Jean Pierre Adams, dahulu dikenal sebagai pesepakbola tangguh. Dia merupakan seorang bek dengan perawakan tinggi besar. Sulit untuk menaklukkannya. Bahkan, penyerang kelas atas asa Brasil, Pele, mengakuinya sebagai salah satu paling berpengaruh sepanjang masa. Tak hanya itu, legenda Jerman, Franz Beckenbauer juga mengatakan hal yang sama tentang Jean Pierre Adams.
Jean Pierre Adams lahir di Senegal pada 1948. Saat usianya 10 tahun, dia dibawa neneknya pindah ke Prancis dan akhirnya diadopsi oleh salah satu pasangan suami-istri di negara tersebut. Jauh sebelum nama Kylian Mbappe, Paul Pogba, hingga yang lainnya menjadi imigran asal Afrika dan menjadi bintang di Prancis, Adams sudah melakukannya sejak lama.
Oleh manajer Prancis ketika itu, Henri Michel, Adams disebutnya sebagai kekuatan alam yang punya fisik kuat dan determinasi tinggi.
Sebagai bek, Adams yang dikenal tangguh punya rekan duet bernama Marius Tresor. Keduanya dijuluki sebagai pengawal hitam dan pasangan duet terbaik yang pernah tampil di Eropa.
Bersama Les Bleus, Adams telah mengantongi 22 caps. Selain timnas Prancis, Adams juga sempat memperkuat tim-tim sekelas Paris Saint Germain dan Nice.
Sayangnya, kini, kita tidak bisa lagi melihat sosoknya berdiri tegak. Sebab, Adams masih terbaring diatas tempat tidur dan belum juga terbangun dari koma nya selama lebih dari tiga puluh tahun lamanya.
Cerita tragisnya itu bermula ketika dia melakukan perjalanan ke Dijon untuk mendatangi sebuah pelatihan menjadi seorang manajer. Nahas, di masa-masa akhir karirnya, Adams mengalami cedera parah, dimana tendon di kakinya rusak. Hal itu lantas membuatnya mendatangi rumah sakit Lyon.
Diceritakan, Adams mulanya ingin menjalani pemeriksaan X-ray. Namun seperti yang sudah dijelaskan, ketika menyusuri koridor rumah sakit dalam perjalanan pulang, dia bertemu dengan seorang dokter yang pernah menangani Lyon. Keduanya lalu berbincang-bincang dan dokter itu menawarkan bantuan. Setelah konsultasi singkat, Adams lalu setuju menjalani operasi pada Rabu, 17 Maret 1982.
Bukannya segera mendapat perawatan, Adams yang sudah melakukan perjanjian di tanggal yang sudah ditentukan itu harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa rumah sakit yang didatanginya tengah berlangsung aksi mogok.
Dalam hal ini, dia sebenarnya bisa menunda operasi itu, namun ternyata beberapa dokter menyarankan untuk tetap melanjutkan tindakan. Karena pemogokan terjadi, maka ahli anestesi mengawasi delapan operasi sekaligus. Ditambah masalah, seorang peserta pelatihan yang ditugaskan membantu dokter juga menempatkan Adams di tempat tidur yang salah.
Disinilah petaka itu terjadi.
Adams yang akan menjalani operasi di tengah situasi runyam langsung diberi obat bius. Obat itu diharapkan membuatnya mati rasa untuk prosedur operasi selama beberapa jam. Tetapi malang bagi Adams. Kesalahan ahli anestesi membuat dia koma karena otaknya kekurangan oksigen.
Dia tidak sadarkan diri meski masih bisa bernafas. Satu-satunya orang yang setia menemaninya adalah sang istri, Bernadette.
Bernadette merupakan istri Adams keturunan Prancis asli. Dia memiliki kulit putih dan rambut pirang. Meski ketika itu perkawinan antara kulit putih dan kulit hitam begitu ditentang, Adams dan Bernadette terus memperjuangkan cintanya hingga berujung pada sebuah pernikahan.
Bernadette merasa sangat sedih ketika melihat kondisi suaminya. Dia mengatakan bila suaminya mengucap bahwa ia sedang berada dalam kondisi baik-baik saja, tepat sebelum operasi dilakukan.
Menurut Bernadette, Adams adalah sosok suami bertanggung jawab, periang, tegar, dan lucu. Bernadette begitu mencintai Adams, sampai-sampai dia terus memperjuangkan keadilan atas apa yang telah terjadi kepada suaminya.
Menurut berbagai kisah yang dilaporkan, Bernadette sampai harus menunggu selama kurang lebih tujuh tahun, untuk menunggu saat-saat hakim menetapkan sang dokter dan beberapa pembantunya bersalah.
Dalam kondisi sang suami yang lebih terlihat seperti ‘mayat hidup’, Bernadette selalu berada di sisinya setiap hari. Bernadette merawat dan memperlakukan suaminya dengan penuh kasih sayang. Setiap hari, Bernadette memberi makan, mengganti pakaian, hingga menggeser posisi tubuh suaminya agar tidak lecet. Tak jarang, Bernadette harus kehilangan waktu tidurnya demi memperhatikan kebutuhan suaminya yang sejak lebih dari 10 tahun terakhir ini dirawat di kediamannya.
Dia bahkan kerap mengajak bicara sang suami. Bernadette percaya bahwa suaminya itu masih mendengar ucapannya. Dia bercerita tentang acara televisi yang sedang tayang, buku yang dia baca, hingga memberitahukan tentang anak-anaknya yang sudah berkeluarga dan memiliki anak.
Itu artinya, Adams telah menjadi seorang kakek.
Selain itu, saat ulang tahun atau Natal-Tahun Baru, dan Hari Ayah, Bernadette dan keluarga tidak lupa membelikan hadiah kepada Adams.
“Kami beli kado seperti T-shirt atau jumper, sebab setiap hari aku selalu mengganti pakaiannya di atas tempat tidur,”
“Aku juga memberi berbagai barang yang membuat kamarnya terlihat cantik dan nyaman,” ucap Bernadette.
Saat ini, dia memang berhasil memenangkan gugatan dengan menyebabkan dokter dan semua yang terlibat saat itu dihukum. Namun, dia tidak mendapat permintaan maaf apapun dari pihak rumah sakit. Hanya uang kompensasi yang diterimanya tanpa pernah mendengar sisi kemanusiaan dari pihak rumah sakit.
Beruntung, Adams yang memang dikenal baik ketika aktif bermain, mendapat perhatian dari beberapa klub yang pernah dibelanya.
Dukungan datang dari Nimes dan klubnya Paris Saint Germain, keduanya menawarkan 15.000 franc, sementara federasi sepakbola Prancis memberinya 6.000 franc per minggu setelah kontribusi awal 25.000 franc pada Desember 1982.
Kemudian, dia juga mendapat dukungan Beruntung saat berjuang, Bernadette tidak sendiri. Dia mendapat dukungan dari klub-klub sepak bola Prancis dan Variety Club of France, yang merupakan organisasi mantan pemain timnas Prancis. Mereka mengumpulkan dana untuk membiayai proses hukum yang dilalui Bernadette.
Ketika itu, nama-nama seperti Platini, Zinedine Zidane, dan Jean-Pierre Papin ikut terlibat di dalamnya.
Sampai saat ini, meski masih terus melihat suaminya terbaring, Bernadette berharap dan terus mendoakan kesembuhan Adams agar bisa tersenyum kembali seperti sedia kala.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=sfxJ8CKhG5E[/embedyt]
Sumber referensi: cnn, face2faceafrica


