. Baru lah pada tahun 2025 Leipzig sepakat untuk mempermanenkannya.
Xavi dipermanenkan dengan mahar 41,5 juta pound. Jika biaya itu dimasukan dalam total pengeluaran di bursa transfer Januari, maka Leipzig sudah mengeluarkan sekitar 87,3 juta pound. Itu jadi yang tertinggi dalam daftar ini.
Sumber: Football365, BBC, Foot Italia, France 24


