Ketimbang Arab Saudi, Negara Ini Lebih Layak Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

spot_img

FIFA telah resmi mengumumkan negara mana saja yang akan menjadi tuan rumah untuk dua edisi Piala Dunia sekaligus. Yang pertama, untuk Piala Dunia 2030 yang kabarnya akan diadakan di enam negara sekaligus. Selain Portugal, Spanyol, dan Maroko; Argentina, Paraguay, dan Uruguay juga akan berstatus tuan rumah meski cuma memainkan pertandingan perayaan 100 tahun Piala Dunia.

Sedangkan di Piala Dunia edisi 2034, yang jadi tuan rumah adalah Arab Saudi. Itu karena FIFA ingin memainkan kompetisi tersebut di Asia. Namun, penunjukan Arab Saudi justru jadi perdebatan. Sebab, negara yang telah dikalahkan oleh Indonesia itu menyimpan segudang kontroversi.

Nah, soal apa kontroversinya, kalian bisa nonton konten Starting Eleven Story sebelumnya. Karena konten ini akan membahas negara-negara yang dinilai lebih layak untuk mengadakan Piala Dunia 2034. Menariknya, Indonesia jadi salah satu negara yang masuk dalam daftar ini.

Australia

Karena niat FIFA ingin menghelat Piala Dunia 2034 di Asia, maka Australia akan masuk dalam kategori ini. Mengapa demikian? Meski berada di benua yang terpisah, Australia berada di bawah naungan Asosiasi Sepakbola Asia atau AFC. 

The Socceroos bahkan merupakan anggota AFF, federasi regional Asia Tenggara sejak tahun 2013. Namun, untuk menjadi wakil Asia di Piala Dunia, Australia bisa diandalkan. Sejak edisi 2006 di Jerman, Australia langganan ikut kompetisi tersebut. Sayangnya, prestasi mereka gitu-gitu doang. Mentok cuma sampai babak 16 besar.

Di edisi 2022 lalu, Australia sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia. Itu menandakan bahwa Negeri Kanguru siap dari segi infrastruktur, stadion, dan akomodasi transportasi. Sialnya, mereka sudah tereliminasi sejak babak pertama voting. Alhasil, yang dipilih saat itu adalah Qatar.

Walaupun begitu, bukan berarti Australia tidak berpengalaman dalam mengadakan turnamen akbar. Tahun 2023, Australia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia Wanita bersama Selandia Baru. 

Kota-kota seperti Sydney, Melbourne, Perth, dan Brisbane dipilih sebagai venue Piala Dunia Wanita. Dalam pelaksanaannya, Australia terbilang sukses. Selain berhasil tembus empat besar, Australia berhasil meraup keuntungan sekitar 865 juta US dollar. Australia sendiri sebetulnya sempat ingin mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034. Tapi FIFA hanya memberi waktu 25 hari. Mereka tak mampu, dan akhirnya memilih menarik diri. 

Indonesia

Menariknya, salah satu media ternama asal Inggris, yakni Planet Football menyebut Indonesia lebih layak dari Arab Saudi untuk urusan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Media tersebut mengatakan Indonesia adalah kandidat yang sangat potensial. Apalagi Indonesia memiliki basis penggemar sepakbola yang luar biasa.

Planet Football kagum dengan kecintaan Indonesia terhadap sepakbola. Mereka selalu terkesan dengan stadion-stadion berkapasitas besar, tapi selalu penuh jika ada pertandingan. Apalagi jika yang bermain adalah tim nasional. Dukungan fanatik dari penikmat sepakbola yang ada di Indonesia dapat menciptakan atmosfer yang hidup dan meriah. 

Hal tersebut akan memberikan pengalaman baru dan sekaligus tak terlupakan bagi kontestan dan penonton dari mancanegara. Selain itu, infrastruktur olahraga Indonesia terus berkembang. Sudah banyak stadion-stadion megah dan modern yang semakin siap menyelenggarakan turnamen berstandar FIFA seperti Piala Dunia.

Di luar itu, Indonesia punya kekuatan yang besar di sektor media sosial. FIFA tak perlu susah payah untuk mempromosikan turnamennya. Karena netizen Indo akan dengan senang hati mempopulerkan Piala Dunia jika itu di Indonesia. Cara mempromosikannya pun nggak setengah-setengah. Pasti akan dibalut dengan budaya dan kearifan lokal lainnya.

Soal pengalaman, Indonesia juga tak bisa diremehkan. Indonesia pernah sukses menggelar event-event olahraga multinasional. Seperti Moto GP, Asian Games, Piala Dunia U-17, hingga Piala Dunia Bola Basket.

China

Masih dari Asia, ada China yang bisa dibilang layak untuk menghelat turnamen akbar selevel Piala Dunia. Mereka bahkan nyaris jadi tuan rumah Piala Asia 2023. Sayangnya, karena ada Covid-19, China memutuskan untuk mengundurkan diri dari kandidat. Alhasil, Qatar yang maju jadi tuan rumah.

Di luar itu, China juga berpengalaman dalam menggelar event-event olahraga lain. Contohnya seperti Olimpiade Musim Panas pada tahun 2008 dan Olimpiade Musim Dingin pada tahun 2022. Selain itu, China juga pernah tiga kali jadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1990, 2010, dan 2023.

Data tersebut membuktikan bahwa China siap dalam segi infrastruktur dan akomodasi perjalanan. Menurut Kompas, bermodalkan pengalaman tersebut, China memang sedang mengincar kesempatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia suatu saat nanti. Mereka bahkan punya target untuk jadi negara superpower Piala Dunia pada tahun 2050.

Kini, China tengah berusaha membangun pusat-pusat baru pelatihan pemuda dan mendorong kota-kota utamanya untuk mendirikan dua atau lebih klub sepakbola profesional pria dan wanita. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya negara itu untuk meningkatkan kualitas dan standar sepakbola. Jika demikian, China tak akan pusing menyediakan tempat latihan berstandar FIFA apabila jadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Argentina

Di luar Asia, ada Argentina yang digadang-gadang lebih layak menghelat Piala Dunia 2034 ketimbang Arab Saudi. Mengapa demikian? Karena Argentina lebih khatam urusan sepakbola ketimbang Arab Saudi. Bahkan, The Changcuters mengakui bahwa Argentina adalah salah satu negara sepakbola dalam lagunya yang berjudul “Hijrah ke London”.

Budaya sepakbola sangat kental di sana. Sepakbola bahkan selevel dengan agama bagi publik Argentina. Maka dari itu, banyak yang menyayangkan mengapa tanah kelahiran Lionel Messi itu hanya akan menggelar satu pertandingan di edisi Piala Dunia 2030, edisi yang menjadi peringatan 100 tahun Piala Dunia.

Itu dirasa nanggung untuk negara yang begitu mencintai olahraga tersebut. Muncullah usulan-usulan gila yang mendorong Argentina menjadi tuan rumah lagi di edisi Piala Dunia 2034. Namun, kali ini full satu kompetisi penuh. Ya, itung-itung menghargai sejarah Piala Dunia dan kado usai menjuarai Piala Dunia 2022.

Secara fasilitas, Argentina terbilang sudah teruji saat menggelar Piala Dunia U-20 tahun 2023 kemarin. Argentina punya banyak klub-klub besar yang memiliki stadion-stadion megah. Sebut saja seperti El Monumental, La Bombonera, Alberto J. Armando, dan masih banyak lagi. 

Inggris

Selain Argentina, Inggris jadi wakil Eropa di daftar kali ini. Jika ditanya mengapa harus Inggris? Maka jawabannya mengapa tidak? Sebab, Inggris memiliki semua elemen untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. Mulai dari infrastruktur yang sangat baik, stadion kelas dunia, hingga kecintaan masyarakatnya yang mendalam terhadap sepakbola.

Inggris bahkan sudah resmi ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah Euro 2028. Itu artinya, mereka sudah lolos verifikasi FIFA dan UEFA untuk menggelar event olahraga besar. Soal fasilitas, Inggris terbilang sangat siap. Entah itu dari transportasi, penginapan, atau tempat ibadah. 

Kalau stadion, udah nggak usah dipertanyakan lagi nggak sih? Kita semua tahu banyak stadion-stadion megah, canggih, dan bersejarah di Inggris. Bahkan hanya di London saja ada belasan stadion. 

Namun jika ingin lebih merata, pemerintah Inggris bisa menyebar pertandingan di kota-kota lain. Seperti Manchester, Nottingham, Birmingham, Leeds, Brighton, atau mungkin Bristol. Dengan begini, perputaran ekonominya pun akan lebih merata. 

Ghana

Ghana muncul sebagai opsi. Setidaknya untuk sedikit bernostalgia. Sebab, terakhir kali negara di Benua Afrika menjadi tuan rumah Piala Dunia, edisi tersebut jadi edisi yang paling tak terlupakan. Banyak budaya dan hal-hal unik yang muncul di Piala Dunia 2010 yang kala itu diselenggarakan di Afrika Selatan. 

Secara pengalaman, Ghana terbilang oke saat menyelenggarakan event sepakbola. Ghana tercatat pernah dua kali jadi tuan rumah Piala Afrika. Tepatnya pada tahun 2000 dan 2008. Jika ditunjuk jadi tuan rumah Piala Dunia 2034, Ghana bisa menggandeng negara lain. Seperti tetangganya, yakni Nigeria misalnya. 

Dengan dibantu negara terkaya kedua di Afrika, Ghana diprediksi bisa menghelat Piala Dunia dengan baik. Kedua negara ini pernah sukses menjadi tuan rumah bersama di Piala Afrika 2000. Anyway, jika Piala Dunia kembali ke Afrika, ekspektasi fans pasti tinggi. Piala Dunia 2010 yang penuh intrik dan drama akan menjadi patokan. 

Sumber: CNN Indonesia, Indozone, Planet Football, FIFA

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru