Kisah Terakhir Kalinya Tottenham Hotspurs Dapat Trofi

spot_img

Di dalam belantika sepak bola Inggris, Tottenham Hotspurs bukanlah tim yang kaya akan trofi layaknya Manchester United, Liverpool, Chelsea dan Manchester City. Meski sering meramaikan perburuan juara Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspurs pada akhirnya selalu gagal menapaki tangga juara. Mereka selalu kalah bersaing dengan tim-tim tradisional tersebut.

Pada musim ini saja Tottenham Hotspur kembali apes. Klub berjuluk The Lilywhites tersebut dipastikan kembali gagal membawa pulang trofi ke lemari mereka. Kepastian itu terjadi setelah Tottenham Hotspurs tersingkir dari ajang Piala FA. Kalah 1-0 dari tim Championship Middlesbrough di babak 16 besar, peluang Tottenham mendapatkan trofi musim ini pun tertutup.

Sebelumnya, Tottenham sudah tersingkir dari Piala Liga usai dijegal Chelsea di semifinal. Klub asuhan Antonio Conte ini juga sudah tersingkir dari kompetisi antarklub Eropa yang mereka ikuti, UEFA Conference League.

Kini peluang Tottenham Hotspurs untuk mendapatkan trofi, sesuatu yang sangat mereka idamkan, tinggal tersisa di Liga Primer Inggris. Kendati demikian, rasanya sangat mustahil bagi Tottenham Hotspurs untuk merengkuh trofi Liga Inggris musim ini, sebab mereka tertinggal puluhan poin dari sang pemuncak klasemen. Hanya sebuah keajaiban yang bisa membawa Tottenham menjadi kampiun kompetisi bergengsi sedunia musim ini.

Performa Spurs dalam sedekade terakhir

Performa Tottenham Hotspurs dalam satu dekade terakhir sejatinya tidak begitu buruk. Saat masih ditukangi Mauricio Pochettino, Tottenham dibawanya melaju hingga ke final Liga Champions tahun 2019. Meski belum berhasil juara, setidaknya itulah prestasi terbaik Tottenham Hotspurs sejak terakhir kali merengkuh trofi pada tahun 2008.

Sejak terakhir kali meraih trofi piala Liga pada 2008, Tottenham Hotspur belum kembali merasakan manisnya mencium trofi. Meski telah bergonta-ganti pelatih, dari sosok Harry Redknapp sampai Nuno Espirito Santo, pencapaian Tottenham Hotspur hanyalah sebagai tim penggembira saja. Mereka hanya kerap ‘nyaris’ juara.

Selain nyaris jawara Liga Champions, Tottenham juga nyaris juara Liga Inggris, tepatnya di musim 2016/17. Kala itu saat dilatih Pochettino, Spurs nangkring di peringkat kedua klasemen Liga Inggris, tertinggal 7 poin dari Chelsea. Dua musim sebelumnya, 2014/15 Tottenham juga kalah dari Chelsea di final Piala Liga dengan skor 2-0.

Fakta memang berbicara, dalam beberapa tahun terakhir, Tottenham Hotspur memang kesulitan meraih juara. Meski mereka jadi bagian dari “The Big Six” Premier League, prestasi Tottenham Hotspur jauh bila dibandingkan dengan anggota peserta liga lainnya.
Tottenham Hotspur, dalam sejarahnya sebenarnya sudah memiliki beberapa trofi, namun trofi-trofi tersebut diraih saat jamannya Premier League belum lahir atau kompetisi sepak bola negeri ratu elizabeth belum sepopuler seperti sekarang ini.

Kalau kita menghitung, Spurs sudah menjuarai Liga Inggris 2 kali pada musim 1950/51 dan 1961/61. Kemudian FA Cup 8 kali, Piala Winners satu kali, dan Piala UEFA 2 kali.
Momen Tottenham Hotspurs juara Piala Liga 2008

Trofi terakhir yang diraih Tottenham terjadi sudah lama sekali. Tepatnya pada musim 2007/08, jaman di mana MU, Liverpool, Chelsea dan Arsenal masih menguasai empat besar Liga Primer Inggris. Namun bukan trofi Liga Primer Inggris yang didapat Spur pada waktu itu. Tetapi hanya trofi juara Piala Liga di bawah asuhan Juande Ramos. Ketika itu, Spurs mampu mengangkat Piala Liga musim 2007/08 setelah mengalahkan Chelsea 2-1 di laga final.

Perjalanan Tottenham Hotspurs merengkuh trofi Piala Liga 2007/08 dilalui dengan mulus. Mereka tidak tersentuh kekalahan dalam enam pertandingan sepanjang Piala Liga 2007/08. Spurs yang diperkuat sejumlah nama seperti Robbie Keane, Dimitar Berbatov, Ledley King, Didier Zokora, dan Paul Robinson sukses menyingkirkan lawan-lawannya, mulai dari Middlesbrough, Blackpool, Manchester City hingga Arsenal yang mereka tekuk di semifinal.

Selanjutnya Tottenham Hotspur bertemu dengan Chelsea di partai puncak, tim yang kala itu juga dihuni sejumlah nama beken seperti Frank Lampard, Didier Drogba, John Terry dan Nicolas Anelka.

Pertandingan berjalan seimbang sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Kedua tim saling jual beli serangan. Tercatat penguasaan bola dari kedua tim adalah 52% milik Chelsea dan sisanya milik Spurs.

Tottenham Hotspurs sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Didier Drogba di babak pertama. Anak asuh Juande Ramos lalu menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti striker andalan mereka Dimitar Berbatov di babak kedua, dan memastikan kemenangan melalui gol Jonathan Woodgate di masa extra time. Tottenham pun berpesta di Wembley. Segenap pemain, pelatih, official hingga suporter larut dalam suka cita.

Prestasi Spurs di Piala Liga atau yang saat itu dikenal juga sebagai Piala Carling berbanding terbalik dengan pencapaian Spurs di Liga Inggris. Di Premier League, Spurs hanya finis di posisi ke-11 musim 2007/08, sehingga tak bisa mendapatkan tiket tampil di kompetisi Eropa.

Kendati tak berhasil di Liga Primer Inggris, prestasi Spurs di Piala Liga sudah terbilang sangat sensasional. Maklum saja, trofi juara merupakan sesuatu yang sangat sulit didapat oleh Tottenham Hotspurs. Sehingga dengan gelar juara Piala Liga ini patut untuk dirayakan dan tentu saja untuk dikenang.

Sang pelatih Juande Ramos layak mendapat catatan istimewa, karena ia baru empat bulan bekerja di White Hart Lane. Pelatih asal Spanyol itu menggantikan Martin Jol yang dipecat di bulan Oktober.

Bagi Tottenham Hotspurs sendiri ini merupakan kali keempat mereka menjuarai Piala Liga Inggris dari enam penampilannya di partai final. Kali terakhir mereka memenanginya adalah di tahun 1999, yang mana itu merupakan terakhir kalinya pula The Lilywhites mengangkat sebuah tropi juara.

Jumlah Trofi Spurs tak Lebih Banyak dari Trofi Milik Mourinho

Secara keseluruhan, jumlah trofi yang sudah diraih Tottenham Hotspur adalah 24 gelar. Jumlah ini ternyata masih kalah banyak dibanding trofi yang sudah diraih Jose Mourinho, pelatih yang pernah mereka pekerjakan pada tahun 2019 hingga 2021.

Mourinho merupakan ahlinya dalam meraih trofi. Sebab, juru taktik berpaspor Portugal itu sudah mengoleksi 25 trofi selama karier kepelatihannya. Mourinho mengoleksi satu trofi lebih banyak daripada mantan klubnya tersebut.

Kini Tottenham Hotspurs perlu waktu lebih lama lagi untuk kembali meraih gelar juara. Lemari trofi mereka yang sudah berdebu selama 14 tahun rasanya perlu dibersihkan. Agar suporter dapat kembali tersenyum melihat tim kebangaannya menjadi jawara.

Piala FA dan Piala Liga sudah pernah mereka dapatkan. Tinggal trofi Premier League yang belum pernah Tottenham sentuh. Spurs tentu saja sangat berharap bisa menjadi juara Premier League untuk pertama kalinya. Biar mereka nggak dicap sebagai tim pelengkap saja.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru