Si Pirang, Alan Smith diakui sebagai bintang muda cetakan Leeds United awal 2000-an. Namun, karena klub mengalami masalah finansial, Smith terpaksa dilego ke Manchester United. Namun, kepindahan itu ternyata melukai hati para fans. Mereka kecewa, mengapa dari sekian banyak klub di Inggris, Smith harus memilih sang rival?
Mungkin Smith bukan satu-satunya pemain Leeds yang menembus tembok tinggi yang sudah dibangun antara Elland Road dan Old Trafford, sudah ada Rio Ferdinand, Dennis Irwin, hingga Eric Cantona. Namun, Smith jadi yang paling menyakitkan.
Daftar Isi
Produk Akademi Leeds
Sejarah Leeds United dipenuhi oleh pemain-pemain bakal calon bintang. Dan salah satunya adalah Alan Smith. Pemain yang terkenal dengan rambut pirang menyalanya itu merupakan produk asli dari Leeds United. Ia bahkan lahir di Rothwell, salah satu wilayah di daerah Leeds. Jadi tak heran apabila Smith jadi salah satu pemain lokal paling dibanggakan oleh fans.
Di tempa bersama akademi Leeds, Alan Smith tumbuh sebagai penyerang yang tajam. Meski masih sangat muda, Smith sudah masuk dalam skuad inti Leeds. Di usianya yang baru 18 tahun, ia memainkan laga debutnya ketika Leeds menghadapi Liverpool di ajang Premier League.
Layaknya seperti Rooney, Alan Smith aslinya adalah striker tangguh (saat di Leeds United). pic.twitter.com/1C4P6iUJAB
— ManchReds (@ManchReds) February 13, 2015
Berseragam putih dengan rambut pirangnya yang khas, Alan Smith menjadi pemain yang selalu dielu-elukan. Ia langsung menjadi andalan di lini depan dan fans pun merasa bahwa memiliki idola baru hasil binaan Leeds.
Selama enam musim bersama Leeds, Smith membangun reputasi sebagai striker muda potensial di Inggris. Ia juga membantu klub untuk finis di empat besar dan menandai kembalinya Leeds ke Liga Champions musim 2000/01. Alan Smith sukses memimpin Leeds merangkai cerita dongeng dengan lolos hingga semifinal di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
Namun di musim 2003/04, Leeds mengalami masa-masa sulit dengan berakhir di peringkat 19 klasemen Liga Inggris. Di matchday terakhir musim yang emosional itu, Leeds kalah 1-0 dari Chelsea, dan Smith mencium logo Leeds di jerseynya dengan berlinang air mata. Namun, momen itu justru penanda berakhirnya hubungan Leeds dengan Alan Smith.
Kepindahan yang Mengejutkan
Di akhir musim 2003/04, Leeds terlilit hutang sebesar 100 juta pound atau setara Rp1,9 triliun. Situasi itu memaksa klub untuk menjual beberapa bintangnya guna menyelamatkan neraca keuangan. Alan Smith pun jadi salah satu pemain yang harus dilepas. Ia meninggalkan Yorkshire setelah melakoni 223 pertandingan dengan catatan 54 gol.
Musim panas 2004, Alan Smith pun memutuskan untuk pindah ke Manchester United. Berita-berita tentang kepindahan Smith ke kubu Setan Merah membuat para fans Leeds murka. Apalagi statusnya sebagai pemain andalan Leeds membuat kepindahan Smith menimbulkan sentimen.
Kritikan dari fans soal kepindahan Smith menyeruak lantaran ia mengaku menukar seragam putihnya dengan seragam merah The Red Devils. Kepindahan ini justru memperpanas rivalitas antara Leeds dan Manchester United.
Dikutip The Athletic, dua tahun sebelum bergabung dengan Manchester United, Alan Smith pernah mendeklarasikan kalau Manchester United adalah klub yang tidak akan pernah dia bela sampai kapan pun. Itu karena United tidak sesuai dengan latar belakangnya sebagai pemain yang Leeds banget.
Sayangnya, janji Alan hanya manis di bibir saja. Ketika menerima tawaran dari Manchester United, ia justru mengaku tak bisa menolak apabila diinginkan oleh Sir Alex Ferguson, yang merupakan manajer terbaik di dunia saat itu. Ia pun berdalih bahwa kepindahannya murni untuk membantu klub yang tengah berada diambang kebangkrutan.
Fans Leeds tak mengindahkan pembelaan Smith. Beberapa fans Leeds menganggap kepergian Smith seperti pengkhianatan Brutus kepada Julius Cesar. Yang mana itu merupakan hal yang amat dibenci dan menimbulkan kehancuran.
Awal yang Manis bersama Manchester United
Uniknya, niat Sir Alex mendatangkan Alan Smith untuk menggantikan Roy Keane. Sebab Fergie pernah melihat Smith memainkan peran yang lebih bertahan dengan sangat baik di Elland Road. Meski demikian, Smith tak keberatan, toh posisi utamanya tetap sebagai striker.
Layaknya seperti Rooney, Alan Smith aslinya adalah striker tangguh (saat di Leeds United). pic.twitter.com/1C4P6iUJAB
— ManchReds (@ManchReds) February 13, 2015
Menghadapi Arsenal di final Community Shield, Smith langsung memberikan dampak yang instan. Ia yang diturunkan sebagai striker berhasil memuaskan Sir Alex Ferguson. Ia menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-1 atas klub asal London tersebut. trofi Community Shield jadi trofi pertama Smith bersama Setan Merah.
Performa apik ia teruskan di ajang Premier League. Di pekan kedua saat menghadapi Norwich City, Smith jadi pemain yang paling berpengaruh dalam pertandingan tersebut. Smith mencetak satu gol dan satu assist, dan gol debutnya itu terasa spesial karena dicetak melalui sepakan voli indah buah umpan dari Ryan Giggs. Gol indah tersebut jadi momen yang tak terlupakan baginya.
Si Pirang Kena Batunya?
Di musim keduanya bersama Setan Merah, ia semakin jarang memainkan peran sebagai striker. Ia lebih sering diturunkan sebagai gelandang kanan atau gelandang serang bernomor 10. Maka dari itu, torehan golnya pun kian menurun. Ia bahkan tak mencetak satu gol pun dalam 12 pertandingan pertama musim 2005/06.
Gol perdana Alan Smith baru hadir di pekan ke-13 kala United melawat ke markas Charlton. Akibat performanya yang cenderung biasa-biasa saja, Fergie sempat mengeluarkan Smith dari daftar pemain yang ia bawa. Smith hanya memainkan pertandingan-pertandingan di piala domestik.
Namun, ketika bermain di Piala Liga, Smith justru apes. Pada paruh kedua musim 2005/06, Manchester United menghadapi Liverpool di ronde kelima Piala Liga. Maka dari itu, United bertandang ke Anfield dengan kekuatan terbaik.
Alan Smith memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia masuk menggantikan Darren Fletcher. Namun baru sepuluh menit bermain, peristiwa nahas pun menimpa mantan punggawa Leeds United tersebut. Di menit ke-88, Liverpool mendapat tendangan bebas dari jarak sekitar 30 meter dari gawang Manchester United.
Tendangan bebas tersebut dieksekusi oleh bek kiri Liverpool, John Arne Riise,yang terkenal memiliki tendangan keras dan mematikan. Smith yang entah sedang memikirkan apa, justru memberanikan diri untuk menahan laju bola tendangan roket milik Riise. Dan ya, tendangan maha dahsyat tersebut justru membuat kakinya patah tepat di bagian engkel.
Smith membutuhkan setahun lebih untuk sembuh dan kembali merumput. Cedera itu mengubah karir Smith sekaligus membuktikan kalau kepindahannya ke Manchester United justru mendatangkan petaka.
Performanya kian menurun dan ia pun dilepas ke Newcastle pada tahun 2007. Bersama The Magpies, Smith bahkan hampir tak pernah mencetak gol. Cedera membuat Smith tak bermain lepas. Pada 2018 Smith pun pensiun dengan keadaan sulit berjalan.
Sumber: Thesportsman, The Athletic, BRfootball, Manutd, The Guardian, Fandom


