Pada tahun 2011 silam, Juventus baru saja meresmikan stadion baru mereka yang bernama Juventus Stadium. Dengan dibukanya stadion berkapasitas lebih dari 40 ribu penonton itu, Juve diprediksi bakal mengundang klub top Eropa, atau setidaknya mereka yang berjaya di Italia. Namun menariknya I Bianconeri tidak mengundang tim-tim seperti AC Milan, Inter Milan, FC Barcelona, atau Real Madrid. Mereka malah mengundang klub kasta bawah asal Inggris, Notts County.
Remembering a symbolic moment back in 2011, whereby @juventusfcen played host to @Official_NCFC at Juventus Stadium. The match ended 1-1. Juventus 🇮🇹 and Notts County 🏴 will always share a special and historical bond. Two clubs forever tied. pic.twitter.com/lFT21KkSRd
— sempre ZEBRE (@sempreZEBRE) September 9, 2020
Ketika itu, tepat pada September 2011, Juventus sengaja mengundang Notts County karena kedua tim tersebut memiliki sejarah luar biasa. Keduanya punya ikatan yang tak pernah lekang oleh waktu. Lebih dari itu, Juventus dan Notts County sampai memiliki corak seragam yang sama, karena memang itu merupakan hal yang paling istimewa dari keduanya.
Pada pertandingan itu sendiri, Notts County sengaja diundang oleh pemilik Juventus, Andrea Agnelli. Dia menelepon pemilik Notts, Ray Trew, untuk mengundang mereka sebagai lawan pertama yang menjajal kandang anyar Juventus. Notts yang saat itu berkompetisi di kasta ketiga sepakbola Inggris jelas tidak bisa menolak kesempatan yang sangat istimewa itu.
Laga tersebut memang begitu istimewa karena turut dihadiri oleh legenda seperti Dino Zoff, Giampiero Boniperti, Marcello Lippi, Claudio Gentile, Roberto Bettega, Ciro Ferrara, Edgar Davids, Paolo Montero, dan Fabrizio Ravanelli. Selain itu, kedatangan para pemain Notts County ke Turin juga disambut dengan sangat elegan oleh pihak Juventus, dimana mereka diberikan fasilitas hotel bintang lima, mendapat kawalan polisi, dan ditemani oleh sekitar 200 penggemar yang turut hadir ke Italia.
Pertandingan yang berjalan cukup ketat itupun tidak memunculkan pemenang, setelah skor berakhir dengan angka sama kuat 1-1. Lee Hughes tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak gol ke gawang Si Nyonya Tua di Juventus Stadium.
Sejarah orang-orang Inggris yang membawa olahraga sepakbola ke Italia memang sudah banyak kisahnya. Banyak para pekerja asal Britania yang dulunya ikut mengadu nasib di Italia. Mereka yang mampu membaur dengan warga lokal pada akhirnya diterima dengan sangat baik. Salah satu pengaruh yang diberikan orang-orang Inggris kepada Italia adalah seperti yang sudah dijelaskan, yaitu sepakbola.
Ada sejumlah klub sepakbola di Italia yang berdiri berkat andil orang-orang Inggris, salah satunya tentu Juventus. Klub berlogo zebra ini didirikan oleh sosok bernama Tom Gordon Savage. Pria asal Nottingham tersebut ketika itu tengah menimba ilmu di Turin, dan secara langsung menjadi penghubung antara Juventus dan Notts County.
Satu hal yang sampai saat ini akan selalu diingat dari jasa seorang Tom Gordon Savage adalah jersey.
Cerita bermula pada tahun 1903, ketika Juventus yang pada awalnya menggunakan jersey berwarna pink ternyata menyadari bahwa jersey tersebut mudah luntur saat dicuci. Tom Gordon Savage yang lebih akrab dikenal dengan nama John Savage pada akhirnya ditugaskan Juventus untuk membantu klub mengatasi masalah ini. Tak butuh waktu lama, dia lalu menghubungi salah satu temannya yang berada di Nottingham, yang tak lain dan tak bukan merupakan seorang penggemar Notts County.
Setelah itu, sebuah paket seragam bercorak putih-hitam dikirimkan kepada John Savage. Semua sudah paham betul bila corak putih-hitam pada jersey yang diberikan kepada John merupakan jersey yang sangat mirip dengan milik Notts County. Sejak saat itu, karena dirasa cocok, Juventus langsung menggunakan jersey bercorak putih-hitam sebagai seragam kebesaran mereka.
Menariknya, meski corak putih-hitam Juventus bersumber dari Notts County, jersey dengan warna tersebut malah lebih identik dengan klub asal Italia tersebut. Juventus sedari dulu dikenal, dibayangkan, dan disadari, sebagai sebuah kesebelasan sepakbola dengan corak putih-hitam.
Kendati demikian, Juventus tidak lantas melupakan sejarah Notts County yang turut masuk ke dalam catatan istimewa mereka. Malah, kedua tim tersebut masih terus berhubungan sampai saat ini. Juventus yang sudah menganggap Notts County sebagai saudara tua mereka juga tak hanya berhubungan dalam satu acara istimewa seperti peresmian Juventus Stadium, namun juga dalam hal lain, seperti misalnya pada tahun 2012 lalu. Notts County turut mengundang Juventus dalam perayaan ulang tahun klub ke 150.
The Magpies, julukan Notts County, mengatakan bahwa hubungan mereka dengan Juventus bukan hanya sekadar rekan tanding saja, melainkan lebih dari saudara. Jim Rodwell, ketua eksekutif Notts County ketika itu, mengatakan bila bukan rahasia besar bila bertanding melawan Juventus akan selalu menjadi mimpi mereka.
Cerita lain yang tak kala istimewa adalah ketika Juventus memberikan bantuan kepada Notts County yang tengah mengalami masalah serius pada tahun 2019 silam. Notts County terjerat masalah finansial sehingga mereka harus memulai musim baru dengan jersey lama karena tidak bisa membayar desain dari apparel jersey mereka.
Alasan itulah yang membuat Juventus datang menawarkan bantuan. Mereka teringat cerita di masa lampau ketika klub pernah mengalami masalah soal jersey yang akan dikenakan. Sayang, niat baik Juventus terhadang dianggap menyalahi kontrak milik The Magpies dengan salah satu sponsor mereka.
🗓️ 1903 – Notts County supply Juventus with their strip after seeking a new kit.
🗓️ 2011 – Notts County play in the first official match at the new Juventus Stadium.
🗓️ 2019 – Juventus offer to assist Notts County with their kit following financial troubles.
👏#NottsCounty pic.twitter.com/s74OJlLARC
— William Hill (@WilliamHill) July 28, 2019
Meski apa yang ingin dilakukan Juventus tidak terpenuhi, niatan klub raksasa Italia tetap mendapat apresiasi dari banyak pecinta sepakbola lainnya. Sekali lagi, Le Zebre dinilai tak melupakan sejarah masa lampau dan kebaikan hati Notts County, yang menjadi inspirasi desain jersey kandang mereka sampai saat ini.
Dari Jersey, dari hal sederhana, kedua klub tersebut bisa sampai memiliki hubungan kekerabatan yang begitu luar biasa. Dua corak warna, yakni putih dan hitam, berhasil menyatukan dua kesebelasan yang sejatinya tidak memiliki akar yang sama.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=d2NH2Cg0ny8[/embedyt]
Sumber referensi: football whisper, dreamteamfc


