Kisah Imigran Vincenzo Grifo yang Gacor Di Bundesliga

spot_img

Jerman telah hidup berpuluh-puluh tahun lebih menjadi salah satu negara terbesar kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara tujuan para imigran. Dalam urusan sepakbola, tak jarang para imigran menghiasi Bundesliga maupun timnas Jerman. Sebut saja pemain-pemain beken seperti Lukas Podolski, Mesut Ozil, hingga yang terkini ada Jamal Musiala.

Namun kisah itu berbeda dengan apa yang dialami penyerang sayap yang lagi gacor di Bundesliga bernama Vincenzo Grifo. Nama yang berbau Italia itu kini jadi buah bibir sebagai pemain keturunan yang unik. Lho kok bisa?

Siapa Vincenzo Grifo?

Mari bercerita dulu tentang siapa sih pemain ini sebenarnya. Pemain berusia 29 tahun ini lahir dan besar di Jerman. Ia lahir di daerah Pforzheim. Kedua orang tuanya adalah imigran berdarah Italia yang sudah lama menetap di Jerman.

Tapi uniknya, ia dan keluarga tidak memutuskan untuk beralih kewarganegaraan. Kecintaan akan tanah leluhurnya itu, membuat keluarga Grifo tak mau menggadaikan status warga negara Italianya.

Nah sedangkan dalam urusan sepakbola, ia dididik dan dibesarkan oleh metode sepakbola Jerman. Ia pun melanglang buana di berbagai klub akademi di Jerman demi mewujudkan ambisinya sebagai pemain sepakbola profesional. Karlsruher menjadi tim akademi terakhirnya.

Karir sepakbola profesional Grifo baru dimulai ketika ia menandatangani kontrak dengan Hoffenheim pada 2012 silam. Namun berkat penampilannya yang belum gacor, ia sempat dipinjamkan kesana kemari. Baik ke Dynamo Dresden, Frankfurt, hingga akhirnya sampai ke Freiburg pada 2015.

Jangan salah, Freiburg dulu masih berada di Bundesliga II. Masuknya Grifo memberi efek positif bagi performa tim. Sumbangan 14 gol dan 14 assist mampu membawa Freiburg promosi ke Bundesliga.

Tapi justru setelah itu karirnya makin tak jelas. Freiburg malah memilih menjualnya pada 2017. Intensitas kepindahan pemain Italia yang satu ini juga cukup sering. Ia pindah ke Gladbach, kemudian pulang ke Hoffenheim lagi, sebelum akhirnya pada 2019 lalu ia balik lagi ke Freiburg hingga sekarang.

Aktor Kebangkitan Freiburg

Lalu apa sih keistimewaan pemain yang sering gonta-ganti klub ini? Mari kita lihat dari segi pencapaiannya. Tak dipungkiri secara catatan prestasi dan performa, ia baru terlihat gacor ketika membela Freiburg. Klub medioker yang namanya kurang populer di Bundesliga.

Maklum secara sejarah klub ini kurang mentereng. Prestasi terbaiknya mentok hanya jadi juara Bundesliga II sebanyak empat kali. Akan tetapi sekarang, lambat laun Freiburg mulai banyak menyita perhatian.

Tunggu dulu, apakah itu berkat dari penampilan Grifo? Faktanya kebangkitan Freiburg baru dimulai pada musim lalu. Artinya apakah sejak 2019, peran Grifo tak terlalu membantu timnya?

Sebenarnya secara data, torehan gol dan assistnya sering membantu tim. Contohnya saja pada musim 2020/21. Ketika ia mengantarkan Freiburg finish di posisi 10 besar. Ia menjadi top skor tim dengan 9 gol dan 10 assist.

Nah, perannya itu mulai makin kelihatan gacor di musim lalu. Ketika ia kembali menjadi top skor klub dengan 13 gol dan 8 assist. Berkat itulah Freiburg mampu finish di posisi 6 klasemen Bundesliga dan berhak lolos ke Europa League.

Tak hanya masuk Europa League, di kompetisi lokal DFB Pokal pun, tim yang berjuluk Breisgau Brasilianer itu juga berhasil menjadi finalis.

Kelebihan Dan Kelemahan Grifo

Namun apa sih kelebihan Grifo sehingga bisa gacor seperti itu? Sebagai pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap atau winger, ia tergolong bertubuh kekar dan termasuk kategori pemain berpostur tinggi.

Meskipun tinggi, tapi ia sangat lincah dan skillfull. Kedua kakinya juga berfungsi sama kuat. Apalagi naluri golnya yang tajam membuatnya menjadi pemain sayap yang bisa diandalkan sebagai finisher.

Ia kini bahkan tercatat sementara menjadi pencipta peluang terbanyak di Bundesliga. Menurut Opta, penciptaan peluang berbahaya Grifo musim ini mencapai 39. Di atas pemain seperti Kevin Stoger (35), maupun Kimmich (34), dan Musiala (34).

Tak hanya penciptaan peluang, ia juga pandai menciptakan gol. Namanya kini sangat dielu-elukan menjadi calon top skor Bundesliga musim ini. Bagaimana tidak, per pekan 23 Bundesliga, ia sudah menciptakan 12 gol. Hanya di bawah Niklas Fullkrug sang pemimpin top skor sementara dengan 14 gol.

Yang unik, menurut catatan dari Spieltag, 14 dari 35 gol Freiburg di Bundesliga musim ini tercipta dari situasi bola mati yang berawal dari Grifo. Artinya, selain jago dalam hal penciptaan peluang, gol, maupun assist, ia juga mahir memanfaatkan bola mati.

Akan tetapi, sebagai manusia biasa, Grifo selain memiliki segala kelebihan – juga mempunyai kelemahan. Kelemahan pertama yakni dari segi usia. Ya, siapa sangka bahwa ia baru moncer dalam usia yang sudah tidak muda lagi. Usianya yang hampir kepala tiga, membuatnya hanya punya karir beberapa tahun lagi untuk mencapai masa keemasannya sebagai pesepakbola.

Maka dari itulah, Grifo harus benar-benar mengatur top performanya dengan sebaik mungkin. Kelemahan berikutnya mungkin dari segi tim. Ia “tak akan kemana-mana” bersama Freiburg. Bagaimanapun ia harus sadar diri dan melihat prospek kedepannya dengan pindah ke klub besar jika ia membutuhkan trofi.

Masuk Timnas

Hal itulah yang kini sedang dipikirkan sang pemain. Ia ingin suatu saat nanti merasakan atmosfer liga tanah leluhurnya, Serie A. Namun ia terlebih dahulu menjajakinya bersama rekan-rekannya di Timnas Italia.

Lho kok Timnas Italia? Ya, berkat kegacorannya selama di Freiburg, ia dipanggil pelatih Italia Roberto Mancini sejak 2018 silam. Meski tak bermain di Serie A bakatnya tercium sampai negeri Pizza.

Bukan tanpa alasan jika Mancini memanggilnya ke dalam skuad. Selain lihai menyisir sisi kiri, Grifo dikenal sebagai pemain yang memiliki eksekusi bola mati mematikan.

Sampai sekarang bersama Gli Azzuri ia telah mengemas 4 gol dari 8 caps. Dengan penampilannya yang makin moncer, bukan tidak mungkin ia akan terus dipakai Mancini sampai EURO 2024 nanti jika Italia lolos.

Jadi Rebutan Klub Italia

Ia kini juga banyak dibujuk klub-klub besar Italia macam Juventus, Milan, maupun Inter. Namun jika dilihat dari ikatan emosionalnya, Inter jadi yang terdepan. Karena menurut wawancaranya dengan La Gazzetta Dello Sport, ia adalah fans Inter sedari kecil. Ia pun sering mengikuti perjalanan Inter di Serie A selama ini.

Kemanapun ia pergi nantinya, yang jelas ia kini akan menuntaskan tugasnya dulu bersama Freiburg. Selain akan berhadapan dengan Juventus di Europa League, ia juga sudah kadung kembali mengangkat Freiburg di posisi lima sementara Bundesliga. Jadi, kemana perjalanan Grifo selanjutnya? Bertahan, atau sudah saatnya mudik ke kampung halaman musim depan?

https://youtu.be/AcBg-Gwdjeg

Sumber Referensi : cultofcalcio, sempreinter, transfermarkt, getfootballnewsgermany

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru