Kesempatan Emas Philippe Coutinho di Aston Villa

spot_img

Setelah sekian purnama, nama Philippe Coutinho akhirnya kembali menjadi buah bibir di bursa transfer pemain. Gara-garanya, bintang timnas Brasil itu baru saja meninggalkan FC Barcelona dan pulang ke kompetisi Premier League yang dulu membesarkan namanya.

Philippe Coutinho baru saja resmi bergabung ke salah satu kontestan Premier League, Aston Villa. Melalui website resminya, pihak klub yang bermarkas di Villa Park itu mendatangkan Coutinho dari FC Barcelona dengan status pinjaman hingga akhir musim ini.

Bergabung dengan Aston Villa bakal membuat Coutinho bereuni kembali dengan mantan rekan satu timnya di Liverpool, Steven Gerrard yang kini menjabat sebagai pelatih The Villans. Menjadi rekrutan anyar Aston Villa juga membuat Coutinho kembali ke Liga Inggris setelah empat tahun silam dirinya meninggalkan Anfield demi menjadi bintang di Camp Nou.

Gagal Penuhi Ekspektasi di Barcelona, Coutinho Dipinjamkan ke Aston Villa

Akan tetapi, sejak meninggalkan Liverpool, Philippe Coutinho seperti menjadi seorang pesakitan. Performanya menurun. Namanya juga makin jarang terdengar.

Padahal, semasa membela Liverpool, ia adalah seorang bintang. Sekitar bulan Mei 2017, pelatih The Reds, Jurgen Klopp bahkan pernah mewanti-wanti Coutinho agar mau bertahan di Liverpool dan menolak pinangan klub lain.

“Tetap di sini dan mereka akhirnya akan membangun patung untuk menghormatimu. Pergilah ke tempat lain, ke Barcelona, ke Bayern Munchen, ke Real Madrid, dan kamu hanya akan menjadi pemain lain. Di sini kamu bisa menjadi sesuatu yang lebih,” kata Jurgen Klopp pada tahun 2017, dikutip dari Givemesport.

Akan tetapi, nasihat tersebut tak diamini Coutinho. Pada bursa transfer musim dingin 2018, ia lebih memlih menerima pinangan FC Barcelona yang menebusnya dengan harga 142 juta poundsterling. Seperti yang kita tahu, bertahun-tahun kemudian, nasihat Klopp itu terbukti benar.

Philippe Coutinho terbilang gagal menampilkan performa terbaiknya bersama FC Barcelona. Menit bermainnya berkurang. Di Camp Nou, namanya juga tenggelam di antara pemain bintang lainnya. Sebelum dipinjamkan ke Aston Villa, total Coutinho hanya mampu membuat 106 penampilan bersama Barcelona dan menyumbang 26 gol serta 14 asis.

Catatan tersebut tentu kontras dengan apa yang ia tampilkan bersama Liverpool. Enam tahun berseragam The Reds dari 2012 hingga 2018, Coutinho berhasil mencetak 54 gol dan 45 asis dalam 201 penampilan. Khusus di Liga Premier, ia berhasil mencetak 41 gol dan mencatat 35 asis dalam 152 penampilan.

Sebelum dipinjamkan ke Aston Villa, Philippe Coutinho juga pernah terbuang ke klub raksasa Bundesliga, Bayern Munchen selama semusim penuh, tepatnya pada musim 2019/2020. Sebetulnya, periodenya bersama Bayern cukup lumayan. Coutinho berhasil menyumbang 11 gol dan 9 asis dalam 38 penampilan.

Coutinho juga jadi bagian dari skuad Bayern Munchen yang meraih treble winner. Bahkan, Coutinho juga turut menyumbang 2 gol dan 1 asis saat Bayern membantai Barcelona di babak perempat final Liga Champions 2020. Sayangnya, harga tebus Coutinho yang super mahal saat itu membuat Bayern enggan mempermanenkannya.

Ketika kembali ke Camp Nou di musim berikutnya, tak ada perubahan signifikan dari performa Philippe Coutinho. Puncaknya, pada pada 7 Januari 2022, Barcelona secara resmi mengumumkan telah meminjamkan Coutinho ke Aston Villa hingga Juni 2022.

Apakah Aston Villa Tempat yang Tepat bagi Philippe Coutinho?

Bergabung dengan Aston Villa adalah sebuah kesempatan emas bagi seorang Philippe Coutinho. Selain bereuni dengan Steven Gerrard, Coutinho punya kesempatan besar untuk meninggalkan Barcelona secara permanen.

Berdasarkan laporan Fabrizio Romano, Aston Villa punya opsi untuk mempermanenkan Coutinho di akhir musim nanti dengan mahar hanya 40 juta euro. Selain itu, Coutinho dikabarkan juga rela memangkas gajinya. Dalam pernyataan resmi Barcelona, Aston Villa juga bersedia ambil bagian untuk membayar gaji Coutinho.

Menurut laporan jurnalis Toni Juanmartí, Barcelona dan Aston Villa sepakat untuk membagi beban gaji Coutinho. Aston Villa akan membayar sekitar 65% dari gaji Coutinho, sementara 35% sisanya dibayar Barca. Namun, gelandang serang timnas Brasil itu memilih untuk tidak menerima gaji dari Barca dan siap kehilangan 35% dari gaji yang ia terima.

Dengan begitu, Coutinho hanya akan menerima 65% dari total gajinya yang akan dibayar Aston Villa. Sebuah gestur yang bagus, sebab ia juga membantu perekonomian Barca yang sedang krisis. Adapun besaran gaji yang akan ia terima di Aston Villa berkisar 125 ribu poundsterling per pekan atau setara 2,4 miliar rupiah.

Kini, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Aston Villa pelabuhan yang tepat bagi karier Philippe Coutinho?

Bukan rahasia lagi bahwa banyak fans Aston Villa yang mempertanyakan dan mergukan kapasitas Philippe Coutinho. Sebab, harus diakui bahwa Coutinho yang sekarang bukanlah Coutinho yang dulu begitu bersinar saat berseragam Liverpool.

Akan tetapi, Steven Gerrard punya pandangan lain. Sebagai seorang mantan rekan dan pelatih The Villans, Gerrard masih memandang Coutinho secara positif dan masih menghormatinya sebagai seorang serial winner.

“Saya bisa mengerti mengapa banyak pendukung di seluruh negeri berbicara tentang dia. Saya tidak berpikir Anda mendapat julukan sebagai ‘Magician’ jika Anda bukan pesepakbola spesial. Dia seseorang yang sangat saya hormati,” ujar Gerrard dikutip dari AVFC.

“Dia memenangkan dua gelar liga untuk Barcelona, dia memenangkan dua Copa del Rey. Jika Anda pergi dan melihat halaman Wiki-nya, Anda akan melihat seorang serial winner di mana pun dia berada. Saya tidak punya apa-apa selain hal-hal positif untuk dikatakan tentang Coutinho. Dia temanku,” tambah Gerrard dikutip dari AVFC.

Meski Coutinho masih bisa memberi gelar bagi Barcelona, Bayern Munchen, dan timnas Brasil, tetapi dalam 2 musim terakhir, performa Coutinho yang kini berusia 29 tahun memang makin menurun. Di musim ini saja, ia baru mencetak 2 gol dalam 12 penampilannya di La Liga. Coutinho juga belum pernah tampil 90 menit bagi Barcelona di paruh pertama musim ini.

Di tahun 2021 kemarin, Coutinho juga gagal mencatat 1 pun caps bersama timnas Brasil. Ia melewatkan Copa America 2021 dan hanya duduk di bangku cadangan saat Brasil menghadapi Kolombia dan Argentina di kualifikasi Piala Dunia bulan November kemarin. Nasib tersebut tak lepas dari cedera lutut yang cukup parah yang ia derita sejak akhir Desember 2020.

Ya, dalam beberapa musim terakhir, Coutinho juga kerap dibekap cedera. Masalah tersebut akan jadi PR bagi Aston Villa, termasuk bagaimana mereka mengembalikan kepercayaan diri Coutinho. Untuk urusan ini, Coutinho bisa berharap dari seorang Steven Gerrard yang dikenal sebagai seorang motivator ulung sejak dirinya masih menjadi pemain.

Terlepas dari hal tersebut, Coutinho memang bersedia bergabung dengan Aston Villa setelah terlibat perbincangan panjang dengan Gerrard. Mendapat tempat reguler dan menit bermain yang cukup adalah salah satu hal yang konon kabarnya dijanjikan Gerrard kepada Coutinho.

Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu penyebab menurunnya performa Coutinho di Barcelona adalah karena seringnya ia dimainkan sebagai seorang winger. Padahal, dahulu ia begitu hebat saat jadi playmaker alias pengatur serangan bagi Liverpool dan timnas Brasil.

Jika dilihat dari formasi yang sudah dipakai Gerrard bersama Aston Villa, maka Coutinho memang punya kesempatan untuk tampil lebih sering dalam starting eleven The Villans. Sejauh ini, Gerrard sudah pernah bereksperimen dengan formasi 4-3-3, 4-1-4-1, dan 4-3-2-1.

Skema formasi tersebut memungkinkan bagi Phillippe Coutinho untuk bermain di posisi naturalnya. Sebab, sebagai pelatih, Steven Gerrard juga cukup fleksibel dalam menerapkan formasi dan skema serangan. Selain itu, Gerrard memang tengah mencari kreator serangan untuk memperbaiki lini serang The Villans yang kurang tajam.

Jika Gerrard mampu mengembalikkan performa Coutinho, ia bisa jadi pengganti sosok Jack Grealish yang selama bertahun-tahun jadi tumpuan serangan Aston Villa. Dari segi permainan, keduanya juga punya kemiripan, khususnya dalam hal menggiring bola dan melewati lawan, serta menembus celah sempit untuk membuka peluang emas bagi rekan-rekannya.

Maka dari itulah, hengkang dari Barcelona dan bergabung ke Aston Villa adalah sebuah kesempatan emas bagi Philippe Coutinho. Jadi, manfaatkan dengan baik kesempatan emas ini wahai Coutinho.
***

Sumber Referensi: Givemesport, Detik, AVFC, SkySports, EverythingBarca, Transfermarkt.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru