Ketika Ballon d’Or 2013 Dirampok dari Franck Ribery

spot_img

Setiap tahunnya, gelaran Ballon d’Or selalu menyisakan pro dan kontra. Pasca trofi emas berbentuk bola itu diserahkan kepada pemenangnya, akan selalu muncul perdebatan yang menyertainya.

Ballon d’Or memang sudah sangat melekat sebagai penghargaan pesepak bola terbaik sejagad. Meski penghargaan tersebut hanyalah buatan France Football, majalah olahraga kenamaan yang berbasis di Paris, tetapi Ballon d’Or sudah ada sejak 1956.

Usia Ballon d’Or tersebut lebih tua dari penghargaan milik FIFA, yakni FIFA World Player of the Year yang kemudian berganti nama menjadi The Best FIFA Men’s Player yang baru terbentuk pada 1991. Oleh karena itulah, meski Ballon d’Or merupakan penghargaan buatan media, siapa yang memenangkannya sudah dianggap sebagai pemain terbaik dunia.

Bagai sebuah siklus, tahun ini, Ballon d’Or kembali menuai kontroversi. Penyebabnya adalah terpilihnya Lionel Messi yang memenangkan Ballon d’Or ketujuhnya, mengalahkan dua pesaing yang lebih difavoritkan netizen, Robert Lewandowski dan Jorginho.

Seperti yang sudah disinggung, ini bukan kali pertama hasil voting Ballon d’Or memunculkan perdebatan. Lewandowski yang begitu difavoritkan masih beruntung. Ia mendapat hadiah hiburan sebagai Striker of the Year, sebuah penghargaan yang tiba-tiba diadakan di Ballon d’Or 2021.

Kegagalan Lewandowski memenangkan Ballon d’Or tahun ini membuat banyak pihak yang menyebut kalau trofi emas tersebut dirampok darinya. Namun, apakah betul demikian?

Yang pasti, apa yang Lewandowski terima masih lebih baik ketimbang mantan rekannya di Bayern Munchen, Franck Ribery. Mantan penggawa timnas Prancis itu menerima nasib yang lebih ironis di malam penganugerahan Ballon d’Or edisi 2013.

Kejanggalan di FIFA Ballon d’Or 2013

Sebagai gambaran, pada saat itu Ballon d’Or masih digabung dengan penghargaan milik FIFA, sehingga namanya menjadi FIFA Ballon d’Or. Meski ada campur tangan federasi sepak bola dunia, pada kenyataannya hasil akhir Ballon d’Or tetap kontroversial.

Menjadi pemain yang sangat difavoritkan, Franck Ribery justru kalah telak. Hasil voting yang dirilis menempatkannya di peringkat ketiga di bawah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang secara mengejutkan terpilih sebagai pemenang Ballon d’Or tahun tersebut.

Ada beberapa kejanggalan yang terjadi di FIFA Ballon d’Or 2013. Yang pertama adalah perihal jadwal yang diundur. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, batas pemungutan suara diundur, sehingga pengumuman pemenang Ballon d’Or juga mengalami kemunduran.

Awalnya, panitia menetapkan batas pemungutan suara pada 15 November 2013. Namun, pada 20 November 2013, FIFA mengumumkan bahwa batas pemungutan suara diperpanjang hingga 29 November 2013.

Alasannya cukup aneh. Panitia beralasan bahwa mereka “tidak menerima tanggapan dari pemilih yang memenuhi syarat sebelum batas waktu semula”. Kabarnya, saat itu baru sebanyak 50% pemilih hak suara yang memberi tanggapan dan hasilnya Lionel Messi sedang memimpin perolehan suara.

Akhirnya pemenang FIFA Ballon d’Or 2013 diumumkan pada 13 Januari 2014. Hasil votingnya sangat ketat. Cristiano Ronaldo mengumpulkan 27,99 % suara, mengungguli Lionel Messi dengan 24,72 % dan Franck Ribery yang hanya mendapat 23,36 % suara.

Hasil akhir FIFA Ballon d’Or 2013 yang tiba-tiba memenangkan CR7 sangatlah mengejutkan. Inilah kejanggalan kedua. Sebab, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, pemenang Ballon d’Or di abad 21 tidak memenangkan satu pun trofi bersama tim yang ia bela di tahun tersebut.

Ya, di tahun kalender 2013, Cristiano Ronaldo yang keluar sebagai pemenang FIFA Ballon d’Or tak memenangkan satu pun trofi bersama timnya. Sementara Lionel Messi yang menempati runner-up juga hanya memenangkan 2 trofi, itupun hanya La Liga dan Piala Super Spanyol.

Jika dilihat dari capaian trofinya, maka Franck Ribery memang yang paling pantas. Tak tanggung-tanggung, bersama Bayern Munchen, Ribery memenangkan 5 trofi yang terdiri dari titel Bundesliga, DFB-Pokal, Liga Champions Eropa, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.

“Saya tidak sedih, tapi itu menyakiti hati. Jangan salah paham, saya bangga pernah ke sana. Saya merasa pantas mendapatkan gelar itu,” kata Franck Ribery dikutip dari The Mirror.

Alasan Franck Ribery Pantas Menang FIFA Ballon d’Or 2013

Pendukung Cristiano Ronaldo beralasan bahwa sang idola punya catatan statistik yang mentereng di tahun tersebut. Namun, jika kita menganalisisnya lebih mendalam, statistik yang dicapai Ronaldo di tahun 2013 tak sebagus kelihatannya.

Di tahun kalender 2013, Cristiano Ronaldo berhasil mencetak 66 gol. Catatan tersebut memang jauh lebih baik ketimbang Lionel Messi dengan 42 golnya, dan Ribery yang hanya mampu menghasilkan 22 gol.

Jika hanya menilik statistik gol saja, maka memang tak ada yang bisa memperdebatkan hasil akhir FIFA Ballon d’Or 2013. Namun, perlu diketahui, Ronaldo mencapai total gol tersebut setelah lebih banyak melepas tembakan. Singkatnya, dalam hal statistik yang lebih detail, catatan Ronaldo tak bagus-bagus amat.

Di tahun tersebut, Ronaldo tercatat memiliki 136 tembakan off target. Dibanding Messi dan Ribery, catatan tersebut jadi yang terburuk. Messi hanya mencatat 59 tembakan off target, sementara Ribery jadi yang terbaik setelah hanya 36 tembakannya yang melenceng dari sasaran.

Soal akurasi, Franck Ribery juga jadi yang terbaik. Di tahun kalender 2013, akurasi tembakannya menyentuh angka 61%, unggul sedikit dari Lionel Messi yang punya akurasi 60%. Lagi-lagi, Ronaldo yang memenangkan Ballon d’Or 2013 punya akurasi paling buruk. Akurasi tembakan CR7 hanya 54%. Catatan tersebut membuktikan bahwa Franck Ribery jauh lebih efisien dan klinis dalam menyelesaikan peluang.

Untuk urusan menciptakan peluang, winger asal Prancis itu juga lebih unggul. Sepanjang tahun 2013, Ribery berhasil menciptakan 149 peluang, meninggalkan Ronaldo yang cuma membuat 90 peluang, dan Messi yang hanya menciptakan 70 peluang.

Meskipun Messi bersama Barcelona sedang jaya-jayanya dengan tiki-taka, tetapi pada kenyataannya jumlah umpan yang ia buat kalah dengan Ribery. Messi hanya membuat 2136 umpan, kalah dari Ribery yang mampu melepas 2903 umpan. Sementara Ronaldo yang menang Ballon d’Or 2013 hanya membuat 1901 umpan.

Tak bisa dipungkiri bahwa Franck Ribery pada tahun tersebut adalah seorang kreator yang tak tertandingi. Ia berhasil menyumbang 18 asis bagi rekan-rekannya di Bayern Munchen, 3 lebih banyak dari catatan asis milik Ronaldo dan Messi.

Berbagai statistik tadi membuktikan bahwa Franck Ribery adalah seorang team-player yang tidak egois. Ia berusaha mencetak gol untuk timnya, bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Namun jangan salah paham. Di tahun tersebut, permainan individu Ribery juga sangat luar biasa. Ia bahkan mengungguli jumlah dribel milik Ronaldo dan Messi. Winger Prancis itu mencatat 1084 dribel, jauh meninggalkan Messi dan Ronaldo yang hanya mencatat 331 dribel dan 252 dribel.

Yang lebih penting lagi, baik di level klub maupun tim nasional, Ribery punya catatan pertandingan yang jauh lebih baik. Di tahun 2013, Ribery berhasil mencatat 45 kemenangan, 4 kali imbang, dan hanya 3 kali kalah. Sementara itu, Ronaldo hanya menang 40 kali, imbang 10 kali, dan kalah 6 kali. Sedangkan Messi cuma menang 26 kali, imbang 14 kali, dan kalah 5 kali.

Singkatnya, pengaruh Ribery terhadap performa tim yang ia bela jauh lebih superior ketimbang Ronaldo ataupun Messi. Bukti akhirnya jelas jumlah trofi yang berhasil ia menangkan bersama Bayern Munchen. Oleh karena itulah, dari berbagai aspek tadi, sebenarnya tak ada alasan untuk tidak memenangkan Franck Ribery di gelaran FIFA Ballon d’Or 2013.

Akan tetapi, hasilnya seperti yang kita ketahui. Cristiano Ronaldo yang cuma unggul soal urusan mencetak gol dibanding 2 nominator lainnya justru keluar sebagai pemenang FIFA Ballon d’Or 2013. Inilah mengapa Ribery dan banyak pihak lainnya menyebut bahwa trofi Ballon d’Or tahun tersebut telah dirampok.

“Tidak bisa dipahami. Saya memenangkan seluruh trofi. Saya sudah tidak bisa melakukan hal yang lebih baik lagi dari itu. Bagi saya, itu seperti perampokan, sebuah ketidakadilan,” kata Ribery dikutip dari The Mirror.

“Saya tidak merasa iri pada Ronaldo atau Messi untuk tahun itu. Saya benar-benar terpukul. Saya mendapat tempat ketiga ini sebagai ketidakadilan yang mengerikan. Saya mengajukan pertanyaan 10.000 kali: mengapa bukan saya? Semakin saya berpikir, semakin saya merasa jijik. Semua tidak jelas,” kata Ribery dikutip dari Sport Witness.

Pendukung CR7 selalu beralasan bahwa Ballon d’Or adalah penghargaan untuk seorang individu terbaik. Namun, mereka lupa bahwa sepak bola adalah permainan tim, jadi apa artinya main bagus apabila tak berkontribusi positif terhadap performa tim?

Dugaan Kecurangan di FIFA Ballon d’Or 2013

Akhir kata, gelaran FIFA Ballon d’Or 2013 memang penuh kontroversi. Bahkan hasil akhir pemenang penghargaan tersebut bukanlah satu-satunya kontroversi yang terjadi. Pada pengumuman 11 pemain terbaik atau FIFPro World XI, hanya ada 3 pemain Bayern Munchen yang terpilih. Padahal di tahun tersebut Bayern adalah juara UCL, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antarklub. Tak perlu ditanya siapa yang mendominasi, sudah pasti Barcelona dan Real Madrid.

Tak cukup sampai di situ. Ada kecurigaan bahwa telah terjadi kecurangan di ajang FIFA Ballon d’Or 2013. Tak hanya satu orang, tetapi ada 7 pelatih tim nasional yang mengeluh bahwa Ballon d’Or edisi tersebut telah dicurangi. Pelatih dari Bolivia, Albania, Equatorial Guinea, Republik Dominika, Fiji, Kuwait, dan Vanuatu kompak mengaku bahwa hasil voting mereka telah diubah demi kepentingan FIFA.

Bagaimanapun juga, hingga hari ini banyak pihak yang meyakini bahwa Franck Ribery adalah figur yang paling pantas untuk meraih trofi FIFA Ballon d’Or 2013, tetapi pada kenyataannya trofi Ballon d’Or tersebut tak pernah sampai ke tangannya.

Hasil dari FIFA Ballon d’Or 2013 makin membuktikan bahwa ajang penghargaan tersebut tidak benar-benar murni memberikan apresiasi kepada pemain terbaik dunia. Ada unsur popularitas di belakangnya. Lihat saja fokus media pasca pengumuman pemenang Ballon d’Or. Cristiano Ronaldo jadi headline karena berhasil mengakhiri dominasi Lionel Messi yang sebelumnya menang Ballon d’Or 4 kali beruntun.


***
Sumber Referensi: BBC, 90min, Bleacher Report, The Mirror, Bleacher Report.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru