Nama Crvena Zvezda memang tak begitu populer di telinga para pecinta sepak bola. Di kancah persepakbolaan Eropa, klub tersebut lebih dikenal dengan nama, Red Star Belgrade. Selain terkenal, Red Star juga pernah membukukan prestasi di kompetisi paling bergengsi Benua Biru, Liga Champions.
Tercatat, selagi bernama European Cup, dengan mengejutkan Red Star Belgrade berhasil menjadi juara pada 1990/91. Nama-nama Sinisa Mihajlovic, Robert Prosinecki, dan Darko Pancev adalah beberapa pemain yang menjadi bagian kesuksesan tersebut.
Selain kerap menampilkan performa mengejutkan, Red Star juga memiliki senjata rahasia yang tersimpan di stadion Rajko Mitic, markas utama mereka. Senjata rahasia itu adalah terowongan tunnel bawah tanah yang menghadirkan atmosfer mencekam bagi pemain manapun yang melewatinya.
Daftar Isi
Stadion Rajko Mitic
Red Star sendiri terbentuk di tengah ledakan perang dunia kedua melalui usaha para penganut paham anti-fasis yang berada di bawah naungan Serbian United Antifascist Youth League, sebagai simbol rakyat Yugoslavia.
Jadi tidak heran apabila Red Star Belgrade memiliki stadion yang sangat tua untuk memainkan laga kandang mereka. Rajko Mitic Stadium merupakan stadion tua yang sudah ada sejak tahun 1927 silam. Saat pertama kali dibuka, stadion ini belum bernama Rajko Mitic, melainkan bernama Avala Stadium.
HALF TIME | Zvezda in front on the night thanks to that Mirko Ivanić goal. Rangers lead 3-1 on aggregate. #fkcz 🔴⚪ #uel pic.twitter.com/oVnQRHRvUp
— FK Crvena zvezda in Glaswegian (@crvenazvezda_en) March 17, 2022
Sempat berganti-ganti nama, stadion ini sempat bernama Red Star Stadium atau yang lebih sering dikenal dengan Maracana Stadium, nama yang sama dengan stadion yang berada di Rio de Janeiro.
Nah, sebagai penghormatan kepada legenda Red Star Belgrade, Rajko Mitic. Pada Desember tahun 2014 nama stadion resmi berganti menjadi nama sang legenda, yaitu Rajko Mitic Stadium.
Stadion terbesar di Serbia ini dulunya memiliki kapasitas maksimal mencapai 110.000 penonton. Namun di pertengahan 90-an, kapasitas stadion ini menyusut menjadi 60.000 penonton setelah dilakukan renovasi di pertengahan era 1990-an dengan mengubah stadion ini menjadi all-seater.
Dengan desain kuno dan kurang estetik untuk sekelas stadion terbesar di suatu negara, Stadion Rajko Mitic ini memiliki fasilitas unik yaitu sebuah terowongan yang menghubungkan ruang ganti pemain dengan lapangan yang sangat mencekam. Terowongan ini sangat bertolak belakang dengan kesan mewah atau modern yang biasa kita lihat di stadion-stadion klub sepak bola Eropa lainnya.
Terowongan Mencekam
Seiring berjalanya waktu Rajko Mitic pun mengalami renovasi dan beberapa pembaruan untuk memenuhi standar UEFA. Namun ada satu bagian stadion yang tak mengalami perubahan, yaitu terowongan legendaris ini. Terowongan ini bahkan sudah beroperasi sejak tahun 1963.
Karena ruang ganti pemain terletak di bangunan yang terpisah dengan stadion, terowongan yang kurang lebih memiliki panjang 240 meter ini dibangun untuk menghubungkan ruang ganti tersebut dengan lapangan pertandingan.
Terowongan lawas ini digambarkan sebagai layaknya terowongan labirin pada bunker bekas perang dunia kedua. Ruangan panjang berliku-liku dan sempit dengan atap berbentuk melengkung setengah lingkaran serta diapit oleh barisan polisi bersenjata di kedua sisinya.
Terowongan di perut stadion ini memiliki kemiringan yang menyesuaikan kemiringan tempat duduk penonton di atasnya. Pemain yang bertandang diberikan kesan seperti, gladiator yang akan memasuki sebuah gelanggang pertarungan melawan singa, layaknya di kolosium Roma.
The tunnel at Red Star Belgrade. Proper mental. 👍⚽🔥pic.twitter.com/PLZLHdgLv4
— Barry Anderson (@BarryAnderson_) October 20, 2017
Langit-langitnya sangat rendah sehingga pemain dengan tinggi lebih dari 180 cm terkadang harus mencondongkan tubuh ke depan untuk menghindari kepalanya terbentur langit-langit lorong itu.
Pemain semakin terintimidasi kala menemui lorong lurus tak berujung dengan sesekali terdapat pesan teror berwarna merah bak ditulis dengan darah pada dinding lorong yang berwarna abu-abu pucat mengiringi perjalanan menuju ke lapangan stadion.
Teror Ultras Red Star Belgrade
Ditambah, dalam setiap langkah pemain yang bertandang ke markas Red Star, suara gemuruh dari lima puluh ribu lebih ultras Red Star Belgrade menggema di telinga. Mungkin ada banyak hal yang menakutkan di dunia sepak bola, namun tak ada yang sebanding dengan berjalan kaki di terowongan tunnel paling mencekam milik Red Star ini.
Delije, begitulah sebutan untuk para ultras Red Star Belgrade. Istilah yang menimbulkan ketakutan di seluruh Eropa, serta membangkitkan segala citra yang melekat pada ultras sepak bola.
Ultras Red Star merupakan salah satu sekumpulan ultras terbaik yang pernah ada, siapa pun yang beruntung pernah melihat langsung ultras Red Star beraksi di Stadion Rajko Mitic pasti memori itu akan terus melekat selama sisa hidupnya.
Dengan dinding beton yang hanya setebal 15 cm membatasi lorong dengan tribun milik ultras Red Star, itu membuat dinding lorong akan dibuat bergetar oleh nyanyian suara perut khas ultras Red Star. Itu akan menjadi 240 meter terpanjang dan paling mencekam yang dialami pemain lawan.
ESTRELLA ROJA – Glasgow Rangers. Delije: ‘…all we are saying is give peace a chance!’ pic.twitter.com/q99WK7EPk3
— Grada Serbia (@GradaSerbia) March 17, 2022
Di sana, para pemain lawan kemudian akan menuruni dua set tangga dan berjalan di sepanjang jalan di mana para ultras Red Star juga akan menggedor-gedor sisi lain dari pintu berwarna merah. Pintu merah yang digedor itu akan menciptakan suasana mengerikan yang mengingatkan kita pada film Insidious.
Tim yang Pernah Merasakan
Tim lawan yang baru-baru ini melewati lorong mencekam ini adalah Rangers asuhan Giovanni Van Bronckhorst dalam ajang Europa League. Meski akhirnya mereka menang agregat dengan skor akhir 4-2, pada leg kedua anak asuh Van Bronckhorst dipaksa tunduk di kandang Red Star dengan skor 1-2.
Entah hanya apes atau mengendurkan serangan karena sudah unggul 3-0 di leg pertama, mental dari pemain Rangers pasti sudah goyah saat dipaksa untuk melewati lorong kematian itu.
Tim-tim lain yang pernah merasakan aura mencekam terowongan milik Red Star ini adalah Arsenal pada tahun 2017 lalu. Sama, mereka juga bermain dalam ajang Europa League kontra Red Star. Lalu klub asal Italia, AC Milan juga pernah merasakan atmosfer mencekam itu pada Februari 2021.
Mungkin yang paling terkenal dan masih diingat sampai sekarang adalah saat MU bertandang ke Rajko Mitic, yang kala itu masih bernama Avala Stadium. Setelah menahan imbang Red Star dan memastikan lanjut ke babak semifinal European Cup, kejadian tragis pun terjadi.
Simbol dari pertandingan terakhir para pemain, staf dan jurnalis yang kehilangan nyawa dalam tragedi Munich tahun 1958.
Jangan pernah lupakan mereka. pic.twitter.com/aFYNOurIQ1
— Manchester United Indonesia (@ManUtd_ID) February 6, 2022
Saat skuad MU akan pulang ke Inggris, pesawat yang mereka tumpangi dari Yugoslavia harus mengisi bahan bakar terlebih dahulu di Munchen, Jerman. Nahas, pesawat berjenis Airspeed Ambassador tersebut gagal lepas landas dan menabrak pagar pembatas dengan kecepatan tinggi. Kejadian ini pun dikenal dengan Tragedi Munich 1958.
Kabarnya, akhir tahun lalu, terowongan itu sedikit mengalami perubahan dengan menambahkan mural warna-warni agar merefresh suasana lorong.
https://youtu.be/25p8I8wAZVA
Sumber: The Athletic, The Football Times, Sb Nation, Liga Laga


