Komitmen Liverpool Menanggulangi Gangguan Kesehatan Mental 

spot_img

Liverpool menjadi klub pertama di Liga Inggris yang mempekerjakan Psychiatric Therapist, Ishbel Straker untuk konsultasi kesehatan mental para pemain.

Langkah The Reds didasarkan sebagai bentuk tanggung jawab klub atas sejumlah insiden perundungan daring yang mengarah pada rasis beberapa tahun terakhir.

Liverpool sangat peduli dengan kesehatan mental para pemain mereka. Kita menyaksikan selama setahun terakhir beberapa pelecehan yang dialami oleh tim utama sangat mengerikan. Bagaimana trolling di media sosial untuk beberapa pesepakbola berdampak buruk.

“Pemain menjadi sasaran pelecehan daring selama setahun terakhir, Neco Williams, Trent Alexander-Arnold, Naby Keita dan Sadio Mane. Pelecehan itu mungkin tidak akan berhenti. Klub lah yang harus mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini,” ungkap Manajemen Liverpool.

Apa Pentingnya?

Pentingnya kesehatan mental bagi pemain di lapangan hijau berkaitan dengan performa individu dalam mengarungi kompetisi. Di tengah tuntutan untuk menampilkan performa terbaik, pemain yang memiliki masalah tentunya memerlukan tempat untuk bercerita tentang problem tersebut.

Manajemen klub tidak mempermasalahkan buruknya performa pemain, tapi langsung mengambil langkah konkret dengan mendatangkan psychiatric therapist untuk coaching clinic tentang performa di lapangan dengan masalah yang sedang dihadapi.

Psychiatric therapist tidak memperlakukan pemain yang konsultasi sebagai manusia yang berlumur kesalahan. Tetapi mendengar, memberi pilihan, dan memberi masukan agar performa tetap stabil dan problem yang sedang dihadapi terselesaikan.

Psychiatric Therapist dengan pendekatan Cognitive Behavioural Therapy (CBT) memiliki tujuan untuk membiasakan cara berpikir (kognitif) serta bertindak (perilaku). Selain juga memiliki manfaat bagi pemain bola yang menderita gangguan kesehatan mental.  

Melalui CBT, mengubah sudut pandang terkait permasalahan yang sedang berkecamuk dalam hidupnya (aksi) serta cara menghadapi permasalahan (reaksi).

Selain gangguan kesehatan mental, penyakit fisik yang terkait dengan tingkat stres atau kondisi psikologis, seperti irritable bowel syndrome (IBS) dapat menggunakan terapi kognitif perilaku sebagai salah satu metode pengobatannya.

Penting Bagi Pemain Muda

Bagi pemain Si Merah, Ishbel Straker memang bukan wajah baru di Anfield Stadium. Sejak 2018, ia sudah bekerja dengan klub sebagai konsultan eksternal yang dikhususkan akademi Liverpool kelompok U-23 dan U-18.

Penunjukkan pemilik Straker Consultants untuk melakukan konsultasi pribadi dengan calon bintang-bintang yang kini sedang digodok di akademi. Melalui coaching clinic Straker akan membantu mereka mengatasi pelecehan daring maupun luring, star syndrom, dan kecanduan terhadap alkohol serta obat-obat lainnya.

“Klub sangat ingin memastikan para pemain muda yang datang ke akademi bersiap untuk debut bersama tim utama. Persiapan tersebut harus didukung dengan sikap mereka di luar lapangan, seperti tekanan suporter secara daring. Kedatangan Ishbel Straker merupakan langkah-langkah mempersiapkan bintang muda di akademi kami,”

Kesehatan mental bagi pemain di akademi amat penting. Mereka dipersiapkan untuk mentas dari akademi dan menjadi pilihan di tim utama. Fase ini akan menjadi salah satu penentu karier seseorang di dunia sepak bola.

Mengingat transisi junior ke senior adalah fase kritis dalam karier atlet yang berdampak tidak hanya pada perkembangan olahraga atlet, tetapi juga keadaan kesehatan mental.

Pemain sepak bola dari akademi yang baru saja beralih ke skuad utama profesional akan mengalami peningkatan stres, selain karena sedang di fase akhir usia belasan juga tuntutan untuk tampil dengan performa terbaik. Di kedua fase itu, gejala kecemasan dan depresi tak terelakkan. Seseorang akan menekankan keadaan yang justru berdampak pada kesehatan mental.

Kepentingan Liverpool mendatangkan CEO Straker Consultants untuk menanggulangi kesehatan mental sejak muda, dan melatih aksi-reaksi saat kesehatan mental pemain sedang terganggu.

Sejalan dengan FIFA

Langkah Liverpool ini sejalan dengan #ReachOut yang digelorakan oleh FIFA guna meningkatkan kesadaran pelaku sepak bola atas kondisi kesehatan mental.

Kampanye yang dilakukan oleh organisasi tertinggi sepak bola memberikan dorongan akan pentingnya kesehatan mental.

Presiden FIFA, Gianni Infantino menjelaskan #ReachOut menjadi salah satu visi FIFA 2020-2023 untuk lebih terlibat dalam masyarakat dengan melakukan kampanye tentang kondisi kesehatan mental, sehingga sepak bola bermanfaat tidak lepas dari keberadaan masyarakat.

“Depresi dan kecemasan telah meningkat di seluruh dunia. Kaum muda termasuk yang paling rentan. Melakukan percakapan dengan keluarga, teman, atau profesional kesehatan bisa menjadi kuncinya. FIFA dengan bangga meluncurkan kampanye ini, didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan ASEAN untuk mendorong orang-orang #ReachOut,” tuturnya saat konferensi pers pada 3/8/2021.

Peduli Masyarakat

Komitmen Liverpool terhadap kesehatan mental tidak sekadar tindakan populis. Langkah konkret manajemen klub terhadap keluhan pemain, mereka penuhi. Pun manajemen, lewat LFC Foundation memberikan pelatihan tentang kesehatan mental anak-anak dan remaja bagi anak sekolah.

Melalui badan amal resmi The Reds akan berinvestasi dalam program kesehatan mental yang bermitra dengan Action for Children, dan diperuntukkan bagi sekolah-sekolah di seluruh Merseyside.

Program 12 minggu ini dirancang untuk membantu anak-anak mengenali tanda-tanda masalah kesehatan mental, teknik, dan strategi meningkatkan kesehatan mental, serta ke mana harus pergi jika kesehatan mental terganggu.

Kerja-kerja kemanusiaan Liverpool juga memberikan kesempatan untuk pendanaan non-yayasan untuk melakukan support terhadap konselor profesional yang berdedikasi untuk LFC Foundation.

Konselor profesional akan melakukan intervensi kepada setiap peserta yang dirujuk oleh staf yayasan. Selain itu, akan ada penanganan berbasis komunitas yang juga dipimpin oleh konselor untuk memberikan saran dan bimbingan.

Program ini bermanfaat untuk melakukan pencegahan bunuh diri pria dewasa. Niat baik LFC Foundation menaruh target untuk mendorong pria untuk berbicara jika mereka memiliki masalah serta memberi pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental diri sendiri dan sirkel mereka.

Direktur LFC Foundation, Matt Parish mengatakan langkah ini merupakan investasi baru yang membuka mata tentang pentingnya kesehatan mental. Bersama tim, Matt Parish berupaya meningkatkan sumber daya manusia serta peningkatan layanan di seluruh program kami.

“Promosi kesehatan mental untuk meningkatkan kesejahteraan menjadi prioritas yayasan. Pendanaan yang disokong manajemen juga menunjukkan komitmen berkelanjutan yang memungkinkan untuk membuat perbedaan nyata,” ungkapnya.

Riset menggambarkan bahwa intervensi dini dalam kesehatan mental anak-anak amat penting sehingga keputusan LFC Foundation menggandeng Action for Children akan memberikan pengetahuan dan pemahaman penting tentang kesehatan mental.

Kolaborasi kedua lembaga memiliki kepentingan untuk memberi ruang bagi anak-anak untuk eksplorasi kepercayaan diri, sehingga dapat berbicara tentang perasaan yang sedang dialami. Kesehatan mental ini juga membekali mereka dengan strategi mengatasi untuk dukung mereka.

Matt Parish tidak berhenti mengedukasi kesehatan mental untuk usia anak. Bersama Action for Children, ia menaruh perhatian kesehatan mental bagi pria dewasa yang akan melakukan bunuh diri. 

Ia mengkampanyekan pencegahan bunuh diri dengan slogan “New Man” dengan langkah-langkah memberikan dukungan yang aksesibel, gratis, dan tepat sasaran. Intervensi diberikan guna melakukan bimbingan kepada mereka yang membutuhkan.

Wakil Kepala Eksekutif Action for Children, Carol Iddon merasa senang dapat bermitra dengan LFC Foundation untuk mendukung kaum muda yang berjuang dengan kesehatan mental. Kebanyakan dari mereka (anak-anak) yang menghadapi masalah berupa depresi dan kecemasan terlalu sering sendirian.

“Melihat komitmen LFC Foundation untuk mendukung kaum muda dengan kesehatan mental mereka dan kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka untuk membantu anak-anak di masyarakat dengan aman dan bahagia.” tuturnya. 

Dua langkah konkret ditempuh oleh manajemen Liverpool. Pertama, memenuhi kebutuhan kesehatan mental pemain akibat insiden perundungan dengan mendatangkan Psychiatric Therapist. Kedua, manajemen melalui yayasan membuat program penyemaian kesehatan mental di masyarakat sekitar. 

Kepedulian Liverpool terhadap kesehatan mental memberi tahu bahwa sepak bola bukan sekadar 2 X 45 menit, bentuknya pemenuhan kesehatan mental tidak hanya bagi pemain tapi masyarakat sekitar.

Referensi: Daily Mail, SB Nation, Daily Mail, Reach Out, UN, Jurnal ITB, Human Kinetic, MHP.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru