Kisah Miliano Jonathans, Pemain Mirip Arjen Robben yang Dibujuk PSSI Sejak Belia

spot_img

Demi memajukan sepak bola Indonesia, PSSI sangat serius merancang pembinaan berjenjang untuk para talenta lokal. Tentunya, butuh waktu yang tak sebentar dan kesabaran tak bertepi untuk melihat hasilnya.

Namun, pihak federasi juga mengambil jalan pintas. Ya, dengan cara menaturalisasi pemain keturunan yang sejak belia berkarier di luar negeri. PSSI pun sudah punya database pemain mana saja yang bakal dipulangkan.

Mereka adalah mata air yang harus balik ke pangkuan Ibu Pertiwi. Dan dari sekian banyak nama yang beredar, sosok Miliano Jonathans jadi yang paling menarik untuk dibicarakan. 

Pasalnya, pemain kelahiran Arnhem ini belum juga berhasil dibujuk. Hal ini jadi bukti kalau Miliano bukan pemain sembarangan. PSSI disebut sudah membujuk Miliano sejak jauh-jauh hari sebelum namanya melambung tinggi di Belanda.

Berbagai upaya pun dilakukan oleh PSSI untuk meyakinkan hati Miliano. Pertanyaannya, siapa dan seberapa hebat sang pemain yang disebut punya gaya main mirip Arjen Robben ini? Benarkah Miliano masih setengah ogah membela Timnas Indonesia?

Siapakah Sosok Miliano Jonathans?

Darah Indonesia Miliano Jonathan mengalir dari sang Nenek yang berasal dari Depok Jawa Barat. Pemuda kelahiran 5 April 2004 ini sudah bermain sepak bola saat baru berusia 4 tahun. 

Ketika itu, Miliano cuma bermain untuk bersenang-senang di sebuah klub kampung amatir bernama Arnhemse Boys.  Barulah pada usia 8 tahun, bakat istimewa Miliano dibina oleh akademi Vitesse. 

Sejak itu ruang eksplorasi dan jalan sang pemain menjadi sangat lapang. Bahkan saat kaki mungilnya masih belum keras, keinginan untuk jadi pesepakbola profesional sudah sangat bulat. 

Vitesse pun tanpa ampun menggembleng talenta Miliano agar cepat terbentuk. Sang pemain selalu ditempatkan di level kelompok umur di atasnya. Hebatnya, Miliano bisa dengan mudah beradaptasi dan tampil menonjol.

“Perjalanan di akademi muda benar-benar berjalan dengan sangat baik karena saya selalu bermain dengan kelompok usia yang lebih tinggi. Saat saya berusia 16 tahun, saya sudah dipindahkan ke tim U21/ Jong Vitesse, 1 tim di bawah tim utama,” ungkap Miliano saat diwawancarai Transfermarkt.

Kerja keras, bakat, dan kesetiaan Miliano pun terbayarkan di usia 18 tahun. Pada musim 2021/22, Skuad Hollywood at the Rhine mempromosikannya ke tim senior sekaligus debut di Eredivisie.

Aksi-aksi Miliano membuat Thomas Letsch selaku pelatih Vitesse kala itu jadi kepincut. Dari musim ke musim, pemain yang tampangnya 100 persen Indonesia ini pun selalu mendapat kesempatan bermain.

Statistik Gacor Miliano

Puncaknya terjadi di awal musim 2024/25, Miliano semakin dipercaya mengisi pos depan Vitesse. Dari 18 laga, sang pemain menggemas 11 gol serta 4 assist.

Hampir di setiap laga pemain bernomor punggung 10 ini terpilih jadi Man of The Match. Bahkan, Miliano dinobatkan oleh Eerste Divisie sebagai pemain terbaik paruh musim.

Performa sensasional Miliano ini pun semakin membuat banyak klub kesemsem. Pinangan pun datang dari berbagai penjuru, antara lain dua klub Eredivisie disebut berebut tanda tangannya. Miliano pun sadar, kalau bakat besarnya bakal mubazir jika nggak main di klub elit. Di bursa transfer musim dingin 2024, pilihannya ada dua yakni FC Utrecht atau FC Twente.

Miliano pun memutuskan untuk bergabung bersama FC Utrecht. Kedatangan gen Z berusia 20 tahun ini sekaligus membuat Ole Romeny terdepak dari skuad Domstedelingen.

Pasalnya, sektor sayap kanan FC Utrecht saat ini sudah penuh, alhasil harus ada yang dikorbankan. Saat satu darah Indonesia pergi, ada darah Merah Putih lainnya yang mengisi.

Miliano: The New Arjen Robben

Miliano dianggap oleh banyak pihak lebih hebat ketimbang Mang Ole. Dirinya dianggap sebagai bintang masa depan yang lebih mempesona. Ole memang lincah dan skill full, tapi Miliano disebut lebih gesit dan gacor. Bahkan pemain yang lahir pada 5 Maret 2000 ini disebut punya gaya main yang mirip Arjen Robben.

Nggak tanggung-tanggung, hal ini dilontarkan langsung oleh Hans Kraay. Pundit senior ESPN ini menilai Miliano mempunyai sejumlah kemiripan dengan Robben.

“Miliano Jonathans adalah pemain sayap kanan berkaki kiri yang sangat modern, layaknya seorang Arjen Robben muda,” ujar pengamat ESPN NL itu. 

Sanjungan ini nggak datang dari ruang kosong yang mengawang-awang. Jika kita melihat secara saksama, dribbling lengket, tusukan ke dalam dan sepakan akurat Miliano persis seperti Arjen Robben.

Melihat gocekan-gocekan Miliano kita bagai terserap ke dalam mesin waktu. Seolah-olah kita sedang duduk terpana menyaksikan Arjen Robben beraksi dalam balutan seragam Bayern Munchen, Real Madrid, atau Timnas Belanda.

Kemampuan spesial Miliano ini juga sudah diungkapkan oleh Yussa Nugraha ke Arya Sinulingga. Eks pemain Feyenoord ini menilai Timnas Indonesia bakal ketiban durian runtuh jika bisa mendapatkan The New Arjen Robben.

“Dia gesit, penyelesaian akhirnya bagus. Usia masih muda. Menurut saya, kalau bisa bergabung dengan Timnas Indonesia, akan menjadi prospek bagus. Saat ini, sedang top-topnya di Belanda. Ciri khasnya mirip  Arjen Robben. Jadi dia pemain kidal tapi bermain di sayap kanan. Jadi kayak nekuk,” ungkap Yussa ke Exco PSSI.

PSSI dan KNVB Berebut Miliano 

Jauh sebelum jadi bahan perbincangan media Belanda, PSSI ternyata sudah bergerak dalam senyap. Pihak federasi sudah mengincar Miliano jauh sebelum namanya melambung.

Fakta yang cukup lama tersembunyi ini dilontarkan langsung oleh yang bersangkutan. Miliano mengungkap kalau PSSI sudah mulai PDKT saat usianya masih 16 tahun.

“Ya, saya memang sempat dihubungi oleh PSSI. Karena saya masih cukup muda, mereka tertarik dengan saya. Jadi, ya, ada kontak dengan mereka,” ucap Miliano saat berbincang dengan Andy van der Meijde.

Namun saat itu, bakat besar Miliano sudah diwadahi oleh KNVB. Pemain setinggi 178 cm ini sudah jadi pilihan utama di Timnas Belanda kelompok umur.

Padahal PSSI sudah mengiming-imingi Miliano dengan bermain di Piala Dunia usia muda. Namun sayangnya, darah muda yang bergejolak dalam diri Miliano masih dipenuhi kebimbangan.

“Saat itu ada Piala Dunia U-20 di Indonesia, PSSI ingin saya bergabung. Tapi saya masih bermain untuk Timnas Belanda U-18, jadi saya belum ingin mengambil keputusan,” lanjut Miliano. 

Melihat bakat besar yang dimiliki sang pemain, PSSI sangat rawan untuk ditikung. Bukan mustahil, salah satu talenta hebat keturunan Indonesia kembali lepas ke pelukan The Oranje.

Cukuplah Tijjani Reijnders yang bikin hati nyesek, jangan sampai terulang ke Miliano. PSSI harus bisa meyakinkan sang wonderkid kalau memperkuat Timnas Indonesia adalah pilihan yang tepat. 

Miliano OTW Gabung Timnas Indonesia

Miliano sendiri masih membuka lebar pintu kemungkinan untuk memperkuat Indonesia. Sang pemain nggak memutus silaturahmi dengan PSSI. Namun untuk sementara waktu Miliano ingin fokus mengamankan tempat di Skuad senior FC Utrecht.

“Saya masih menjalin kontak dengan PSSI, tapi saya belum membuat keputusan. Saya biarkan semuanya berjalan dulu dan sekarang fokus ke Utrecht,” terang Milano dengan perasaan berharap.

Di kesempatan lain, Miliano pun secara tersirat nggak bakal melupakan akar sejarahnya. Dari mana dirinya berasal, kelak di sanalah Miliano akan kembali. Ke mana lagi kalau bukan ke pangkuan Ibu Pertiwi.

“Keluarga saya sudah pernah ke Indonesia dan mereka sangat menyukainya disana. Itu sangat menyenangkan. Saya sudah pernah ke Indonesia saat saya masih sangat kecil, tapi untuk saat ini saya berharap bisa segera mengunjungi Indonesia kembali,” ungkap Miliano antusias.

Hal ini jadi pertanda positif, dan netizen pun meyakini keputusan Miliano hanya soal waktu. Cepat atau lambat sang pemain bakal menyusul para penggawa lain untuk pulang ke Tanah Air.

Netizen optimis, langit yang cocok untuk Miliano bersinar adalah langit Nusantara yang luas, bukan langit setinggi Kincir Angin. Miliano pun harus mengangkasa bersama Garuda, bukan jadi pasukan Singa Emas.

Peluang dan Kontribusi Miliano untuk Skuad Garuda

Jika kelak bergabung dengan pasukan Merah Putih, otomatis Miliano jadi aset berharga negara. Sang pemain bisa langsung jadi andalan di timnas senior.

Pasalnya, Patrick Kluivert yang ingin mengadopsi Total Football butuh sosok winger gesit. Pergerakan lincah nan menawan Miliano diharapkan bisa mengacak-acak area sayap pertahanan lawan.

Apalagi saat ini Timnas Indonesia belum punya sosok winger murni. Dalam skema menyerang, Patrick Kluivert diprediksi bakal memakai formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. Dua skema ini pun sudah sangat dikuasai oleh seorang Miliano. Dirinya yang sudah kenyang dengan gaya sepak bola Belanda mengaku sangat nyaman dengan sepak bola menyerang.

“Formasi favorit saya adalah dengan empat pemain bertahan, tiga gelandang dan tiga penyerang. Saya menyukai formasi ini karena saya menyukai sepak bola menyerang dan saya suka bermain di sisi kanan,” ungkap sang bintang.

Alhasil, Miliano diyakini bisa dengan mudah nyetel bersama Timnas Indonesia. Bukan hanya dari sisi taktikal, secara kebudayaan dan emosional pun Miliano bakal cepat menyatu.

Pasalnya, Indonesia bukanlah tanah asing yang baru akan dijejakinya. Darah kental  Merah Putih mengalir deras dalam diri Miliano. Indonesia adalah rumah dan nggak ada tempat pulang paling nyaman selain berada di rumah sendiri. Miliano pulang lah, Ibu Pertiwi menantimu.

Sumber referensi:

https://www.transfermarkt.co.id/miliano-jonathans-sayap-lincah-vitesse-dan-asal-usul-keluarganya-di-indonesia/view/news/441715

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru