Kisah dan Sejarah Unik di Balik Julukan Klub La Liga Spanyol

spot_img

Sebelumnya di Starting Eleven, kami telah membahas kisah dan sejarah unik di balik julukan klub Premier League dan Serie A Italia. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas sejarah julukan dari klub La Liga Spanyol.

Pada pembahasan kali ini, starting eleven akan mengulasnya secara berbeda, yakni dengan mengurutkan sejarah julukan klub La Liga mulai dari yang paling biasa, paling unik, dan terakhir paling garang. Siapa saja mereka dan seperti apa sejarahnya? Berikut ulasannya.

Klub La Liga dengan Julukan Paling Biasa

Kita mulai dari klub dengan julukan paling biasa, yakni mereka yang julukannya kurang kreatif karena hanya berdasarkan warna jersey yang dipakai. Yang pertama ada Getafe dengan julukan “Azulones” yang artinya Si Biru Tua. Osasuna dengan julukan “Los Rojillos” yang dalam bahasa Basque berarti Si Merah. Mirip dengan Real Mallorca yang dijuluki “Los Bermellones” yang diambil dari bahasa Catalan “vermello” yang artinya merah jingga.

Asal usul yang sama juga berlaku untuk Real Sociedad yang punya julukan “Los Txuri-Urdin” yang dalam bahasa setempat berarti Si Putih Biru. Begitu pula dengan Real Betis Balompie yang populer dengan julukan “Los Verdiblancos” yang artinya Si Hijau Putih. Betis juga punya julukan “Verderones” yang diambil dari jenis burung yang memiliki bulu berwarna hijau.

Berikutnya ada Elche dengan julukan “Franjiverde” yang diambil dari kombinasi warna putih dan hijau pada jersey yang mereka pakai. Lalu ada Rayo Vallecano dengan julukan “Los Franjirrojos” yang artinya Selempang Merah yang mengacu pada garis diagonal berwarna merah yang terpampang pada lambang dan kaos utama mereka.

Klub La Liga dengan Julukan Paling Unik

Beralih ke klub Spanyol yang memiliki julukan yang unik. Di tempat pertama ada rival sekota Real Betis, Sevilla FC. Sevilla punya beberapa julukan, seperti “Los Nervionenses” yang mengacu pada distrik Nervion, tempat stadion Ramon Sanchez Pizjuan berada. Selain itu, mereka juga dijuluki “Palanganas”. Inilah julukan paling unik dari Sevilla.

Ada beberapa sumber cerita soal asal usul julukan tersebut. Salah satu sumber mengatakan bahwa julukan “Palanganas” yang artinya baskom diambil dari bentuk stadion Ramon Sanchez Pizjuan di masa lalu yang berbentuk oval dengan cekungan putih dan detail merah di atasnya yang mirip dengan bentuk dan warna baskom. Sevilla juga dijuluki “Los Rojiblancos” yang artinya Si Merah Putih, tetapi julukan ini jauh lebih melekat kepada Atletico Madrid.

Ya, melihat dari corak jersey-nya, Atletico Madrid memang lebih pantas dijuluki “Los Rojiblancos”. Namun gara-gara jersey bergaris vertikal merah dan putih itu pula Atletico mendapat julukan “Los Colchoneros” yang secara harfiah berarti pembuat kasur. Di awal abad ke-20, corak dan warna kasur tradisional Spanyol memang sangat mirip dengan jersey Atletico Madrid.

Kisah serupa juga dialami Deportivo Alaves yang dijuluki “Babazorro”. Julukan tersebut berasal dari gabungan 2 kata dalam Basque, yakni “baba” yang artinya kacang ‘fava’ jenis kacang panjang khas Provinsi Alava dan “zorro” yang artinya karung. Hal tersebut tak lepas dari sejarah Provinsi Alava yang banyak memproduksi kacang fava.

Kisah tak kalah unik dimiliki Celta Vigo yang dijuluki “Celticos” atau “Celtinas” yang merujuk pada asal-asul leluhur masyarakat kota Vigo yang merupakan bangsa Celtic. Selain itu, Celta Vigo juga dijuluki “Olivicos” yang artinya pohon zaitun. Pohon tersebut terdapat pada lambang kota Vigo yang merupakan simbol perdamaian. Jika berdasar warna jersey-nya, mereka dijuluki “Os Celestes” yang berarti biru langit.

Kisah serupa juga dimilki Granada. Klub tersebut punya julukan “Nazaries” yang erat kaitannya dengan sejarah kota Granada. Nazari sendiri diambil dari nama Kerajaan Nasrid, dinasti muslim terakhir yang menguasai Kota Granada dari tahun 1238 hingga 1492.

Lain lagi dengan Levante. Klub asal Kota Valencia itu punya julukan “Los Granotas” yang artinya katak. Julukan tersebut erat kaitannya dengan sejarah berdirinya klub. Levante yang sekarang merupakan hasil merger dari Levante FC dan Gimnastico FC pada 1939 yang akhirnya melahirkan Levante Union Deportiva.

Pada awal berdirinya, mereka menjadikan Estadio de Vallejo bekas markas Gimnastico sebagai kandang barunya. Fakta uniknya, stadion tersebut terletak di tepi sungai Turia di mana daerah itu penuh dengan katak. Dari situlah julukan “Los Granotas” lahir.

Mirip dengan Levante, julukan Espanyol juga mengambil dari nama hewan, yakni “Periquitos” yang artinya burung parkit. Ada beberapa teori yang jadi asal usul julukan tersebut. Salah satunya adalah cerita tentang banyaknya burung parkit yang terdapat di sekitar stadion lama mereka, Estadio de Sarria.

Julukan yang dimiliki Espanyol itu jauh lebih keren ketimbang Barcelona. Seperti yang kita tahu, FC Barcelona punya julukan Blaugrana atau Azulgrana yang artinya Biru Merah, sangat biasa dan kurang kreatif.

Selain itu, Barcelona juga dijuluki “Cules”. Inilah julukan paling aneh yang dimiliki Barca. Tahukah kamu apa arti dari “Cules”. Jangan tersinggung ya fans Barca, “Cules” dalam bahasa Spanyol punya arti pantat atau bokong.

Ini berawal di masa 1909 hingga 1922. Saat itu, Barca bermarkas di Campo de la calle Industria, stadion berkapasitas 6.000 kursi yang kala itu jadi salah satu yang terbesar di Spanyol. Stadion yang punya tribun 2 tingkat itu kerap kelebihan kapasitas sehingga membuat beberapa penonton harus rela duduk di sekitaran dinding stadion.

Nah, penonton yang duduk di barisan atas itu otomatis punggung dan pantatnya mengadap ke luar. Dari situlah istilah “Cules” berawal dan jadi sebutan bagi fans Barcelona. Hmm sepertinya setelah tahu arti Cules, fans Barca akan jadi bahan tertawaan setelah ini.

Berikutnya ada Villarreal dengan julukan “El Submarino Amarillo” alias “The Yellow Submarine” yang artinya Kapal Selam Kuning. Sejatinya, julukan Villarreal ini cukup keren. Namun, asal usul julukan Kapal Selama Kuning takada kaitan langsung dengan Villarreal itu sendiri. Malahan inspirasi julukan tersebut justru berasal dari lagu berjudul ‘Yellow Submarine’ yang dipopulerkan oleh The Beatles.

Ini berawal di musim 1967/1968 ketika Villarreal berhasil promosi ke divisi 3. Di waktu yang sama, lagu ‘Yellow Submarine’ sedang sangat populer dan sebuah band lokal bernama Los Mustang merilis cover lagu tersebut dengan lirik berbahasa Spanyol. Sebagian fans Villarreal diketahui menyanyikan lagu tersebut dengan lantang di tribun stadion El Madrigal. Sejak saat itulah julukan tersebut lahir, apalagi jersey yang dipakai Villarreal juga bernuansa kuning.

Seolah mengekor dengan Villarreal, Cadiz ternyata juga punya julukan yang sama, yakni “The Yellow Submarine”. Sejarahnya pun mirip dengan Villarreal. Hingga hari ini julukan tersebut masih diperebutkan oleh pendukung Villarreal dan Cadiz. Tentang siapa yang lebih dulu menggunakan julukan tersebut dan siapa yang lebih pantas menyandang julukan “The Yellow Submarine” juga masih terus diperdebatkan.

Klub La Liga dengan Julukan Paling Garang

Beralih ke klub La Liga Spanyol dengan julukan paling garang. Beberapa yang masuk dalam daftar ini adalah Valencia, Real Madrid, dan Athletic Bilbao. Kita mulai dari Valencia. Julukan paling umum dari tim ini adalah “Los Che”. Mengutip dari LaLiga.com, ungkapan “Che” adalah ekspresi dari bahasa sehari-hari khas orang-orang Valencia. “Che” digunakan sebagai kata seru dalam percakapan untuk mengatakan “Hei” di wilayah tersebut.

Selain itu, Valencia juga dijuluki “Los Murcielagos” yang artinya kelelawar. Bisa ditebak dari mana asal julukan ini. Ya, tentu saja dari lambang klub Valencia yang menampilkan kelelawar. Hewan tersebut juga terdapat dalam simbol kota Valencia.

Lucunya, beberapa tahun silam, ikon kelelawar pada lambang klub Valencia yang terbaru pernah digugat DC Comics karena dianggap terlalu mirip dengan logo Batman. Namun hingga sekarang takada perkembangan positif terkait gugatan tersebut. Wajar saja, simbol kelelawar sudah terdapat pada simbol kota Valencia sejak awal abad ke-16, sementara Batman dibuat 20 tahun setelah Valencia Club de Futbol berdiri.

Berikutnya Real Madrid. Klub Ibukota Spanyol itu punya beberapa julukan, seperti “Los Blancos” yang artinya Si Putih dan “Los Merengues” yang diambil dari nama “Meringues”, sejenis makanan manis khas Spanyol yang tentunya berwarna putih dan terbuat dari campuran gula dan putih telur.

Namun julukan paling garang dari Real Madrid tentu saja “Los Galacticos”. Julukan ini populer sejak Florentino Perez terpilih sebagai presiden Madrid. Galacticos diambil dari kata Galactics yang digunakan orang Spanyol untuk menyebut superstar sepak bola.

Julukan ini memang terbukti garangnya. Sejak dijuluki “Los Galacticos”, prestasi Madrid juga mentereng, khususnya di kancah Eropa. Salah satu prestasi terbesarnya tentu saja menjuarai Liga Champions 3 musim beruntun.

Predikat julukan paling garang di La Liga jatuh kepada klub asal Basque Country, Athletic Club de Bilbao. Julukan mereka adalah “Los Leones” yang artinya Singa. Julukan ini bukan sekadar mengintimidasi lawan, tetapi juga sarat akan kisah legenda yang dipercayai masyarakat Bilbao.

Sekitar abad ke-3, dikisahkan seorang pemuda Kristen religius bernama Mames mendapat berbagai persekusi akibat keyakinannya. Ia lalu ditangkap oleh bangsa Romawi yang kemudian mengeksekusinya dengan melemparkannya ke sekawanan singa dalam sebuah pertunjukan. Tak disangka, Mames justru mampu menjinakkan binatang buas tersebut. Dalam legenda dikisahkan bahwa Mames tetap dieksekusi dengan trisula. Sejak saat itu, ia diangkat menjadi Santo dan mendapat nama San Mames.

Kisah ini menjadi sebuah legenda dan dipercaya masyarakat Basque, khususnya Bilbao hingga sekarang. Oleh karena itulah, stadion mereka yang dibangun pada 2013 silam diberi nama San Mames dan “Los Leones” dipakai sebagai julukan Athletic Bilbao.


***
Sumber Referensi: Goal, Football-Tribe, colgadosporelfutbol, LaLiga1, LaLiga2, LaLiga3, El Futbol 1, El Futbol 2.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru