Kesempatan Kedua dan Transformasi Peran Dani Alves di Barcelona

spot_img

Mengulang cerita manis di klub lama yang pernah dibela ketika masa jayanya, merupakan memori yang indah bagi seorang pemain sepak bola.

Kesempatan kedua seorang pemain balikan ke klub yang membesarkan namanya juga tak jarang hanya menjadikan pemain itu sebagai simbol pemanis saja.

Akan tetapi, lain halnya dengan apa yang dialami Dani Alves. Bek kanan asal Brasil ini, kini kembali ke Barcelona setelah malang melintang di berbagai klub, dan tak hanya sebagai pemain pelengkap di skuad Xavi Hernandez.

Akhirnya Kembali Lagi ke Barcelona

Dani Alves kembali ke Barcelona di usia 38 tahun, dengan status free transfer pada November 2021. Akan tetapi, Dani Alves baru bisa kembali membela Blaugrana pada Januari 2022.

Dia datang setelah mengembara bersama klub seperti Juventus, Paris Saint-Germain, dan terakhir di Sao Paulo.

Selama bersama Barcelona, Dani Alves telah memenangkan 23 trofi termasuk enam gelar liga dan tiga trofi Liga Champions sejak bergabung dari Sevilla pada tahun 2008. Ia kini bertemu kembali dengan mantan kaptennya dulu Xavi Hernandez, tapi dengan status yang berbeda.

Penandatanganan Alves merupakan yang pertama di bawah kepelatihan Xavi. Ini adalah permintaan Xavi dan manajemen untuk membangun klub di bawah kendali para senior yang bisa membimbing skuad yang didominasi para pemain muda.

Di sisi lain kembalinya Alves juga karena regulasi transfer Barcelona. Mengingat klub ini masih mengalami kesulitan keuangan. Dalam kesepakatan, Alves bersedia memotong gajinya, bahkan menjadi salah satu yang terkecil di Barca sekarang. Hal itu ia lakukan demi bisa bergabung dalam proyek Barcelona di era Xavi.

Bergabung di Barca juga menguntungkan buat Dani Alves. Sebab ia masih ingin bermain di Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2022 nanti. Maka menit bermain sangatlah dibutuhkan untuk mencapai ke sana.

Kesempatan kedua Daniel Alves di Barcelona tentu mengundang tanya. Dengan usia yang sudah tidak muda lagi, peran yang akan diemban Alves pada kesempatan keduanya ini akan seperti apa?

Peran Baru Dani Alves Dibawah Xavi

Di bawah kendali Xavi, Barcelona diharapkan kembali memunculkan DNA Barca ketika masa kejayaannya. Para pemain ditempa dengan berbagai aturan yang digariskan oleh Xavi termasuk gaya hidup, taktik, serta tepat waktu ketika latihan. Semuanya itu bermuara pada sisi kedisiplinan tim.

Dani Alves bisa jadi role model kedisiplinan terhadap beberapa pemain muda Barca. Sebagai senior di lapangan, secara tidak langsung ia bisa memberikan teladan bagi juniornya. Mentalitas, agresi, dan kepribadiannya di ruang ganti juga diharapkan oleh Xavi.

Kedatangannya di Barca bukan tanpa saingan. Alves akan bersaing untuk posisi bek kanan dengan para pemain seperti Mingueza, Dest, maupun Sergi Roberto. Persaingan yang sehat membuat para pemain yang ada di posisi bek kanan akan lebih termotivasi demi merebut tim utama.

Alih-alih bersaing menjadi bek kanan, Xavi secara mengejutkan memberikan peran berbeda ketika di lapangan. Peran inilah jawaban atas skenario Xavi dalam memulangkan kembali Alves ke Barcelona.

Debut Dani Alves dibawah Xavi terjadi di pertandingan persahabatan melawan Boca Junior di Arab Saudi. Ketika itu peran Alves memang ditempatkan di bek kanan akan tetapi lebih dari sekadar tugas sebagai bek kanan.

Peran Dani Alves dibawah Xavi sering membantu penyerangan baik lewat tengah atau bahkan sampai kotak penalti lawan. Tak jarang, Alves ditempatkan di sektor penyerang sayap kanan seperti apa yang telah dilakukan ketika berjumpa klub Linares di Copa Del Rey.

Meski sudah uzur, Dani Alves masih memiliki sisa-sisa kekuatannya, plus daya jelajahnya yang hampir tetap seimbang baik bertahan maupun menyerang. Hal ini yang membuat kaget Xavi dan tim pelatih. Mereka terkesan tidak percaya Alves masih sebugar itu.

Sampai pada pertandingan El Clasico di semifinal Piala Super Spanyol. Alves kembali dipercaya menempati pos bek kanan. Meskipun berlangsung ketat Barca mengakui kekalahan dari tim rival ketika itu. Peran yang diemban Alves perlahan mulai kelihatan polanya.

Dari situ kita bisa menilai bahwa Xavi telah mentransformasi peran Dani Alves sebagai seorang inverted full back. Yang artinya, peran yang dijalankan Alves berbeda dengan bek sayap pada umumnya. Alves cenderung ditarik ke tengah menemani Busquets sebagai gelandang.

Peran ini membuat Barca menang jumlah atas lawan di sektor tengah ketika menyerang. Xavi memanfaatkan Alves dengan progesi serta umpan-umpan akuratnya untuk menembus ruang kosong antar lini lawan. Tidak hanya sekedar overlap menyisir sisi flank semata.

Hal yang menjadi bukti nyata berhasilnya peran Alves adalah kemenangan atas Atletico Madrid di Camp Nou pada 6 Januari 2022. Ketika itu, Alves mampu mengobrak-abrik pertahanan Atletico yang terkenal kokoh dengan menghasilkan satu assist dan satu gol.

Peran Alves sebagai inverted full back di bawah Xavi merupakan variasi kekuatan baru Barcelona musim ini. Dani Alves akan lebih sering muncul sebagai pengatur lini serang Barcelona di sektor tengah.

Sejauh ini Barca memang belum menemukan sosok pengumpan sekaligus pengatur antar lini yang sejitu Xavi dan Iniesta. Pemain seperti Pedri atau Gavi mungkin bisa mengisi pos itu di masa yang akan datang. Namun, karena usianya yang masih sangat muda mereka butuh waktu untuk bisa berkembang.

Sampai Kapan Barcelona Bergantung Pada Alves?

Seiring berjalannya waktu, tidak mungkin Xavi akan mengandalkan Dani Alves terus-menerus. Mengingat usia si pemain sudah 38 tahun.

Secara teknis permainan, Xavi juga harus mengatur dengan cerdik menit bermain Dani Alves, untuk menyesuaikan usia dan tenaganya. Salah satunya tidak mendaftarkan Dani Alves di Europa League. Selain karena faktor tadi, Xavi terbentur aturan dan harus memainkan pemain baru.

Maka Xavi lebih memilih Aubameyang, Adama Traore, dan Ferran Torres untuk bergabung dalam skuad yang didaftarkan di Europa League. Tidak dengan Dani Alves.

Akan tetapi, Xavi telah menetapkan kebijakan dan kesepakatan untuk karir Dani Alves ke depan. Xavi telah memutuskan untuk memfokuskan penuh peran Dani Alves di kompetisi domestik yakni di La Liga dan Copa Del Rey. Tujuannya agar Barca kembali meraih posisi tertinggi di La Liga setelah tertinggal cukup jauh dari sang rival, Real Madrid.

Kembalinya Dani Alves di kesempatan keduanya bersama Barca, terlepas dari kesepakatan kontrak yang hanya satu tahun, Barca sekarang harus mulai lebih berpikir jangka panjang.

Sekarang, Xavi tidak selamanya bisa mengharapkan Dani Alves untuk tampil sempurna mengingat usia dan tenaga. Xavi harus tetap bekerja keras memutar otak demi menjawab kekurangan pada pos bek kanan di masa-masa yang akan datang.

https://youtu.be/xnZ8QQw9hb8

Sumber Referensi : barcauniversal, mirror, footballtoday

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru