Kieffer Moore, dari Mantan Penjaga Pantai Jadi Pahlawan Timnas Wales

  • Whatsapp
Kieffer Moore, dari Mantan Penjaga Pantai Jadi Pahlawan Timnas Wales
Kieffer Moore, dari Mantan Penjaga Pantai Jadi Pahlawan Timnas Wales

Setiap orang punya masanya sendiri untuk bersinar dan menuai kesuksesan. Itulah yang kini tengah dipetik Kieffer Moore. Seorang mantan penjaga pantai dan pemain non-liga yang muncul jadi pahlawan timnas Wales di pertandingan pertama Euro 2020.

Golnya di menit ke-74 sungguh mengangetkan Swiss yang tengah di atas angin. Striker jangkung bertinggi badan 196cm itu berhasil menyambut umpan silang Joe Morrel menjadi sebuah gol cantik. Dengan cerdik, penyerang 28 tahun itu menciptakan ruangnya sendiri di dalam kotak penalti sebelum membuat sundulan maut yang tak mampu dihadang Yann Sommer.

Bacaan Lainnya

Gol yang dibuat Kieffer Moore sungguh heroik. Ia membuat gol tersebut dengan kondisi kepalanya yang diperban karena terdapat sobekan usai berbenturan dengan Kevin Mbabu. Gol Moore tak hanya membuat seisi stadion Olimpiade Baku bergemuruh. Gol tersebut membuat pendukung Wales bersuka cita, sebab timnya akhirnya terhindar dari kekalahan.

Pertandingan berakhir 1-1 dan Wales berhasil mencuri 1 poin dari Swiss yang sore itu lebih menguasai jalannya pertandingan. Kieffer Moore sungguh layak bila disebut sebagai penyelamat. Sayang, UEFA lebih memilih Breel Embolo sebagai Star of The Match yang di pertandingan itu menjadi pencetak gol bagi Swiss.

Namun, di balik gol heroiknya, ada perjuangan luar biasa dari seorang Kieffer Moore. Seorang mantan penjaga pantai yang mencatat gol keenamnya dalam 18 penampilan bersama Timnas Wales. Banyak rintangan yang dilalui Kieffer Moore di masa lalu sebelum mencetak gol perdananya di turnamen seakbar Euro 2020.

Memulai Karier di Divisi Lima, Kieffer Moore Bekerja Paruh Waktu Sebagai Penjaga Pantai

Kieffer Roberto Francisco Moore lahir pada 8 Agustus 1992 di kota pesisir bernama Torquay. Ia menjadi ball-boy dan belajar sepak bola di tim muda Torquay United di usia 12 tahun sebelum memulai kariernya sebagai pemain di klub non-liga, Truro City saat berusia 19 tahun. Sukses mencetak 13 gol di musim 2012/2013, Moore kemudian pindah ke Dorchester Town di musim berikutnya. Dua klub tersebut hanyalah klub dari divisi bawah Liga Inggris, tepatnya divisi enam dari piramida sepak bola Inggris.

Berkarier di divisi enam atau yang biasa disebut Non-liga membuat penghasilan Moore sebagai pemain bola terbilang kecil. Untuk itulah, di tiap akhir pekannya sebagai pemain Truro City dan Dorchester Town, Kiffer Moore mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai penjaga pantai dan instruktur kebugaran. Semua itu ia lakukan di usia muda demi mendapat nafkah yang layak untuk menyambung hidupnya.

“Saya bekerja paruh waktu, tetapi setiap kali orang bertanya kepada saya apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya, saya selalu berpikir jauh di lubuk hati bahwa saya akan menjadi pesepakbola dan saya tidak akan berhenti untuk sampai ke sana,” kata Kieffer Moore dikutip dari BBC (7/10/2019).

Karier Moore seketika melesat saat ia sukses menjalani trial dengan Yeovil Town, klub divisi championship di musim 2013/2014. 2 musim membela Yeovil, Moore sempat merasakan pahitnya degradasi sebelum dilepas di akhir musim 2015. Setelah itu, kariernya naik turun.

Kieffer Moore sempat berkarier di liga Norwegia bersama Viking. Hanya 6 bulan di sana, ia langsung terlempar kembali ke klub divisi lima Liga Inggris Forest Green Rovers sebelum kembali ke klub masa kecilnya Torquay United.


Berkat jasa Mick McCarthy, Kieffer Moore kemudian kembali mencicip divisi championship bersama Ipswich Town di musim 2016/2017. Ia ditebus dengan harga hanya 25 ribu poundsterling saja. Sayang, ia gagal menjawab kepercayaan Mick McCarthy hingga akhirnya dijual ke klub divisi 3 Liga Inggris, Barnsley di musim dingin 2018. Namun, bersama Barnsley, Moore menemukan jati dirinya sebagai seorang target man.

Tampil Apik Bersama Barnsley, Kieffer Moore Dapat Panggilan Timnas Wales

Kieffer Moore berhasil mencetak 17 gol dari 31 penampilannya di divisi 3 Liga Inggris musim 2018/2019. Penampilan apiknya itu berbuah transfer sebesar 3 juta poundsterling ke klub divisi Championship, Wigan Athletic yang mengikatnya dengan kontrak 3 tahun sejak musim panas 2019.

Tak hanya itu, berkat penampilan apik bersama Barnsley, Kieffer Moore diminati manajer timnas Wales saat itu, Ryan Giggs. Meski punya nama tengah Roberto Francisco yang mengindikasikan bahwa dirinya juga punya darah Italia, Kieffer Moore memenuhi syarat untuk membela Wales di kancah internasional melalui garis kakek dari pihak ibunya.

Kieffer Moore akhirnya mendapat panggilan pertama untuk bergabung di latihan timnas Wales pada bulan Mei 2019. Moore kemudian mendapat caps pertama saat laga uji coba Wales vs Belarus pada bulan September 2019. Kala itu usianya sudah 26 tahun.

“Saya pikir jalan saya sangat berbeda dengan banyak orang, tetapi setelah sampai di tempat saya sekarang, saya sangat bangga dengan itu. Jadi mengenakan kaus tim nasional dan berjalan ke lapangan adalah hal yang luar biasa bagi saya dan keluarga saya. Ada banyak hal yang mengarah pada momen itu – itu spesial,” kata Moore dikutip dari BBC (7/10/2019)

Moore kemudian mencetak gol pertamanya untuk The Dragons pada pertandingan kualifikasi Euro 2020 melawan Slovakia, 10 Oktober 2019. Moore mencetak gol debutnya lewat sundulan kepala dan terpilih sebagai Man of The Match.

Moore kemudian mencetak gol keduanya untuk tim nasional di laga kualifikasi Euro 2020 melawan Azerbaijan, 16 November 2019. Lagi-lagi, gol tersebut ia buat lewat sundulan dan membuatnya terpilih sebagai Man of The Match. Gol tersebut juga sangat berarti bagi timnas Wales dan membantu The Dragons melangkahi Slovakia di papan klasemen.

“Kieffer adalah ancaman dan kami menyadari bahwa mereka mungkin sedikit lemah di set-piece. Kami senang bisa memasukkan pemain besar itu ke dalam daftar pencetak gol lagi,” kata Ryan Giggs kepada Sky Sports, dikutip dari BBC (16/11/2019).

Jadi Top Skor Cardiff City, Kieffer Moore Dipanggil ke Euro 2020

Di level klub, Kieffer Moore juga menunjukkan tajinya dengan menyumbang 10 gol bagi Wigan Athletic. Gol tersebut juga membuatnya jadi pencetak gol terbanyak Wigan. Sayang, ia gagal menyelamatkan klubnya dari degradasi.

Di momen itulah, lagi-lagi Mick McCarthy datang sebagai penyelamat. McCarthy yang menangani Cardiff City membeli Moore dengan mahar 2,2 juta euro dan mengikatnya di Cardiff hingga Juni 2023. Di kesempatan keduanya bersama mantan pelatih timnas Irlandia itu, Kieffer Moore berhasil menjawab kepercayaan dengan tampil sangat apik.

Striker 28 tahun itu menjadi top skor Cardiff City dengan sukses mencetak 20 gol dan 2 asis dalam 42 penampilannya musim lalu. Itu jadi pencapaian terbaik Kieffer Moore sepanjang kariernya sebagai pemain profesional. Hal itulah yang membuatnya masuk dalam skuad timnas Wales untuk Euro 2020. Mick McCarthy jelas memuji habis anak asuhnya itu.

“Dia hebat. Ancaman nyata dan penyerang tengah yang sangat efektif. Saya ingin dia memiliki Euro yang bagus dan saya ingin dia memiliki karir yang bagus,” kata McCarthy dikutip dari walesonline.co.uk.

Bila ditarik mundur, saat Wales mencapai semifinal Euro 2016, Kieffer Moore masih tercatat sebagai pemain Non-Liga di divisi 5 Liga Inggris. Kemarin, 12 Juni 2021, ia menjadi pahlawan The Dragons saat menahan imbang Swiss di laga perdana Grup A. Sungguh perjalanan karier yang sangat luar biasa.

Namun sejatinya, terpilihnya Moore sebagai starting lineup adalah sebuah perjudian pelatih timnas Wales, Robert Page. Pasalnya, dalam 8 pertandingan terakhir sebelum melawan Swiss, Rob Page hanya memainkan Kieffer Moore sebagai starter sebanyak 2 kali. Pengganti Ryan Giggs itu lebih sering memainkan taktik false 9 tanpa striker murni. Ketika akhirnya Moore mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan sebuah gol, Page tentu saja dibuat begitu terkesan.

“Saya sangat terkesan dengan Kieffer sepanjang waktunya di sepak bola internasional. Mungkin tiga tahun lalu ketika saya melihat dia untuk pertama kali, saya pikir link-up play-nya sangat bagus. Dia memiliki sentuhan yang bagus untuk pemain besar. Ketika Anda memiliki atribut itu, itu akan menjadi resep untuk sukses dan dia benar-benar pantas mendapatkan golnya,” kata Rob Page dikutip dari BBC (12/6/2021).

Moore jelas lebih dari seorang target man biasa. Striker 196cm itu tampak cepat, gesit, dan cerdik mencari ruang. Golnya ke gawang Swiss adalah buktinya. Moore tak hanya menjawab kepercayaan pelatih, tapi juga menjawab kebutuhan timnas Wales akan sosok striker tajam di dalam kotak penalti.

“Ini luar biasa untuk pribadi saya. Saya kira ini adalah awal yang bagus bagi kami. Kami selalu ingin menang.”, kata Kieffer Moore kepada BBC dikutip dari Goal.

Sebuah awal yang bagus bagi seorang Kieffer Moore, mantan penjaga pantai yang jadi pencetak gol pertama timnas Wales di ajang Euro 2020. Menariknya, gol ke gawang Swiss menjadi gol keempatnya yang ia cetak melalui sundulan. Total, ia sudah mengemas 6 gol bagi The Dragons. Golnya ke gawang Swiss tak hanya berarti 1 poin, tapi juga memberi harapan kepada timnya untuk bisa lolos ke fase gugur Euro 2020.

Selamat untuk Kieffer Moore dan selamat untuk timnas Wales!

***
Sumber Referensi: Goal, BBC, The Guardian, WalesOnline

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *